[MFA2019] Rabbmu Lebih Mengetahui – Hera


 

Kalau bicara ayat Al-Qur’an favorit ada banyak sekali, karena hampir semua ayat bermakna. Salah satunya QS Al Isra ayat 84.

قُلْ كُلٌّۭ يَعْمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِۦ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَىٰ سَبِيلًۭا

Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing “. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.

Mengapa ayat ini favorit saya? Karena ayat ini menguatkan saya saat baru hijrah, saat saya memilih resign dari sebuah bank konvensional. Resign dari pekerjaan yang sudah selama 13 tahun digeluti tentunya menjadi suatu kehebohan tersendiri. Ada yang setuju dan ada juga yang kontra dengan keputusan saya.

Farabbukum a’lamu biman huwa ahda sabila. ‘Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya’. Bagian ayat tersebut menambah keyakinan saya untuk tidak terlalu mempedulikan perkataan orang lain dan memantapkan hati untuk istiqomah dalam berhijrah.

Makna ayatnya memang dalam, namun akan mudah dipahami lewat penjelaskan Ustad Nouman. Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa Allah menciptakan manusia berbeda-beda, baik secara fisik (bagian luar diri manusia) maupun kepribadiannya (bagian dalam diri manusia). Berbeda pula jalan hidupnya, karakternya, tempat kelahirannya, dan kesukaannya. Termasuk berbeda ujiannya, kelebihannya dan juga kekurangannya. Semua perbedaan ini diciptakan untuk membuat manusia saling ketergantungan satu sama lain.

Seperti Nabi Musa dan Nabi Harun, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, namun keduanya saling melengkapi. Baik kelebihan maupun kelemahan manusia adalah suatu pelajaran dalam hidup. Kelebihan Nabi Musa yaitu kekuatannya malah menimbulkan kesulitan ketika tanpa sengaja membuat orang lain terbunuh. Sedangkan apa yang dianggapnya sulit oleh beliau yaitu kemampuan berbicara. Justru pada hal yang dianggap kelemahan, percakapan Nabi Musa, dicatat dan diabadikan Allah di dalam Al-Qur’an.

Yang membuat ayat 84 itu indah adalah kita diciptakan dengan potensi yang berbeda-beda. Dengan segala potensi yang diberikan oleh Allah tersebut, kita diperintahkan untuk menemukan cara agar potensi tersebut dapat bermanfaat. Tidak hanya digunakan untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah, tapi bagaimana potensi tersebut juga bermanfaat untuk sesama.

Ketika kita memahami tugas dan tujuan hidup di dunia ini, maka cara pandang kita pun akan berubah. Tujuan-tujuan lain menjadi tidak relevan lagi untuk dijadikan fokus hidup. Al Isra ayat 84 juga mengandung makna bahwa upaya-upaya yang manusia lakukan dalam memenuhi tugas penciptaannya tersebut, kelak akan menjadi urusannya dengan Allah dan hanya Allah saja yang tahu. Ketika hal ini dipahami, maka apapun yang orang lain lakukan hanyalah menjadi urusan orang tersebut dengan Allah. Biasanya setan mencari celah disini sehingga muncul anggapan-anggapan si A begini si B begitu. Si A dekat dgn Allah, sedangkan si B jauh dari Allah. Padahal manusia itu tidak tahu. Ketidaktahuan manusia juga tersirat dalam ayat berikutnya, QS Al Isra ayat 85, bahwa manusia tidak diberi pengetahuan tentang “ruh” melainkan sedikit.

Setan juga kadang membuat manusia lupa dengan tujuan dan tugas-tugas penciptaannya seperti yang terkandung dalam QS Al Isra ayat 83. Ketika diberikan kesenangan dia berpaling dari Allah, sedangkan apabila ditimpa kesusahan dia berputus asa.

Penjelasan Ustad Nouman membuat saya makin jatuh cinta dengan ayat ayat ini, karena maknanya yang begitu dalam dan indah. Implementasinya dalam kehidupan sedang saya lakukan salah satunya dengan menulis. Semoga ini menjadi bukti bahwa salah satu potensi yang Allah berikan, saya gunakan untuk bisa berbagi dan bermanfaat di bulan yang mulia ini. Barakallah fikum

Advertisements

[MFA2019] Berkah dari Allah – Anggun Pertiwi


IMG-20190525-WA0000

Sebaik-baiknya setiap langkah dan amal perbuatan manusia adalah yang memiliki nilai keberkahan di mata Allah. Keberkahan menjadi salah satu hal yang dipanjatkan dari setiap doa dan harapan. Lalu sebenarnya bagaimana konsep keberkahan itu? Berangkat dari hal tersebut maka saya memilih ayat ini, ayat terakhir dari Surat Ar-Rahman. Continue reading “[MFA2019] Berkah dari Allah – Anggun Pertiwi”

[MFA2019] Tak Pernah Sekalipun Kecewa dalam Berdoa – Anisa Meidriarti


IMG-20190526-WA0001

Surat Maryam merupakan surat makkiyah yang terdiri dari 98 ayat. Terdapat beberapa kisah para nabi dalam surat ini dan yang menjadi salah satu kisah favorit saya adalah kisah nabi Zakaria ketika meminta keturunan. Sehingga dari kisah inilah, salah satu ayat-Nya menjadi penguat saya bila hati ini mulai melemah untuk berharap pada-Nya. Continue reading “[MFA2019] Tak Pernah Sekalipun Kecewa dalam Berdoa – Anisa Meidriarti”

[MFA2019] Terbukanya Pintu Surga – M Daffa RI


Kita belum pantas ke surga. Ya, setidaknya itulah anggapan yang ada di benak kita semua. Bagaimana tidak, kita semua seringkali melalaikan kewajiban yang Allah perintahkan, dan tentunya sebagai manusia, kita bergelimang dosa. Tapi, apakah kita benar – benar tidak mungkin ke surganya Allah? Kita merasa tak pantas, namun juga tak mungkin sanggup ke nerakanya.

Continue reading “[MFA2019] Terbukanya Pintu Surga – M Daffa RI”

[MFA2019] The Power of Time – Andriani Dyah Arum


وَٱلۡعَصۡرِ

إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِی خُسۡرٍ

“By the time. Indeed, mankind is surely in loss.”

“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian,”

[Q.S. Al-‘Asr (103) : 1-2]

Ketika Allah SWT memulai friman-Nya dengan sebuah sumpah, maka apa pun yang digunakan untuk bersumpah akan menjadi saksi di hadapan-Nya pada Hari Akhir tentang apa yang manusia kerjakan semasa hidupnya. Dan setiap kali Allah memulai dengan sumpah, apa pun yang datang setelahnya pasti hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan.

Continue reading “[MFA2019] The Power of Time – Andriani Dyah Arum”

[MFA2019] Kehebatan Linguistik Al Insyirah Ayat 5 dan 6 – Alisa Gumala


IMG-20190520-WA0003

Dalam surah Al-Insyirah ayat 5 dan 6, Allah berfirman:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah: 5)

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah: 6). Continue reading “[MFA2019] Kehebatan Linguistik Al Insyirah Ayat 5 dan 6 – Alisa Gumala”