Memberi Orang Makanan Yang Layak – Mufti Menk


Orang yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang memberi makan orang lain. Memberi makan yang lain dengan makanan. Artinya Anda menjangkau mereka yang tidak berpunya, sekaligus, mereka yang punya kadang Anda duduk bersama untuk makan-makan, mari kita pergi makan sekali-sekali.

Bukan untuk tujuan hura-hura. Namun terkadang sekelompok teman berkumpul, teman-teman dekat. Mereka yang menjaga pertemanan, dimana mereka berinteraksi, bergaul dan berhubungan, juga termasuk orang-orang terbaik. Continue reading “Memberi Orang Makanan Yang Layak – Mufti Menk”

Advertisements

Nabi (ﷺ) Seorang Aktivis – Omar Suleiman


Nabi (ﷺ) adalah pria termuda yang berdiri pada hari Hilf Al-Fudul, hari Persekutuan Para Pemuka Mekah. Ketika mereka bersama-sama membangun hak ekonomi masing-masing dari anggota masyarakat Mekah. Continue reading “Nabi (ﷺ) Seorang Aktivis – Omar Suleiman”

Cara Menghadapi Anak-Anak Sesuai Umurnya – Anak-Anak Di Sekitar Nabi (ﷺ) – Hesham Al Awadi


Rasul kita (ﷺ) menangani anak-anak sesuai tingkatnya. Sesuai tingkat mereka. Hari ini orang-orang mengatakan usia enam tahun berbeda dari usia tiga tahun, berbeda dari 10 tahun, 12 tahun. Saya yakin Rasul kita (ﷺ) mengetahui hal itu dengan sangat baik. Saya akan memberi Anda sebuah contoh. Continue reading “Cara Menghadapi Anak-Anak Sesuai Umurnya – Anak-Anak Di Sekitar Nabi (ﷺ) – Hesham Al Awadi”

Dunia Bukan Lagi Tentang Anda (Saya Tinggalkan Alkohol Karena Allah) – Omar Suleiman


Abu Mihjan Ats-Tsaqafi (رضي الله تعالى عنه) adalah sahabat Nabi (ﷺ). Dia adalah seorang pecandu alkohol. Dan subhanallah dia bahkan biasa menulis puisi tentang khamrnya. Dan salah satu hal dalam wasiatnya kepada anak-anaknya, dia berkata, “Jika aku mati, aku ingin kalian merendam kuburanku dengan khamr agar tulangku bisa menyerapnya.” Continue reading “Dunia Bukan Lagi Tentang Anda (Saya Tinggalkan Alkohol Karena Allah) – Omar Suleiman”

Para Pemulung – Tadabbur Al-Kahfi 10


Sophy Ron mengisi hari-hari masa kecilnya sebagai pemulung. Di sebuah tempat pembuangan sampah di Phnom Penh. Tidak pernah sekolah. Hingga usianya 11 tahun. Jalan hidupnya berubah setelah Cambodian Children’s Fund membantunya. Ketekunannya belajar berbuah beasiswa kuliah di Universitas Melbourne. Continue reading “Para Pemulung – Tadabbur Al-Kahfi 10”