[MFA2018] Alif Lam Mim Mengajariku Tawadhu’ – Ade Ms


Bismillah walhamdulillah, setelah merenung pilihan ayat mana yang paling berkesan untuk dibahas akhirnya saya memilih ayat pertama dari surat kedua yaitu ALIF – LAAM – MIIM yang mana para ahli tafsir sepakat makna sejati dari ayat tersebut hanya Allah sajalah yang mengetahuinya.

MFA2018 - Ade Ms-

Namun dalam salah satu kajian singkatnya, Ustad Nouman Ali Khan memberikan penjelasan terhadap ayat tersebut, yang mana untuk ukuran saya sangat kuat mengena, menampar dan menghujam dalam hingga merasuki lubuk jiwa dan menggetarkan. Hal itu adalah tentang ke-tawadhu’-an.

Seolah kata ALIF-LAAM-MIIM tersebut berbicara bahwa siapa saja yang hendak belajar dan mendekatkan diri pada Al Quran maka hendaknya bersikap tawadhu’, rendah hati dan tidak sombong. Jangan mengandalkan logika semata, jangan karena punya kecerdasan melebihi rata – rata kita datang kepada Al Qura’n dengan tinggi hati, meremehkan. Karena sesungguhnya sikap seperti ini akan sia – sia.

Dalam surat Al Fatihah, yang merupakan surat pertama, ada permintaan yang selalu kita baca, yaitu doa memohon petunjuk (ihdinash shirothol mustaqim), dan Allah akan jelaskan semuanya dalam surat – surat yang akan datang kemudian. Namun ada 1 kode (ALIF – LAAM – MIIM) yang harus dilalui dan diperhatikan, yaitu tawadhu’. Ayat alif lam mim ini seolah – olah seperti pintu gerbang menuju cahaya petunjuk selanjutnya. Sungguh indah dan menggugah.

Kenapa saya memilih ayat ini sebagai ayat favorit untuk Ramadan tahun ini, karena saya berniat mendalami lebih jauh tentang QS Al Baqarah. Membaca, menghafal, merenungkan dan berusaha mengamalkannya sedikit sedikit, seperti yang disarankan Ustad Nouman agar menjadikan bulan Ramadan momen istimewa untuk membangun hubungan kedekatan yang lebih intim dengan Al Quran.

Karena saya memilih surat Al Baqarah, maka ayat pertama yang saya baca tentulah ALIF – LAAM – MIIM. Dan benar, langsung terkesan. Seolah – olah saya diingatkan untuk tidak modus, diingatkan agar tidak sekedar menumpuk pengetahuan, diingatkan agar tidak lupa untuk selalu berdoa dan minta petunjuk pada Allah subhanahu wa ta’ala.

Demi menambah pemahaman tentang ALIF LAAM MIIM, saya buka tafsir al Misbah dan semakin mendapatkan pencerahan lain. Dalam tafsir tersebut menukil penjelasan Sayyid Quthub bahwa sebagaimana tanah liat saat dibentuk oleh manusia, mungkin hanya menjadi batu bata atau karya semisal, namun dalam kuasa Allah subhanahu wa ta’ala tanah bisa menjadi kehidupan. Demikian juga huruf – huruf dalam Al Quran, tidak seperti huruf biasa karena bagi mereka yang Allah kehendaki akan dapat menghidupkan jiwa yang gersang.

Ya Allah, rahmatilah kami dengan Al Quran dan jadikanlah Al Quran imam bagi setiap kehidupan yang kami jalani. Amin.

Salam Tekun

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s