Doa Sumpah Abdullah Ibnu Mas’ud (radhiyallahu anhu) – Prayers of the Pious 3 – Omar Suleiman


Prayers of the Pious 3 by Sh. Omar Suleiman
(Doa-Doa Orang Saleh 3 oleh Syeikh Omar Suleiman)

(السلام عليكم ورحمة الله وبركاته)

BJ Habibie saat masih di Jerman dan baru berusia 21 tahun, dalam sakitnya, pernah mengucapkan sumpah untuk ibu pertiwi. Jauh sebelum itu, ketika Gajahmada menginginkan nusantara bersatu, dia mengucapkan Sumpah Palapa. Sumpah bukanlah kata-kata biasa.

Doa Sumpah Abdullah Ibnu Mas_ud (radhiyallahu anhu) – Prayers of the Pious 3 – Omar Suleiman
Doa yang dibahas kali ini berkaitan dengan sumpah, berkaitan dengan perjanjian yang kita buat sama Allah. Bikin sumpah sama Allah bisa meningkatkan kesungguhan dan ketulusan sebuah doa, sebagaimana BJ Habibie dan Gajahmada pernah melakukannya, dalam konteks keindonesiaan.

Yang kita bahas tentu saja sumpah dalam konteks doa, dalam konteks spiritualitas islam, bersumpah bukan dengan bangsa, tapi dengan Sang Maha Pencipta. Dikisahkan bahwa Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu suatu kali membaca ayat ini (QS Maryam, 19:87):

(لَا يَمْلِكُونَ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَنِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمَٰنِ عَهْدًا)
Mereka tidak berhak mendapat syafaat (pertolongan) kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Allah Yang Maha Pengasih

Di depan murid-muridnya, Abdullah bin Mas’ud bilang bahwa pada Hari Pembalasan kelak, Allah akan berkata, “Siapa saja yang punya sumpah dengan-Ku maka biarkan dia berdiri.” Murid-muridnya berkata, “Ajari kami, apa yang harus kami lakukan, apa yang harus kami katakan.

Ibnu Mas’ud menjawab dengan sebuah doa, sekaligus mengajari murid-muridnya untuk mengatakannya:

(اللهُمَّ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ ، عَالمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَة)
Yaa Allah, Pencipta langit dan bumi
Yang Mengetahui yang terlihat dan yang tak terlihat

إِنِّي أَعْهَدُ إَلَيْكَ فِي هَذِهِ الحَيَاةِ الدُنْيَ)ا)
Aku bersaksi dalam hidupku di dunia ini

(إِنَّكَ إِنْ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِيْ تُقَرِّبُنِي مِنْ الشَّرِّ ، وَتُبَاعِدُنِي مِنْ الخَيْر)
Bahwa jika Engkau tinggalkan kusendiri, berarti Engkau membawaku lebih dekat kepada marabahaya, dan menjauhkanku dari kebaikan

(وَإِنِّي إِنْ أَثِقُ إِلَّا بِرَحْمَتِك)
Aku ga pede kecuali dalam kasih sayang-Mu

Doa selanjutnya adalah sebuah sumpah:

(فَاجْعَلْهُ لِي عِنْدَكَ عَهْدَاً تُؤَدِّهِ إِلَيَّ يَوْمَ القِيَامَةِ ، إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ المِيْعَاد)
Jadi biarkan itu menjadi perjanjian yang Engkau sampaikan kepadaku pada Hari Kiamat, karena Engkau tidak pernah melanggar janji-Mu,

Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda, jika kamu ingin dengar Quran dibacakan seolah-olah seperti pertama kali dibacakan, maka dengarkanlah bacaan Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu. Begini lah cara Ibnu Mas’ud berinteraksi dengan ayat yang khusus membahas tentang membuat sumpah dengan Allah subhanahu wa ta’ala.

Apa yang juga bisa kita pelajari di sini adalah bahwa Allah terlalu malu untuk menolak doa dari hamba-Nya yang tulus. Jadi, jika kita memanggil Allah dan mengatakan, “Engkau tidak pernah melanggar janji,” ini adalah cara yang efektif untuk mengikutsertakan Allah, Rabb kita, Tuhan Yang Maha Memelihara, Maha Memaafkan, Maha Mengampuni, dan Maha Penyayang.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membebaskan kita di hari pembalasan, mencurahkan kasih sayang-Nya kepada kita, sebagaimana Dia berjanji untuk memberikan rahmat dan ampunan-Nya, serta mengizinkan kita untuk memasuki surga-Nya.

(اللهم امين)
(جزاكم الله خيرا)
(و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته)

Sumber: https://www.facebook.com/imamomarsuleiman/videos/vb.219543788065670/2092609950766412

Resume ditulis oleh Heru Wibowo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s