Nasihat Nouman Ali Khan Untuk Barack Obama


Seorang dai terkemuka dari Amerika Serikat, Nouman Ali Khan (NAK), berkunjung pertama kalinya ke Indonesia (5-7/5). Dalam kunjungan pertama ini, beliau memiliki dua agenda utama yaitu bertemu dengan komunitas-komunitas pemuda yang menjadi panitia kunjungan beliau tersebut (5/5) dan memberikan ceramah umum menyambut Ramadhan di Masjid Istiqlal Jakarta (6/5).

nak obama

Sebelum kembali melanjutkan tur ceramahnya ke Dubai, NAK berkesempatan bertamu ke kediaman Anis Baswedan dan setelah itu ke kediaman Jusuf Kalla (7/5). Pada kediaman Anis Baswedan, NAK menyampaikan gagasannya mengenai bagaimana memperbaiki pemuda. Menurutnya, kita harus mulai pedesaan (rural area) karena populasinya mayoritas.

Namun gagasan NAK ini dikritisi Anis Baswedan. Justru kita harus mulai dari perkotaan karena fenomena yang muncul saat ini adalah Mega City di mana penduduk kota begitu padat papar Anis. Populasi pedesaan itu lebih banyak itu perhitungan lama. Kemudian Anis menjelaskan cukup panjang bagaimana karakter Mega City tersebut.

Jika bahasan di kediaman Anis kental nuansa pendidikan, maka di kediaman JK pembicaraan kental nuansa politik luar negeri. JK menceritakan upaya-upayanya dalam mengatasi konflik di Afghanistan antara pemerintahan dengan kelompok Thaliban. JK menceritakan bahwa ia telah mengundang kedua pihak untuk berunding di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, NAK menyampaikan bahwa ia pernah diundang Obama yang ketika itu masih menjabat sebagai presiden Amerika. NAK dimintai masukan oleh Obama mengenai permasalahan ekstremisme generasi pemuda di dunia Islam.

NAK menasihatkan tiga hal kepada Obama. Nasihat pertama, tidak perlu melakukan counter-naratif karena cara tersebut tidak efektif. Cara ini malah justru akan menguatkan kelompok-kelompok ekstrem sebab mereka telah dilatih untuk itu. Mereka dibekali pesan jika ada seorang syaikh yang menjelaskan mengenai kekeliruan pemahaman mereka tentang jihad, maka syaikh tersebut adalah seorang munafik.

Nasihat kedua, cara yang lebih efektif menurut NAK justru menyediakan narasi alternatif bagi para pemuda. Caranya dengan menjelaskan Islam apa adanya. Biarkan umat Islam menggalakkan kajian-kajian keislaman. Dengan demikian, ketika para pemuda mendapat gagasan ekstremisme mereka dapat memikirkan sendiri apa gagasan itu benar atau tidak.

Setelah mendengar dua nasihat tersebut, Obama kemudian bertanya kepada NAK, “Lalu apa yang bisa saya lakukan?” NAK kemudian menyampaikan nasihat ketiganya kepada Obama, “Do nothing!” (Jangan lakukan apa-apa!).

Jawaban ini langsung dibenarkan oleh JK, bahwa konflik di dunia muslim makin berkepanjangan setelah datang campur tangan pihak-pihak asing. [IHM]

Tulisan ini ditulis oleh Irfan Habibie Martanegara (Ketua NAK Indonesia)

Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10211360660628645&set=a.1017677158595.2003560.1125102659&type=3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s