Jangan Kau Abaikan Orang Tuamu – Mufti Menk


Kenapa Allah subhanahu wata’ala memilih kita berada dalam keadaan bugar dan mencapai puncaknya di umur 30-40 tahun, dan setelah itu kebugaran kita menurun.

Jangan Kau Abaikan Orang Tuamu

Kenapa Allah subhanahu wata’ala tidak menjaga tingkat kebugaran kita atau mungkin penampilan kita dimana kita terlihat muda dan sehat di sepanjang hidup kita?

Kenapa kondisi kita perlahan-lahan menurun dan akhirnya kita menjadi lemah? Sebagaimana Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Allah yang menciptakanmu dalam kelemahan ketika kamu pertama terlahir.

Ketika kau lahir ke dunia ini, kau sangat lemah. Kau masih bayi, kau bergantung pada manusia lainnya. Allah menciptakanmu dan memberimu orang tua untuk suatu tujuan.

Jika Dia mau, Dia bisa menciptakanmu dalam keadaan dimana kau udah mandiri, kau tidak butuh siapapun. Tapi kau butuh seseorang untuk merawatmu dari usia paling awal, dan ketika kau mencapai puncakmu, Dia ingin kau merawat orang yang merawatmu ketika kau masih bayi.

Dan sekali lagi ketika kau tumbuh makin dewasa. Dia berfirman, “Kami mengaruniakan puncak keperkasaan, dan setelahnya menjadi lemah lagi dan uban pun mulai tumbuh.

Jadi ketika kau tua, anak-anakmu pun yang sekarang menjagamu. Subhanallah! Dan ini terus berlanjut sampai akhir. Ini rencana Allah subhanahu wata’ala.

Sesungguhnya ini adalah rencana yang luar biasa. Dan jika kita duduk merenung sejenak, kita akan menyadari bahwa ini terus berlanjut. Artinya ini adalah ujian.

Mungkin kau selalu tidak setuju dan apa yang orang tuamu lakukan, bahkan jika mereka non-Muslim, bahkan jika mereka terlibat dalam sesuatu yang tidak bisa diterima, tapi tetap tidak boleh menghentikanmu untuk berbuat baik kepada mereka.

Sebagaimana Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Jika orang tuamu memintamu atau berusaha memaksamu untuk menyekutukan Allah atau berbuat dosa atau menentang Allah, maka jangan patuhi perintah mereka yang bertentangan dengan perintah Allah, tapi tetaplah berbaik hati kepada mereka di dunia ini.

Artinya bahkan jika orang tuamu non-muslim, kau tetap harus baik pada mereka, kau harus tetap berbicara hormat, kau harus mencoba berbakti pada mereka, misalnya membelikan pakaian, makanan, atau akomodasi mereka. Ini tidak salah. Bahkan jika mereka non-muslim.

Apa yang salah adalah ketika mereka memaksamu untuk menentang perintah
Allah, baru disitulah jangan patuhi mereka.

Advertisements

One thought on “Jangan Kau Abaikan Orang Tuamu – Mufti Menk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s