Mengobati Futur – AA Gym

Kajian Ma’rifatullah

👳 K.H Abdullah Gymnastiar
🕌 Daarut Tauhiid
📅 Kamis, 28 September 2017

Jarang orang yang takut turun keimanannya kepada Allah, padahal yang paling bahaya dalam hidup ini adalah Futur. Kalau tidak di rem futur ini maka akan mati dalam keadaan Suul Khotimah.
Continue reading “Mengobati Futur – AA Gym”

Advertisements

Damai vs Ambisi

Ketika memasuki usia 25 tahun keatas, kita biasanya mudah sekali tergoda untuk meraih suatu pencapaian. Seperti prestasi akademik, jabatan, atau perolehan materi. Salah seorang teman pernah bertanya, “Bagaimana caranya menjaga diri agar tidak tergoda oleh egoisme-egoisme tersebut?
Continue reading “Damai vs Ambisi”

Bagaimana Seharusnya Sikap Orang Beriman Terhadap Sesamanya Menurut Al-Qur’an? – Nouman Ali Khan

Bagaimana seharusnya sikap orang beriman terhadap sesamanya menurut Al-Qur’an?

Dengan kedatangan bulan Ramadan yang lebih cepat dari yang kita semua sadari, saya pikir ada baiknya untuk menulis ulasan singkat tentang menghormati dan mencintai sesama kendati pun ada perbedaan di antara kita. Sikap orang yang beriman terhadap sesamanya dijelaskan dalam beberapa frasa di dalam Al-Qur’an seperti: Continue reading “Bagaimana Seharusnya Sikap Orang Beriman Terhadap Sesamanya Menurut Al-Qur’an? – Nouman Ali Khan”

Bersabarlah Terhadap Orang Lain – Renungan Di Kala Mudik

Bagiku, momentum mudik selalu menjadi guru yang baik dalam mendidik tenggang rasa. Kumpul di keluarga besar misalnya. Biasanya kita akan menemukan bermacam-macam orang. Cara mereka memandang suatu hal juga berbeda-beda. Ini terjadi karena perbedaan latar belakang pekerjaan, pendidikan, pengalaman hidup, psikologi usia dan berbagai macam hal lainnya. Continue reading “Bersabarlah Terhadap Orang Lain – Renungan Di Kala Mudik”

Abdullah bin Ummi-Maktum Pahlawan Muslim Difabel

Abdullah bin Ummi-Maktum radhiyallahu anhu adalah salah satu sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Yang membedakannya dengan umumnya sahabat Nabi adalah Abdullah bin Ummi-Maktum radhiyallahu anhu adalah seorang yang buta.

Dialah orang yang dimaksud pada surat Abasa. Dari kejadian yang diceritakan pada surat Abasa, Nabi menjadi sangat menghormati Abdullah bin Ummi-Maktum radhiyallahu anhu. Salah satu bentuk rasa hormat Nabi adalah menjadikan Abdullah bin Ummi-Maktum radhiyallahu anhu sebagai muadzin Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersama Bilal radhiyallahu anhu. Continue reading “Abdullah bin Ummi-Maktum Pahlawan Muslim Difabel”

10 Hari Terakhir Ramadan – Amalan Harus Lebih Kencang Lagi

KITA TELAH MEMASUKI 10 HARI TERAKHIR RAMADHAN

Tapi tidak semua orang mengerti esensi betapa berharganya malam-malam Ramadan ini. Di pasar tradisional, tukang bubur ayam laris manis. Para penjual dengan entengnya menyeruput es. Untuk memahami esensi Ramadan saya membuat sebuah analogi. Tentang pesta pernikahan.

Pada pesta pernikahan tak ada orang yang datang memakai kaos oblong dan sandal jepit bukan? Mereka akan mengenakan pakaian terbaiknya. Disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Tidak ada orang yang berani mengenakan baju tidur yang biasa dipakai pada malam hari karena itu akan dianggap tidak menghormati pesta yang digelar. Dan tidak menghormati yang punya acara.

Nah Ramadan juga begitu. Bulan Ramadan adalah bulan yang diistimewakan Allah. Sebuah perayaan yang diadakan oleh Allah dalam rangka turunnya Al Qur’an. Seharusnya kita juga bisa mengistimewakannya sebagaimana Allah mengistimewakannya.

Jangan sampai ibadah kita pada bulan Ramadan sama dengan ibadah kita di bulan lainnya. Usahakan ada perbedaan, meski itu kecil. Tilawah kita, zakat kita, amal salih kita.

Usahakanlah menambah hafalan walau hanya bisa sedikit sebagai kenang-kenangan ramadan pada tahun ini. Usahakan ada perbedaan interaksi Qur’an kita dengan hari-hari biasanya. Meski itu hanya menambah 30 menit berdiam diri di masjid untuk membaca Al-Qur’an.

Hari ini sudah memasuki 10 hari terakhir Ramadan. Amalan harus lebih kencang lagi, ada baiknya kita tidak merepoti ibu-ibu kita dengan masakan ini itu. Makan sahur seadanya saja. Lauk bekas buka diangetin juga tidak apa-apa, Ibu kita juga butuh untuk beribadah.

Mendekati lebaran ini kita jangan rewel, dengan makanan ini-itu, atau baju ini-itu. Gunakan Ramadan sebaik-baiknya. Lekas tidur seusai tarawih. Jangan ngobrol, jangan ngenet. Agar malamnya kita bisa terbangun. Untuk memperbanyak doa-doa kita & tilawah-tilawah kita.

Karena pada Bulan Ramadan Allah sungguh pemurah. Jadi jangan sia-siakan kesempatan itu. Maksimalkan Ramadan kita kali ini, Dan semoga kita bisa mendapatkan Lailatul Qodar-Nya.

– Diambil dari ceramah Nouman Ali dengan gubahan & tambahan seperlunya-

#arkandini

Ditulis oleh: Arkandini Leo