[MFA] #19 – Al-Qur’an I’m In Love

mfa19

Kitab (Al-Quran) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati (mentadabburi) ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran” [Q.S. Sad : 29]

Indeed, this ayah has become my first love to the incredible book of Allah. That’s Al-Quran. Yeah! I just wanna say, “Al–Quran, I’m in love”. Masya Allah, that’s really, really beyond imagination. It’s not because I’m a good person. It’s just because i know how damn I am. Then, truly I don’t deserve  it and it’s only a kind of Allah’s mercy on me.

Jujur saja, jika ada yang bertanya, “Apa nikmat terbesar dalam hidup yang telah Allah anugerahkan padamu?” Maka diri ini akan menjawab, “Setelah nikmat iman dan ukhuwah yang terjalin karena Allah maka nikmat terbesar setelah itu adalah Allah sematkan rasa cinta pada Al-Quran.”

Masya Allah berasa banget berkahnya Al-Quran. Maka, dekat-dekatlah dengan Al-Quran sehingga cahaya hidayah itu akan menyentuh nuranimu yang terdalam. Indah bahasanya. Pesannya mencerdaskan akal serta membuat hatimu meleleh dikarenakan betapa besarnya kasih sayang Allah padamu. Al-Quran sejatinya ibarat surat cintanya Allah pada kita semua, makhluk-nya. Darinya kita mengenal Sang Maha Rahman, Sang Maha Rahim.

Berbagai keberkahan itu meliputi beragam hal. Just check it out!

  1. Allah makes me easy to learn Al-Quran through Ustadh Nouman Ali Khan’s lectures

Asli! Hal pertama yang dirasakan adalah kemudahan untuk memahami tadabbur Al-Quran melalui perantara ceramahnya Ustadz Nouman Ali Khan. Padahal ritme bahasa Inggrisnya Ustadz Nouman itu laju banget. Mengalir deras bak air bah. Biasanya diri ini agak kesulitan memahami kosa kata native speaker yang speed bicaranya begitu cepat laksana pembalap. Namun, masya Allah itulah bentuk cintanya Allah, sedikit aja mau menyediakan telinga untuk mendengar kebaikan, maka benar- benar Allah permudah semuanya.

Jadi lebih gampang memahami makna tadabbur Al-Quran bahkan banyak bertambah kosa kata baru bahasa inggris yang subhanallah sangat amazing. Diri ini seolah menemukan “soul”nya di sini. Dari dulu diri ini suka banget learning english. Nah, pas nemu kajian Al-Qurannya Ustadz Nouman. Rasanya seperti hobi bertemu hidayah. Klop banget. Finally, learning Al-Quran jadi kegemaran, kenikmatan, dan nagih banget.

  1. Al-Quran will purify our hearts and also our minds

Nah, ini adalah step berikutnya yang dirasakan oleh siapa aja yang sudah ’addicted to the message of quran’. Just try it! Semakin banyak mendengar tadabbur Al-Quran maka cara pandangmu tentang uang otomatis berubah. Cara kamu menghabiskan waktu luang juga tak akan sama.

Bahkan cara kamu melihat musibah juga berbeda dan incredible-nya lagi kalau kita rajin bersahabat dengan Al-Quran maka ketika kita sampai di satu titik ujian atau di saat  kita mengalami kebuntuan, eh, tiba- tiba saja sahabat kita ini melintas di pikiran kita. Berenang-renang di alam bawah sadar kita seolah menjadi penasehat yang bijak. Seolah menjadi problem solver yang hebat. Yang awalnya hati ini ingin bersedih tiba–tiba sahabat terbaik kita ini malah memotivasi untuk ‘berpositive thinking” versi Quran. Asli memang beda rasanya jika Quran telah menjadi “makanan utama” kita.

  1. Having the high spirit to share the message of the quran even only one ayah

Ibarat cahaya, Al-Quran itu punya kekuatan untuk menyinari hati kita. Inilah buku motivasi tercetar yang gak ada matinya meski ayat yang sama kita berulang–ulang metadabburinya, tetap selalu ada hikmah baru yang dapat dipetik bahkan sensasi makna yang dijelaskan oleh Ustadz Nouman selalu hidup dalam jiwa kita. Itulah yang disebut mubarak. “It stays in our heart”, bahkan ketika membaca ayat “afala ta’qilun” yang artinya ‘don’t you understand’.

Selalu teringat bahwa ayat itu mengajak kita untuk belajar dan banyak memikirkan tentang beragam kreasinya . Dan kekuatan cahaya petunjuk itu tak akan berhenti sampai di diri ini. Kita termotivasi untuk berbagi meski hanya satu ayat apatah lagi kita telah merasakan manfaatnya dan sensasi indahnya bahasa Arab, kedalaman makna ayat Al-Quran juga mengetahui bahwa pesan ini diturunkan dengan bahasa yang begitu santun oleh Ar-Rahman. Asli, jadi ingin selalu berbagi agar kita juga merasakan ‘miracle of quran’.

  1. Hamilul Quran wanna be

Ya, sebagaimana Mufti Ismail Menk jelaskan bahwa tanpa kita, Al–Quran tetap Allah jamin keasliannya dan kemurniannya. Namun, yang membedakan adalah jika kita menjadi bagian dari “yang  menjaganya”. Maka Allah will give VIP protection in this world and hereafter. So, being hafizh and hafizha is such an honor title for human being. Jadi cita-cita tertinggi dan terbaik itu adalah menjadi hamilul quran.

Akhirnya bersyukur sekali Allah memperdengarkan diri ini dengan surat Sad ayat 29 hingga diri ini tau bahwa Al-Quran itu mubarak, full of miracle and great book that has been sent down by the master, Ar Rahman, Ar Rahim. Dari 1 ayat ini saya jadi berfikir bahwa jika 1 ayat ini saja sudah sedemikian besar power kebaikannya, bagaimana dengan 30 juz–nya. Dan ini benar-benar mukjizat yang nyata yang Allah turunkan istimewa sebagai petunjuk bagi seluruh alam. Barakallah tabarakallah.

Semoga Allah senantiasa berkahi hidup kita semua dengan Al-Quran. Semoga Al-Quran menjadi guidance dan hujjah bagi kita di dunia dan di akhirat. Semoga diri ini termsuk ke dalam golongan hamilul quran. Ikhlas dalam mempelajarinya dan dengannya Allah perkenankan kita semua berkumpul bersama di syurga firdaus-Nya. Aamiin yaa Allah.

Oleh: Indira Kurnia Afiyati. “The student of Quran”

Link Video:

Advertisements

One thought on “[MFA] #19 – Al-Qur’an I’m In Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s