Kulwap SSS: Pelajaran Dari Kisah Qarun – Nouman Ali Khan


Pelajaran dari Kisah Qarun – Bagian 1 (QS Al Qasas ayat 76)

Sumber YouTube:

1. Lessons from Qaroon – Balance in Life (Nouman Ali Khan)

2. The Example of Qarun and Worldly Success – Nouman Ali Khan

Pelajaran Dari Kisah Qarun

Ada sebuah istilah di dalam bahasa Indonesia yang sering kali digunakan untuk menggambarkan harta temuan yang amat sangat besar,  ‘Harta Karun’, Harta milik Karun (Qaruun).

Qaruun sendiri sebenarnya bukanlah tokoh fiktif, akan tetapi tokoh nyata yang nama nya diabadikan di dalam Al-Quran oleh Allah di bagian akhir surat Al Qashash. Qaruun hidup di jaman nabi Musa dan Firaun.

Bani Israil (anak keturunan nabi Yakub) saat itu berada dalam kondisi keterbudakan di bawah kesewenang-wenangan Firaun sang penguasa. Mereka dipukuli, dipaksa untuk bekerja, dan bayi laki-laki mereka yang baru lahir di sembelih secara rutin setiap tahun nya oleh Firaun.

Ketika sekelompok manusia diperlakukan secara semena-mena dalam jangka waktu yang lama seperti ini, maka potensi pemberontakan massal dari Bani Israil cukup besar. Firaun yang menganggap dirinya Tuhan pun sebenarnya memiliki ketakutan akan terjadinya pemberontakan dari Bani Israil ini (QS Al Qasas ayat 76).

Selain dengan cara memecah belah keutuhan antar kelompok di dalam Bani Israil sendiri, cara lain yang dilakukan oleh Firaun untuk meredam terjadinya pemberontakan dari Bani Israil adalah dengan menciptakan seorang penghianat dan mata-mata dari Bani Israil sendiri. Firaun akan memberikan harta yang luar biasa banyak pada sang penghianat dari orang dalam Bani Israil ini, dengan timbal balik berupa informasi darinya.

Dengan informasi tersebut, Firaun dapat mengetahui setiap gerak-gerik mencurigakan yang mungkin dilakukan oleh Bani Israil, sehingga potensi pemberontakan dapat diatasi. Dan sang pengkhianat itu adalah Qaruun. Qaruun atas izin Allah menjadi manusia terkaya dari kalangan Bani Israil saat itu, berkat pengkhianatannya untuk Firaun.

Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat.” (QS Al Qasas ayat 76)

Menurut para mufassirun, di ayat tersebut sebenarnya Allah menggambarkan harta kekayaan Qaruun yang luar biasa amat sangat banyak, hal yang mustahil dapat terlukiskan dalam sebaris kalimat dalam Al-Quran terjemahan.

Qaruun memiliki banyak brankas-brankas untuk menyimpan hartanya. Brankas tersebut berukuran amat sangat besar, sehingga kunci untuk membukanya saja harus diangkat oleh beberapa orang pria perkasa yang berbadan kekar, dan bahkan mereka pun akan kelelahan begitu selesai mengangkat kunci dari brankas tersebut.

Kalau tempat menyimpannya saja sebegitu besarnya, maka anda dapat bayangkan sendiri betapa banyak harta yang dimiliki Qaruun di dalam brankas-brankasnya itu.

Qaruun menjadi satu-satunya orang kaya, di antara masyarakat Bani Israil miskin yang dijadikan budak. Brankas-brankas tempat menyimpan hartanya itu terdapat di tempat terbuka, karena sudah terjamin keamanannya.

Ketika para pria perkasa tersebut membuka brankas milik Qaruun, orang-orang dari Bani Israil yang dijadikan budak itu dapat ikut menatap betapa banyak nya hartanya itu. Dan ketika pintu brankas itu mulai terbuka sedikit demi sedikit, Qaruun pun mulai menunjukan raut muka bangga, senang, ujub akan hartanya itu.

Salah seorang diantara Bani Israil yang miskin itu kemudian ada yang berani mengutarakan nasihatnya dengan tulus kepada Qarun. Untuk tidak menampakan kebanggaan atas apa yang ia miliki itu.

…(Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: ‘Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.’” (QS Al Qasas ayat 76)

Allah tidak menyukai orang yang terobsesi dengan harta, yang menjadikan kekayaan nya itu sebagai sumber kebahagiaannya. yang menunjukan kebanggaan dan kesenangan berlebihan atas kekayaannya seperti Qaruun (Materialistic Happiness).

Don’t be overly happy and overly excited with material things. Kekayaanmu bukanlah sesuatu untuk dirayakan, bahkan kekayaanmu sebenarnya adalah ujian, yang harus diiringi dengan rasa syukur. tak berbeda halnya dengan ujian ketika kita diberi kondisi kesulitan, yang harus diiringi dengan sikap sabar. Kaya dan miskin keduanya adalah bentuk ujian dari Allah yang harus disikapi sesuai dengan aturan Allah. Ditambah lagi, Qaruun mendapatkan hartanya dengan cara menjadi pengkhianat atas kaumnya sendiri. Dari sumber yang jelas tidak halal.

Barangsiapa yang tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kemiskinan di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.

Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/ 183); Ibnu Mâjah (no. 4105) dari Sahabat Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu.

Pelajaran dari Kisah Qarun – Bagian 2 (QS Al Qasas ayat 77)

Sumber YouTube:

1. Advice to Qarun – Nouman Ali Khan

2. Lessons from Qaroon – Balance in Life (Nouman Ali Khan)

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu.” (QS Al Qasas ayat 77)

Allah memang melebihkan harta bagi sebagian orang dari sebagian yang lainnya. Seperti halnya Qaruun yang Allah izinkan untuk memiliki harta yang banyak.

Seorang muslim mungkin akan memiliki pekerjaan yang sama, jumlah uang yang sama, atau mobil bagus yang sama dengan orang yang tidak beriman. Silahkan menikmati kenikmatan dunia dan bukan melupakannya.

Tapi kita sebagai muslim haruslah memiliki hati yang tidak terobsesi dengan harta seperti Qaruun. Ingatlah bahwasannya yang ada pada sisi Allah di akhirat nanti itu lebih baik dan lebih kekal. (QS Asy Syura ayat 36)

Seperti halnya kisah Asiyah, yang disiksa oleh suaminya sendiri (Firaun) dan para algojonya, karena tidak mau mengakui dan mengucapkan Firaun sebagai Tuhan.

Jika saja Asiyah mau mengucapkan kalimat pengakuan bahwa Firaun adalah Tuhan, maka ia dapat kembali menikmati kekayaan kerajaan dan kembali hidup nyaman di Istana Firaun. Akan tetapi ia tidak mau mengucapkan, hingga menjelang akhir hayatnya karena siksaan tersebut, terucaplah doa Asiyah yang diabadikan di dalam Al-Quran

Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga.” (QS At Tahrim ayat 11)

Asiyah lebih terobsesi dengan apa yang Allah janjikan di akhirat kelak, yang lebih baik, dan lebih kekal dibandingkan Istana Firaun di dunia ini.

Di ayat ke-77 ini, Allah memerintahkan kepada kita, agar mempergunakan apa yang Allah lebihkan untuk kita itu untuk mengejar akhirat. Bila kita memiliki kelebihan harta, maka gunakanlah kelebihan kita itu untuk membantu fakir miskin atau untuk berjuang menyebarkan Islam.

Yang Allah anugrahkan kepada kita bukan hanya sebatas harta, tapi juga termasuk kemampuan yang kita miliki sebagai modal untuk mengejar akhirat. Allah ingin melihat, apakah kita benar-benar menggunakan kemampuan kita untuk kebaikan atau tidak

Kita bisa melihat kisah para Sahabat, tidak semua sahabat Rasulullah SAW itu ahli dalam segala bidang. Misalnya seperti Khalid Bin Walid r.a yang sangat jenius dalam hal strategi perang, tapi bukan yang terbaik dalam memahami hukum Islam. Tapi yang pasti, Khalid Bin Walid r.a benar-benar mendayagunakan kelebihannya itu untuk mengejar yang lebih kekal di akhirat nanti.

Orang-orang yang memiliki kelebihan harta, yang memiliki kemampuan spesial, biasanya akan menjadi sosok terpandang dan menjadi panutan di masyarakat. Social reality-nya, orang lain biasanya akan meniru apapun yang dilakukan role model-nya tersebut. Jika kita dia berbuat salah, maka kesalahannya itu akan dianggap benar oleh followers-nya, dan ini lah salah satu bentuk kerusakan yang disebarluaskan.

… Janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al Qasas ayat 77)

Pelajaran dari Kisah Qarun – Bagian 3 (QS Al Qasas ayat 78-81)

Sumber YouTube:

1. Lessons from a Bird – Nouman Ali Khan

2. Qarun’s Response Concerning His Wealth – Nouman Ali Khan

Di ayat ke-78 ini, Qaruun berusaha menjawab/membalas nasihat yang diberikan oleh kaum nya di ayat sebelum nya tadi.

Qarun berkata, “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.” (QS Al Qasas ayat 78)

Aku pintar, ya karena usahaku sendiri.

Aku bisa hidup enak seperti ini, ya karena kemampuan ku dalam berbisnis.

Aku pintar, makanya aku bisa buka 5 cabang toko yang beromset milyaran.

Sikap sombong yang tidak menyadari bahwa kemampuannya itu sebenarnya adalah pemberian dari Allah. Terlebih, Qaruun pun memamerkan kekayaannya di depan Bani Israil yang saat itu hidup miskin.

Bisa jadi kita sering pamer kekayaan di depan orang lain, sering pamer kemegahan, kelebihan yang kita miliki di media sosial saat ini, kita naik mobil bagus dan mengendarai nya dengan sangat pelan untuk sekedar pamer di lingkungan sekitar.

Namun kita tidak sadar, ada saudara kita yang tidak memiliki kelebihan seperti ini

Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS Al Qasas ayat 79)

Azab Allah sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Quran, biasanya ditimpakan kepada suatu kaum bukan kepada satu individu. Seperti azab pada kaum Ad, kaum nabi Luth, kaum nabi Nuh.

Akan tetapi kesombongan dan sifat pamer seperti ini sangat offensive bagi Allah, maka Allah benamkan Qarun beserta rumah nya kedalam Bumi (QS Al Qasas ayat 81).

Semoga kita dijauhkan dari sifat pamer dan sombong seperti yang ditunjukan oleh Qarun. Baik kesombongan dalam hal harta, ilmu atau apapun juga, karena sejatinya, segalanya adalah milik Allah. Kita hanya dititipi saja untuk digunakan sebagaimana ketentuan Allah.

Kesombongan hanyalah milik Allah, Sang Pemilik langit dan Bumi

Kesombongan adalah jubah-Ku dan Kebesaran adalah pakaian-Ku. Barang siapa yang bersaing dengan-Ku dengan itu, Aku akan melemparkan mereka ke api neraka.” (HR Abu Dawud)

Wallahualam Bissawab

Sekian 😬.

SESI DISKUSI

Penganggap ke-1:

Menurut saya topik ini kayaknya harusnya semua orang islam tahu. Karena mungkin salah satu esensi islam ya soal pandangan terhadap dunia. Tapi kayaknya realitanya masih banyak yang belum ngerti.

Penganggap ke-2:

Mau nambahin lagi.

Plus, saya kira ini big problem. Entahlah jika ia pusat dan bahkan prioritas yang harus dibenahi. Tapi banyak hal, yaitu penerapan ajaran Islam yang lain, yang terkendala terlalu khawatir (obsesi) dengan kesuksesan materi. Misalnya jilbab (yang mungkin ada yang didiskriminasi atau dinilai ga menguntungkan untuk profesi tertentu), andil mendidik anak yang kurang karena fokus pada pendapatan uang, dll.

Walaupun, di sisi lain. Jika mindset-nya benar, muslim yang memiliki finance yang kuat akan juga cenderung menarik pengikut (orang yang mengikuti jalan baiknya menuju kesuksesan itu sehingga terpaparlah dengan petunjuk-petunjuk Allah). Orang kaya cenderung memiliki banyak pengikut. Entah dalam pengaruh bisa dan/atau bawahan (karyawan). It happens.

Penanggap ke-3:

Kalau inget pembahasan surat Ar Rahman, Allah ngasih banyak contoh untuk ngingetin hal-hal yang sama.

Orang yang berbeda mungkin akan cocok dengan contoh yang berbeda. Nah untuk saya pribadi, saya baru benar-benar klik melalui pembahasan Qaruun ini. Salah satunya dalam bentuk kisah. Kisah Qaruun ini sebenernya mirip-mirip pemilik 2 kebun di surat Al Kahfi.

—-
Donasikan sebagian rezeki Anda untuk kegiatan dakwah kami melalui https://kitabisa.com/nakindonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s