[Transkrip Indonesia] Allah Selalu Dekat – Amazed by the Quran – Nouman Ali Khan


Assalaamu ‘alaikum semuanya, selamat datang di serial “Amazed by the Quran”. Serial di mana saya suka berbagi dengan Anda hal-hal menakjubkan yang saya temukan tentang Quran. Dan hari ini adalah cuplikan kisah salah satu Nabi favorit saya sepanjang masa, Musa ‘alaihi salam. Dan sesuatu yang sangat menginspirasi, terutama bagi saya.

Musa ‘alaihi salam sedang melakukan perjalanan dengan keluarganya, mereka tersesat di tengah gurun pasir. Cuaca semakin dingin, sehingga mereka mulai membeku. Dan dia perlu menyalakan api. Dan dia melihat api di kejauhan, di puncak gunung yang keluarganya bahkan tidak bisa melihatnya.

Dia berkata, “Inniii aanastu naaro, Aku merasa ada api di sana.” (Al Qasas ayat 29 / An Naml ayat 7)

Maka dia menyuruh keluarganya untuk menunggu di situ dan (dia) akan kembali, ”Semoga aku bisa mendapatkan beberapa petunjuk di sana.

La’allakum tashtholuun, supaya kalian dapat menghangatkan diri.” (Al Qasas ayat 29 / An Naml ayat 7)

Jadi mereka kedinginan. Kondisi mereka gawat. Mereka tersesat di tengah gurun. Hari mulai gelap, tidak ada orang di sekitar mereka. Dan sekarang Musa akan pergi dan mencari api ini.

Tentu saja semua orang tahu bahwa dia bertemu dan berdialog dengan Allah melalui semak yang terbakar sesampainya di atas gunung. Ada satu frasa di ayat itu, “Anakhtartuka.” (Taha ayat 13)

Saat Allah berfirman kepada Musa, “Sesungguhnya Aku telah memilih engkau.

Nabi Musa terpilih… hal ini membuat saya berpikir. Ketika seseorang dipilih oleh otoritas yang lebih tinggi. Misalnya seseorang dipanggil menghadap presiden atau dipanggil menghadap raja atau kepala sekolah memanggil untuk memberi Anda penghargaan atau semacamnya.

Ada sebuah perayaan, ada lampu yang menyilaukan, kamera, para penonton dan ada tepuk tangan meriah. Lalu seseorang dipilih atau dilantik seperti mengantisipasi seseorang akan diberi penghargaan khusus.

Salah satu penghargaan luar biasa yang pernah diberikan dalam sejarah manusia adalah Allah berbicara secara langsung kepada manusia dan mengatakan, “Akulah yang telah memilih engkau.” (Taha ayat 13)

Ini adalah kesempatan (bagi nabi Musa).

Ji’ta ‘alaaa qodariy yaa muusaa.” (Taha ayat 40)

Kamu (Musa) datang tepat saat upacara, kamu datang tepat waktu, ini tepat sesuai dengan rencana, dengan kata lain, ini adalah upacaranya.

Sekarang, perhatikan latar belakang perayaan tersebut. Tidak ada pakaian khusus, tanpa persiapan, tidak ada semacam antisipasi, tak ada keluarga yang datang merayakan penghargaan.

Situasinya adalah, segala sesuatunya gelap, tidak ada harapan. Anda tersesat di tengah padang pasir. Di sana bahkan tidak ada jalan. Anda mungkin bisa menemukan api, mungkin tidak. Anda dan keluarga berada di ambang kematian.

Namun penghargaan terbesar dan rahmat terbesar telah dianugerahkan kepada Anda. Setelahnya adalah salah satu momen terburuk, tersulit, dan tergelap dalam hidup Anda. Itulah yang terjadi pada Musa ‘alaihisalam.

Yang diajarkan pada kita adalah Allah memiliki caranya sendiri untuk memberikan rahmat-Nya dan kita mungkin tidak mampu melihatnya.

Sesaat yang lalu, hanya sesaat yang lalu Musa ‘alaihisalam tidak bisa membayangkan bahwa ini adalah hari terbaik dalam hidupnya. Tidak terbayangkan olehnya.

Yang ia bayangkan, ini adalah salah satu hari terburuk dalam hidupnya. Ini salah satu hal tersulit yang harus ia lakukan. Karena mengkhawatirkan diri sendiri sudah cukup sulit, ia bahkan mengkhawatirkan seluruh keluarganya.

Di tengah kegelapan, hewan buas mungkin akan muncul di padang pasir. Ia harus meninggalkan mereka dan cuacanya menjadi semakin dingin. Meski ia naik gunung, saat itu tidak ada penerangan, jadi ia harus turun dan berusaha menemukan jalan kembali ke keluarganya. Tidak tersedia jalan yang bisa ia tempuh untuk kembali, ia bisa tersesat dengan mudah. Tidak tersedia jalan beraspal menuju gunung.

Jadi begitu naik ke sana, “Apakah saya turun lewat sini atau lewat sana?

Pikiran ini berlarian di kepalanya. Dan bahkan ditengah-tengah semua tekanan dan keputus-asaan itu, yang diberikan padanya adalah kalimat harapan yang sangat hebat.

Akulah yang telah memilih engkau.

Wa anakhtartukha fastami’ limaa yuuhaa.” (Taha ayat 13)

Maka dengarkanlah apa yang diwahyukan (kepadamu).

Dalam ayat tersebut ada inspirasi menakjubkan untuk semua orang beriman bahwa Allah tidak pernah jauh. Tak peduli betapa kelamnya situasi Anda, betapa situasi itu menimbulkan putus asa, betapa sulitnya bagi Anda dan orang-orang terkasih Anda.

Selama Anda bergantung kepada-Nya, Allah akan memberi Anda cahaya dari arah yang tidak bisa dilihat orang lain dan Dia akan mengubah situasimu dalam sekejap dan itu ada di tangan Allah. Itu semua ada di tangan Allah.

Setiap langkah yang Anda jejakkan menuju gunung, setiap batu yang kamu daki, setiap saat kamu terpeleset dan hampir jatuh dan semakin putus-asa, jangan pikir bahwa semua akan berakhir. Allah akan meringankan kapan pun dan bagaimana pun sesuai kehendak-Nya. Dan pertolongan itu tidak datang dengan cara yang kita bayangkan.

Semoga Allah azza wa jalla menjadikan kita orang-orang yang optimis dan terus mengambil inspirasi dan kekaguman dari buku (Al-Quran) yang luar biasa ini.

Barokalloohu lii wa lakum, Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

English Transcript: https://islamsubtitle.wordpress.com/2017/12/08/allah-is-always-near

Advertisements

One thought on “[Transkrip Indonesia] Allah Selalu Dekat – Amazed by the Quran – Nouman Ali Khan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s