[MFA] #29 – Jangan Ikuti Arogansi Syaithon

Allah SWT tak henti-hentinya mengingatkan manusia akan tipu daya dan kejahatan syaithon. Berkaitan dengan itu, di edisi spesial hari terakhir di bulan Ramadhan 1438 H kali ini, saya ingin mencoba membahas sebuah surah di dalam Al Quran yang merupakan perintah Allah kepada manusia untuk berlindung kepada-Nya dari kejahatan syaithon. Surah yang akan saya bahas adalah Surah An-Naas.

Saya akan menjabarkan beberapa hal yang disampaikan oleh Ustadz Nouman Ali Khan, berkaitan dengan surah ini. Continue reading

[MFA] #28 – Dekatnya Allah dan Berdo’a Kepada Allah

“Dan apabila Hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (katakanlah), bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala Perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Aku itu Dekat

Pada kalimat “Dan apabila Hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku…”  Allah menggunakan kata ‘annii’ atau Aku, tidak menggunakan kata Allah. Hal ini memperlihatkan bentuk kedekatan yang tidak biasa, Allah sangat senang ketika ada hamba-Nya yang bertanya tentang-Nya sehingga Allah sendiri yang mendekatkan diri kepada hamba-Nya. Allah ingin lebih dekat dengan hamba-Nya. Continue reading

[MFA] #27 – Aku Ikhlas Menjadi Hamba-Mu, Ya Allah

Surat Al Fatihah adalah surat Al Qur’an yang sangat familiar bagi kaum muslimin. Mungkin surat ini adalah surat yang pertama kali diajarkan oleh para orang tua kepada anak mereka, sehingga kebanyakan anak TK pun sudah hafal di luar kepala, tentunya dengan makhroj ala anak balita, masih salah tapi membuat gemas ketika mendengarnya.

Begitu juga denganku, sejak dini orang tuaku sudah membiasakanku untuk membaca surat Al Fatihah, hingga aku sudah menghafalnya sejak di bangku TK. Tapi seiring berjalan waktu, aku merasakan bahwa ketika membaca surat ini baik saat tilawah ataupun dalam sholat, aku belum bisa menghayati surat ini. Mungkin karena saking hafalnya, aku begitu saja melewatkan setiap ayat-ayatnya, membiarkannya keluar dari mulut ini tanpa ada perasaan yang masuk ke hati. Aku merasakan bahwa surat Al Fatihah ini tak istimewa, bukan suatu yang luar biasa. Continue reading

[MFA] #26 – Yang Terbaik Untuk Orang Tua

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Dalam kehidupan kita, banyak hal yang tidak bisa kita pilih, dari lahirnya kita ke dunia sampai lewat perantara siapa kita lahir sehingga kita bisa hidup sampai saat ini. Itu adalah sebagian hal yang tidak bisa kita pilih. Namun sadarkah kita, sudahkah kita sangat mensyukurinya? Berbeda kemudian, dengan hal-hal yang bisa kita pilih, terkadang ada saja salahnya, ada saja celanya, ada saja penyesalannya. Ternyata memang benar, apa-apa yang sudah ditakdirkan kepada kita adalah hal yang terbaik yang Allah berikan. Itulah kenapa kita harus selalu bersyukur atas apa-apa yang tidak kita pilih, namun telah Allah berikan kepada kita, itu pasti yang terbaik. Continue reading

10 Hari Terakhir Ramadan – Amalan Harus Lebih Kencang Lagi

KITA TELAH MEMASUKI 10 HARI TERAKHIR RAMADHAN

Tapi tidak semua orang mengerti esensi betapa berharganya malam-malam Ramadan ini. Di pasar tradisional, tukang bubur ayam laris manis. Para penjual dengan entengnya menyeruput es. Untuk memahami esensi Ramadan saya membuat sebuah analogi. Tentang pesta pernikahan.

Pada pesta pernikahan tak ada orang yang datang memakai kaos oblong dan sandal jepit bukan? Mereka akan mengenakan pakaian terbaiknya. Disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Tidak ada orang yang berani mengenakan baju tidur yang biasa dipakai pada malam hari karena itu akan dianggap tidak menghormati pesta yang digelar. Dan tidak menghormati yang punya acara.

Nah Ramadan juga begitu. Bulan Ramadan adalah bulan yang diistimewakan Allah. Sebuah perayaan yang diadakan oleh Allah dalam rangka turunnya Al Qur’an. Seharusnya kita juga bisa mengistimewakannya sebagaimana Allah mengistimewakannya.

Jangan sampai ibadah kita pada bulan Ramadan sama dengan ibadah kita di bulan lainnya. Usahakan ada perbedaan, meski itu kecil. Tilawah kita, zakat kita, amal salih kita.

Usahakanlah menambah hafalan walau hanya bisa sedikit sebagai kenang-kenangan ramadan pada tahun ini. Usahakan ada perbedaan interaksi Qur’an kita dengan hari-hari biasanya. Meski itu hanya menambah 30 menit berdiam diri di masjid untuk membaca Al-Qur’an.

Hari ini sudah memasuki 10 hari terakhir Ramadan. Amalan harus lebih kencang lagi, ada baiknya kita tidak merepoti ibu-ibu kita dengan masakan ini itu. Makan sahur seadanya saja. Lauk bekas buka diangetin juga tidak apa-apa, Ibu kita juga butuh untuk beribadah.

Mendekati lebaran ini kita jangan rewel, dengan makanan ini-itu, atau baju ini-itu. Gunakan Ramadan sebaik-baiknya. Lekas tidur seusai tarawih. Jangan ngobrol, jangan ngenet. Agar malamnya kita bisa terbangun. Untuk memperbanyak doa-doa kita & tilawah-tilawah kita.

Karena pada Bulan Ramadan Allah sungguh pemurah. Jadi jangan sia-siakan kesempatan itu. Maksimalkan Ramadan kita kali ini, Dan semoga kita bisa mendapatkan Lailatul Qodar-Nya.

– Diambil dari ceramah Nouman Ali dengan gubahan & tambahan seperlunya-

#arkandini

Ditulis oleh: Arkandini Leo

[MFA] #22 – Allah Is The Judger of Effort

 وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ (QS 53 : 40)

Ayat ini dijelaskan oleh ustad Nouman Ali khan dengan sangat luar biasa dan membekas di hati saya. Dijelaskan bahwa kita sebagai muslim, khususnya pemuda, tidak boleh puas dengan standar yang biasa saja, kita harus mendorong diri kita untuk menguasai setiap aspek kehidupan.

Kita harus mengejar kesempurnaan, walaupun itu tidak bisa kita gapai, tetapi yang terpenting adalah saat kita berjumpa dengan Allah, saat kita kembali kepada Allah, kita dapat mengatakan bahwa kita sudah memanfaatkan kemampuan yang Allah berikan kepada kita saat lahir, apa yang Allah harapkan bukanlah HASIL tetapi seberapa besar USAHA kita untuk mengerahkan segala kekuatan yang kita punya. Continue reading

[MFA] #19 – Al-Qur’an I’m In Love

mfa19

Kitab (Al-Quran) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati (mentadabburi) ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran” [Q.S. Sad : 29]

Indeed, this ayah has become my first love to the incredible book of Allah. That’s Al-Quran. Yeah! I just wanna say, “Al–Quran, I’m in love”. Masya Allah, that’s really, really beyond imagination. It’s not because I’m a good person. It’s just because i know how damn I am. Then, truly I don’t deserve  it and it’s only a kind of Allah’s mercy on me.

Jujur saja, jika ada yang bertanya, “Apa nikmat terbesar dalam hidup yang telah Allah anugerahkan padamu?” Maka diri ini akan menjawab, “Setelah nikmat iman dan ukhuwah yang terjalin karena Allah maka nikmat terbesar setelah itu adalah Allah sematkan rasa cinta pada Al-Quran.” Continue reading