Perlihatkan Kebenaran Dan Kesalahan Kepada Kami – Prayers of the Pious 30 – Omar Suleiman


Bagaimana cara mengetahui kebenaran? Bagaimana mengetahui apa yang diinginkan Allah dari kita? Bagaimana saya tahu bahwa saya sudah berada di jalan yang benar yang akhirnya membawa saya ke surga dan memberi ampunan? Jika kita lihat surat Al-Fatihah, ada doa untuk meminta petunjuk.
Continue reading “Perlihatkan Kebenaran Dan Kesalahan Kepada Kami – Prayers of the Pious 30 – Omar Suleiman”

Advertisements

Perindahlah Karakter Hamba – Prayers of the Pious 29 – Omar Suleiman


Ummu Darda meriwayatkan bahwa dia menyaksikan suaminya Abu Darda salat sepanjang malam dan hanya memanjatkan sebuah doa:

اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي

Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah penampilan luarku, perindahlah bagian dalamku.

Continue reading “Perindahlah Karakter Hamba – Prayers of the Pious 29 – Omar Suleiman”

Jika Engkau Telah Menuliskan Aku Tergolong Mereka Yang Berdosa – Prayers of the Pious 28 – Omar Suleiman


Suatu ketika Abu Utsman Al Hindi bertawaf di sekeliling Ka’bah dan menyaksikan bahwa Umar bin Khattab juga sedang melakukan hal yang sama. Di tengah-tengah tawafnya Umar lalu menangis. Abu Utsman mendekati Umar untuk mendengar doa yang sedang dipanjatkannya.
Continue reading “Jika Engkau Telah Menuliskan Aku Tergolong Mereka Yang Berdosa – Prayers of the Pious 28 – Omar Suleiman”

Engkau Telah Mengambil Anakku – Prayers of the Pious 27 – Omar Suleiman


Kehilangan seorang anak barangkali adalah hal yang paling sulit untuk dihadapi para orang tua. Ini adalah mimpi buruk yang tidak pernah kita inginkan, namun ini dialami oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam selama enam kali.

Beliau menguburkan enam dari tujuh anaknya. Bagaimana beliau bisa masih memiliki kapasitas pengelolaan emosi yang demikian hebat setelah menguburkan isterinya, menguburkan enam dari tujuh anaknya, serta masih menghadapi semua masalah lainnya? Betapa beliau masih bisa tersenyum dan masih memiliki banyak hal untuk diberikan kepada banyak orang di sekeliling beliau. Continue reading “Engkau Telah Mengambil Anakku – Prayers of the Pious 27 – Omar Suleiman”

Akhiri Ramadan Dengan Hebat! – Omar Suleiman


Ramadan hanya tersisa beberapa hari lagi. Banyak di antara kita akan menyesali diri karena belum berbuat yang terbaik dalam Ramadan ini. Akan ada malam-malam di mana kita tidak bangun untuk Qiyam, ada hari-hari di mana kita tidak bisa mengontrol lidah dengan baik, atau ada rentang Ramadan di mana bacaan Qur’an kita mengendur.

Namun sekarang bukan waktunya untuk menangis. Bukan pula waktunya untuk belanja lebaran dengan jor-joran dan bersikap seakan Ramadan telah usai. Renungkan pernyataan yang luar biasa dari Imam Ibnu Rajab radiyallahu anhu di dalam bukunya Lataaif:

Biarkan mereka yang telah gagal untuk melakukan yang terbaik di dalam bulan Ramadan ini mengakhirinya dengan kebaikan, karena perbuatan dinilai di akhirnya.

Bagian terakhir dari pernyataan ini, tentang perbuatan yang dinilai pada akhirnya, adalah hadits sahih. Ini seharusnya memberi kita banyak harapan. Berikut adalah tantangan bagi kita di akhir Ramadan ini:

1. Jadikan hari-hari terakhir Ramadan ini hari TERBAIK selama sebulan ini dan percayakan kepada Allah untuk menilai keseluruhan Ramadan Anda dengan hari terakhir ini.

2. Habiskan Asar-Maghrib terakhir dari Ramadan ini untuk membaca Al-Qur’an, berdoa’ dan merenung. Jika Anda bisa melakukan i’itikaf pada hari-hari terakhir ini di masjid maka lakukanlah. Jika tidak maka cobalah sediakan waktu untuk berdiam diri dan merenung di tempat yang tenang.

3. Curahkan isi hati Anda di dalam doa dan mohonkan agar Allah memberi ampunan atas semua kekurangan Anda dalam bulan ini serta memberi Anda hadiah Laylatul Qadar ‘full’, MESKI Anda telah kehilangan kesempatan untuk memperolehnya.

4. JANGAN buang waktu Anda untuk beradu pendapat tentang ‘hilal akhir Ramadan’. Anda tidak akan bisa merubah apapun. Jika Anda memang berbeda pendapat dengan komunitas Anda tentang hal ini, maka lakukan dengan diam-diam.

Ya Allah, inilah yang bisa kami persembahkan, kami mengakui segala kekurangan kami, namun kami tetap bergantung kepada ampunan dan penerimaanMu.

Semoga Allah mengijinkan kita untuk mengakhiri bulan ini dengan hebat. Semoga kita bisa menemui Allah subhanahu wa ta’ala dalam keadaan diampuni secara keseluruhan, diliputi oleh kasih sayangNya, dibebaskan dari pintu api neraka, dan terdaftar di surga tertinggi, jannatul firdaus.

AAMIIN!

Sumber: https://www.facebook.com/imamomarsuleiman/posts/1910130375673661

Diterjemahkan oleh Key

Engkau adalah Engkau, Dan Aku Adalah Aku – Prayers of the Pious 26 – Omar Suleiman


Jaabir radiyallahu ta’ala anhu mengisahkan tentang seorang lelaki dari bangsa Israil, yaitu bangsa sebelum bangsa kita (bangsa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam). Ketika sedang berjalan lelaki ini tetiba merasakan momen penyesalan akan dosa-dosanya, maka dia berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan mengatakan:
Continue reading “Engkau adalah Engkau, Dan Aku Adalah Aku – Prayers of the Pious 26 – Omar Suleiman”

Ketika Merasa Buntu – Prayers of the Pious 25 – Omar Suleiman


Jika suatu saat Anda merasa kesulitan untuk memahami apa yang Anda baca, merasa ‘nggak nyambung’ terhadap sesuatu, sedang belajar untuk menghadapi ujian, mempersiapkan diri untuk sebuah presentasi, atau mencoba memahami suatu hadis, lalu Anda merasa buntu, maka coba panjatkan doa berikut ini.
Continue reading “Ketika Merasa Buntu – Prayers of the Pious 25 – Omar Suleiman”