[MFA] #29 – Jangan Ikuti Arogansi Syaithon

Allah SWT tak henti-hentinya mengingatkan manusia akan tipu daya dan kejahatan syaithon. Berkaitan dengan itu, di edisi spesial hari terakhir di bulan Ramadhan 1438 H kali ini, saya ingin mencoba membahas sebuah surah di dalam Al Quran yang merupakan perintah Allah kepada manusia untuk berlindung kepada-Nya dari kejahatan syaithon. Surah yang akan saya bahas adalah Surah An-Naas.

Saya akan menjabarkan beberapa hal yang disampaikan oleh Ustadz Nouman Ali Khan, berkaitan dengan surah ini.

  1. Di dalam Surah An-Naas, Allah SWT menyebut diri-Nya dalam 3 nama, yaitu Robbin Naas (Tuhannya Manusia), Malikin Naas (Penguasa Manusia), dan Ilahin Naas (Sesembahan Manusia). Tiga nama ini adalah sifat mutlak Allah SWT yang hanya Dia sendiri yang memiliki. Dialah satu-satunya Zat Yang Maha Memiliki dan Maha Menguasai manusia.
  1. Di dalam Al-Quran, Allah bercerita tentang Fir’aun yang berusaha mengaitkan ketiga nama Allah SWT untuk dirinya. Pertama, dalam surah An-Nazi’at ayat 24, “(seraya) berkata: Akulah tuhan-mu yang paling tinggi”. Kedua, dalam surah Az-Zukhruf ayat 51, “Dan Fir’aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: ‘Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?”. Dan ketiga, dalam surah Al-Qashash ayat 38, “Dan berkata Fir’aun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui sesembahan bagimu selain aku…”
  1. Dari ketiga ayat tersebut, Allah SWT menceritakan kepada kita bahwa Fir’aun mengakui dirinya sebagai Tuhan, sebagai penguasa, dan sebagai sesembahan (zat yang layak disembah). Namun, Allah SWT mengingatkan kembali kepada kita dalam Surah An-Naas, bahwa secara tidak sadar, kita bisa saja mengikuti apa yang dilakukan oleh Fir’aun apabila kita tidak memohon perlindungan dari Allah. Sifat paling dominan yang dimiliki syaithon adalah arogan atau sombong/angkuh. Dan sifat ini akan ditanamkan oleh syaithon ke dalam dada (hati) manusia apabila manusia tidak menjadikan Allah sebagai pelindungnya. Contoh nyata arogansi syaithon pada manusia adalah Fir’aun.
  1. Di zaman sekarang ini mungkin kita tidak lagi menemukan orang yang terang-terangan menganggap dirinya sebagai Tuhan seperti Fir’aun. Namun, secara tidak sadar, justru kita menemukan bahwa masing-masing manusia telah menganggap diri mereka sendiri sebagai Tuhan. Misalnya dengan memuji dan membangga-banggakan diri sendiri, “Sayalah yang paling hebat, yang lain tidak ada apa-apanya. Saya punya rumah megah, saya punya mobil mewah, saya punya harta berlimpah”. Lalu, mereka menjadikan hawa nafsu mereka sebagai ‘ilah/sesembahan’ (Surah Al-Jatsiyah ayat 23).
  1. Ayat pertama surah An-Naas meruntuhkan ego dan arogansi manusia. Dengan mengakui bahwa kita sangat membutuhkan perlindungan Allah SWT, maka secara otomatis akan meruntuhkan kesombongan dan kejahatan yang dibisikkan oleh syaithon ke dalam hati kita.

Allah SWT memerintahkan kita sebagai manusia untuk memohon perlindungan-Nya. Sebagai Tuhan, penguasa alam semesta, dan sesembahan, Allah SWT memiliki kekuasaan yang tidak tertandingi. Hanya Allah-lah satu-satunya Zat yang dapat memberikan pertolongan dari segala permasalahan hidup dan perlindungan dari ancaman kejahatan syaithon. Hati manusia adalah salah satu bagian dari mental manusia yang paling rapuh sehingga paling mudah dipengaruhi oleh syaithon. Tanpa perlindungan dan penjagaan Allah SWT, mustahil bagi seorang manusia untuk bertahan dari godaan syaithon.

Berbicara tentang ayat terakhir surah An-Naas, selain memohon perlindungan dari syaithon secara spesifik, Allah SWT juga memerintahkan kita untuk berlindung dari kejahatan jin dan manusia. Jin adalah makhluk Allah SWT yang sama seperti manusia, ada yang taat dan ada pula yang durhaka. Saya ingin menyoroti mengenai manusia. Mengapa Allah SWT memerintahkan kita untuk berlindung dari manusia sedangkan kita juga manusia ? Ternyata, syaithon itu ada yang berasal dari bangsa jin dan ada pula yang berasal dari bangsa manusia.

Jika kita pernah mendengar hadits yang berbunyi bahwa ketika Bulan Ramadhan telah datang, syaithon dipenjara di dalam neraka, akan tetapi kita melihat masih ada manusia yang berbuat maksiat, maka sesungguhnya yang dipenjara hanyalah syaithon dari golongan jin saja sedangkan syaithon dari golongan manusia tidak dipenjara. Berangkat dari hal inilah, Allah SWT melalui ayat terakhir surah An-Naas memerintahkan kita untuk memohon perlindungan kepada-Nya bukan hanya dari bangsa jin, namun juga dari bangsa manusia.

Yuk, sahabat-sahabat yang disayangi Allah, marilah kita senantiasa meminta perlindungan kepada Allah SWT di waktu pagi, siang, petang, dan malam hari, agar kita senantiasa dijauhkan dari segala macam bisikan kejahatan syaithon, baik itu yang berasal dari kalangan jin maupun dari kalangan manusia, sehingga pada akhirnya kita tidak akan mengikuti sifat arogansi syaithon.

Penulis: Rama Ramdhani

Link video:

Judul Asli: Illustrated Lesson From Surah-An Naas

Advertisements

3 thoughts on “[MFA] #29 – Jangan Ikuti Arogansi Syaithon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s