Ketika Al-Qur’an Terasa Terlalu Berat


Ketika Al-Qur’an Terasa Terlalu Berat

Ketika ia terasa seperti seton batu bata…

Ada kalanya Qur’an seperti angin segar yang mengalir -dan itu adalah saat-saat yang paling membahagiakan.

Tetapi terkadang saat Al-Qur’an terasa terlalu berat, seperti hatimu yang tidak bisa masuk kedalamnya, seperti pertarungan yang sulit untuk sekedar mencoba membaca atau menghafal satu halaman saja.

Itulah saat-saat dimana tujuan mulia ini seperti… seperti bukan untukku. Karena aku telah mencobanya tahun demi tahun, dan hasilnya tidak jauh lebih baik. Hanya, sepertinya tidak ada ‘klik’.

Perasaan tidak mampu itu -itu menyakitkan.

Karena kamu akan mulai berpikir bahwa Al-Qur’an memilih ‘mereka’ -orang-orang spesial- dan kamu bukan salah satunya.

Aku tahu, karena terkadang aku juga merasakannya.

Aku terkejut melihat lebih banyak lagi orang yang merasa seperti ini juga…

Setiap kali aku mengirim E-Book “Saya Juga Ingin Menjadi Hafizhah” – rata-rata respon mereka adalah…

“Terima kasih, Aku sangat memerlukan ini sekarang. Aku seperti kehilangan arah.”

Hal ini mengejutkanku betapa banyak orang yang merasa seperti ini.

Inilah cara Shaytan bekerja.

1. Mengisolasimu kedalam pemikiran bahwa hanya kamu sendiri yang merasa seperti ini.
2. Membuatmu percaya bahwa kamu tidak mampu.
3. Tumbuh diperasaanmu rasa malu dan bersalah.
4. Menghalangimu dari Al-Qur’an.
5. Setiap keyakinan negatifmu tentang hubunganmu dengan Qur’an – itu bohong.

Apapun yang memghentikanmu dari membuka Buku yang diberkahi ini adalah kebohongan. Dan kebohongan ini telah diberikan kepada kita lebih dari satu arah – mungkin karena guru yang buruk atau pengalaman yang buruk atau karena ketidakyakinan diri. Dalam lingkaran yang terus berputar.

Suara-suara itu menghalamgimu dari hubungan yanng seharusnya kamu miliki.

Al-Qur’an adalah milikmu. Al-Qur’an sudah menunggumu untuk percaya kamu bisa miliki hubungan dengan Qur’an. Suara itu menghentikanmu dari melangkah maju dan melangkah ke kemungkinan yang baru.

Karena dia yang berjalan dengan Qur’an, berjalan seperti dia yang memiliki dunia.

Pintu-pintu kebaikan terbuka. Kekayaan mengalir. Menemukan kebahagiaan.

Dan kamu bukan satu-satunya yang mendapat keuntungan. Keluargamu juga. Bahkan komunitasmu berubah… karena berkah Qur’an.

Bagaimana Qur’an mengubah keluargamu menjadi mercusuar cahaya

Kamu mungkin pernah mendengar tentang Fahad Al-Kandari dalam seri video “Traveler with Qur’an” (jika belum, kamu bisa lihat di YouTube – Bahasa Arab dengan teks bahasa Inggris).

Dia adalah Imam, Qari, dan seorang pria yang mengagumkan.

Tapi, apakah kamu tahu?

Keluarganya tidak religius. Dia tidak tumbuh di rumah yang penuh dengan Quran. Dia tidak memulai perjalanannya bersama Qur’an pada usia dini.

Ayahnya ingin dia menjadi pemain sepak bola – itulah ambisinya untuk putranya. Ibunya tidak mengenakan jilbab. Yang mereka inginkan adalah dia fokus pada pendidikan dan karirnya.

Suatu ketika, Guru SMA-nya – dia jatuh cinta pada suaranya. Dia mengatakan kepadanya, “Datang ke kantorku saat kamu luang dan aku akan mengajarimu Surah Al-Shura.”

Dia tidak bilang, ayo menjadi Hafizh atau Qari. Dia hanya ingin Fahad menghafal Surah Al-Shura – hanya 6 halaman.

Tanggapan Fahad adalah, “Kamu bermimpi.

Tetapi gurunya menanamkan keyakinan di dalam hatinya – dan semuanya dimulai hanya dengan 6 halaman.

Pada awalnya orang tuanya tidak menyetujui, tetapi dengan ketekunan, tekad, dan banyak do’a … akhirnya ayahnya setuju dia melanjutkan hafalannya.

Dalam setahun Fahad menyelesaikan Al-Quran, dan karena keberkahan Al-Quran yang ia hafal…

… ayahnya mulai salat lima waktu di masjid
… ibunya mulai mengenakan jilbab
… saudaranya mengikuti jalannya menjadi Hafizh
… dan saat umurnya 16 tahun, Fahad menjadi Imam Masjid Besar di Kuwait, di mana saat ini dia masih menjadi Imam di sana.

Di mulai dengan hanya satu keyakinan dan satu langkah ke depan

Yang dibutuhkan adalah hanya seseorang yang memberitahu Fahad bahwa dia mampu.

Teman-temanku… kamu juga mampu.

Tembus penghalang itu dan bukalah Al-Qur’an. Mulailah dengan satu ayat. Sisanya akan mengalir mudah dengan kehendak Allah subhanahu wa ta’ala.

Ambil satu langkah maju dan Quran akan terbuka untukmu.

Lafalkan do’a yang diajarkan oleh guruku ini, yang aku tidak pernah absen melafalkannya …

يا فتاح افتح القران علي

Ya Fattah, iftah al-Qurana ‘alay.

Engkau Pembuka Segala Sesuatu, bukakanlah Al-Quran atasku.

Sumber: http://www.miskacademy.com/when-the-quran-feels-too-heavy-to-access/

Diterjemahkan oleh Siti Jamilah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s