Pakaian Di Malam Ramadan


Rofats & Libaas

Alquran bicara soal intimacy antara laki-laki dan perempuan di beberapa ayat yang berbeda. Yang luar biasa (remarkable), bahasa Arab itu sangat fleksibel. Dan juga sangat jelas (vivid).

Allah punya hak untuk memilih kata apapun untuk menjelaskan hubungan antara pria dan wanita. Kata-kata yang menggambarkan hubungan suami-istri yang tidak cocok untuk anak-anak (x-rated words) juga ditemukan dalam bahasa Arab tapi Alquran tidak pernah menggunakan kata-kata itu.

Alquran selalu menggunakan tamsil atau perumpamaan (imagery). Alquran menghindari kata-kata yang vulgar dan memilih bahasa yang bermartabat (dignified language). Alquran mengatakan hal yang paling indah tanpa harus boros kata-kata.

Dan itu yang Allah lakukan di Alquran, berulang kali. Malahan sepertinya Alquran menggunakan bahasa yang romantis saat membahas hubungan suami-istri. Bahasanya puitis dan romantis bahasa seperti itu kita jumpai di ayat ini.

Di malam hari di bulan puasa, ar-rofats dibikin Allah halal buat kita. Ustad Nouman sengaja menerjemahkan ar-rofats menjadi ‘hubungan intim’ (intimacy). Ustad berusaha supaya bahasanya tetap PG (Parental Guidance) supaya tetap aman jika ada anak-anak yang ikut mendengarkan kajian.

Tapi Ustad menyadari bahwa kadang-kadang bahasanya meningkat ke PG-13 (tidak cocok untuk anak-anak di bawah 13 tahun) atau bahkan R-Rated (restricted, usia di bawah 17 tahun harus didampingi orang tua atau diawasi pendamping dewasa) sehingga Ustad akan berupaya untuk mengembalikan bahasanya ke bahasa PG. Kita tidak boleh lupa untuk memperhatikan bahwa anak-anak juga menjadi audiens yang ikut mendengarkan.

Kata rofats berarti mengatakan sesuatu tanpa batasan (to say things without restrictions). Atau mengatakan kata-kata rayuan yang dahsyat (to say hot/dirty words) kepada istri. Berbicara secara sensual (to talk sensually).

Kata rofats mencakup semua ucapan yang romantis kepada istri sebagai sebuah bentuk ‘pendahuluan’ hingga ke kegiatan ‘intim’ itu sendiri. Jadi Allah bilang, di malam hari di bulan Ramadan, it’s okay untuk kita menjadi seromantis yang kita mau, dengan pasangan kita.

Kenapa laylatashshiyaam (bentuk tunggal)? Bukan layaalishshiyaam (bentuk jamak)? Karena Allah ingin supaya seakan-akan tiap malamnya menjadi satu-satunya malam yang tersisa. Supaya kita manfaatkan untuk menikmatinya seromantis mungkin dengan pasangan kita. Setiap malamnya menjadi malam yang spesial, di bulan Ramadhan.

Hunna libaasullakum. Istrimu adalah pakaian (garment) bagimu.

Menurut Ibnu ‘Asyur, libaas adalah kata kiasan (figurative speech) yang menggambarkan ikatan yang paling kuat (the most intense bond) di malam hari di bulan Ramadan. Dari kajian pustaka puisi-puisi Arab zaman dahulu ditemukan syair tentang intimacy: “Biarkan pakaianmu dan pakaianku bercampur jadi satu di ujung sana.

Jadi apa yang Quran katakan? Alquran menjelaskan betapa suami-istri menjadi semakin mesra. Yang satu menutupi yang lain seperti pakaian. Ustad Nouman tahu bahwa ini mungkin terlalu eksplisit. Tapi harus dinyatakan apa adanya. Kenapa?

Karena di komunitas yang religius, romansa ini, kemesraan suami-istri ini, pembicaraan yang hot antara suami-istri tanpa filter, dianggap tidak pantas. Padahal Allah sendiri yang bilang bahwa rofats itu halal.

Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam memberitahu kita bahwa nikah itu separo dari agama. Wanita harus tampil secantik mungkin di malam hari bulan Ramadan untuk suaminya. Suaminya harus mandi 🙂 dan membeli bunga buat istrinya.

Setan dirantai di bulan Ramadan. Agenda utama setan buat pernikahanmu: menghancurkannya. Bulan Ramadan adalah kesempatan buat perasaan cinta itu bersemi kembali.

Setan ingin supaya istri kita tampak kurang menarik (less attractive). Bukan hanya secara fisik tapi juga secara sikap (gesture). Pernikahan bisa mulai retak ketika salah satu menolak untuk menjadi libaas.

I’m watching 067. Al-Baqarah (Ayah 187-188) – A Deeper Look http://bit.ly/2sxsg03

Resume oleh Heru Wibowo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s