Damai vs Ambisi

Ketika memasuki usia 25 tahun keatas, kita biasanya mudah sekali tergoda untuk meraih suatu pencapaian. Seperti prestasi akademik, jabatan, atau perolehan materi. Salah seorang teman pernah bertanya, “Bagaimana caranya menjaga diri agar tidak tergoda oleh egoisme-egoisme tersebut?
Continue reading “Damai vs Ambisi”

Advertisements

Bersabarlah Terhadap Orang Lain – Renungan Di Kala Mudik

Bagiku, momentum mudik selalu menjadi guru yang baik dalam mendidik tenggang rasa. Kumpul di keluarga besar misalnya. Biasanya kita akan menemukan bermacam-macam orang. Cara mereka memandang suatu hal juga berbeda-beda. Ini terjadi karena perbedaan latar belakang pekerjaan, pendidikan, pengalaman hidup, psikologi usia dan berbagai macam hal lainnya. Continue reading “Bersabarlah Terhadap Orang Lain – Renungan Di Kala Mudik”

10 Hari Terakhir Ramadan – Amalan Harus Lebih Kencang Lagi

KITA TELAH MEMASUKI 10 HARI TERAKHIR RAMADHAN

Tapi tidak semua orang mengerti esensi betapa berharganya malam-malam Ramadan ini. Di pasar tradisional, tukang bubur ayam laris manis. Para penjual dengan entengnya menyeruput es. Untuk memahami esensi Ramadan saya membuat sebuah analogi. Tentang pesta pernikahan.

Pada pesta pernikahan tak ada orang yang datang memakai kaos oblong dan sandal jepit bukan? Mereka akan mengenakan pakaian terbaiknya. Disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Tidak ada orang yang berani mengenakan baju tidur yang biasa dipakai pada malam hari karena itu akan dianggap tidak menghormati pesta yang digelar. Dan tidak menghormati yang punya acara.

Nah Ramadan juga begitu. Bulan Ramadan adalah bulan yang diistimewakan Allah. Sebuah perayaan yang diadakan oleh Allah dalam rangka turunnya Al Qur’an. Seharusnya kita juga bisa mengistimewakannya sebagaimana Allah mengistimewakannya.

Jangan sampai ibadah kita pada bulan Ramadan sama dengan ibadah kita di bulan lainnya. Usahakan ada perbedaan, meski itu kecil. Tilawah kita, zakat kita, amal salih kita.

Usahakanlah menambah hafalan walau hanya bisa sedikit sebagai kenang-kenangan ramadan pada tahun ini. Usahakan ada perbedaan interaksi Qur’an kita dengan hari-hari biasanya. Meski itu hanya menambah 30 menit berdiam diri di masjid untuk membaca Al-Qur’an.

Hari ini sudah memasuki 10 hari terakhir Ramadan. Amalan harus lebih kencang lagi, ada baiknya kita tidak merepoti ibu-ibu kita dengan masakan ini itu. Makan sahur seadanya saja. Lauk bekas buka diangetin juga tidak apa-apa, Ibu kita juga butuh untuk beribadah.

Mendekati lebaran ini kita jangan rewel, dengan makanan ini-itu, atau baju ini-itu. Gunakan Ramadan sebaik-baiknya. Lekas tidur seusai tarawih. Jangan ngobrol, jangan ngenet. Agar malamnya kita bisa terbangun. Untuk memperbanyak doa-doa kita & tilawah-tilawah kita.

Karena pada Bulan Ramadan Allah sungguh pemurah. Jadi jangan sia-siakan kesempatan itu. Maksimalkan Ramadan kita kali ini, Dan semoga kita bisa mendapatkan Lailatul Qodar-Nya.

– Diambil dari ceramah Nouman Ali dengan gubahan & tambahan seperlunya-

#arkandini

Ditulis oleh: Arkandini Leo

Allah Tidak Membandingkan Diri Kita Dengan Orang Lain – Nouman Ali Khan

Seandainya kita mau belajar untuk memahami apa yang Allah maksudkan di dalam Al-Quran, maka kita akan merasa lebih mudah dalam menjalani hidup ini. Salah satunya firman Allah di dalam Surat Al-Kahfi ayat 24 “..semoga Tuhanku memberi petunjuk sehingga kita bisa lebih dekat kepada-Nya.
Continue reading “Allah Tidak Membandingkan Diri Kita Dengan Orang Lain – Nouman Ali Khan”

Berkata Bohong

Pada malam itu nggak ada hujan, nggak ada angin, nggak tahu kenapa tiba-tiba saya ingin membahas masa-masa kecil kita sama teman saya. “Dulu sewaktu kecil, aku pernah nanya adhek bayi itu darimana. Lalu dijawab kalau adhek bayi itu keluar dari udel (puser). Dan aku cukup lama mempercayai kalau adhek bayi itu lahirnya dari udel”. Kata saya. Continue reading “Berkata Bohong”

Jalan Pulang

Saya sedang memikirkan tentang orang-orang terdekatku. Kadangkala mereka memberi penyikapan berbeda pada satu masalah yang sama. Misalnya dua minggu yang lalu ada teman yang diusik oleh seseorang, ia bisa mengomel panjang mengapa begini dan begitu. Dia jadi uring-uringan seharian.

Namun ketika di hari lain dia diusik oleh hal yang serupa, dia memberi sikap yang sangat berbeda. Kali ini ia tidak mengomel. Namun dengan tenang ia memberi komentarnya, “Biarkan sajalah, orangnya memang seperti itu. Tidak perlu diladenin. Dia diberi perhatian-kecil saja sudah senang. Lebih baik aku fokus mengerjakan sesuatu yang lain, yang lebih bermanfaat..

Saya bertanya-tanya, dengan masalah yang sama mengapa sikapnya bisa begitu berbeda? Seolah-olah yang saya temui adalah bukan orang yang sama. Continue reading “Jalan Pulang”

Menemukan Kembali Keindahan Al Fatihah (Bagian 2)

Pada Al Fatihah ayat 1 – 3, kita sudah membahas bagaimana Rabb kita memperkenalkan dirinya sebagai zat yang penuh cinta, murah hati, memelihara kita dan menjamin kehidupan kita. (Bagi yang ingin menyimak silahkan klik https://nakindonesia.wordpress.com/2016/07/13/keindahan-al-fatihah-bagian-1/) Continue reading “Menemukan Kembali Keindahan Al Fatihah (Bagian 2)”