[MFA] #2 – Sesuatu yang Tak Akan Mungkin Kembali

mfa2

Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan Ramadhan, bulan yang paling mulia, dalam keadaan sehat wal ‘afiat. Sholawat dan salam hormat semoga tercurah kepada Rasulullah SAW beserta keluarganya. Semoga kelak di hari pengadilan nanti, kita dipantaskan oleh Allah SWT untuk masuk ke dalam surga bersama Rasulullah SAW. Aamiin Ya Robbal ‘Alamiin.

Pada tulisan kali ini, saya ingin membahas tentang sebuah surah di dalam Al Quran yang merupakan pengingat paling indah bagi saya sendiri. Surah tersebut sangat singkat, hanya 3 ayat, akan tetapi surah tersebut telah mencakup ringkasan nasihat-nasihat yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya. Surah yang saya maksud adalah Surah Al Ashr.

Surah Al-Ashr berbicara tentang betapa berharganya waktu di dalam kehidupan manusia di dunia. Waktu itu ibarat anak panah yang telah terlepas dari busurnya. Waktu itu ibarat riak sungai yang mengalir dari pegunungan menuju pantai. Waktu itu adalah sesuatu yang berlalu dengan sangat cepat dan tak akan pernah bisa kembali lagi.

Dalam kajian guru kita, Al Ustadz Nouman Ali Khan, saya ingin mencoba mentadabburi beberapa poin yang beliau jelaskan mengenai surah ini.

  1. Surah Al Ashr merupakan ringkasan dari keseluruhan Al-Quran. Ia adalah mutiara di kedalaman lautan ayat-ayat Allah SWT yang sangat luas. Merupakan salah satu nasehat paling penting dari Allah SWT, yaitu nasehat untuk menghargai waktu, menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya sesuai dengan apa yang Allah SWT perintahkan untuk kita.
  2. Ustadz Nouman memberikan banyak contoh sederhana untuk kita dalam menghargai waktu. Antara lain, tidur lebih cepat di malam hari agar dapat bangun untuk sholat subuh tepat waktu, dirikanlah sholat tepat waktu dan jangan pernah menundanya hingga di akhir waktu, dan gunakan masa muda kita selagi masih kuat, untuk sholat 5 waktu di masjid.
  3. Allah SWT bersumpah demi waktu bahwa manusia sesungguhnya berada dalam kerugian. Mengapa dikatakan manusia itu merugi ? Karena Allah telah memberikan nikmat waktu yang sangat berharga kepada manusia, namun terkadang manusia luput dalam memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
  4. Ujung waktu bagi seluruh makhluk bernyawa adalah kematian. Maka, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kita sebagai manusia sedang berjalan menuju kematian. Tinggal menunggu kapan Allah SWT akan memanggil kita ke pangkuan-Nya. Maka, jika manusia memahami surah ini dengan baik, dia tidak akan menyia-nyiakan waktunya karena dia paham bahwa umurnya semakin hari semakin berkurang, sehingga berkurang pula kesempatannya untuk beribadah kepada Allah SWT.
  5. Lawan kata kerugian adalah keberuntungan. Maka dalam surah ini, siapakah orang yang beruntung ? Allah SWT menjelaskan kepada kita bahwa yang termasuk orang yang beruntung dalam konteks waktu adalah orang yang beriman dan beramal sholeh. Orang yang beriman akan sangat menghargai waktu yang Allah SWT berikan. Ia akan memahami bahwa umur yang ia miliki di dunia tidak akan kekal selamanya. Oleh karena itu, orang yang beriman akan menggunakan waktunya untuk beramal sholeh. Selain orang yang beriman dan beramal sholeh, orang yang saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran juga akan beruntung. Karena dengan saling mengingatkan, artinya kita memiliki penasihat yang akan mengingatkan kita untuk berbuat baik ketika kita sedang berbuat salah dan juga kita sebagai pengingat kebaikan bagi orang lain. Memiliki pengingat dalam kesabaran juga penting karena sebagian dari kita mungkin ada yang kurang mampu mengendalikan diri saat ia marah atau ditimpa musibah. Dengan adanya sikap saling mengingatkan dalam kesabaran, maka tidak ada waktu yang terkuras sia-sia untuk merutuki dan menangisi musibah yang dialami. Orang beriman akan menggunakan waktunya untuk bangkit dan yakin bahwa apa yang terjadi adalah skenario terbaik dari Allah SWT untuk dirinya.

Umur kita di dunia ini sangat singkat. Setelah hidup di dunia, perjalanan kita masih sangat panjang untuk sampai ke surga. Kita masih harus melewati alam barzakh, alam akhirat, padang mahsyar, telaga Rasul, shirath, dan terakhir, surga. Dunia ini ibarat setetes air yang dijatuhkan di tengah laut. Begitu sempitnya waktu kita di dunia ini. Terkadang kita lupa dengan visi misi hidup kita yang tercantum dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56. Rasulullah pernah mengingatkan kita bahwa “Ada dua nikmat dimana banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan kesempatan.” (HR. Bukhari).

Oleh karena itu, melalui surah Al-Ashr, Allah SWT mengajak kita untuk kembali merenungkan hakikat waktu. Bahwa waktu itu tidak bisa dihentikan, tidak bisa dikembalikan, dan tidak dapat digantikan. Allah SWT mengajak kita untuk memanfaatkan waktu untuk beramal sholeh, saling mengingatkan untuk berbuat kebaikan dan mengingatkan untuk bersabar.

Di dalam Al-Quran, Allah SWT berkali-kali bersumpah dengan menggunakan kata penunjuk waktu tertentu, misalnya Wal Lail (demi malam), Wan Nahaar (demi siang), Wal Fajr (demi fajar), dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa waktu itu begitu penting untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Orang yang beriman akan selalu menyadari bahwa setiap detik dalam hidupnya saat ini akan berbuah pertanggungjawaban di akhirat nanti. Rasulullah SAW bersabda,

Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti sampai ia ditanya tentang empat perkara: (1) tentang umurnya untuk apa dia gunakan, (2) tentang ilmunya, sejauh mana dia amalkan, (3) tentang hartanya, dari mana harta tersebut didapatkan dan untuk apa harta tersebut dibelanjakan, dan (4) tentang tubuhnya, untuk apa dia gunakan.” (HR at-Tirmidzi)

Dengan menyadari hal itu, sebelum ia ditanya oleh Allah SWT nanti, ia akan berusaha mempergunakan waktu di dunia ini dengan sebaik-baiknya.

Melalui tulisan ini, saya mengajak kita semua untuk menjadi muslim yang pandai mengatur waktu. Mampu membedakan mana waktu boleh digunakan untuk urusan dunia dan mana waktu yang harus digunakan untuk urusan akhirat. Perbanyak berdzikir dan mengingat Allah. Ini adalah senjata pamungkas kita untuk menghadapi waktu yang terlalu berlalu dengan cepat.

Dengan banyak mengingat Allah SWT, maka tak akan ada lagi waktu yang kita sia-siakan. Dengan banyak mengingat Allah SWT, maka kita tidak akan berani menyia-nyiakan anugerah terbesar yang Allah berikan ini karena kita yakin bahwa balasan Allah SWT bagi manusia yang menggunakan waktu terbaiknya untuk beribadah kepada Allah SWT jauh adalah surga.

Mari kita memohon kepada Allah SWT agar selalu istiqomah menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya di jalan lurus yang Allah ridhoi, yaitu jalan Islam.

Assalamualaykum Warahmatullohi Wabarakatuh.

Penulis : Rama Ramdhani

Link video:

Judul Asli : Juz 30 [Quranic Gems] Nouman Ali Khan – Quran Weekly

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s