Bagaimana Seharusnya Sikap Orang Beriman Terhadap Sesamanya Menurut Al-Qur’an? – Nouman Ali Khan

Bagaimana seharusnya sikap orang beriman terhadap sesamanya menurut Al-Qur’an?

Dengan kedatangan bulan Ramadan yang lebih cepat dari yang kita semua sadari, saya pikir ada baiknya untuk menulis ulasan singkat tentang menghormati dan mencintai sesama kendati pun ada perbedaan di antara kita. Sikap orang yang beriman terhadap sesamanya dijelaskan dalam beberapa frasa di dalam Al-Qur’an seperti:

(رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ) (QS. Al-Fath: 29)

Mencintai dan peduli terhadap sesama.

(أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ) (QS. Al-Maidah: 54)

Rendah hati dan tidak berbangga dalam bergaul dengan orang beriman yang lain.

(إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ) (QS. Al-Hujurat: 10)

Bahwa mereka (orang yang beriman) tak lain adalah sekelompok saudara.

(وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ) (QS. Al-Hashr: 9)

Bahwa mereka mendahulukan yang lain dari diri mereka sendiri meski mereka sendiri kelaparan.

(فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا) (QS. Ali Imran: 103)

Bahwa Dia (Allah azza wa jalla) menyebabkan rasa cinta yang besar tumbuh di dalam hati kalian lalu kalian semua menjelma menjadi saudara hanya karena rahmat dan karuniaNya.

Tentang Ghill

Mereka yang beriman juga digambarkan juga memanjatkan doa yang akan melanggengkan persaudaraan tersebut. Saya kutipkan sebagian dari doa tersebut bagi Anda:

(وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا) (QS. Al-Hashr: 10)

Jangan biarkan ‘ghill’ bersemi di dalam hati kita, bagi mereka yang beriman.

Istilah Arab (غل) (ghill) memiliki sejumlah implikasi termasuk:

(شدة العطش والحرارة)

Rasa haus dan terbakar yang bersangatan.

Mereka berkata (أغل إبله أساء سقيها فصدرت ولم ترو)

Bahwa si anu dan si anu melakukan ‘ghill’ kepada untanya; artinya tidak memenuhi dahaganya dan unta tersebut masih disuruh bekerja di padang pasir tanpa dipenuhi kebutuhannya.

Ada dua makna kiasan dari gambaran tersebut kepada seseorang, tergantung kepada morfologi kata yang digunakan:

a. (شدة الحسد والحزن والحقد والضغن)

Rasa terbakar yang bersangatan karena kecemburuan, kesedihan (karena seseorang), kebencian, kedengkian, dan dendam.

b. (الغش والخيانة)

Berlaku curang, tidak setia, dan tidak jujur.

Kedua hal tersebut kemungkinan berakar dari gambaran populer mengenai unta di kalangan Arab, dan Allah Maha Tahu yang sebenarnya. Tuannya mencurangi dan menyiksanya, padahal dia sudah melayani semua kebutuhannya. Tentunya unta tersebut merasakan panas dan haus yang hebat yang menggerogotinya dari dalam.

Di dalam Al-Qur’an mereka yang beriman memohon kepada Allah untuk menghindarkan mereka dari perasaan tersebut terhadap sesamanya. Semoga Dia menggolongkan kita kedalam golongan orang-orang yang hatinya selalu bersih dari ‘ghill‘.

Bagaimana kenyataannya?

Ada orang-orang yang memperoleh manfaat dari pekerjaan saya dan mereka yang lain yang kontribusinya jauh lebih besar dan lebih berharga. Saya menyaksikan perubahan yang dirasakan orang-orang di dalam kehidupannya dan cinta serta ketulusan yang mereka miliki terhadap orang-orang seperti saya meskipun belum pernah bertemu dengan saya.

Saya berjumpa dengan orang-orang seperti itu pada suatu acara atau di jalanan dan memperoleh doa dari mereka. Saya diberi kartu dan karya seni yang digambar dengan penuh sayang oleh anak-anak yang cantik yang susah percaya bahwa saya bisa muncul dari layar ke dunia nyata.

Saya yakin mereka yang berada dalam posisi saya sudah merasakan sikap yang penuh kasih sayang dari ummah kita yang dirahmati ini. Saya telah berjumpa cendekia, da’i, dan aktivis yang cinta dan pengabdiannya kepada din terpancar dari dirinya, sehingga hanya berada di dekatnya pun sudah memberi inspirasi. Ini adalah hadiah dari Allah kepada ummah kita dan semoga Allah melindungi dan memelihara mereka selalu.

Namun di sisi lain saya menyaksikan keburukan dalam ummah ini dari sudut pandang yang jelas dan khusus. Saya melihat hasrat untuk menilai begitu cepat, membuat asumsi terburuk, mengklaim tanpa memahami fakta, menyambar setiap kesempatan untuk menemukan kesalahan orang lain, bicara begitu mudah dan santai tentang keburukan orang lain bagaikan mencabik kehormatannya menjadi serpihan seraya mengunyah makanan, menyingkirkan dan memutuskan hubungan, menyatakan kafir, menyimpang, munafik, korup dan banyak lagi.

Saya sudah melihat cukup banyak sehingga saya bisa memahami perasaan mereka yang berusaha melakukan sesuatu yang baik untuk komunitasnya pada akhirnya menyerah dan berkata, “Saya tidak mampu menerima semua ini lagi, saya tak mau terlibat dengan hal ini lagi.

Saya sudah bertemu dengan para aktivis dan pekerja Islami di seluruh dunia yang menanyakan pertanyaan menyakitkan ini kepada saya, “Bagaimana bisa Anda berhubungan dengan para Muslim dan tetap bertahan hingga sekarang?

Bagaimana dengan sikap saya sendiri?

Sebelum melanjutkan lebih jauh, saya ingin mengklarifikasi bahwa tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai tanggapan miring terhadap seorang pun, saya bersumpah demi Allah. Tapi ini dimaksudkan untuk membela beberapa orang.

Saya sudah bertemu dengan Dr. Zakir Naik. Saya mencintai dan menghormati beliau. Saya sudah bertemu Dr. Farhat Hashmi dan saya juga mencintai dan menghormati beliau. Saya bersua Javed Ghamdi Sahib dan saya menyayangi dan menghormati beliau. Saya juga bersua dengan Maulana Tariq Jamil dan saya menyayangi dan menghormati beliau. Saya merasa terhormat bisa bertemu dengan orang-orang seperti Shaikh Hamza Yusuf, Dr. Yasir Qadhi, Mufti Menk, Dr. Tariq Ramadan… daftarnya semakin panjang.

Saya juga memiliki rasa cinta dan hormat kepada individu yang luar biasa ini, baik mereka yang saya sebut dan tidak saya sebut. Sejujurnya bisa saya katakan bahwa saya tidak sependapat dengan masing-masing dari mereka terhadap satu atau lain hal, dan terkadang perbedaan tersebut cukup tajam. Namun hal ini tidak berarti menghilangkan cinta dan hormat saya kepada mereka.

Jika mereka meminta bantuan saya, saya akan berdiri disamping mereka karena mereka hamba Allah yang tulus. Meskipun saya tidak bisa sepakat dengan mereka dalam semua hal bahkan terkadang tentang hal-hal yang mendasar, kenyataan bahwa mereka adalah keluarga saya tidak akan tergoyahkan. Saya akan mendiskusikannya dengan mereka secara terbuka, tidak setuju dengan mereka, memuji karya mereka, dan berdoa bagi mereka sebagaimana saya mengharapkan doa dari mereka bagi diri saya.

Adalah video Shaikh Hamza Yusuf di era 90-an yang saya tonton dan membuat saya berpikir pertama kalinya; seandainya saya paham Bahasa Arab. Video beliau membuat saya tertawa, menangis, dan mencintai Islam. Sebagai akibatnya saya mulai sholat kembali secara teratur. Saya percaya bahwa tidak satu doa pun yang saya lantunkan tanpa beliau memperoleh sadaqah jariahnya.

Dr. Yasir Qadhi, saya merasa beliau seperti abang saya. Saya belajar dari beliau, saya kagumi pekerjaan beliau yang teliti dan berstandar tinggi. Saya terpesona dengan kejeniusannya dan saya sangat percaya bahwa beliau adalah aset yang sangat berharga bagi ummah.

Saya berjam-jam mendengarkan Dr Farhat Hashmi, Maulana Tariq dan Javed Ghamdi Sahib. Masing-masing mereka sangat banyak memberi manfaat yang unik bagi saya. Saya sepenuh hati mencintai Mufti Menk. Dia sungguh merupakan manusia paling keren yang saya kenal dan hadiah khusus yang diberikannya bagi saya, saya berhutang kepada beliau selamanya.

Saya tidak malu mengakui bahwa saya memperoleh manfaat dari mereka dan banyak orang-orang hebat lainnya. Beberapa orang berpikir bahwa ini berarti saya sepenuhnya menyetujui semua yang telah mereka katakan dan mereka menyetujui semua yang pernah saya katakan.

Kebodohan ini harus dihentikan. Berdiri di sisi seseorang bukan merupakan generalisasi tentang menyetujui semua pendapat mereka. Saya pernah belajar dari dosen saya di kampus yang non Muslim. Saya belajar dari akademisi barat tentang menulis tulisan ilmiah tentang Al-Qur’an.

Sebagai ummah kita harus berkembang dan menyadari bahwa ilmu pengetahuan dan manfaat hanya bisa diperoleh jika kita bersikap menghargai, kritis, ingin tahu, tulus, dan transparan dalam belajar. Saya akan terus bertanya tanpa ragu, mengkritisi tanpa mempermalukan, dan mengambil manfaat tanpa kekhawatiran akan ‘menyetujui’.

Namun satu hal…. Anda tidak akan mengetahui sedikit pun tentang kritikan atau ketidaksetujuan saya karena itu adalah bagian dari perjalanan saya pribadi sebagai seorang murid dan hal itu sangat berbeda dengan kapasitas saya sebagai seorang guru.

Sekelompok orang menjadikan perbedaan pendapat di antara figur publik menjadi semacam permainan olahraga. Saya tidak akan memainkan tersebut. Saya akan berbicara secara terbuka tentang apa yang saya rasa lebih berharga yakni ayat-ayat Allah, dibandingkan dengan apa yang saya setujui atau tidak dari orang lain.

Saya dengan tim berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik kami untuk mempelajari Al-Qur’an. Saya berusaha mengajarkan apa yang saya ketahui sebaik-baiknya. Anda bebas untuk tidak setuju dengan apa yang saya katakan. Pada akhirnya ini kembali kepada usaha manusia untuk memahami ayat-ayat Allah dengan lebih baik.

Saya berdoa agar Allah menghitung setiap usaha itu sebagai sebuah keikhlasan. Ambillah yang baik dari orang-orang dan tinggalkan yang tidak Anda yakini. Jika Anda ingin menjadikannya menjadi semacam perang agama untuk menyelamatkan ummah dari kesalahan a, b, c, silahkan saja. Kami yang lain memiliki hal yang lebih penting untuk dilakukan di dalam hidup kami seperti menyembah Allah dan mempelajari sesuatu yang bermanfaat.

Saya ingat pepatah tua Arab yang berbunyi:

(من طلب أخا بلا عيب بقي بلا أخ)

Siapa yang mencari seorang saudara tanpa cacat akhirnya akan sendirian tanpa saudara.

Saya setujui pesan ini. Oke, selamat berpisah.

Advertisements

2 thoughts on “Bagaimana Seharusnya Sikap Orang Beriman Terhadap Sesamanya Menurut Al-Qur’an? – Nouman Ali Khan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s