Para Pewaris Surga – Nouman Ali Khan


“Laqod kholaqnal insaana fii kabad.”

Manusia diciptakan dalam perjuangan, kerja keras, dan kesulitan.” (Al-Balad: 4)

Beriman kepada Allah atau tidak, Anda tetap akan menghadapi tantangan dalam hidup, iya atau tidak? Beriman kepada Allah atau tidak, tetap akan sulit untuk memperoleh penghasilan. Tetap akan sulit untuk melawan sebuah penyakit.
https://www.youtube.com/watch?v=X9IRxxzn5zc

Kehidupan ini bukan seperti; yang beriman memperoleh segala kemewahan, dan yang tidak beriman menghadapi semua kesulitan. Tidak! Allah menjadikan semua manusia di dalam kesulitan, itulah yang dikatakanNya.

Jika Anda bisa melalui semua kesulitan ini dengan iman, maka Anda akan memperoleh yang terbaik di dalam kehidupan ini, sementara Anda melakukan yang terbaik dalam kehidupan ini, Anda juga akan melakukan yang terbaik untuk kehidupan berikutnya. Anda akan memperoleh kedamaian yang tidak dinikmati oleh orang lain.

Jika Anda sakit dan mereka yang tidak beriman juga sakit, di dalam sakit Anda, Anda masih menemukan kedamaian, sementara mereka tidak. Anda dalam kesulitan keuangan, mereka juga, masalah yang persis sama, sama-sama lapar, namun hati Anda masih terasa ringan.

Allah masih memberi Anda ketenangan, Allah masih memberkahi Anda. Allah masih melindungi Anda, sedangkan mereka menderita. Anda juga membuat kehidupan ini semakin buruk bagi diri Anda sendiri, dan di atas semua itu Anda tinggalkan kehidupan akhirat,

“Khosirod-dun-yaa wal-aakhiroh.” (Al-Hajj: 11)

Ini sebabnya kita memohon kepada Allah, “Robbanaaa aatinaa fid-dun-yaa hasanah.” (Al-Baqarah: 201)

Kualifikasi “Hasanah” di sini berarti, ketika Anda memohon kepada Allah untuk kebaikan di dunia ini, berarti memohon kebaikan di luar dan kebaikan di dalam. Kebaikan seperti dalam hal keindahan, kelezatan, menyenangkan, dari luar, dan baik untuk kehidupan saya berikutnya, benar-benar baik bagi saya dalam jangka panjang, pada saat yang sama juga membangun akhirat saya.

Inilah yang dimaksud dengan  “Robbanaaa aatinaa fid-dun-yaa hasanah”.

Oleh karenanya juga “Wa fil-aakhiroti hasanah”.

Dan sebagai hasilnya, kebaikan di kehidupan berikutnya. Sesuatu yang juga indah dan baik dari dalam.

Jadi Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Dia merugi di dunia ini dan akhirat.”

“Dzaalika huwal-khusroonul-mubiin.” (Al-Hajj: 11)

Itulah kerugian terbesar.

Qur’an menggunakan tiga istilah untuk “kerugian”, Allah ‘azza wa jalla menggunakan “Khusr“. “Innal-insaana lafii khusr.” (Al-‘Asr: 2)

Dia juga menggunakan “Khasaaron“, serta “Khusron“.

“Khusron” adalah sebuah “mashdar”, “shiighatul mubaalaghah” (bentuk superlatif), kerugian terbesar, kerugian terbesar yang bisa dibayangkan. Dari semua kerugian yang dibicarakan Allah, kehilangan terbesar adalah ini.

Seseorang yang sebenarnya beriman, yang kehilangan keyakinannya ketika dalam keadaan yang sangat sulit. Akibatnya mereka merugi di dunia ini, juga di akhirat, padahal mereka sudah memiliki semuanya, padahal Allah telah menyediakan semuanya bagi mereka, semuanya disediakan bagi mereka.

Allah ‘azza wa jalla akan menggambarkan, “Alladziina yaritsuunal-firdaus.” (Al-Mukminun: 11)

Tentang mereka yang beriman, kataNya mereka akan mewarisi surga. Kata-kata yang aneh, di banyak tempat lain di Qur’an, Dia mengatakan mereka akan masuk surga. Namun di suratul Mukminuun Dia mengatakan mereka akan mewarisi surga.

Anda pasti tahu bahwa warisan sebenarnya adalah sesuatu yang diberikan kepada Anda, karena keluarga Anda sudah memilikinya. Dan beginilah Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebenarnya menggambarkannya.

Ada dua penjelasan untuk hal ini. Surga telah diberikan kepada bapak kita Adam ‘alaihissalaam, jadi kita sebenarnya sudah layak untuk menerimanya, jadi kita akan memperolehnya di “Mirats”, kita akan mewarisinya.

Namun di dalam hadis lain yang indah yang saya temukan ketika mempelajari makna dari “Miraatsah”, dan pada akhirnya mempelajari firdaus. Ada pernyataan yang luar biasa dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, kata beliau Allah telah membangun sebuah rumah di firdaus untuk setiap orang, tidak hanya untuk setiap mereka yang beriman, tetapi untuk setiap manusia.

Namun beberapa dari mereka tidak mau pergi ke sana, jadi ketika mereka yang beriman sampai ke sana, akan ada banyak sekali rumah kosong, maka mereka akan mewarisi rumah-rumah tersebut.

Rumah yang telah dibangun Allah untukmu, dan rumah yang Allah bangun untuk saya sudah ada di sana. Harapan Allah agar Anda masuk ke surga yang tertinggi sudah ada, jangan hancurkan harapan itu, jangan berputus asa, jangan sampai kehilangan keyakinan kepada Allah. Anggap saja masa-masa sulit ini, sebagai keinginan Allah untuk melihat berapa harga yang mau Anda bayar untuk rumah tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s