[MFA] #26 – Yang Terbaik Untuk Orang Tua

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Dalam kehidupan kita, banyak hal yang tidak bisa kita pilih, dari lahirnya kita ke dunia sampai lewat perantara siapa kita lahir sehingga kita bisa hidup sampai saat ini. Itu adalah sebagian hal yang tidak bisa kita pilih. Namun sadarkah kita, sudahkah kita sangat mensyukurinya? Berbeda kemudian, dengan hal-hal yang bisa kita pilih, terkadang ada saja salahnya, ada saja celanya, ada saja penyesalannya. Ternyata memang benar, apa-apa yang sudah ditakdirkan kepada kita adalah hal yang terbaik yang Allah berikan. Itulah kenapa kita harus selalu bersyukur atas apa-apa yang tidak kita pilih, namun telah Allah berikan kepada kita, itu pasti yang terbaik.

Salah satu hal yang tidak bisa kita pilih adalah, kedua orang tua kita. Allah telah menetapkan orang tua macam apa yang melahirkan kita, bagaimana parasnya, bagaimana bahasanya, bagaimana-bagaimana yang lainnya. Dan Allah tahu itu yang terbaik buat kita, sehingga sampai detik ini kita bisa merasakan kenikmatan hidup yang sungguh luar biasa. Ketika Allah sudah memberikan orang tua terbaik untuk kita, bagaimana cara kita memperlakukan kedua orang kita seharusnya?

Ustadz Nouman Ali membahas dalam salah satu videonya dalam Amazed by The Quran dengan bahasan “Upaya Yang Terbaik Untuk Orang Tua” yang menukil dari Surat Al-an’am surat ke-6 ayat ke-151.

Katakanlah, ‘Marilah kubacakan hal yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang tampak di antaranya maupun yang tersembunyi. Dan, janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).” (Q.S. Al-An’aam: 151)

Jika kita teliti terdapat banyak larangan dalam ayat di atas. Ayat tersebut adalah ayat larangan kata Ustadz Nouman, yang artinya kita dilarang melakukan hal-hal yang ditulis dalam ayat tersebut. Jika kita perinci lagi atas larangan-larangan yang ada dalam ayat tersebut, adalah :

  1. Allaa tusyrikuu bihii syai’aan.” Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Allah.
  2. “Wa bil waalidaini ihsanaa.” Berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak.
  3. Wa laa taqtuluuu aulaadakum min imlaaq.” Janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. “Nahnu narzuqukum wa iyyaahum.” Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.
  4. Wa laa taqrobul-fawaahisya maa zhoharo min-haa wa maa bathona.” Janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang tampak di antaranya maupun yang tersembunyi.
  5. Wa laa taqtulun-nafsallatii harromallohu illaa bil-haqq.” Janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.

Ternyata terdapat empat poin larangan, dan satu poin perintah. Mengapa Allah malah menyisipkan perintah di dalam ayat larangan? Apa yang ingin Allah sampaikan sesungguhnya dalam ayat ini?

Kenapa Allah tidak menuliskan dalam ayatnya “Jangan berlaku jahat terhadap kedua orang tuamu.” Kenapa Allah menuliskannya dengan kalimat perintah? Dalam bahasa Arab, wabil walidayni Ihsanan memiliki arti “berbuatlah yang terbaik terhadap kedua orang tuamu.” Maknanya, jika hal yang kamu lakukan kepada orang tuamu bukanlah hal yang terbaik yang bisa kamu lakukan, sebaiknya jangan kamu lakukan.

Ustadz Nouman berkata bahwa tidak ada ibadah lain dalam Islam yang menyuruh kita untuk melakukan yang terbaik, karena ibadah lain ada aturan-aturannya, batasan-batasannya. Jadi, berbuat baik kepada orang tua, syaratnya harus yang TERBAIK itulah minimalnya. Minimalnya. Kenapa? Karena ayat perintah ini disatukan disajikan bersama ayat-ayat larangan, di mana kita dilarang berbuat yang tidak terbaik kepada kedua orang tua. Sehingga Allah di sini menjadikan hal yang Maksimum menjadi hal yang Minimum. Allahu akbar, apakah kita mampu?

Dalam ibadah-ibadah yang dilakukan oeh umat muslim seperti sholat, puasa, haji dan lainnya ada syarat-syarat agar amalan tersebut sah dan dapat diterima. Misalkan kita melakukan ibadah puasa, kemudian kita masih tidak bisa menahan amarah, kita masih berbohong, kita masih melakukan ghibah. Secara syariat, puasa kita sah, selagi kita tidak melakukan hal-hal yang dapat membatalkan ibadah shaum sampai adzan maghrib berkumandang. Hanya saja kita mendapat pahala puasa namun pahala tersebut tidak sepenuhnya Allah berikan.

Namun berbeda dengan perintah untuk berbakti kepada kedua orang tua, Allah memberikan standar yang sangat luar biasa tinggi yang mungkin kita sebagai hamba-Nya bisa lakukan. Karena, jika kita tidak melakukannya dengan cara terbaik yang bisa kita lakukan bisa jadi kita berdosa, ingat kembali karena ayat ini larangan. Misalkan, kita sanggup memberikan 5 dalam berbakti kepada kedua orang tua, namun justru kita hanya memberi 4 saja, bisa jadi kita tetap berdosa walaupun 4 adalah nilai yang cukup tinggi.

Ustadz Nouman bertanya: Apa saja yang harus dilakukan dengan cara terbaik untuk orang tua? Tindakan apa saja? Apakah berbicara dengan mereka dengan cara terbaik? Memperlakukan mereka dengan cara terbaik? Berikan mereka jenis hadiah yang terbaik? Menjadi yang paling sabar terhadap mereka? Yang mana saja yang harus dilakukan?

Allah tidak mengkhususkan tindakannya. Ia hanya mengatakan, bila berkaitan dengan orang tua. Yang Terbaik! Yang terbaik apanya? Kamu paham artinya? Jangan pernah berpikir hal apapun yang bukan yang terbaik. Jangan pernah berpikir yang bukan yang terbaik bila berkaitan dengan orang tua. Allahu. Cara bicaramu, pikiranmu, kesabaranmu, sikapmu, gerak tubuhmu, hadiahmu, waktumu. Semuanya haruslah yang terbaik.

Dan tahukah kita kenapa Allah menggunakan kata Ihsaan dalam berbuat kepada kedua orang tua, bukan Itqaan yang berarti kesempurnaan? Karena tidak ada yang namanya kesempurnaan, dan upaya terbaikmu tidak sama dengan kesempurnaan. Karena Allah sudah lebih tahu dahulu, tipe orang tua itu sangat beragam, ada contoh orang tua yang baik, dan contoh orang tua yang buruk. Subhanallah.

Upaya terbaik harus disesuaikan dengan situasi orang tuanya tersendiri. Kita tidak boleh menyamakan situasi orang tua satu dengan yang lainnya. Ustadz Nouman mengatakan setiap situasi adalah unik. Dan di setiap situasi membutuhkan apa yang terbaik yang dapat kamu lakukan sesuai dengan batasanmu. Kita akan lebih sabar kepada mereka dibandingkan kepada siapapun, mereka harus tetap diperlakukan sebagaimana seharusnya.

Jelas yang ingin Allah sampaikan pada ayatnya ini, bahwa berbakti kepada orang tua adalah sangat tinggi derajatnya. Menjadi cambukan agar berhati-hati memberikan yang terbaik yang sanggup kita berikan kepada kedua orang tua. Semoga Allah membuat kita mengupayakan yang terbaik kepada orang tua kita. :’)

Penulis: Dhea G.

Link Video:

Advertisements

One thought on “[MFA] #26 – Yang Terbaik Untuk Orang Tua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s