Ayyaaman Ma’duudaat – Heru Wibowo


Ada dua camp ulama yang masing-masing memiliki pendapat yang berbeda terkait ayyaaman ma’duudaat.

Grup pertama berpendapat bahwa alif ta’ pada ma’duudaat menunjukkan jam’u qillah. Artinya, jumlahnya tidak nyampe sepuluh (less than ten). Alias single digit.

Padahal Ramadan itu berapa hari? Tiga puluh hari.

Jadi ayyaaman ma’duudaat pasti bicara soal puasa di luar bulan Ramadan.

Rasulullah biasa berpuasa tiga hari. Tanggal 13, 14, 15 setiap bulan hijriah. Puasa ayyaamul biidh. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam juga biasa berpuasa di hari ‘Asyura.

Grup pertama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ayyaaman ma’duudaat adalah puasa tiga hari dan puasa ‘Asyura itu. Hanya sedikit hari (just a handful of days).

Pendapat ini punya kelemahan karena di ayat sebelumnya ada kata kutiba yang merujuk pada puasa wajib, bukan puasa sunnah.

Grup kedua berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ayyaaman ma’duudaat adalah puasa Ramadan itu sendiri.

Tiga puluh hari? Ya, tiga puluh hari.

Setahun ada 365 hari (Masehi) atau 354 hari (Hijriyah). Jadi tiga puluh hari itu sedikit dibandingkan setahun.

Pendapat ini sepertinya juga punya kelemahan karena ada alif ta’. Bukankah alif ta’ artinya sedikit hari? Sepertinya tidak mungkin 30 hari itu dianggap sedikit.

Justru disinilah letak keindahan alif ta’. Allah gunakan itu sebagai perangkat retoris (rhetorical device). Di sini kita belajar tentang cara Allah membesarkan hati (to encourage) hamba-Nya.

Di zaman now, kita menjumpai guru, ustad, profesor, coach, atau siapapun pendidik lainnya yang mengikuti metode Allah ini.

Ustad Nouman dulu condong ke pendapat yang pertama. Sekarang beliau condong ke pendapat yang kedua.

***

How You Teach Matters

Kadang-kadang ada profesor yang mengerikan (horrible) di perguruan tinggi, yang berjalan di ruang kuliah sambil mengatakan, “Kebanyakan yang mengambil mata kuliah saya ini, gagal, bahkan di minggu pertama. Kalau saya lihat kalian, saya prediksi kalian akan gagal hanya dalam tiga hari.

Tapi ada profesor yang lain, yang bilang, “Ini akan menjadi mata kuliah yang paling mudah, yang paling menyenangkan, yang pernah Anda ambil. Memang akan ada beberapa hal yang harus Anda kerjakan, tapi Anda pasti akan menikmatinya.

Sikap yang sama sekali berbeda (completely different attitude)!

Bahkan ketika Anda harus membeli textbook yang direkomendasikan, beli buku rekomendasi profesor pertama dengan profesor kedua rasanya beda, meski sama-sama harus keluar uang.

Cara Allah mendidik kita dengan ayyaaman ma’duudaat adalah seperti cara mengajar profesor yang kedua. Anda tidak harus berpuasa setahun penuh. Tiga puluh hari saja.

***

I’m watching 066. Al-Baqarah (Ayah 184-186) – A Deeper Look http://bit.ly/2uoCq3p

Resume oleh Heru Wibowo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s