[MFA] #15 – Sang Maha Pendengar Setiap Desahan Doa


mfa15

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S. Al Baqarah: 186).

Dijelaskan dalam video kajian Ust Nouman bahwa Allah tidak mengambil jarak untuk menjawab bahwa Allah itu dekat ketika ada yang bertanya terkait-Nya, kedekatan-Nya bahkan lebih dekat dari jasad yang kita bawa sendiri selalu kemana-mana selama kita hidup.

Kebaikan Allah selalu membuat kita malu bahwa kita hanyalah seorang hamba biasa yang seharusnya taat namun tidak begitu nyatanya. Kebaikan Allah membuat saya pribadi sangat sedih memikirkan betapa sedikitnya modal untuk bertemu dengan Allah. Memang kita memiliki nama di dunia yang membuat kita dikenal oleh makhluk dunia, namun jika kita hayati kembali terkait ayat ini, sebenarnya siapakah kita?

Sudahkah kita yakin jika kita sholihah? Sudahkah kita yakin jika kita sudah ada modal untuk bertemu dengan Allah? Sudahkah kita yakin jika modal itu diterima? Bagaimana reaksi Allah ketika menatap kita sekarang dan di hari pertanggungjawaban nanti ? Apakah bangga dan senang melihat kita? Astaghfirullah. Hal-hal itu membuat kita sadar bahwa saya, Anda, dan kita bukanlah siapa-siapa tanpa Allah SWT.

Bahkan sebanyak apapun dosa-dosa kita dan aib yang Allah SWT tutupi, Allah tetap memanggil kita “hamba”. Dia memanggil kita dengan lembut agar terus merendah dan mengingat Allah dengan terus berdoa kepada Allah SWT.

Mari kita periksa hati kita sekarang? Apakah masih ada ganjalan, masih adakah keraguan, masih adakah kegelisahan? Jika masih ada, bisa jadi kita belum merasa pasrah dan percaya kepada Allah SWT. Astaghfirullah.

Ayat ini juga terasa sangat spesial karena Allah mengatur letak ayat ini pada ayat-ayat yang juga sangat special bagi kita bagi umat muslim, (masih dalam 1 halaman yang sama) yang ayat sebelumnya membahas terkait puasa Ramadhan (Al Baqarah: 183), Al Qur’an (Al Baqarah: 185), dan di akhir halaman yaitu tentang do’a (Al Baqarah: 186).

Keberadaan kita di dunia inipun tanpa permintaan dari kita, apakah pernah kita meminta untuk hidup dan beramal di dunia? Tidak pernah, bukan? Ya, keberadaan kita di muka bumi ini adalah karena cinta Allah SWT. Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Khalik, yang bahkan setiap detik kehidupan kita pun dalam penjagaan-Nya selalu.

Di dalam bulan Ramadhan ini mari kita niatkan ibadah untuk membersihkan setiap kerak penyakit dalam hati kita. Semoga Allah SWT mengaruniakan kepada kita hati yang bersih, hati yang peka akan setiap tanda dari-Nya, hati yang mudah menerima cahaya-Nya, hati yang sedih ketika melihat ada yang belum mengenal Allah, hati yang tidak pernah merasa puas akan segala amal solih yang telah kita lakukan, hati yang selalu berdoa dan berharap kepada Allah SWT, setiap saat, setiap momentum, sampai malaikat pencabut nyawa menjemput kita. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Oleh: Primanita Setyowati

Link:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s