Kulwap SSS (Sharing Santai tapi Serius: Bagaimana Mencegah Diri Dan Anak Kita Dari Kecanduan Pornografi?- Miftahul Hidayah (Teh Pipi)


Kulwap SSS (Sharing Santai tapi Serius: Bagaimana Mencegah Diri Dan Anak Kita Dari Kecanduan Pornografi?

Narasumber: Miftahul Hidayah
Moderator: Irfan Habibie Martanegara
Notulis: Miranti Banyuning Bumi
Hari, tanggal, jam: Sabtu, 5 Agustus 2017, ba’da Isya

Bismillah walhamdulillah walahaula walaquwwata illa billah. Asshalatu wassalamu ala rasulillah. Assalamualaikum man teman. Sebentar lagi kita akan mulai kulwapnya.

Profil Narasumber:

Nama: Miftahul Hidayah
Domisili: Bandung

Aktivitas saat ini:

– IRT
– Founder Gerakan SEMAI2045 (Selamatkan Generasi Emas Indonesia 2045)

Riwayat Pekerjaan:

– YKBH, diamanahi menjadi asisten ibu Elly Risman dan penanggungjawab media YKBH.
– Pengajar di Edu Global School dan Mutiara Bunda Junior High School
Bagaimana Mencegah Diri Dan Anak Kita Dari Kecanduan Pornografi-

Sesi Materi

1. Definisi Pornografi

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, definisi Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.

2. Kenapa orang mengakses pornografi

Sebelumnya saya mohon maaf tidak punya data untuk orang dewasa. Namun, secara umum rasanya tidak jauh berbeda dengan alasan anak-anak, yaitu:

• Tidak sengaja
• Penasaran
• Terpengaruh teman (ada juga yang hingga bentuknya bullying)
• Iseng
• Takut dibilang kurang gaul

Alasan paling banyak ternyata adalah TIDAK SENGAJA. Data YKBH tahun 2016 menunjukkan 70% anak kelas 4, 5, dan 6 SD tidak sengaja mengakses pornografi. Yang karena penasaran 13%, terpengaruh teman 8%, iseng 4%, takut dibilang kurang gaul 1%, lainnya 1%. Hanya 2% saja yang tidak pernah mengakses pornografi.

Jadi, jika anak, adik, ponakan atau siapapun ketahuan mengakses pornografi, jangan dihakimi dulu. Kita perlu tahu bahwa sifat pornografi internet (menurut Mark B Kastleman, survivor dan terapis kecanduan pornografi) adalah 4 A: Aggressive (pebisnis pornografi agresif menjajakan produknya dengan pop-up, iklan banner, dll), Anonymous (hanya dia dan Allah yang tahu apa yang dilihat), Affordable (terjangkau, murah, cukup modal kuota data), dan Accessible (mudah diakses, ada di berbagai bentuk media: iklan, film, games, komik, dll).

3. Apa yang terjadi pada otak orang yang mengakses pornografi?

Pornografi adalah pesan yang mengandung emosi. Jika pornografi dilihat oleh orang yang punya nilai moral yang benar, rasa jijik akan muncul. Terbukti dari hasil riset YKBH, 48% anak merasa jijik ketika mengakses pornografi. Selain jijik, juga kaget (27%).

Sayangnya, bagi otak, pesan yang mengandung emosi akan dikategorikan sebagai emosi jangka panjang. Hal ini yang diinginkan pebisnis pornografi. Memori ini diharapkan menjadi “satu buku perpustakaan porno” di otak seseorang yang bisa diakses orang tersebut kapanpun mereka mau, maupu tanpa mampu mereka kendalikan pop up begitu saja.

Apa yang terjadi pada orang yang mengabaikan “alarm” (rasa jijik) tersebut?

Victor B Cline, professor di bidang psikologi dari Amerika mengatakan, kelak mereka akan mengalami apa yang disebut desensitization atau tidak peka lagi terhadap apa yang dilihatnya.

Awal mulanya, mungkin seseorang hanya melihat iklan sabun. Ia juga masih punya kemampuan untuk memilih mendengarkan alarm atau menghiraukan alarm itu atas nama penasaran.

Jika seseorang memilih untuk melihat lagi dan lagi atas nama penasaran, cairan kimia otak yang bernama dopamine akan dilepaskan oleh pusat kesenangan di otak.

Dopamine ini sifatnya “nagih”, jika kita sudah pernah tau enaknya es krim, besok-besok mau beli eskrim lagi dong. Karena nagih terus, bosen dong sama es krim yang itu-itu terus (ini yang disebut tidak peka lagi), mau coba yang lain dan lebih enak (mengalami ekskalasi level porno). Lalu naik terus yang tadinya puas dengan rasa es krim potong, lama-lama baru terpuaskan oleh Haagendaz.

Lengkapnya bisa dilihat di sini:

Level Haagendaz tiap orang ini bermacam-macam, ada yang sampai terbayang-bayang saja, ada yang masturbasi, ada yang lebih parah dari itu (acting out). Hal ini tergantung kemampuan pengendalian diri seseorang.

Kecepatan proses ini juga bermacam-macam, ada yang sekali lihat, beberapa kali lihat, berbulan, atau bertahun-tahun baru mencapai level Haagendaz.

4. Pornografi Merusak Otak

Berdasarkan penelitian Donald Hilton Jr pada otak orang dewasa yang kecanduan pornografi, terlihat kerusakan struktur otak di bagian yang disebut direkturnya otak, yaitu Prefrontal Cortex (PFC). Letaknya ada di tempat sujud kita (dahi). Lengkapnya di sini:

Mengapa disebut direkturnya otak? Karena bagian inilah yang mengatur nilai dan moral, pusat pertimbangan segala sesuatu (sikap, perilaku, dan konsekuensinya), pusat pengambilan keputusan, pusat pengendalian diri, dan pusat kesadaran diri.

PFC ini juga merupakan bagian otak yang membedakan manusia dengan binatang. Jika Manusia hanya berbeda secara genetic sebanyak 3% dengan simpanse, PFC ini lah salahsatu dari 3% itu.

Bagaimana akibat dari kerusakan direktur ini? Bisa kita jawab sendiri.

Titik terburuk dari kerusakan direktur ini adalah perilaku pedofilia. Orang yang sudah pernah melakukan perilaku pedofilia, akan mengalami kerusakan otak di 5 bagian. Lebih parah dari kerusakan otak orang yang kecanduan narkoba. Inilah mengapa pornografi disebut juga narkolema: narkoba lewat mata.

5. Ada harapan

Ternyata, hasil riset YKBH bersama Pusat Neurosains Uhamka di tahun 2017 ini mengatakan, otak anak yang kecanduan pornografi belum mencapai tahap kerusakan “direktur otak” secara parah.

Catatan: anak yang dites bukan pelaku kejahatan seksual.

Jadi, masih ada harapan kita menolong anak-anak kita. Bagaimana dengan orang dewasa yang sudah kecanduan. Sama, semua masih punya harapan.

Otak memiliki sifat yang disebut neuroplastis. Yaitu kemampuan untuk merestrukturisasi diri. Bahkan, otak sudah mulai merubah strukturnya sepersekian detik setelah seseorang berniat melakukan sesuatu. Dan struktur itu akan terus berubah melalui usaha dan persistensi.

Caranya secara lengkap ada di sini:

6. Bagaimana mencegah diri kita dan anak kita dari kecanduan pornografi?

Yang utama adalah jauhi sebabnya.

Mengapa seseorang mengalami kecanduan terhadap pornografi?

• Sistem nilai dan moral yang lemah dalam diri seseorang ➡ kemampuan mengendalikan diri
• Kondisi batin yang BLAST ➡ Mark B Kastleman mengatakan berdasarkan risetnya pada para klien, orang-orang yang mengalami kecanduan pornografi memiliki tipikal kondisi batin yang sama, yaitu Bored, Lonely, Afraid, Angry, Stress, and Tired. Pornografi menjadi obat karena releasenya dopamine dapat memberikan rasa senang dan tenang (yang semu).

Bagaimana cara meningkatkan kemampuan mengendalikan diri?

Shalat, Puasa, dan Sabar.

3 hal ini secara saintifik meningkatkan kesehatan direkturnya otak (PFC). Sujud dengan cara yang benar bisa menstimulasi PFC. Tentang puasa dan sabar ada di sini:

Bagaimana cara menghindarkan diri kita dari kondisi BLAST?

Secara teknis semua orang punya acara masing-masing, dan di semua cara teknis itu Allah mengajarkan untuk:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. Ar-Ra’du: 28)

Bagaimana cara menghindarikan anak kita dari kondisi BLAST?

▪ Didik anak kita kemampuan mengendalikan diri sejak kecil ➡ lengkapnya di sini:

Poster ini merupakan visualisasi dari siaran #SmartParenting di Radio Smart FM.Edisi 3 Juni 2015 yang di cuit pada http://chirpstory.com/li/269622

Posted by Yayasan Kita dan Buah Hati on Monday, August 10, 2015

▪ Ibu Elly Risman juga merumuskan apa yang disebut 7 Pilar Pengasuhan untuk menghindarkan anak kita dari bencana pornografi:

1. Menjadi Orangtua yang siap ➡ siap dengan semua konsekuensi menjadi orang tua dan setiap tantangan dalam pengasuhan sejak hamil, ketika membersamai anak bertumbuh selalu memiliki kesadaran bahwa anak adalah amanah Allah.
2. Mengokohkan Keterlibatan ayah dalam Pengasuhan
3. Tujuan Pengasuhan Yang Jelas
4. Komunikasi Baik, Benar, dan Menyenangkan
5. Penanaman Nilai Agama oleh Kedua Orangtua
6. Persiapan Masa Baligh
7. Bijak berteknologi

Ini panjang lagi kalo diurai euy.. ini aja udah 3 halaman HVS XD

Segini dulu aja yaa.. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Silakan dibaca dan direnungi dulu.

Sesi Diskusi

Bunda baby happy: Saya mau tanya.. kalo kasusnya ada orang dewasa yg udah kecanduan pornografi gt.. trus bertobat.. tp masih suka kebayang2 gt.. gimana ya cara menanggulanginya

Miftahul: Alhamdulillah jika yang bersangkutan sudah ada kesadaran untuk menyembuhkan diri, insyaAllah bersamaan dengan upayanya, Allah juga membantu merestrukturisasi otak beliau dengan kekuatanNya.

Mungkin yang pertama perlu diketahui pendamping adalah betapa menderitanya para pecandu itu. Ada yang mengalami depresi karena pop-up gambar di kepalanya tidak bisa ia hentikan. Maka, sebagai pendamping, sangat penting baginya dukungan kita setulus hati.

Biasanya pendampingnya juga butuh pendamping yang menguatkan, karena selain pecandu itu sendiri, pendamping juga secara psikis lelah dan butuh saluran emosi.

Cara menanggulanginya secara umum ada di video yang saya berikan, prinsipnya sama saja. Mungkin saya beri tambahan yang belum tercakup disana yang diajarkan Mark B Kastleman pada kliennya:

1. Face it –> Bantu beliau menghadapi masalahnya. Salah satu yang diajarkan Mark B Kastleman adalah dengan memposisikan klien sebagai hero yang perlu menyelamatkan orang yang paling dicintainya. Ketika gambar porno tiba2 pop-up, besar sekali godaan untuk melihat sekali saja. Untuk mempertahankan diri, analogikan godaan untuk melihat itu dengan perjuangan menyelamatkan orang tersayang.

Jika kalah dan tergoda, sama dengan merelakan orang tercinta tak terselamatkan. Yang paling dicintai boleh juga bukan orang, tapi Allah. Allah tentu sedih sekali hambaNya kalah oleh kemaksiatan. Kalo di kliennya Mark, karena ga semua beragama, biasanya ibu, istri, anak, dll.

2. Replace it –> Gantikan. Ketika gambar porno pop-up, langsung gantikan gambar itu dengan gambar-gambar yang disukai, misal pemandangan, wajah istri, wajah anak, dll. Gantikan juga kegiatan yang biasanya terbuang sia-sia untuk pornografi tersebut dengan kegiatan yang produktif.

3. Connect –> Biasanya pop-up porno itu muncul ketika seseorang sedang BLAST (bored, lonely, afraid, angry, stress, tired) atau pikirannya sedang kosong. Maka, menjalin hubungan dengan orang lain akan membantu. Misalnya, ketika pop-up langsung menyapa teman di friendlist WA. Mungkin di Indo tabu untuk melakukan terapi berkelompok. Kalo di Amerika, anggota group therapy ini sangat membantu.

4. Last but not least adalah taubat. Perkuat penghayatan tentang keberadaan Allah melalui shalat, puasa, sedekah, tilawah, dan berbuat baik kepada sesama. Proses penyembuhan adiksi pornografi ini bervariasi setiap orang. Mark pernah bilang (untuk kasus dirinya pribadi), lama waktu penyembuhan biasanya sama dengan lama waktu ia mengalami adiksi. Mark adiksi 20 tahun dan ia menyembuhkan dirinya selama 20 tahun hingga benar-benar bersih. Mungkin itu dulu Bunda

Miranti: Sya punya anak didik yg kalo dilihat dri tingkah lakunya termasuk pecandu pornografi😭. Apa2 selalu kebayang ke sana (apalagi kemaren kelas 5 kita lagi belajar human body, buku2 literatur yg kami gunakan jadi pasti ada gambar tubuh manusia), dia jadi ketawa2/senyum2 sendiri sambil ngebisikin temennya ttg yg dia bayangkan…

Bagaimana ya teh, peran guru untuk mengurangi bahkan menghilangkan kecanduannya, karena setau sya dri guru kelasnya rules dia di rumah loss banget, ga ada batasan untuk menggunakan gadget di rumahnya dan sepertinya itu sumber utama dia terekspos pornografi.

Rahmi: I feel you teh Miranti

Miftahul: Teh Miranti, anak kelas 5 itu sudah mulai pre-aqil baligh ya.. rasa ingin tahunya sangat besar terkait seks. Jadi, kita sebagai teman belajar anak-anak tenangkan diri dulu. Kita mulai dengan menjadi sahabat yang paling terpercaya. Caranya sederhana: baca bahasa tubuh anak, sapa perasaannya, mendengar aktif ketika dia terbuka. Kalo dia udah bisa curhat soal siapa yang sedang ditaksir, itu artinya kita bisa memberi pengaruh lebih dalam. Kita bisa arahkan rasa ingin tahunya di jalan yang benar. Bisa masuk secara saintifik dulu, baru diakhir diikat dengan nilai agama yang anak anut.

Terkait peran guru, karena saya juga pernah jadi guru, saya kebayang banget perasaan teteh, apalagi teteh guru bageur yang perhatian dan penyayang. Namun, satu pesan saya: sadari peran kita, kita hanyalah pendidik di sekolah. jadi jangan semua tanggungjawab diambil sama kita karena kita hopeless sama ortunya. Saya pernah ngalamin ini untuk kasus yang sama parah, namun karena saya terlalu banyak ambil porsi tanggungjawab, ortunya malah jadi nyerahin ke guru. Lagi pula. yang bertanggungjawab dunia akhirat adalah ortunya.

Bisa mulai ngobrol sama kepala sekolah, biar kepsek yang ketemu muka sama ortu dan menjelaskan duduk masalahnya secara adil. Sekolah bisa ambil porsi di kebijakan penggunaan gadget di area sekolah. Namun, hati-hati juga saat bicara pada ortu. Pastikan mereka tidak merespon informasi dengan marah sama anak. Ini bisa jadi awal bencana. Karena yang pertama perlu dibangun adalah kedekatan hubungan anak dan ortu agar mereka bisa kerjasama menyelesaikan masalah.

Btw, teman saya, Mumu namanya, punya Kakatu. Apa ya kakatu ini, rada kompleks XD. Jadi kakatu ini semacam sistem pengelolaan jaringan informasi di sekolah yang menghubungkan anak, ortu, dan guru. Selain itu, kakatu bisa mengumpulkan data apa saja yang anak lakukan dengan gadgetnya, jam berapa saja ia gunakan gadgetnya, dan bagaimana interaksi anak dengan teman-temannya (sharing apa aja, ngobrol apa aja dll). Ini malah jadi endorse ya, XD

Fyi, dari data2 kakatu, ternyata anak-anak SD sudah canggih browsing cara menghapus history di gadget, cara unlock situs2 yang sudah dibanned pemerintah, bahkan bikin tutorial membuka pin kakatu. Anak kita puiterrrrr jauhhhh… kitanya masih dimana XD

Miranti: Teh Miftahul (boleh ikutan manggil teh Pipi jug? ☺), masha Allah jazakillah khairan katsiran saran2 dan pesan2nyaa😍👍. Insya Allah nnti dicoba ya teh… Ini materinya padet berisi banget, aku baru beres ngescroll, hehe… Oooh iya teteh pernah ngajar di SMP mutbun ya☺, aku sekarang diamanahi ngajar di SDnya teh… Iyaa bener banget teh, anak2 skrg pararinterrr, gurunya harus bisa mengimbangi biar ga ketinggalan info dan mengarahkan… Ohiya kakatu, kalo ga salah waktu itu kak mumu pernah diundang ke mutbun buat narsum ke anak2 teh

Esal: Ini juga agak nyambung, apa saja ciri” dari yang sudah masuk dalam kategori kecanduan, sama bagaimana dampaknya terhadap lingkungan??

Miftahul: Sebetulnya susah mendefinisikan ciri-ciri orang yang kecanduan secara tepat. Ini juga yang membuat SEMAI2045 menyembunyikan video ciri-ciri pecandu dari youtube. Bu Elly pernah merumuskan berdasarkan pengamatannya dari ruang praktek dan hasilnya seperti berikut:

1. Bila ditegur dan dibatasi penggunaan smartphone atau laptopnya akan marah, melawan, berkata kasar bahkan keji

Pecandu pornografi akan merasa sangat lekat dengan gadgetnya. Ia merasa gelisah ketika harus terpisah dari sumber kesenangannya. Kegelisahan ini akan berubah menjadi amarah dan perlawanan ketika ia melihat dirinya dengan sengaja dibatasi kelekatannya dengan gadgetnya

2. Mulai impulsif, berbohong, jorok, moody

Pecandu pornografi menjadi semakin tidak terhubung dengan lingkungan di dunia nyata. Pikirannya selalu dikuasai oleh khayalan porno yang muncul kapan saja. Ia mulai impulsif dan tidak dapat mengatur emosi dirinya. Ia tidak segan berbohong ketika ia terusik ruang privasinya. Ia tidak sempat mengelola dirinya, ia hanya fokus pada gadget sepanjang hari.

3. Malu tidak pada tempatnya

Pecandu pornografi memiliki sesuatu yang ia sembunyikan dari orang lain. Ia akan merasa sangat tidak nyaman ketika harus berkumpul dengan orang banyak dan lebih suka duduk di sudut ruangan dengan gadget atau mengunci diri di kamar.

4. Sulit berkonsentrasi

Pecandu pornografi sulit konsentrasi karena ia selalu terbayang-bayang gambar porno yang ia lihat maupun gambar porno yang otaknya ciptakan sendiri sebagai khayalan porno

5. Jika bicara menghindari kontak mata

Mata yang berdosa secara alami tidak tahan menatap mata orang lain. Ia menyembunyikan dosa yang secara alam bawah sadar takut terbaca oleh orang lain.

6. Menyalahkan orang

Pecandu pornografi kehilangan kontrol diri dan penilaian atas perbuatan salah dan benar karena bagian otak yang mengatur nilai tidak berfungsi seharusnya. Dalam kacamatanya, semua yang dilakukannya selalu benar dan oranglain yang salah

7. Secara emosional menutup diri

Pecandu pornografi cenderung menutup diri pada orang yang bukan dari golongannya. Pada dasarnya, otak bawah sadarnya mengerti bahwa pornografi adalah hal yang merusak. Namun, sensasi yang ia peroleh dari pornografi dirasa membuatnya lebih baik ketika ia sedang mengalami kebosanan, kesepian, kemarahan, lelah, dan tertekan. Pornografi menjadi penghibur setia sehingga ia tidak lagi butuh penghiburan dari orang lain.

8. Prestasi akademis menurun

Akibat konsentrasinya yang menurun, tidak fokus pada dunia nyata dan sibuk dengan khayalan pornonya, pelajaran yang ia terima di sekolah menjadi tidak ada yang ia terima.

9. Main dengan kelompok tertentu saja

Pecandu pornografi biasanya saling bertukar info dan sumber gambar. Mereka biasanya juga berasal dari anak-anak dengan latar belakang masalah-emosi-berkaitan-dengan-keluarga yang sama. Mereka merasa senasib sepenanggungan dan merasa saling mengerti dan saling berbagi rasa

10. Hilang empati, yang diminta harus diperoleh

Pecandu pornografi kehilangan kemampuan untuk menahan diri dari keinginan karena bagian otak yang mengatur hal ini sudah rusak. Akibatnya, ia bermental instan dan menjadi pemaksa.

Namun, karena ini pengamatan dari kasus-kasus klinik, memang kelihatannya perilaku buruk semua. Ada juga yang secara sosial dan perilaku tetap baik. Saya pernah dicurhati oleh teman yang suaminya kecanduan, padahal tahajudnya rajin, gemar berdakwah dan menjadi narasumber ceramah, dsb.

Esal: Kalau dari pembahasan saya melihat pornografi itu siklus kebiasaannya timbul karena Pemantik, lalu ke Perbuatan, kemudian timbul merasa kepuasan..

Sekali pemantik, maka perbuatan tersebut bisa berjalan otomatis tanpa perlu berpikir.. Setelah perbuatan selesai maka akan muncul kepuasan..

Yang seperti itukan timbul sudah seperti habit yaa..

Yang mau saya tanyakan apakah siklus otomatis itu bisa dicegah dan bagaimana mengobatinya bila memang sama seperti itu kasusnya (yang kasusnya sudah otomatis)??

Miftahul: Bagaimana mengobati secara mandiri ada di video yang saya share dan jawaban untuk pertanyaan sebelumnya. Perlu juga mengetahui kemampuan diri, jika cara-cara yang saya share belum menunjukkan hasil (terus-terusan relapse), bantuan profesional mungkin bisa mulai dipertimbangkan.

Mengenai siklus otomatis apakah bisa dicegah, pencegahannya juga ada di video dan di poin terakhir materi, yaitu hindari BLAST. Memang sangat perlu elaborasi terutama tentang 7 pilar pengasuhan.

Penyebab BLAST paling tinggi adalah cara kita berkomunikasi dan beban berat kurikulum. Maka, cara mematikan pemantik adalah berkomunikasi yang benar (sesuai petunjuk alquran), baik (sesuai cara kerja otak), dan menyenangkan. Jangan sampai kita melakukan bully verbal dan emosi dari kata-kata dan sikap2 kita. lalu, dari poin 7: Bijak berteknologi.

Kita udah tau belum ya batasan waktu seseorang di depan layar di setiap tahapan umur? Menghadapi orang yang kecanduan tidak bisa langsung “hapenya disita!”. Ya bisa aja sih, cuman nanti hubungannya jadi ga bagus. Kalo hubungan ga bagus gimana bisa bantu. Pelan-pelan mulai dari pembatasan durasi pemakaian. Karena pemantiknya kan gadget dan internet.

Viyanti: Pada usia berapakah rata-rata seorang anak memahami/secara nalar dan terstimulasi ketika ia terpapar pornografi yg bisa jadi tanpa sengaja dilihat?

Miftahul: unfortunately, stimulasi seksual tidak perlu nalar. YKBH bbrp kali mendapat kiriman video anak usia 3-5 tahun memperagakan hubungan seksual karena diajari lewat video. Hanya perlu mata dan gadget untuk menyalakan tombol aktivitas seksual.

Tidak sedikit anak yang tombol seksnya “nyala” karena tidak sengaja melihat orangtuanya jima’. Ini lah mengapa Allah mengatur 3 waktu pintu kamar ortu di ketuk.

Secara neurosains, otak anak mulai merekam memori jangka panjang mulai usia 2.5-3 tahun. Di usia ini, anak juga sudah pandai berpura-pura. Jadi, saat tidak sengaja melihat ortinya jima’ sebetulnya dia bangun, tapi pura-pura tidur. Direkomendasikan usia 3 tahun sudah pisah kamar dengan ortu.

Ario: Kalau dari saya, saya ingin bilang kalau industri pornografi itu industri yang sangat jahat.

Miftahul: Yup

Almahira: Ngeri ya… Bagaimana cara kita mengontrol lingkungan? Teman2 sekolah anak?

Usia berapa kita bsa rada tenang lepas anak kecil utk bisa bergaul dgn bertanggung jawab? Mengingat jaman skrg mah lbh ngeri dr kondisi 10 thn lalu.

Wkt dl saya siaran malam, ada yg cerita krn saking kecanduannya, dia blm bsa tidur kalau kecuali nonton bokep dl dan masturbasi. 😦

Miftahul: It takes a village to raise a child yaa.. Sayangnya kita hanya bisa mewarnai. bukan mengontrol. Forum guru atau POMG bisa jadi kanal edukasi dari yang duluan paham ke yang belum paham. Misalnya, kita dapat broadcast materi parenting atau lagu anak yang kontennya bagus dan sumbernya valid, kita bisa ajak guru untuk praktek juga di sekolah. SEMAI2045 sedang kampanye tentang “Aku dan Diriku Berharga” lhoo.. #iklan

Tentang kapan kita mulai tenang melepas anak dalam bergaul secara bertanggung jawab, kalo bu Elly Risman mengajarkan prinsip “V of Love”. coba kita bentuk huruf V dengan jari telunjuk dan jari tengah. Jari tengah adalah aturan dan batasan, jari tengah adalah cinta dan kasih sayang.

Di dasar jari, ruang antara jari tengah dan jari telunjuk sempit bukan? itulah masa anak-anak kurang dari 7 tahun. aturan dan batasan ketat, cinta dan kasih sayang jorjoran diberikan. Lho kok ketat di awal? Iya, kita sedang membuat sambungan saraf di otak anak. sambungan ini kelak akan menjadi kenangan dan kebiasaan.

Wait.. bukankah usia 0-7 tahun adalah usia anak sebagai raja? Ya betul.. raja itu disayangi, bukan dibiarkan. Ketika ia mulai melenceng, dewan penasehat mengingatkan aturan dan batasan yang berlaku di kerajaa. Raja itu dimuliakan, jadi pastikan anak kita melakukan hal-hal mulia saja.

Aturan dan batasan bisa mulai diterapkan sejak usia 2.5-3 tahun, yaitu masa dimana direkturnya otak memiliki sambungan 300 kali lebih banyak daripada otak orang dewasa. mana yang boleh mana yang tidak, mana yang benar mana yang salah, harus jelas.

Usia 2.5 tahun juga anak sudah bisa mulai diberi tanggungjawab sederhana, seperti membereskan mainannya sendiri, menyiram tanaman, memberi makan hewan peliharaan, dll. aktivitas melatih kemandirian ini adalah modal utama perkembangan PFC (direkturnya otak).

Jika anak kehilangan masa ini, mulai usia 7 tahun sambungan PFC secara alamiah dibabat habis-habisan hanya menyisakan yang dalam keseharian menjadi kebiasaan. Dan mulai usia 7 tahun (nyambung ya dengan hadist Nabi saw), adalah masa latihan yaitu menguatkan sambungan yang tersisa.

Kenangan dan kebiasaan di usia 7 tahun ini lah yang diharapkan menjadi modal anak telah mandiri dan bertanggungjawab. Nalarnya baik, kritis, dan menjadi anak tangguh. Yang membuat nabi Yusuf bisa menolak rayuan istri al aziz adalah kenangannya dengan sang ayah yang begitu kuat. Allah tampakkan wajah ayahnya ketika godaan itu tak terelakkan.

Bu Elly menargetkan usia 8 tahun, anak sudah bisa dilepas dengan modal kritis, mandiri, dan bertanggungjawab. Kalo di semai2045 nyebutnya jadi anak TOUGH. Cirinya, kita sudah tenang ninggalin dia sendirian di rumah selama kita haji (which is 2-3 minggu).

Balik ke V of Love, makin besar usia anak, jarak antara jari tengah dan telunjuk makin longgar. Itu analogi aturan dan batasan makin longgar, kasih sayang bentuknya makin variatif, anak juga udah ga mau diuyel2 kan. Aturan dan batasan makin longgar karena di 7 tahun pertama kita udah dapet target tadi. terus makin ke atas posisi anak semakin setara dengan orangtua secara nalar.

Ario: Iya jaman dahulu akses pornografi susah, sekarang dengan internet semua mudah.

Genis: Jaman dulu lngsung pelakunya 🙊 eh cb deh flashback film2 jmn dulu yg biarpun sedikit tp nggambarin anak disko, kumpul kebo atau fenomena dulu tuh si manis jembatan ancol… Yg sexy. Atau kynya ustad nouman prnh blng bollywood thn 50an lbh parah.. 🙈 tp ga prnh cari tahu sih sbrp parah. Maaf interupsi

Elma: Teman teman yang bertanya dan menanggapi, mohon dilihat dulu link video video yang Pipi kasih.

Beneran video video itu semua informatif banget. Padat isinya. Ga lama kok videonya, tapi menjawab sebagian besar pertanyaan teman teman.

Miranti: Makasiih teh elma sudah diingatkan☺.

Iya tadi baru baca, belum sempet nonton videonya…

Jadi mau kasih saran, gimana kalo SSS yg materinya ada video dikasih jeda lebih panjang untuk nonton video dan mencernanya dulu

Fanni: Boleh saya minta link atau pdf paper dari Donald Hamilton Jr. Ini teh?

Miftahul:

mangga teh.. ini speechnya yang terbaru.

Elma:

Izin menambahkan supaya tambah nyambung dengan konteks komunitas NAK ID 😬.

Ust Nouman Ali Khan juga pernah secara khusus bahas pornografi, dan sudah ada subtitle bahasa Indonesianya di YouTube NAK Indonesia. Sejalan dengan yang Bu Elly Risman sampaikan dan Pipi sampaikan disini.

Judul aslinya Porn Will Violate Your Soul.

Dewi: Kalau sdh terlanjur, bgmn menyikapi anak yg suka pornografi? Awalnya sekitar kls 3 SD,anak perempuan ini melihat ortunya sdg jima’. Seiring waktu berjalan, dia dapat akses ke pornografi. Lalu ortunya tau. Ortunya hrs bagaimana menyikapi ini krn kedua ortu tidak bisa selalu mendampingi anak ini

Miftahul: ada di video ya tehhh hehehe yang langkah menjadi terapis. btw, saya jadi pengen cerita soal ortu yang sulit mendampingi. Terapi adiksi pornografi di YKBH tuh kemaren2 gratis, saya ga tau kalo sekarang, kayaknya masih gratis juga. Namun jarang klien yang komitmen menjalankan terapi karena kesibukan ortu.

Di situasi genting sebenernya skala prioritas jadi penting, urusan ortu atau urusan anak. sebaiknya kalo dua2nya sibuk, ada satu yang ngalah. alasannya sederhana, kita ga tau umur. takutnya keburu harus bertanggungjawab sama Allah atas amanahNya. a ga tau ortunya duluan atau anaknya duluan.

Miftahul: udah semua ya, Alhamdulillah..

Saya mohon maaf kalo ada kekurangan yaa.. kita sama2 berdoa semoga Allah selalu melindungi kita semua dari segala jenis ancaman zaman. Setiap zaman ada ancamannya. Zamannya Nabi Ibrahim ancamannya Namrud, Nabi Luth ancamannya LGBT, zamannya umat nabi Muhammad akumulasi semua ancaman nabi2 sebelumnya, ya Allah..

Selamat istirahat semua, mudah2an berkah diskusinya malam ini. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Irfan: Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Teh Miftahul sudah menyempatkan memberi kulwap di sini.

Ini materi yang penting bagi kita semua apalagi di saat di luar sana sangat merusak dan ga peduli dengan perkembangan generasi mendatang.

Jangan lupa tutup dengan doa akhir majelis.

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

Wassalamu warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

One thought on “Kulwap SSS (Sharing Santai tapi Serius: Bagaimana Mencegah Diri Dan Anak Kita Dari Kecanduan Pornografi?- Miftahul Hidayah (Teh Pipi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s