Warisan Nabi Ibrahim 1 (NAK Visit Jakarta 2018)


Bismillahirrahmanirrahim. Tulisan ini merupakan catatan dari kajian Ust. NAK saat berkunjung ke Jakarta, 6 Mei 2018.

NAK Istiqal

Pada sesi pembuka, Ust. NAK banyak bercerita tentang eratnya pilar agama Islam dengan Nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim adalah seorang pejuang. Ayahnya termasuk penyembah patung berhala. Sekitarnya menyembah berhala. Dia satu-satunya yang menghamba pada Allah. Ibrahim berbeda dengan Nabi lainnya, karena kita menemukan banyak doa dari kisah Nabi Ibrahim.

Islam memiliki banyak nama, termasuk legacy of Ibrahim. Dan di antara legacy (warisan) itu adalah doa.

Catatan di bawah ini membahas berbagai doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim.. dan betapa powerful-nya doa tersebut… hingga kita umat-Nya turut merasakan warisan tersebut.

Q.S Asy-Syu’ara: 78–80

Allah-lah yang telah menciptakan aku, dan Dialah yang memberi hidayah kepadaku, dan Dialah zat yang memberi makanan untukku dan memberi minuman kepadaku, dan apabila aku sakit maka Dia juga yang menyembuhkan sakitku, dan Allah-lah zat yang mematikan aku, dan juga zat yang menghidupkan aku (kembali), dan Dia pulalah zat yang aku berharap akan mengampuni dosa-dosaku pada hari pembalasan.” (Qs. Asy-Syu’ara: 78–80)

Poin yang menarik, yang disebutkan nabi Ibrahim adalah urutan dari isi doa tersebut.

1. Menciptakan
2. Memberi petunjuk (guidance)
3. Memberi makanan dan minuman
4. Menyembuhkan sakit
5. Mematikan, lalu Menghidupkan
6. Menghapus dosa pada hari pembalasan

Melalui doa tersebut, apa yang bisa kita pelajari?

Nabi Ibrahim paham Allah bukan hanya menciptakan-Nya, tapi memberi juga petunjuk dalam hidup. “He create me, and He is the one who guide me..

Kebutuhan utama: petunjuk > makanan dan minuman. Nabi Ibrahim menyebutkan guidance (petunjuk) terlebih dahulu, setelahnya baru makanan dan minuman. Artinya, kebutuhan no.1 adalah guidance. Jika tidak makan dan minum selama beberapa jam kedepan, masih OK, tidak masalah. Namun tidak dengan guidance, yang selalu dibutuhkan setiap saat.

Pola pikir Nabi Ibrahim: Ketika melihat sesuatu, mempertanyakan dari mana datangnya? Langit yang biru, siapa yang menciptakannya? Ini adalah yang seharusnya kita pikirkan. Bukan sebatas melihat wujud benda.. Ini adalah ajaran Nabi Ibrahim.
Kematian, lalu kehidupan. Perhatikan urutan dalam ayat ini.. Ini sangat jelas, bahwa ketika kita meninggal, urusan ini belum selesai. Setelah kematian, akan dihidupkan kembali untuk akhirat.

Semua manusia diberikan kesempatan berupa guidance. Namun ketika meninggal, tidak ada kesempatan kedua. Ketika hari pembalasan datang, kita tidak akan sibuk mengurusi orang lain, melainkan diri sendiri. “Dia pulalah zat yang aku berharap akan mengampuni dosa-dosaku pada hari pembalasan.

Q.S Asy-Syu’ara: 83

Ibrahim berdo’a: “Ya Rabbku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih…” (Qs. Asy-Syu’ara: 83)

Dua kata kunci, dari doa Nabi Ibrahim kepada Allah:

1. Untuk diberi kekuatan petunjuk (guidance)
2. Untuk berada dalam golongan orang shaleh

Rabbi habli hukman..

My Rabb grant me strong decision while its very hard → Guidance is part one. Ketika tahu pedoman, tapi ga yakin, dan merasa tidak sanggup. Itulah makna dari doa agar Allah beri kekuatan.

…wa alhiqni bissholihin

And join me with good people → meaning: You need other people to support. Kita adalah ajaran nabi Ibrahim.. Siapa yang menemanimu? Apakah temanmu semakin mendekatkan pada Allah? Ketika kamu melihatnya, kamu menyadari guidance?
Ini adalah desperate doa dari nabi Ibrahim, yang meminta kepada Allah untuk diberikan: 1)kekuatan, 2)teman/komunitas

Q.S Al-Baqarah: 128–129

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Doa tersebut merupakan doa yang Nabi Ibrahim panjatkan setelah meninggikan Ka’bah. Doa yang ditunjukkan untuk anaknya — Ismail, lalu untuk keturunannya kelak.
Termasuk dalam doa tersebut secara spesifik memohon kepada Allah agar diutus seorang Rasul, untuk membacakan dan mengajarkan ayat-ayat Allah, dan mensucikan hati.

Dalam perjalanan panjang keturunan nabi Ismail, belum ada tanda-tanda kenabian yang datang. Allah menjaga doa tersebut, dan doa tersebut terkabul ribuan tahun setelahnya, yakni saat lahir seorang bayi garis keturunan Ismail yang penuh kemuliaan, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

5 Pilar yang Terhubung dengan Ibrahim

Islam memiliki banyak pilar. Dan dari setiap pilar tersebut kembali terhubung dengan nabi Ibrahim.

1. Syahadat — Syahadat merupakan pernyataan tentang ke-Maha Esa-an Allah. Nabi Ibrahim yang menolak berhala, dan meyakini ke-Esa-an Allah.

2. Shalat — Ibrahim berdoa bagi keturunannya untuk menjaga shalat.

Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.” (Q.S Ibrahim: 40)

3. Zakat — Apa yang Allah ajarkan kepada Ismail?

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh keluarganya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.” (Maryam: 54, 55)

4. Hajj — setiap yang dilakukan dalam haji , adalah refleksi perjuangan Nabi Ibrahim.

5. Puasa — kita merayakan bulan Ramadhan, karena Al-Quran yang diturunkan di bulan tersebut. Dan Quran merupakan doa dari nabi Ibrahim.

Keseluruhan kehidupan kita, identitas kita, terkoneksi secara langsung dengan Nabi Ibrahim. Jangan lupa koneksi tersebut… Al-Quran, Rasulullah yang diutus untuk kita, merupakan jawaban dari doa Nabi Ibrahim.

Berhubungan kembali dengan Quran, meminta kita untuk terhubung dengan perjalanan Nabi Ibrahim.

——–
Catatan selanjutnya akan membahas bagaimana membangun hubungan dengan Quran, dan betapa banyaknya warisan berharga yang Nabi Ibrahim turunkan kepada kita.. termasuk kunci hubungan antara Al-Quran dan doa.

Ditulis oleh Faiza Fauziah

Sumber: https://medium.com/@faiza.fauziah/nak-visit-to-indonesia-1-3-84a241455777

Advertisements

One thought on “Warisan Nabi Ibrahim 1 (NAK Visit Jakarta 2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s