[MFA2018] Apa Isi Surga? – Achmad Shafiq Bafadhal


Apa sih isinya Surga?
My Favorit Ayat – Ramadhan 2018 / 1439 H
{Q.S. Yaa-siin : 55 – 58}

[MFA2018] Apa Isi Surga

Quran surat Yasin ayat 55-58 adalah satu bagian dari Quran yang sangat membekas dalam hati saya dan sangat memberikan motivasi bagi saya untuk lebih bersemangat dalam melakukan amalan apapun.

Sebelum saya berbagi tentang semangat yang ada di ayat ini, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan.

Pertama, Allah subhanahu wa ta’ala sangat sering bercerita tentang surga kepada kita semua di berbagai tempat di dalam Quran, sebagian dipaparkan secara singkat, sebagian lagi detail dan sangat rinci. Sebagai contoh, di banyak tempat Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan secara singkat bahwa di dalam surga itu mengalir sungai-sungai, ada banyak sekali buah-buahan, dan sebagainya.

Tapi di surah yang lain misalnya di Surah Ar-Rahman, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan secara detail isi surga, di mana ada mata air mengalir, pepohonan, buah-buahan, istana, permadani, dayang-dayang, tempat tidur yang indah, dan sebagainya. Intinya adalah pembicaraan tentang surga ini bukan barang baru. Allah talks a lot about it in the Quran.

Apa yang mungkin kurang kita sadari adalah, pertama bahwa semua yang Allah subhanahu wa ta’ala ceritakan, menjadi tidak berarti kalau kita tidak tahu apa yang sedang Allah ceritakan. Ketika Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan sesuatu, maka kita seharusnya sebisa mungkin membayangkan sesuatu yang relevan atau yang hampir sebanding dengan Allah ceritakan tersebut agar kita dapat memahaminya.

Karena pada dasarnya apapun yang Allah sajikan di surga, sudah Allah berikan preview-nya di dunia ini. Saya ambil contoh, ketika Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang buah-buahan di surga, jangan bayangkan bahwa yang Allah sajikan itu hanyalah sepiring buah yang berisi pisang atau jeruk.

Bayangkanlah yang Allah sajikan itu adalah satu keranjang besar yang di dalamnya ada segala macam buah-buahan. Anggur, jeruk, apel, mangga, melon, buah naga, dan lain-lain. Dan buah-buah itu Allah subhanahu wa ta’ala sajikan khusus untukmu, especially for you. Can you imagine it?

Yang kedua yang kurang kita sadari adalah ada tiga rule penting yang harus ketika ketahui ketika Allah subhanahu wa ta’ala sedang bercerita tentang surga.

Rule No. 1: Apapun yang kita minta kepada Allah subhanahu wa ta’ala ketika di dalam surga, ketahuilah bahwa Allah tidak pernah hanya akan memberikan 1 macam saja dari yang kita minta.

Sebagai contoh, misalnya di surga kita minta apel, maka at least kita akan diantarkan 2 macam apel. Jadi tidak akan ada ceritanya kita minta sesuatu dan yang datang hanya satu itu. That’s not gonna happen. That’s rule No. 1.

Rule No. 2: Apapun yang kita minta di surga, meski di dunia kita pernah merasakannya, di surga akan berbeda, it’ll never be the same.

Dan rule No. 3 berkaitan juga dengan rule No. 1, masih ingat bahwa kita akan dikasih setidaknya 2 macam hal? Nah ketika kita sudah merasakan yang pertama dan kita merasa itu awesome, kita gak pernah merasakan itu di dunia (rule No. 2), pada saat kita kemudian merasakan barang yang kedua, it’s even more awesome.

Rule No. 3: Whatever you taste, it’s never the same, and it’s always taste better and better… Jadi kita akan selalu mendapatkan sesuatu yang jauh lebih enak dan terasa semakin enak… semakin enak lagi… dan lagi… di dalam surga. That’s the 3 rules of Jannah.

Saya akan coba kasih contoh, supaya bisa lebih dipahami. Misal, kita minta apel di surga. Berdasarkan rule No. 1 maka kita akan di antarkan 2 macam apel. Agar mudah, kita kasih nama apel 1, dan apel 2. Kemudian kita makan apel tersebut. Kita semua rata-rata pernah mencicipi apel kan? Tahu lah bagaimana kira-kira rasanya apel. Bisa terbayang?

Nah, ketika kita makan apel tersebut, berdasarkan rule No. 2 maka gigitan pertama kita akan membuat kita tersenyum bahagia. Tau kenapa? Karena itu sangat enak. Bahkan apel terenak sedunia aja gak seenak ini.

Lalu kita gigit lagi, kok makin enak. Gigit sekali lagi, rasanya lebih enak lagi dari yang kedua. Gigit lagi sekali lagi, makin enak lagi, dan begitu seterusnya. Lalu dikupasin nih apel yang kedua. Kita gigit lagi. Kita kira bakal sama lagi dengan apel 1 tadi. Ternyata nggak. Gigitan pertama di apel 2 bahkan lebih enak daripada gigitan terakhir di apel 1. Lalu kita gigit lagi, gigitan kedua di apel 2 ini bahkan lebih enak lagi dari gigitan pertamanya. Dan itu terus berlanjut.

Sampe kapan? Sampe kita sendiri nyerah. Sampe kita sendiri yang akan berkata, “Yaa Rabb, No More… Cukup… Cukup…

Sudah terbayang? Sudah mulai merasa? Sudah mulai bisa berimajinasi tentang apa yang akan Allah subhanahu wa ta’ala berikan untuk kita di surga? Kalau sudah, then we can talk about this ayat. Kalau belum, jangan lanjut dulu. Bayangkan dulu hal lain yang paling membuatmu bahagia, whatever it is. Dan bayangkan hal tersebut berdasarkan 3 rule tersebut. Setelah kalian bisa mengimajinasikannya, baru baca kembali ayat ini:

Apa Isi Surga?

Aktivitas Ahli Surga

Di ayat 55, terjemahan bebasnya kira-kira seperti ini:

Sesungguhnya, para penghuni surga pada hari itu berada dalam kesibukan yang menyenangkan.

Sebelum saya lanjut, saya ingin ingatkan kembali satu hal. Setiap Allah subhanahu wa ta’ala bercerita tentang surga, jangan lupa 3 rule yang sebelumnya sudah saya sebutkan. Please keep in mind bahwa 3 rule tersebut masih berlaku, ok?

Apa makna “syughul” di ujung ayat tersebut? Syughul adalah busy activities. Kesibukan. Tapi bukan sekedar sibuk, tapi sibuk yang rame, gegap gempita, meriah, wah, dan sejenisnya. Jadi bukan sibuk yang sekedar sibuk. Tapi sibuk yang meriah, dan itu non stop. Jadi “syugul” itu bisa dikatakan aktivitas non stop yang meriah. Ibarat kata, orang habis nikahan, pesta 7 hari 7 malam non stop. Nah itu salah satu definisi syughul.

Dan “faakihuun” yang ada di akhir ayat. Berasal dari kata “faakihatun” yang berarti buah-buahan. Tapi juga bukan sekedar buah-buahan. Tapi buah-buahan yang ketika kita makan, maka bikin kita senyum. Kita tau kan bahwa ada beberapa buah yang masam, yang pahit, dan sebagainya. Nah, ketika buah itu kita makan, muka kita jadi kecut, dengan ekspresi yang aneh tapi lucu. Itu bukan faakihah. Faakihah itu adalah buah yang kalo kita makan, respon pertama kita adalah kita tersenyum karena kelezatannya.

Bisakah kalian bayangkan apa yang akan kita lakukan di surga? Kita bukan datang di surga hanya untuk santai-santai, hanya untuk duduk-duduk manis beristirahat, tidak. Bukan hanya itu. Kita akan sibuk dengan berbagai macam aktivitas yang membuat kita senang.

Kalo kalian senang main di laut, seperti saya, atau misalnya suka berenang atau snorkeling, kalian akan terjun saat itu juga ketika melihat mata air yang Allah sediakan. Dan bukan hanya itu, kalian bahkan bisa berenang sampai ke dasar untuk melihat ada apa di bawah sana. Kalian bisa ber-ski ria di atas gulungan ombak versi surga yang Allah sediakan. Kalian bahkan bisa meminta dibuatkan istana di atas air tersebut. Or you wanna ride a dolphin? Go Ahead… Everything is yours. Dan tentu kita akan semakin memahami ini semua kalau kita pernah lihat bagaimana keindahan laut dan segala apa yang ada di dalamnya.

Atau bagi kalian yang doyan makan, senang wisata kuliner, you got to eat any kind of food tanpa harus takut lagi dengan kalori, takut gemuk, takut sakit, dan sebagainya. You can eat all kind of food, drink, and whatever you want. Mau makan semua junk food yang selama ini kalian hindari? Just ask.

Atau kalian yang suka nonton movie atau bermain game, you got to play anything you like. Dan kalian bahkan bisa jadi tokoh utamanya. Kalian bisa jadi hero-nya. Can you imagine? Hari ini kita sudah mengenal teknologi virtual reality, yang membuat dunia video dan games seolah-olah menjadi nyata di depan mata. Forget about virtual, di surga it’s all reality.

Isn’t it amazing? Isn’t it fun? Isn’t Jannah so much fun?

Dan jangan khawatir dengan perasaan gak enak, perasaan takalluf, rasa malu-malu untuk meminta, ketika kita di surga. Perasaan itu akan diambil, dibuang. You can ask anything, literally. Dan kita gak akan lagi dengar ada ejekan, hinaan, tertawaan sinis, dan hal-hal lain yang sering membuat kita down. Bukankah itu yang terjadi di dunia kita? Ketika kita bermimpi, kemudian orang menertawakan mimpi kita? Forget about it. Or even better, Allah akan buat kita melupakannya. Hanya akan ada ucapan salam, selamat dan segala hal yang baik di surga.

Istirahatnya Penghuni Surga

Bagi saya pribadi, ayat satu ini sudah lebih dari cukup powerful sebagai motivasi untuk semakin ingin masuk surga. Tapi sayangnya Allah tidak membiarkan itu. Allah memberikan saya motivasi lebih lagi supaya makin ingin ke surga. Dan Allah melanjutkan dengan ayat 56, kira-kira terjemahan bebasnya begini:

Mereka (Para penghuni surga tadi itu, red.) dan pasangan mereka bersantai di atas kasur yang teduh.

Sekali lagi, ini bukan terjemahan yang akurat, tapi intinya adalah supaya kita bisa memahami sebagian maksud dari ayat ini.

Di ayat sebelumnya di mana Allah menceritakan bahwa kita akan sibuk dalam kesenangan. Then maybe some of you think, “Terus kita gak boleh istirahat gitu di surga?Allah then answer, No, No, No, you can still rest, but the way you rest are gonna be different.

Kita akan beristirahat di atas kasur yang teduh, gak panas, dan juga gak terlalu dingin, dan kalian akan ditemani wanita-wanita yang cantik. Bukan hanya 1 wanita, tapi wanita-wanita. Allah said, “azwaajuhum”, bukan “zaujahum”. Karena kalau hanya “zaujahum” berarti hanya 1 orang. Tapi ini “azwaajuhum”, wanita-wanita. Are you happy now? 😀

Terus kalo perempuan gimana? Allahu a’lam. One thing for sure, kalian tidak akan lagi ada rasa cemburu. It’s taken off. Dan definisi “azwaajuhum” itu bukan berarti hanya untuk laki-laki, berlaku juga untuk perempuan. Tapi seperti apa gambarannya, Allahu A’lam.

Sekarang, you can do whatever you want, you can rest at the best place you want, dan Allah is saying, and that’s not all. Di ayat 57 Allah berfirman, kira-kira terjemahan bebasnya,

Dan di atas tempat tidur itu, mereka boleh makan buah apa saja yang mereka mau, atau apapun yang mereka inginkan.

Kita lagi santai-santai di atas kasur, dan kita bisa –literally– makan apa aja atau melakukan apa aja yang kita mau. No limitation, no restriction, nothing. Just do whatever you want. Mau makan di atas kasur? Go ahead. Mau pesen soda pakai ayam bakar yang dicampur dengan madu dan sambal kecap, sure. Kita bahkan gak perlu bangun untuk ngambil, gak perlu repot ke dapur, gak perlu repot ke kulkas. Dan yang paling membahagiakan, gak perlu takut mikirin bakal tumpah. Kita bahkan bisa numpahin sambal di atas kasur dan tidak akan berbekas. That’s awesome…

Congratulation, You Make It Here

Kita sudah dapat aktivitas yang paling menyenangkan, dan kita sudah dapat cara beristirahat yang paling menyenangkan, lalu kemudian tiba-tiba terdengar ucapan salam yang gak pernah kita dengar sebelumnya. Ada sesuatu yang memberikan selamat, ungkapan kebahagiaan, kegembiraan kepada kita, dan ucapan ini gak pernah kita dengar sebelumnya. Karena itu langsung dari Rabb kita, “Salaamun qaulan min rabbin rahiim.

Allah memberikan kita ucapan selamat karena kita sudah berhasil sampai di surga dengan Ridha-Nya… Can you imagine that? Zat yang selama ini kita patuhi, Rabb yang selama ini kita ikuti perintahnya, Tuhan yang seumur hidup kita sembah, kemudian memberikan selamat kepada kita karena kita sudah berhasil. Can you imagine the feeling?

Bayangkan saja misalnya kita ikut kelasnya Ustadz Nouman, kemudian selesai ujian beliau bilang, “Selamat Safiq, You pass.” Bisa dibayangkan? Kebayang gak kalau kemudian yang bilang itu Allah, yang kita pelajari kalam-Nya setiap hari. Yang kita baca surat cintanya setiap hari. Yang kita pelajari terus hikmah-hikmahnya setiap hari. And then He say, “Salaamun,” selamat, Anda sudah berhasil.

That’s the ultimate gift we can have. When our Master congrats us, His Slave… Sebagai penutup, saya akan beritahu sahabat semua, kenapa saya suka sekali dengan ayat ini.

First, karena ayat ini adalah ayat yang penuh motivasi, dan penuh dengan harapan. Ketika kita termotivasi, maka kita akan penuh ghirah dalam beramal, dan melakukan kebaikan. Karena kita tau, apa yang akan kita dapat.

Second, sebagaimana orang yang mau bepergian, bukankah akan lebih indah ketika kita tau ke mana kita pergi? Apa yang akan kita dapatkan? Kita sudah dapat preview-nya, itu akan memberikan kita semangat lebih untuk bertahan selama di perjalanan.

Third, karena Ramadhan is coming. Dan Ramadhan adalah kesempatan terbesar bagi kita untuk bisa dapat tiket ke surga. So, don’t waste it. Jangan sia-siakan. Do your very best untuk dapat ridha Allah di bulan ini.

Fourth, karena kita harus menyadari, bahwa Allah sediakan bumi yang indah ini, bukan agar kita bisa hidup dengan nikmat di dunia, tapi juga sebagai preview, bahwa apa yang kita dapat di surga, ya tampilannya mirip dengan yang ada di dunia, tapi dengan versi yang lebih baik

Last, karena Alquran adalah basyiiran, Quran itu harusnya memberikan kabar gembira bagi setiap manusia. Walaupun ada juga fungsi nadziiron, sebagai warning. Tapi setiap kali Allah sebutkan itu, pasti didahului dengan basyiir, dahulukan kabar gembiranya.

Jangan terus-terusan kasih peringatan terus. Perbanyak berita positif, perbanyak kabar gembira, kasih tahu ganjaran-ganjaran yang Allah janjikan buat orang yang beramal baik. Jangan suka bikin orang down. Jangan suka bikin orang menjauh. Kasih kabar gembira. Dan in some case, if and only if condition arises, baru kasih warning.

Semoga Allah memasukkan kita semua ke surgaNya, dan menjauhkan kita dari NerakaNya…

Aamiin Ya Rabbal ‘aalamiin…

Advertisements

4 thoughts on “[MFA2018] Apa Isi Surga? – Achmad Shafiq Bafadhal

  1. Jannah bukan surga (svarga, yg adalah lebih rendah dari nirvana), jannah adalah taman yang teramat rindang pepohonannya. Terminologi yang disediakan adalah jannah/taman, bukan surga (surga sama sekali bukan bahasa arab) untuk bisa memahami isinya. Memang ini cuma sekedar istilah, tetapi yg sekedar pun Allah sudah siapkan yg tepat untuk kita. Mungkin saya salah, sebab hanya Allah yang paling mengetahui segala yang Haq. Terimakasih.

    Like

  2. Neraka juga bukan jahannam atau jahim atau nar, sebab neraka sama sekali bukan dari bahasa arab. Akan berbeda sekali visualisasi didlam pikiran saat mendengar neraka dan saat mendengar jahannam. Jahannam adalah tempat yg isi utamanya adalah nar/api yang membakar habis. Memang ini sekedar istilah yang sdh kadung umum dipakai, maaf kalau justru pemahaman saya yang salah. Terimakasih.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s