Perbincangan Dengan Seorang Mantan Pemabuk Dari Irlandia – Nouman Ali Khan


Mendarat di Dublin. Masuk ke taksi dan memulai perbincangan yang menarik dengan seorang supir taksi Irlandia yang sudah tua yang bertanya apakah saya akan pergi ke pub dimulai dengan Guinness.

Saya katakan padanya, saya tidak pernah minum seumur hidup saya. Sebaliknya dia mengatakan juga sudah berhenti minum 18 tahun yang lalu. Tidak sering saya memperoleh kesempatan emas seperti ini, jadi saya putuskan untuk menanyakan sejumlah pertanyaan. Pada akhirnya saya meminta ijin untuk membagi ceritanya dengan yang lain dan dia mengatakan tidak masalah selama kerahasiaan identitasnya dijaga. Berikut perbincangan kami.

Perbincangan Dengan Seorang Mantan Pemabuk Dari Irlandia

Saya: Bagaimana perubahan kehidupan Anda, begitu Anda memutuskan untuk berhenti minum?

Pak Siuman: Coba Anda tanyakan itu kepada isteri saya. Berkali-kali dia hampir meninggalkan saya karena masalah itu, dan setelah saya berhenti minum, hubungan kami membaik. Minum membuat saya jadi pemarah. Dengan mudah kemarahan saya tersulut dan meninju dinding hingga bolong. Jujur saja mungkin saya juga bisa meninju isteri saya, syukurlah itu tidak terjadi. Jika terjadi, saya mungkin tidak akan menyadarinya. Sejak berhenti minum, saya menjadi lebih tenang. Orang-orang beranggapan minum adalah pemecahan masalah. Saya sudah bersahabat dengan botol minuman seumur hidup, menurut saya itu tidak benar. Hanya membuat masalah semakin rumit.

Saya: Apa hal terburuk yang pernah Anda lihat sebagai akibat dari minum?

Pak Siuman: Saya pernah melihat orang saling memukul satu sama lain dengan alasan konyol. Berdarah-darah hingga hampir mati karena mereka tidak saling suka. Tidak ada alasan lain. Saya pernah dengar ada yang mati karenanya, tapi dengan mata kepala sendiri saya baru melihat kekerasan hingga hampir mati.

Saya: Apakah hal semacam itu pernah terjadi pada Anda?

Pak Siuman: Tidak persis begitu. Saya tidak ingat. Saya terbangun dengan tinju penuh darah, padahal saya tidak berdarah sama sekali. Saya tidak tahu siapa yang saya pukul.

Saya: Apakah sulit untuk berhenti minum?

Pak Siuman: Cukup sulit. Beberapa bulan pertama sangat sulit. Saya mengalami paranoid jika berjalan di tempat-tempat tertentu. Mengapa mereka menatap saya seperti itu? Jangan-jangan ada yang mau menangkap saya.

Saya: Saya tidak mengerti. Mengapa Anda menjadi paranoid? Apa hubungannya dengan masalah minum?

Pak Siuman: Begini, ketika mabuk kita tidak ingat apa yang terjadi. Saya tidak yakin apakah saya pernah berkelahi dengan seseorang atau menghina seseorang di tempat itu sebulan yang lalu. Mereka ingat dan saya tidak. Jadi rasa paranoid itu sangat besar. Membuat kita selalu gelisah. Yang lebih buruk lagi, kita katakan kepada diri sendiri bahwa kita perlu minum agar bisa tenang.

Saya: Sungguh menakutkan. Apa yang menyebabkan Anda akhirnya mengambil keputusan yang sulit itu? Padahal teman dan keluarga Anda tidak benar-benar meminta Anda berhenti.

Pak Siuman: Saya perhatikan kebutuhan minum saya semakin meningkat. Bisa dikatakan bahwa saya jarang sekali siuman. Dan jika Anda minum seperti saya minum, pada akhirnya Anda akan selalu menyakiti mereka yang Anda sayangi. Anda racuni setiap hubungan yang Anda miliki, mulai dari pasangan Anda hingga saudara, anak, dan orang tua. Akhirnya saya putuskan untuk tidak menyakiti mereka lagi.

Saya: Bagaimana dengan teman-teman minum Anda? Pasti sulit meninggalkan mereka.

Pak Siuman: Malahan sedikit lebih mudah. Begini, jika semua teman Anda minum alkohol, sedangkan Anda minum limun, lelucon mereka tidak akan masuk akal buat Anda. Anda tidak akan suka lelucon mereka, karena terasa begitu konyol bagi Anda. Dengan sendirinya Anda mulai merasa tidak nyaman. Ketika minum, Anda hanya bersosialisasi dengan sesama peminum. Dengan cara ini tidak ada resiko bagi Anda untuk berbuat konyol karena berada di antara mereka yang konyol. Mereka tidak akan ingat hal-hal bodoh yang Anda lakukan atau katakan. Namun jika Anda berada di tengah mereka yang siuman, mereka akan ingat, dan Anda tidak ingin itu terjadi.

Saya: Saya tidak menyangka bahwa lingkungan peminum itu berkembang dengan sendirinya. Anda bahkan tidak bisa keluar dari lingkungan itu karena hanya disitulah Anda merasa aman.

Pak Siuman: Tepat sekali. Jadi Anda akan menjauh dari mereka yang bukan peminum seperti Anda. Yang paling bagus adalah mencari teman yang lebih parah peminumnya dari Anda. Jika ada sesuatu yang terjadi maka dia yang akan menjadi kambing hitam, bukan Anda.

Saya: Jika dihitung-hitung berapa uang yang sudah Anda habiskan untuk minum, ada penyesalan?

Pak Siuman: Sebagian besar tabungan saya diteguk oleh gelas bir. Biasanya kita selalu menemukan solusi. Kita harus selalu menjaga hubungan baik dengan bartender. Kerjakan sesuatu untuknya, bantu pekerjaannya, maka dia akan memberi Anda minum.

Sudah cukup panjang postingan ini. Nanti saya bagikan lagi beberapa renungan kepada Anda semua. Saya cuma ingin esensi dari perbincangan ini untuk bisa ditangkap lebih dulu.

Baik, sampai nanti.

*Catatan, ustadz Nouman menulis pak Siuman sebagai Mr. Sober. Sober artinya siuman.

Sumber: https://www.facebook.com/noumanbayyinah/posts/1218983158234424

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s