[MFA] #6 – Alhamdulillaahirobbilalamiin… Is the sweetest and the peaceful word on earth!


mfa6

Saya sangat menyukainya karena menjadi kalimat awal Al Quran yang saya ucapkan untuk berkomunikasi dan menyapa Allah SWT pertama kali dalam sholat, menjadi kalimat utama wajib yang harus diucapkan secara berulang-ulang setiap berdiri sholat, kalimat positif yang selalu bisa membuat saya merasa senang, membuat saya tenang dan memunculkan sisi optimisme dan tidak putus asa.

Hamd secara genuine dalam bahasa Arab mempunyai dua unsur makna tak terpisah yaitu Al madhu, artinya “memuji” dan yang kedua yaitu Asy syukru “berterimakasih”. Kenapa Allah tidak membuat satu set unsur kata “Al Madh wa Sy syukru” atau “Berterimakasih dan Bersyukur” diungkapkan terpisah pengganti Alhamdulillah supaya lebih mudah?

Dalam bahasa Arab klasik penggunaan kata “wa” atau “dan” adalah untuk menggabungkan dua kata yang memiliki makna berbeda, jika Al madh “memuji” dan Asy syukru” dipisah konsekuensi maknanya akan menjadi suatu aksi yang terpisah, memuji sendiri dan berterimakasih sendiri.. Namun di sini Al Hamd adalah suatu set aksi yang mengungkapkan makna syukur sekaligus pujian. Kadang kita dalam mood untuk memuji Allah..dan di sisi lain kita memiliki mood untuk berterimakasih kepada Allah.

Tetapi dalam ekspresi kita mengucapkan Alhamdulillah harus punya dua unsur makna sekaligus yaitu berterimakasih dan memuji.  Contoh ucapan Alhamdulillah namun tidak mengekspresikan makna syukur misalnya saat mengalami hari yang tidak menyenangkan… seorang teman bertanya… Apa kabarmu hari ini? Kemudian kita menjawab… Ya begitu deh.. Alhamdulillah.. Ekspresi ini tidak menampakkan unsur senang atau memuji Allah.

Jadi Alhamdulillah adalah tidak sebuah hanya kata tapi sebuah attitude dan ekspresi. Allah Swt tidak memandang kata apa yang keluar dari mulut kita tetapi lebih kepada apa yang kita ucapkan terhubung dengan hati kita, memiliki makna yang diresapi dalam hati kita.

Selain itu pemilihan satu kata untuk menggambarkan dua eskpresi sekaligus sehingga kata tersebut menjadi sederhana dan mudah diucapkan serta diingat, hal ini secara linguistik adalah suatu hal yang begitu luar biasa. Sehingga dua ekspresi berterimakasih dan memuji ini lebih bagus dibuat dalam satu kata “Alhamdulillaah” dibandingkan digantikan dengan kata “Al madhu wa syukru lillah”.

Contoh ungkapan ekspresi Alhamdulillah: Seumpama saat kondisi macet super parah.. Kita mengucapkan Alhamdulillah dengan unsur ekspresi optimistik jika ada wisdom dibalik kejadian kemacetan ini.. dan saya bersyukur saya dalam kondisi baik-baik saja tidak dalam keadaan sakit atau celaka, saya bisa punya mobil, saya bisa punya pekerjaan dan lainnya. Alhamdulillah mendorong setiap manusia untuk berfikir positif.

Hal luar biasa lainnya secara linguistik, Alhamdulillah adalah sebuah bentuk noun atau kata benda. Kata benda adalah kata yang berdiri sendiri, tidak tergantung dari suatu kata kerja atau subjek. Hal ini menunjukkan Alhamdulillah “Syukur dan Pujian kepada Allah” ini berdiri sendiri, tidak tergantung  terhadap suatu hal maupun suatu subjek seseorang, sifatnya independen. “Syukur dan pujian  Allah” berdiri independen sendiri tidak bergantung makhluk untuk mengucapkannya dan akan selamanya berdiri sendiri. Kita yang membutuhkan untuk mengucapkan Alhamdulillah karena ada unsur optimistis, positif, dan humble.

Saya merasa tidak banyak berkomunikasi dengan Allah meskipun saya sholat 5 waktu sehari sedari saya dari kecil. Namun dengan mengucapkan Alhamdulillah di luar sholat dan belajar mendalami makna Alhamdulillah.. saat saya mengucapkan Alhamdulillah saat sholat saya berusaha untu​​k begitu menikmati kata tersebut sebagai ekspresi bersyukur, senang, dan optimitis terhadap segala hal dari Allah yang telah terjadi dan kata Alhamdulillah ini menjadi media kata komunikasi saya kepada Allah yang begitu powerful karena Allah sendiri yang mengajarkannya sebagai bagian kalimat utama Al Quran dan Allah mengajarkan kata Alhamdulillah sebagai kata pertama dari kalimat Quran, pembuka yang harus kita ucapkan untuk berkomunikasi dan menyapa Allah pertama kali di dalam sholat dan diulang berkali-kali di setiap rakaat sholat.

Saya berusaha untuk mengingat dan bisa mengucapkan kata Alhamdulillah sebanyak-banyaknya di luar sholat supaya saya bisa memaknai kata Alhamdulillah sebagai satu paket ekspresi dalam keseharian saya untuk saya bisa merasa senang dan optimis dan bersyukur baik di saat saya bekerja, bepergian, saat menjalankan ibadah sholat, maupun dalam keadaan apapun. Kata Alhamdulillah juga menjadi bagian kata untuk saya melatih diri bisa menjalin komunikasi yang intens dan baik dengan Allah dan selalu merasa bahagia..

Kata Alhamdulillah is the sweetest and the most magic peaceful word for me… terutama saat mengalami masalah pekerjaan yang sangat rumit… maupun dalam menghadapi masalah pribadi yang sangat berat dan membuat tertekan… dengan mengucapkan Alhamdulillah yang saya coba meresapinya dan nikmati di hati, memunculkan jiwa optimisme di dalam diri saya. Alhamdulillaah….. Thank you Allah.. 🙂

Siti Badriyah Syarif

Sumber video: Rediscovering Al Fatihah Part 1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s