[MFA2018] The Joy of Ramadhan is in Du’a – Yunice Karina


The Joy of Ramadhan Is In Du’a

(وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ)

Al-Baqarah ayat 186 merupakan bagian dari serangkaian ayat yang menjelaskan tentang Ramadhan (Al-Baqarah 183-188). Seperti biasa, Ustad Nouman Ali Khan selalu mampu menjelaskan every single detail of this ayat dengan bahasa yang mudah dipahami dan menimbulkan harap. Dimulai dengan penjelasan kata (إِذَا) dalam ayat ini yang bermakna ‘ketika’, yang sering dimaknai juga dengan ‘jika’.

MFA2018 - The Joy of Ramadhan is in Dua

 

Namun, di sini Ustad Nouman menjelaskan perbedaan mendasar dari kedua kata tersebut dengan sebuah ilustrasi seorang ibu yang mengirimkan anaknya untuk berperang, lalu waktu berselang, ia merindukan anak tersebut yang tak kunjung pulang dan tak ada kabar berita sama sekali.

Dan ketika kita berbicara pada ibu ini tentang anaknya, maka yang mana yang akan ia katakan “Ketika anakku pulang, aku akan sangat bahagia,” atau “Jika anakku pulang, aku akan sangat bahagia?” Tentu ia akan mengatakan, “Ketika anakku pulang, aku akan sangat bahagia.

Dia tidak akan mengatakan, “Jika anakku pulang, aku akan sangat bahagia,” karena pernyataan tersebut menyiratkan bahwa ia telah menerima kemungkinan bahwa anaknya bisa jadi tidak pulang karena meninggal di medan perang dan sebagainya. Tapi saat sang ibu menyatakan (إِذَا) “ketika”, maka ia sangat mengharapkan anak yang dicintainya pulang dalam keadaan selamat.

Maka begitu juga dalam ayat ini, ada harapan dan cinta Allah yang tersimpan di balik kata (إِذَا). Disebabkan cinta Allah yang amat besar terhadap hambaNya, Ia mengharapkan dan menunggu kita bertanya.

Lalu selanjutnya Allah menggunakan kata (عِبَادِي) “hambaKu”, dimana dalam al Qur’an, ada 3 cara Allah menyebut diriNya; Aku, Dia, dan Kami. Ustad Nouman menjelaskan kata ‘Aku’ hanya digunakan di dalam al Qur’an ketika Allah menunjukkan besarnya cintaNya atau besarnya murkaNya. Dan dalam ayat ini, Allah sedang menunjukkan besarnya cintaNya pada hambaNya. Terlebih lagi, jika kita mengatakan ‘milikKu’ pada suatu objek, maka tentu objek tersebut bukan hanya kita miliki, tapi juga kita cintai.

Hal berkesan lainnya adalah dalam ayat ini seorang hamba bertanya tentang Allah kepada Nabi Muhammad (shallallahu alaihi wasallam), yang terbayang adalah Allah akan mengajarkan Rasulullah untuk menjawab mereka dengan mengatakan (فَقُل لَّهُمْ) (katakanlah pada mereka).

Tapi bukan itu yang terjadi. Apa yang terjadi sangatlah menakjubkan. Allah langsung menjawab pertanyaan tersebut seolah tanpa perlu diperantarai Nabi Muhammad (shallallahu alaihi wasallam) (فَإِنِّي قَرِيبٌ) – sesungguhnya Aku dekat.

Dengan kata lain, Anda tidak perlu bertanya kepada Rasulullah (shallallahu alaihi wasallam), atau menunggu Rasulullah (shallallahu alaihi wasallam) untuk menjawabnya. Aku (Allah) yang akan menjawabnya! Saya akan “ikut serta” denganmu secara langsung. Hanya dengan menanyakan tentang Allah, itu sudah cukup bagi Allah untuk ikut serta langsung denganmu dalam perbincangan. Terlebih lagi, ketika kamu tahu Dia dekat, maka kamu akan lebih mudah dan lebih nyaman berbicara dengan Nya, berdoa pada Nya.

Selanjutnya, Allah menggunakan kata (أُجِيبُ) yang berarti menjawab segera, terlebih lagi di saat Ramadhan ini, karena seperti yang dijelaskan sebelumnya, ayat ini adalah ayat tentang Ramadhan. Maka, perbanyaklah doa di bulan Ramadhan ini, insyaAllah Allah akan memberikan jawaban atas doa-doa kita segera.

Yang lebih indah lagi adalah Allah menjawab doa orang-orang yang berdoa. Allah membuka selebar-lebarnya kesempatan bagi siapapun untuk berdoa pada-Nya, Ia tidak memberikan syarat tertentu bagi seseorang untuk dikabulkan doanya, juga tak memberikan batasan apapun terkait kapan seseorang berdoa agar dikabulkan. Ia tidak mengatakan bahwa Ia hanya akan mengabulkan doa orang-orang shalih atau orang-orang taat pada saat mereka beribadah pada Nya. Yang Allah katakan, (أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ) Allah akan mengabulkan doa siapapun yang berdoa padaNya kapanpun dia berdoa padaNya.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang amat sempurna dimana Allah menurunkan al-Qur’an, yang dengannya Allah berbincang pada kita. Dan kita seharusnya menyempurnakan bincang-bincang itu dengan metode dua arah, dengan cara berdoa, dimana kita berbincang pada Allah.

Indahnya Ramadhan ada pada banyaknya perbincangan yang kita lakukan dengan Allah. Semakin sering kita membaca al Qur’an, semakin banyak kita berdoa, semakin kita akan merasakan indah nya Ramadhan.

Dari penjelasan Ustad Nouman Ali Khan, dengan hadirnya bulan Ramadhan yang penuh dengan hadiah Allah ini, berupa alQur’an, malam lailatul Qadar, berlipat gandanya pahala amal, dan mustajabnya doa-doa. Maka jangan sedikitpun ragu untuk mendekat padaNya, seberapa pun jauh dirimu selama ini, karena yakinlah Ia Maha Dekat, lebih dekat dari urat lehermu sendiri, ya sedekat itu.

Mulailah dengan menumbuhkan rasa ingin berbincang tentangNya, karena ia dengan penuh cinta selalu menunggumu lebih dari seorang ibu yang menunggu anaknya pulang dari medan perang. Kemudian jangan pernah berhenti untuk berharap padaNya, memohon padaNya, karena Ia juga tak pernah berhenti mengasihimu, akan dengan segera menjawab doa-doa mu. Terlebih di bulan istimewa Ramadhan ini, dimana, “Doa-doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak.” (HR. Ibnu Majah)

Yakinlah duhai diri, engkau tak kan sempurna merasakan kenikmatan bulan Ramadhan tanpa doa-doa penuh harap yang kau lantunkan pada Nya, terutama di waktu-waktu mustajab seperti saat sahur dan berbuka. Jangan lewatkan momen-momen berharga tersebut tanpa permohonanmu padaNya.

So, Welcome to Ramadhan, A Month of Gift, A Month of Hope and Pray.

Advertisements

One thought on “[MFA2018] The Joy of Ramadhan is in Du’a – Yunice Karina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s