Seperti Apa Manusia Qurani Itu? – Maryam Amir


Ketika kuliah di Mesir, saya pernah membawa anak seorang teman untuk berjalan-jalan ke sebuah mall. Seorang pemuda terlihat sedang bekerja di sana, mengatur gerainya hingga para pelanggan tiba. Saya perhatikan dia sedang membaca sesuatu, namun ketika kami mendekat diletakkannya bacaannya itu untuk melayani kami. Continue reading “Seperti Apa Manusia Qurani Itu? – Maryam Amir”

Advertisements

Tuhan Tidak Akan Menangkap Anda – Maryam Amir


Pertama kali saya masuk Islam, saya jatuh cinta kepada Allah. Saya merasakan syukur yang tak terhingga dan meluap-luap kepadaNya. Harapan saya sangat besar kepadaNya. Dan dikarenakan hasrat saya untuk benar-benar mengenalNya, saya mulai mengikuti berbagai kelas, membaca bermacam buku, dan sedikit demi sedikit cinta terhadapNya yang tidak terkendali tersebut menjalar menjadi rasa takut dan kekhawatiran yang melumpuhkan.
Continue reading “Tuhan Tidak Akan Menangkap Anda – Maryam Amir”

Harusnya Dulu Aku Menghafalkan Quran – Maryam Amir


Bagaimana jika saat dirimu berusia 60, 70, atau 80 tahun, Kamu tidak berkata, “Harusnya dulu aku menghafalkan Al Quran.

Bagaimana jika dirimu justru berkata, “Setelah 30 tahun, aku dimuliakan bisa menyelesaikan hafalan Kitabullah.
Continue reading “Harusnya Dulu Aku Menghafalkan Quran – Maryam Amir”

Sungguh, Tuhanku Bersamaku – Maryam Amir


Ketika anakmu sendiri memakimu, ketika kau meninggikan suaramu untuk mengalihkan rasa sakit yang memenuhi hatimu- pikirkan bagaimana kiranya emosi yang dirasakan Adam dan Hawa saat mereka menyadari salah satu anaknya membunuh yang lain. Continue reading “Sungguh, Tuhanku Bersamaku – Maryam Amir”

Maryam Amir: Tuhan Memuliakan Perempuan


Meskipun sebagian besar anggota keluarga saya mualaf sedangkan saya Muslim sejak lahir, saat remaja saya tidak terlalu ingin menjadi Muslim. Saya meragukan apakah Islam cocok untuk saya, mempertanyakan Tuhan, dan terutama saya tidak menyukai konsep hijab. Continue reading “Maryam Amir: Tuhan Memuliakan Perempuan”