10 Hari Terakhir Ramadan – Amalan Harus Lebih Kencang Lagi

KITA TELAH MEMASUKI 10 HARI TERAKHIR RAMADHAN

Tapi tidak semua orang mengerti esensi betapa berharganya malam-malam Ramadan ini. Di pasar tradisional, tukang bubur ayam laris manis. Para penjual dengan entengnya menyeruput es. Untuk memahami esensi Ramadan saya membuat sebuah analogi. Tentang pesta pernikahan.

Pada pesta pernikahan tak ada orang yang datang memakai kaos oblong dan sandal jepit bukan? Mereka akan mengenakan pakaian terbaiknya. Disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Tidak ada orang yang berani mengenakan baju tidur yang biasa dipakai pada malam hari karena itu akan dianggap tidak menghormati pesta yang digelar. Dan tidak menghormati yang punya acara.

Nah Ramadan juga begitu. Bulan Ramadan adalah bulan yang diistimewakan Allah. Sebuah perayaan yang diadakan oleh Allah dalam rangka turunnya Al Qur’an. Seharusnya kita juga bisa mengistimewakannya sebagaimana Allah mengistimewakannya.

Jangan sampai ibadah kita pada bulan Ramadan sama dengan ibadah kita di bulan lainnya. Usahakan ada perbedaan, meski itu kecil. Tilawah kita, zakat kita, amal salih kita.

Usahakanlah menambah hafalan walau hanya bisa sedikit sebagai kenang-kenangan ramadan pada tahun ini. Usahakan ada perbedaan interaksi Qur’an kita dengan hari-hari biasanya. Meski itu hanya menambah 30 menit berdiam diri di masjid untuk membaca Al-Qur’an.

Hari ini sudah memasuki 10 hari terakhir Ramadan. Amalan harus lebih kencang lagi, ada baiknya kita tidak merepoti ibu-ibu kita dengan masakan ini itu. Makan sahur seadanya saja. Lauk bekas buka diangetin juga tidak apa-apa, Ibu kita juga butuh untuk beribadah.

Mendekati lebaran ini kita jangan rewel, dengan makanan ini-itu, atau baju ini-itu. Gunakan Ramadan sebaik-baiknya. Lekas tidur seusai tarawih. Jangan ngobrol, jangan ngenet. Agar malamnya kita bisa terbangun. Untuk memperbanyak doa-doa kita & tilawah-tilawah kita.

Karena pada Bulan Ramadan Allah sungguh pemurah. Jadi jangan sia-siakan kesempatan itu. Maksimalkan Ramadan kita kali ini, Dan semoga kita bisa mendapatkan Lailatul Qodar-Nya.

– Diambil dari ceramah Nouman Ali dengan gubahan & tambahan seperlunya-

#arkandini

Ditulis oleh: Arkandini Leo

Allah Tidak Membandingkan Diri Kita Dengan Orang Lain – Nouman Ali Khan

Seandainya kita mau belajar untuk memahami apa yang Allah maksudkan di dalam Al-Quran, maka kita akan merasa lebih mudah dalam menjalani hidup ini. Salah satunya firman Allah di dalam Surat Al-Kahfi ayat 24 “..semoga Tuhanku memberi petunjuk sehingga kita bisa lebih dekat kepada-Nya.
Continue reading

Berkata Bohong

Pada malam itu nggak ada hujan, nggak ada angin, nggak tahu kenapa tiba-tiba saya ingin membahas masa-masa kecil kita sama teman saya. “Dulu sewaktu kecil, aku pernah nanya adhek bayi itu darimana. Lalu dijawab kalau adhek bayi itu keluar dari udel (puser). Dan aku cukup lama mempercayai kalau adhek bayi itu lahirnya dari udel”. Kata saya. Continue reading

Biografi Nouman Ali Khan

Nouman Ali Khan merupakan seorang ustadz dari Amerika Serikat dan CEO Bayyinah Institute. Beliau lahir pada pada 4 Mei 1978 di Berlin, Jerman. Ustadz Nouman Ali Khan menarik perhatian komunitas muslim karena tema dakwah yang dibawakannya menggunakan sudut pandang linguistik Al Quran. Continue reading

Cerita Bertemu Dengan Ustadz Nouman Ali Khan

Seminggu yang lalu (18/11), aku dan Hain terbang ke Malaysia untuk ikut kajian Ustad Nouman Ali Khan (selanjutnya ustad NAK) di Putrajaya. Keinginan ikut kajian Ustad NAK langsung sudah ada dari tahun kemarin, apalagi tahun kemarin ustad membuka kelas tafsir Quran selama sebulan pada bulan puasa di Malaysia. Aku pikir Ramadan 2016 kali ini juga, ternyata Ustad nggak kemana-mana. Sampai akhirnya ada info tentang rentetan tour Asia di bulan Oktober dan November, membuat aku eagerly kepingin join di kajiannya. Cari teman bareng akhirnya ada Hain yang mau menemani. Thank you, Hain. Continue reading

Tips Menghafal Quran Dari Fatih Seferagic

Fatih Seferagic berdarah Bosnia, lahir di Jerman pada 1 Maret 1995 dan pindah ke Amerika Serikat ketika berusia 4 tahun. Dikenal sebagai penghafal Quran, Fatih Seferagic memiliki visi ingin dapat memasyarakatkan Al-Qur’an. Dan itu mengapa Fatih Seferagic datang ke Indonesia pada tanggal 11 – 17 November 2016. Ingin tahu tips menghafal Quran darinya? Cek tulisan di bawah ini. Continue reading