Resume Video: 4 Types of Ignorance – Nouman Ali Khan


Moderator: Teh Elma
Ahad: 19 Febuari 2017
Grup NAK INDONESIA

Resume Video: 4 Types of Ignorance

Link Video:

Resume ini saya bagi jadi 5 bagian. Bagian pertama tentang makna jahiliyah. Bagian kedua sampai kelima membahas 4 macam Jahiliyah.

Bagian 1: Makna Jahiliyah

Ustadz Nouman Ali Khan memulai dengan menjelaskan kata “Jahiliyah”.

Jahiliyah berasal dari kata “jahal”, merupakan kebalikan dari “al-ilm” dan “al-‘aql”. Jahiliyah bisa berarti “ignorance” yang juga berarti “mindlessness”.

Secara bahasa, “jahil” punya dua arti yang spesifik. “Jahil” bisa diartikan sebagai tidak tahu, atau tidak punya pengetahuan (Knowing), dan ini tidak selalu buruk. Arti yang lain dari “Jahil” adalah tidak berpikir (Thinking).

Ada perbedaan mendasar antara tidak tahu (not Knowing) dengan tidak berpikir (not Thinking). Ini terlihat nyata dari bagaimana Al Quran menggunakan kata “berpikir” dan bukan kata “tahu”. Al Quran sering bertanya, “Tidakkah kau berpikir?”

Al Quran sering bicara mengenai orang yang tahu (Knowing) tapi tetap saja mengerjakan hal buruk, tentu ini adalah akibat dari tidak berpikir (Jahil).

Ada orang yang punya sedikit ilmu (knowledge), tapi punya alur berpikir yang jelas (clear way of thinking). Namun ada juga orang yang punya banyak ilmu/pengetahuan, tapi tidak jelas alur berpikirnya.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa mengetahui banyak ilmu (knowing) tidak selalu sejalan dengan mampu berpikir (thinking).

Ustadz Nouman Ali Khan memberi contoh kisah klasik di Arab antara seorang filsuf dengan seorang penggembala unta dari suku Bedouin.

Filsuf bertanya, “Bagaimana kamu bisa percaya bahwa Tuhan itu ada?”.

Penggembala menjawab dengan ringan “Unta itu meninggalkan kotoran”, lalu penggembala ini pergi.

Fakta bahwa ada kotoran berarti jelas tadi ada unta yang lewat. Fakta bahwa ada bumi dan segala isinya, berarti sebelumnya ada yang menciptakannya.

Kita tidak perlu banyak pengetahuan, untuk punya alur berpikir yang jelas. Tidak semua orang punya knowledge, tapi semua orang bisa thinking.

Setidaknya jika kita memang tidak punya ilmu, maka berpikirlah.

Berkaitan dengan penjelasan di atas, maka “Jahil” adalah ucapan dan tindakan tanpa berpikir (words and acts without thinking).

Kita mengenal istilah “Jahiliyah” dari sirah Rasulullah saw untuk menyebut masa sebelum turunnya wahyu kepada Rasulullah saw. Mengapa disebut “Jahiliyah”? Karena turunnya wahyu menghapus Jahiliyah dengan melakukan dua hal sekaligus:

1. Membawa pengetahuan (brought knowledge), dan
2. Membawa alur berpikir yang jelas (brought clear thinking).

Turunnya wahyu telah mengakhiri segala bentuk jahiliyah.

Memahami bagaimana bentuk-bentuk jahiliyah akan membantu kita mengenali situasi masa kini, dan sekaligus juga menyadarkan kita bahwa Islam sebenarnya telah membawa pengetahuan dan alur berpikir jelas untuk mengakhirinya, 1400 tahun yang lalu.

Dalam Alquran, di surat-surat yang berbeda, Allah SWT menjelaskan ada 4 macam jahiliyah:

1. Hukmul Jahiliyah
2. Dzonnul Jahiliyah
3. Tabarrujal Jahiliyah
4. Hamiyatal Jahiliyah

Bagian 2: Hukmul Jahiliyah

Hukmul Jahiliyah adalah mencari wisdom dan petunjuk dari sumber jahiliyah, yang jelas-jelas memutuskan tanpa berpikir.

Hukmul Jahiliyah dibahas di Surat Al-Maidah ayat 49 – 50.

Untuk memahami ini, kita perlu memahami lawan kata dari “Jahil” yaitu “‘Aql”. “‘Aql” berarti *berpikir*, juga berarti kendali diri (self control). Oleh karena itu, jahiliyah berarti orang-orang yang tidak mengendalikan diri.

Contoh Hukmul Jahiliyah adalah pemerintahan atau sistem yang berdasarkan pada hal-hal yang mindlessness atau kebodohan.

Orang yang berkuasa (ruler) bebas bicara apapun yang dia mau. Padahal apa yang dia pikirkan dan kebijakan yang dia putuskan mempengaruhi hidup banyak orang.

Contoh lain: Konselor di USA akan kehilangan izin psikiatrinya jika seorang LGBT konsultasi dan konselor ini mengatakan bahwa mereka harus diobati. Justru negara malah mengatur mereka harus diberi tahu bahwa apapun yang mereka rasakan, itu benar.

They can do whatever they feel right. Di sini ide kebebasanlah yang dianut. Everybody deserve freedom. Tidak bergantung pada apapun.

Padahal, bagaimana mungkin manusia bisa bebas jika masih jadi mahluknya Allah SWT?

Menjadi bebas berarti tidak bergantung pada Allah, tidak diurus oleh Allah. Padahal seluruh organ di tubuh kita bekerja karena diurus oleh Allah. Jika Allah melepaskan kita, maka kita tidak bisa apa-apa.

Bagian 3: Dzonnul Jahiliyah

Dzonnul Jahiliyah  adalah berburuk sangka karena kedangkalan iman dan dipenuhi keraguan. Ketika situasi memburuk, maka bagi yang lemah imannya, mereka bisa merasa Islam mempersulit kehidupan mereka.

Dzonnul Jahiliyah di bahas di Surat Ali Imran ayat 154.

Contoh: Ketika perang Uhud. Kaum muslimin mengalami kekalahan, namun Allah berikan rasa tenang dan aman. Sementara kaum munafik yang ada di antara kaum muslimin merasa begitu cemas dan takut. Dzonnul jahiliyah telah masuk ke pikiran mereka.

“Mestinya saya memilih jalan yang lain, tidak usah ikut kaum muslimin. Kalau begini kan saya tidak yakin saya selamat.”

“Kenapa juga saya harus resign dari tempat kerja dengan riba itu? Kalau saya masih di sana ‘kan income saya besar. Justru dengan kerja halal begini, income jadi pas-pasan.”

Bagian 4: Tabarrujal Jahiliyah

Tabarrujal Jahiliyah adalah mempercantik diri untuk menarik perhatian. Tabarrujal jahiliyah dibahas di surat Al-Ahzab ayat 33.

Pembahasan tabarrujal jahiliyah memang spesifik untuk kaum perempuan. Ustadz Nouman Ali Khan mengingatkan wanita untuk memperhatikan cara dirinya menampikan dirinya sendiri. Karena *seringkali perempuan tidak menyadari apa pengaruh pakaian dan tampilan itu pada dirinya juga apa pengaruhnya bagi orang lain*.

Kita hidup di zaman dimana semua orang dianggap berhak bebas melakukan apapun, berpakaian seperti apapun. Sekali lagi, justru inilah konsep jahiliyah. Menjunjung tinggi nilai nilai kebebasan yang akhirnya kebablasan.

Yang khas dari tabarrujal jahiliyah adalah *berusaha keras menghias diri untuk mengikuti standar yang diterapkan pihak di luar diri kita*. Yang membuatmu merasa cantik, bukan datang dari dirimu sendiri, justru datang dari standar dan selera orang lain, sehingga perempuan tersebut mati-matian mempercantik diri untuk bisa dianggap menarik bagi orang lain.

Tabbarruj berasal dari kata “burj” yang artinya *menara*. Sesuai sifat menara, tujuan tabarruj memang menjadi pusat perhatian.

Sebenarnya, apakah mempercantik diri didorong oleh agama kita? Ya.

Apakah Allah menyimpan fitrah keinginan mempercantik dan menyukai keindahan ini pada setiap wanita? Ya.

Ini bukan produk feminis. Ini fitrah dari Allah.

Namun ini semua harusnya dipenuhi oleh Ayah ketika perempuan itu masih lajang, atau oleh Suami ketika perempuan itu sudah menikah. Mereka lah yang harus menyediakan pengakuan dan apresiasi atas kecantikan sang perempuan, sehingga perempuan ini tidak harus mencari pengakuan dari pihak lain.

Bagian 5: Hamiyyatal Jahiliyah

Hamiyyatal Jahiliyah adalah emosi fanatisme yang kuat (kesetiaan, kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, dll) pada sesuatu yang jahiliyah. Sesuatu yang sebenarnya not worth it at all.

Hamiyatal Jahiliyah dibahas di surat Al-Fath ayat 26.

Contohnya: Begitu gandrung ke tim sepak bola sampai tawuran antar suporter. Contoh lain adalah rasisme sampai ke fanatisme golongan. Menganggap saya berhak atas sesuatu sementara golongan lain tidak berhak.

Ini pun bisa terjadi di kaum muslimin. Kita bisa jadi muslim yang hamiyatal jahiliyah .

Misalnya, kita mendengar Rasulullaah saw dihina. Tentu kita berhak merasa marah. Namun ternyata respon yang kita pilih malah respon yang sama sekali bertentangan dengan teladan Rasulullaah saw. Jauh dari sikap Rasulullaah saw. Dengan begitu, kita telah bersikap seperti Hamiyatal Jahiliyah.

Donasi: https://kitabisa.com/nakindonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s