Makna Kecerdasan Dalam Islam – Yasir Qadhi


Apa artinya ‘aql (akal)? Sangat menarik bahwa kata (عقل) secara linguistik berarti mengendalikan binatang, mengekang binatang. Seperti binatang, mereka memiliki sesuatu di kepala mereka dan mereka dikekang. Anda menarik kekangnya ke belakang. Itulah arti dari (عقل).

Apa hubungannya kecerdasan manusia dengan mengekang? Tujuan ‘aql adalah untuk mengendalikan kita pada saat bahaya. Untuk mengontrol diri kita dari bertindak bodoh. Untuk membuat kita bertindak secara cerdas. ‘Aql menarik kita kembali dari jatuh ke dalam kematian. ‘Aql menarik kita kembali dari melakukan hal yang bodoh untuk dilakukan. Dan karena itu, seharusnya tidak menjadi hal yang mengejutkan bagi kita.

Dalam Islam, ‘aql berarti menjadi hamba Allah yang baik. Jika Anda hamba Allah, Anda adalah ‘aql, Anda cerdas. Dan jika Anda menolak Allah, jika Anda melakukan dosa, jika Anda tidak bertindak dengan cara yang cerdas, Anda sedang bertindak bodoh.

Dan itu sebabnya, sebagai contoh, dalam Alquran Surat Al-Mulk, Surat Tabarak, ketika para malaikat bertanya kepada penghuni neraka Jahannam, “Bagaimana kamu berakhir di sini?

Apa yang menyebabkan kamu berakhir di sini?

Apa yang mereka katakan?

(وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ) – (QS. Al-Mulk: 10)

Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu)…

(نَعْقِلُ)

…niscaya tidaklah kami termasuk penghuni Jahannam.

Jika mereka cerdas, mereka akan menerima Islam dan menyembah Allah. Pesan yang indah.

(لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ)

Demikian juga,

Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى) menyebutkan dalam Alquran yaitu,

(وَلَٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَفْقَهُونَ…) – (QS. Al-Munafiqun: 7)

…orang-orang munafik itu mereka tidak memahami.

Mereka tidak memiliki ‘aql. Orang-orang munafik bertindak dengan bodoh. Allah berfirman dalam Surat An-Nisa (ayat 17) yaitu, “Orang-orang yang tidak menaati Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى) karena jahalah…

(بِجَهَالَةٍ)

Setiap orang yang berbuat dosa dalam keadaan tidak tahu… dan kemudian mereka bertaubat, Allah akan mengampuninya.

Jadi maknanya adalah tentang pertaubatan. Tapi ada kalimat yang menarik di sini. “Siapapun yang tidak menaati Allah… (بِجَهَالَةٍ) dalam keadaan jahil…

Jahil adalah kebalikan dari ‘alim. ‘Alim dan jahil, dua hal yang berlawanan, benar?

Dan Allah menggambarkan orang yang berdosa sebagai seorang yang jahil. Sepupu Nabi yang terkenal (ﷺ) yaitu Ibnu Abbas. Dia berkata,, “(كل من عصى الله فهو جاهل)”

Siapa saja yang tidak menaati Allah, dia itu bodoh.

Dia benar-benar bodoh, jahil. Karena jika Anda cerdas, Anda tidak akan melanggar perintah Allah. Itulah arti kecerdasan dalam Islam. Untuk bertindak sesuai dengan perintah Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى). Dan untuk menjalani kehidupan dengan menaati Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى).

Inilah kecerdasan. Dan menolak perintahNya adalah hal yang bodoh, bahkan jika Anda memenangkan Hadiah Nobel sains, tetapi jika Anda tidak percaya kepada Allah, ini hal yang bodoh.

Jika Anda tidak mengenali kebenaran ketika kebenaran itu tepat di depan mata Anda, ini bodoh. Tujuan dari ‘aql adalah untuk mengenali kebenaran. Ketika ‘aql tidak digunakan untuk mengenali kebenaran, tidak masalah jika Anda bisa sampai ke bulan, Anda tidak menggunakan kecerdasan Anda sesuai dengan yang dimaksudkan.

Subtitle diterjemahkan oleh Darul Arqam Studio

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s