Doa Yang Menakjubkan Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam – Prayers of the Pious 17 – Omar Suleiman


Suatu ketika Nabi shalallahu alaihi wassalam melewati seorang pria Badui yang tidak beliau kenal sedang berdoa’ di dalam masjid. Beliau shalallahu alaihi wassalam takjub mendengar doa’nya. Nabi shalallahu alaihi wassalam adalah orang yang paling dekat hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala dibandingkan dengan siapa pun.

Doa Yang Menakjubkan Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam – Prayers of the Pious 17 – Omar Suleiman

Jadi beliau bisa merasakan bagaimana tulusnya hubungan pria ini dengan Allah subhanahu wa ta’ala melalui indahnya doa’ tersebut. Meskipun suaranya tidak terlalu merdu dan tidak sempurna, namun dia memuji Allah dengan segala kesempurnaanNya

يَا مِنْ لا تَرَاهُ العُيُوْنُ، وَلا تُخَالِطُهُ الظُّنُوْنُ، وَلا يَصِفُهُ الوَاصِفُوْنَ، وَلا تُغَيِّرُهُ الحَوَادِثَ، وَلا يَخْشَى الدَّوَائِرَ، يَعْلَمُ مَثَاقِيْلَ الجِبَالِ، وَمَكايِيْلَ البِحَارِ، وَعَدَدَ قَطَرِ الأَمْطَارِ، وَعَدَدَ وَرَقِ الأَشْجَارِ، وَعَدَدَ مَا أَظْلَمَ عَلَيْهِ اللَّيْلُ وَأَشْرَقَ عَلَيْهِ النَّهَارُ، وَلا تُوَارِيْ مِنْهُ سَمَاءٌ سَمَاءً، وَلا أَرْضٌ أَرْضاً، وَلا بَحَرٌ مَا فِيْ قَعْرِهِ، وِلا جَبَلٌ مَا فِيْ وَعْرِهِ، اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِيْ آخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلَيْ خَوَاتِيْمَهُ، وَخَيْرَ أَيَّامِيْ يِوْمَ أَلقاكَ فِيْهِ

Wahai Dia yang tidak mampu dilihat mata, tidak pula dicampurkan dengan keraguan, tidak mampu digambarkan oleh mereka yang menggambarkan, tidak dapat dirubah oleh peristiwa apa pun, tidak gentar oleh penindas manapun, Dia mengetahui beratnya pegunungan, ukuran lautan, jumlah tetesan hujan, banyaknya daun pada pepohonan, dan Dia tahu jumlah apapun yang diselubungi oleh gelapnya malam serta diterangi oleh cahaya siang, bagiNya tiada rahasia di langit dan di bumi, tidak pula di kedalaman laut, atau pun di lekukan gunung. Jadikanlah bagian terbaik kehidupanku sebagai akhir kehidupanku, amal terbaik sebagai amal terakhirku, dan hari terbaik adalah hari di mana aku bertemu denganMu.

Di dalam doanya pria ini telah menyebutkan semua ciptaanNya berupa alam, maupun hal lain yang tidak mampu dia rasakan. Ini menunjukkan betapa pujian kepada Allah tidak akan pernah menjadi berlebihan. Nabi shalallahu alaihi wassalam yang takjub mendengar pujian di dalam doanya meminta pria Badui ini untuk memberitahu beliau jika sudah selesai berdoa.

Ketika selesai Nabi shalallahu alaihi wassalam lalu memberi pria yang berasal dari Banu ‘Amar ini sebuah hadiah sembari bertanya, “Tahukah kamu mengapa aku memberimu hadiah ini?

Mungkin karena kita bersaudara,” jawabnya.

Bukan, tapi karena keindahan pujianmu kepada Allah subhanahu wa ta’ala,” jawab Nabi shalallahu alaihi wassalam.

Tidak perlu menjadi seorang yang penyair untuk bisa berdoa kepada Allah dengan pujian yang indah. Ketulusan dalam berdoa akan membuat kita dengan sendirinya menjadi puitis.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni kita dan menjadikan akhir hidup kita bagian terbaik dari hidup kita, dan menjadikan amal terbaik kita adalah amal yang terakhir, dan hari terbaik kita adalah ketika kita bertemu denganNya. Allahumma aamiin.

Sumber: https://www.facebook.com/imamomarsuleiman/videos/1897304526956246/

Resume ditulis oleh Key

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s