[MFA2018] Meneguk Air Hidayah & Memantaskan Diri – Diding Soegama


Meneguk Air Hidayah & Memantaskan Diri untuk selalu Berada di jalan-Nya.
Oleh: Diding Soegama

Bismillah.

Seorang teman pernah bertanya seperti ini, “Di mana letak keadilan Allah, Tuhanmu, terhadap seseorang yang lahir dari keluarga non-muslim? Dibesarkan di lingkungan mereka sehingga akupun menjadi ahli neraka? Betapa ruginya aku, betapa sialnya.Continue reading “[MFA2018] Meneguk Air Hidayah & Memantaskan Diri – Diding Soegama”

Advertisements

[MFA2018] Merespon Serangan terhadap Islam – Rosyida Nur Bayti Khusna


Merespon Serangan terhadap Islam
(Al Baqoroh:109)

Kejadian teror di Surabaya beberapa waktu lalu menambah kuat stigma masyarakat tentang muslim yang teroris, radikal, dan berlawanan dengan asas nasionalisme. Apakah benar? Tentu saja tidak, islam ini rahmatan lil ‘alamin, kata islam sendiri pun berarti perdamaian, jadi siapapun muslim yang memang benar dalam belajar islam, pasti yang ia bawa adalah sebuah seruan untuk kebaikan, keselamatan seluruh alam. Continue reading “[MFA2018] Merespon Serangan terhadap Islam – Rosyida Nur Bayti Khusna”

[MFA2018] Arrahman, Tanpa Sandiwara dan Tiruan – A. Fariha RK


ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ. ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ.

Alhamdulillah, sejak pertama kali mendengar الرحمن dalam Surah Ar Rahman hingga sekarang masih menjadi ayat kesukaan karena singkat dan mudah diingat, tetapi bermakna padat. Seperti yang disampaikan Ustad Nouman Ali Khan, surah ini turun di antara zaman peralihan Mekah ke Madinah untuk orang-orang musyrik Mekah yang keras kepala. Rasulullah mendakwahi mereka bertahun-tahun dan belum berubah. Mereka masih keras kepala dan semakin melampaui batas. Continue reading “[MFA2018] Arrahman, Tanpa Sandiwara dan Tiruan – A. Fariha RK”

[MFA2018] Ikhlas – Fungki Lutikasari


IKHLAS

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾

Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.
Continue reading “[MFA2018] Ikhlas – Fungki Lutikasari”

[MFA2018] Di Balik Doa yang Tak Terkabul – Dessy Natalia


Ada yang terlupakan ketika berdoa. Kadang, kita lupa bahwa doa adalah bentuk komunikasi kita dengan Sang Maha Pencipta. Ternyata ada makna yang lebih dalam daripada hanya sekedar meminta sesuatu, yaitu makna berbicara dan berkomunikasi dengan Allah. Oleh karena itu, sering kali dikatakan bahwa jika ingin berdialog dengan Allah, sering-seringlah berdoa dan membaca Alquran, karena ayat Al Quran adalah cara Allah berbicara dengan kita.
Continue reading “[MFA2018] Di Balik Doa yang Tak Terkabul – Dessy Natalia”

[MFA2018] Menjadi Juara Bersama Muhajirin dan Anshar – Ilham Permata


Menjadi Juara Bersama Muhajirin dan Anshar
Surat Al Hasyr (59): 7-10
Oleh: Ilham Permata

Jawaban dari bagaimana menjadi juara bersama Muhajirin dan Anshar terdapat dalam awal surat Al Hasyr. Ayat 7-10 surat Al Hasyr ini dibahas oleh Ustad Nouman Ali Khan dalam video khutbah Jumat yang beliau sampaikan dua tahun yang lalu.
Continue reading “[MFA2018] Menjadi Juara Bersama Muhajirin dan Anshar – Ilham Permata”

[MFA 2018] Sadarkan Diri dengan Mengucap Innalillahi Wa Innaailaihi Raaji’uun – Sugeng Apriyanto


Saya meyakini bahwa pasti setiap manusia punya masalah, punya peristiwa mengerikan berupa kegagalan hidup, asmara, materi dan terutama berkenaan tentang peristiwa diri kita serta keluarga tercinta. Kalau boleh cerita, Saya pun mengalami yang namanya keterpurukkan, itu terjadi di tahun 2015. Saat itu saya mengalami kegagalan dalam hal asmara.
Continue reading “[MFA 2018] Sadarkan Diri dengan Mengucap Innalillahi Wa Innaailaihi Raaji’uun – Sugeng Apriyanto”