[Transkrip Indonesia] Menemukan Jalan Kembali Kepada Allah – Ramadan Eksklusif – NAK

Di bagian lain dalam Al-Quran, Allah berfirman, “Sakhkhara lakum maa fissamaawaati wa maa fil ardhi jamiiaan minhu…” (QS. Al-Jatsiyah ayat 13)

Allah menundukkan untuk Anda. Kata “sakhara” digunakan untuk menjinakkan seekor hewan, seperti kuda liar. Saat Anda menenangkan kuda itu dan dia kehilangan keangkuhannya. Lalu, kuda itu tunduk kepada Tuannya.

Sakhkhartal faras.” Anda menundukkan kuda itu, kini dia jinak dan ada di bawah kendali Anda. Kuda itu sekarang mendengarkan Anda saat Anda bersiul atau semacamnya. Saat Anda melakukan… atau bagaimanapun caranya. Itulah “taskhir…

Allah berfirman telah melakukan “taskhir” langit dan bumi untuk Anda. “Maa fissamaawaati wa maa fil ardhi jamiiaan minhu…” Lalu, Anda berpikir tentang seluruh alam semesta. Betapa luasnya alam semesta. Semuanya telah ditundukkan untuk kita. Bagaimana caranya?

Bagaimana bisa ditundukkan?

Itu karena konsep ditundukkan bagi kita adalah di bawah kendali kita. Karena saat hewan ditundukkan, itu berarti di bawah kendali kita. Ada banyak hal di dunia, apakah di bawah kendali kita? Ya.

Kita bisa memanipulasi dan mengendalikan sumber daya alam di dunia lebih dari siapa pun. Kita bisa menciptakan berbagai barang dari bahan mentah bumi ini lebih dari siapa pun. Tidak ada makhluk lain yang bisa mengolah bahan mentah ini seperti yang manusia lakukan.

Contohnya adalah gedung yang kita sedang duduk di dalamnya, pakaian yang kita kenakan, teknologi yang kita gunakan untuk menyiarkan kuliah ini. Semua berasal dari bahan mentah yang ada di bumi ini.

Dalam pengertian tersebut, Allah memang telah menundukkan seluruh bumi ini untuk kita. Allah menundukkannya.

Tetapi berbeda dengan langit. Bagaimana Allah menundukkan langit?

Ada yang berpendapat Allah akan mengizinkan kita menjelajah luar angkasa karena ayat ini. Kita belum mengetahui caranya, tetapi pasti bisa. Kita akan mempunyai teknologi jelajah antar galaksi, Star Wars tidak ada apa-apanya dibanding kita dan kita akan melesat dengan kecepatan tinggi dan semuanya.

Tetapi menurut saya, ada penjelasan yang lebih praktis. Itu adalah…

Saat Anda mempelajari tentang keluasan alam semesta, saat Anda bicara dengan ilmuwan yang mempelajari keluasan alam semesta, Anda akan menemukan tema umum mereka. Tema umum itu adalah alam semesta dipenuhi berbagai macam kekacauan. Ada berbagai ledakan yang besarnya tak terbayangkan oleh kita. Terjadi setiap saat. Seluruh galaksi terhancurkan. Planet tergeser. Terdapat lubang hitam di alam semesta.

Jika Anda bisa membayangkannya, akibat dari ledakan sebuah bom dan dampaknya terhadap seekor semut. Itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan berbagai ledakan dan benturan, juga berbagai aktivitas yang berlangsung dalam alam semesta. Mereka hanya menggambarkannya sebagai kekacauan.

Semua yang terjadi dalam alam semesta adalah apa? Kekacauan.

Salah satu dari meteor raksasa itu, jika suatu saat, karena semua meteor itu terus bergerak. Mereka berkata, “Bumi ini cukup hebat. Tetapi, sebagai ilmuwan aku gugup karena… Sejauh ini, kita beruntung. Tetapi bisa saja, kapan pun, salah satu meteor raksasa itu atau benda yang terlontar di angkasa jatuh dan apa yang terjadi? Membentur planet ini dan kita tamat. Habis sudah. Bisa saja terjadi dalam hitungan detik. Lalu, semua kehidupan di bumi ini berakhir.

Allah Azza wa Jalla…

Bagi semua yang mengamati dan mempelajari keluasan alam semesta dan melihat berbagai kerusakan yang mungkin terjadi di dunia ini, merendahkan hati manusia dengan mengingatkan mereka bahwa Allah menundukkan para makhluk liar yang ada di langit itu. Allah menjaganya tetap di sisi agar tidak menimpa Anda sekalian. Tidak ada yang menimpa Anda, seperti…

Ada berbagai film yang dibuat tentang meteor yang mendekati bumi, lalu bumi akan hancur, kita harus menaiki pesawat antariksa dan mendarat di meteor itu untuk meledakkannya sebelum menabrak bumi. Hal yang bodoh.

Jika Allah sudah memutuskan, Anda tidak akan bisa menaiki roket untuk mendarat di meteor. Itu tidak akan terjadi. Semua akan selesai.

Allah telah menundukkan dan menjaga semuanya agar tetap di sisi. Seakan Allah memberi tahu bahwa Anda sedang berada di daerah penuh hewan liar. Allah telah menenangkan hewan liar itu. Seperti Allah menenangkan api untuk Nabi Ibrahim Alayhi Salam. “Kuunii bardan wa salaaman…” (QS. Al-Anbiya ayat 69) Jadilah dingin. Jadilah sumber ketenangan. Pada Ibrahim Alayhi Salam. Itulah dampaknya.

Dalam pengertian itu, begitu juga bumi. Bumi mampu mengeluarkan letusan vulkanik. Bumi mampu menyebabkan gempa bumi. Bumi bisa menjadi terbelah dan terbuka. Di bumi bisa terjadi pergeseran tektonik dan gelombang tsunami bisa melanda dan menenggelamkan kita walaupun kita ratusan mil dari laut, ombaknya dapat menyapu kita dalam sesaat.

Seseorang yang mempelajari ilmu geologi juga berkata, “Itu juga mungkin terjadi kapan saja.” Bahkan bumi bisa melepaskannya. Berbuat kacau. Tetapi, apa yang Allah lakukan kepada bumi? Allah menundukkannya dan merendahkan hati bumi. Allah menenangkannya.

Anda tahu ini sebenarnya adalah sesuatu yang ada di siklus akhir dunia. Saat dunia berakhir. Saat Allah Azza Wa Jalla memutuskan bahwa dunia ini tidak lagi tunduk untuk tujuan yang sama, Hari Pembalasan akan dimulai.

Lalu, salah satu penjelasan tentang bumi adalah “Wa akhrajatil ardhu atsqaalahaa.” (QS. Al-Zalzalah ayat 2) Bumi akan melepaskan beban beratnya, seperti telah menahan napas dan hampir meledak. Seperti…

Akhirnya Allah berfirman, “Silakan.

Lalu, bumi langsung sungguh melepaskannya. Air laut mendidih. “Idzal bihaaru sujjirat.” (QS. At-Takwir ayat 6) “Fujjirat.” Ya, Allah.

Laut mulai berledakan. Juga mendidih. Bumi mulai meregang. “Idzal ardhu muddat. Wa alqat maafiihaa wa takhallat.” (QS. Al-Insyiqaq ayat 3-4)

Bumi mulai meregang. Apa pun di dalamnya mulai terlempar. Bumi melempar semua yang ada di dalamnya. Kata “takhallat” digunakan saat seorang ibu melahirkan dan melakukan… Saat bayi lahir dan sang ibu merasa lega.

Allah menggambarkan bumi seperti menampung banyak sekali di dalamnya sehingga ingin mengeluarkan semua isinya. Bumi akan mengeluarkannya, lalu akhirnya merasa lega.

Penggambaran “Wa alqat maafiihaa wa takhallat” seperti seprai. Seperti seprai kusut pada tempat tidur. Letakkan beberapa barang di atasnya, lalu Anda tarik dengan keras. Semuanya terlempar.

Itulah gambaran atas apa yang akan terjadi kepada bumi. Tetapi, sampai saat itu datang, “Sakhkharalakum.” Allah menundukkannya untuk Anda.

Khalaqa lakum maa fil ardhi jamiian” (QS. Al-Baqarah ayat 29)

Penafsiran lainnya dari “maa fil ardhi jamiian” adalah kata “jamiian” kembali ke kata “antum“. “Antum jamiian.” Itu artinya Allah telah menciptakan semua yang ada di bumi ini untuk Anda sekalian. Semuanya bersama, untuk dibagikan ke seluruh umat manusia.

Pembicaraan di sini dimulai dengan kata “Yaa ayyuhannaas“, manusia sekalian. Jadi, semua manusia harus berbagi sumber daya alam yang ada di bumi. Seharusnya ini tempat Anda sekalian belajar untuk hidup berdampingan. Ini bukan tempat untuk umat manusia…

Omong-omong, Anda akan mempelajarinya, InsyaAllah, saat Anda sampai surat Al-Maidah. Di tempat lainnya. Kita akan mempelajari bahwa sebenarnya dalam mayoritas keberadaan dunia, Allah berencana tidak menjadikan semua manusia Muslim.

Kita harus berdakwah, benar. Kita harus mendakwahkan pesan Islam.

Tetapi sejarah umat manusia, bahkan di masa depan, sampai jauh hari hingga hampir Hari Pembalasan, tepat saat terakhir, Anda melihat semua manusia di bumi adalah orang beriman. Tetapi di dalam mayoritas di dalam kisah perjalanan umat manusia, kemanusiaan memang sudah seharusnya beraneka ragam. Memang sudah diciptakan ada berbagai umat, seperti Kristiani, Yahudi, Budha, dan yang lainnya… Sikh dan Muslim. Semuanya memang sudah harus ada.

Allah membuka keberkahan bumi ini untuk siapa? Untuk mereka semua. Ini sebenarnya bagian dari rencana Allah.

Yaa ayyuhannaas” dari sanalah pembicaraan ini dimulai. Dialah yang menciptakan dunia untuk kalian, semuanya, semua bersamaan. Karena keberkahan dalam bumi adalah jalan bagi manusia untuk menemukan jalan kembali kepada Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s