Resume Video: Take Your Time & Become People of Vision


๐ŸŒพ๐ŸŒพ Resume Sharing Santai Tapi Serius grup NAK INDONESIA๐ŸŒพ๐ŸŒพ

04 Februari 2017 – Moderator: Mba Candra

Judul video yang akan dibahas ๐Ÿ‘‡

*Take Your Time & Become People of Vision*

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillaah, innalhamdalillaahi nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiiruh, wana’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa, wa min sayyiaati a’maalinaa. Man yahdihillahu falaa mudlillalahu, wa man yudlil wa laa haadiyalah. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahulaa syariikalah. Wa asyhadu annaa muhammadan ‘abduhu warasuuluh. Ammaa Ba’d.

Shalawat dan salam bagi Rasulullah SAW dan keluarga Beliau, para sahabat, dan orang-orang shalih. Semoga Allah memberikan ilmu dan merizkikan kepahaman bagi kita semua. Sehingga Ia memberi nikmat taufiq untuk kita mengamalkannya. Selamat malam, Teman-teman.

Sebelumya, Saya Candra hari ini insya Allah akan menyampaikan kembali kajian dari Ustaz Nouman Ali Khan, yaitu *”Take Your Time and Become People of Vision.”* Atau *”Ambillah Waktu yang Dibutuhkan dan Jadilah Orang yang Bervisi Besar!”*

*[Overview]*

Aha! Sudah, ya, Kak. Kendala koneksi telah ada alternatifnya, sekarang tinggal kita meluangkan waktu untuk menonton, membaca, dan mengikuti alur kajian ini, yah. ๐Ÿ‘๐Ÿป

Video ini adalah bagian -agak- akhir dari video induknya, waktu 1:03:00 – 1:10:00
*”Lessons from Surah Ar Rahman”*
URL:

*Untuk tautan tersebut, selamat menonton di waktu selanjutnya saja, ya, Kak.
ใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

Video ini (Take Your Time…), menjelaskan bagaimana Allah menurunkan Al Quran atas dasar Kasih Sayang-Nya kepada semua manusia, bahkan bagi mereka yang termasuk keras kepala. Namun, yang terjadi sekarang, banyak orang yang keliru memahami ayat yang ada di dalamnya. Ada yang mengatakan Al Quran menceritakan bahwa Allah hanya ingin menghukum manusia. Ada juga yang melihat Al Quran sebagai kalimat yang terus melarang dan yang selalu berkata bahwa kita tak cukup baik sebagai manusia sehingga kita akan terazab juga di neraka.

Maka dua ayat inilah yang menjawabnya.

Kemudian mendorong kita yang paham atau mulai paham kebutuhannya, untuk memperbaiki diri dan perlu menjadi orang yang memiliki impact baik kepada masyarakat, tanpa harus terburu-buru.

Isi penjelasan video ini berpusat pada dua ayat pertama pada Surat Ar Rahman (55): 1-2.

*1. Ar Rahmaanu.*
(Allah) Yang Maha Pengasih.

*2. ‘Allamal Qur’aanu.*
Yang Mengajarkan Al Qur’an.

*[1. Ar Rahmaanu*]

Video ini karena berupa video potongan, memulainya dari ayat kedua. Sedangkan ayat yg pertama “Ar Rahman” sebagai pendukung penjelasan. Akan tetapi, kita berusaha tetap urut yah.

Nah, perlu diketahui sebelumnya, Surat Ar Rahman sebenarnya adalah surat yg justru sedang ditujukan kepada orang yang keras kepala, tidak melulu hanya berlatar belakang menjelaskan bahwa Allah Sangat Penyayang saja. Oleh karenanya, banyak dari kita yang bertanya-tanya tujuan pengulangan pada ayat “Fabiayyi aalaa irabbi kumaa tukadzdzibaan.” Maka itulah alasannya. Karena kerasnya, Allah perlu pengulangan agar mereka paham.

Nah, untuk video ini, inti yang paling mengena dari ayat Ar Rahman justru akan lebih dijelaskan pada ayat keduanya. Yaitu :

*[2. ‘Allamal Qur’aanu]*

Apa yang terbaca pertama? *’Allamal.*

Yang mengajarkan. Allah mengambil peran sebagai guru di sini. Guru yang mengajarkan Al Qur’an.

[Untuk saya, saya sendiri agak merasa alert dengan peran guru yang Allah ambil di sini. Baru dengar sekali ini. Biasanya bukannya yang Dia sebut, selalu yang Maha-maha sesuatu, yah. Nah, sekarang, guru, yang sifatnya ada unsur kedekatan pastinya. Guru yang sering dilihat adalah yang ingin siswanya mengerti, paham dan akhirnya dapat mengerjakan tes dan lulus dengan sangat baik. Guru akan bahagia juga. Dan kadang guru pun menjadi seperti teman. Peran yang “menjajarkan diri” agar bisa mengerti kebingungan muridnya. Dan Allah yang tadinya bilang Maha Rahman, sekarang bilang guru? Memang demikiankah, pengharapan Allah terhadap kita adalah sesuatu yang positif dan penuh kasih?)

Kemudian, yang Ustaz sebutkan setelahnya, adalah bahwa guru bisa saja marah kepada muridnya. Marah jika mereka tak mengikuti ajarannya atau keras kepala tak mau percaya arahannya. Kenapa yg sekarang disebutkan/highlighted malah marah? Ah ya. Allah sedang menceritakan kaum yang belum saja mengikuti ajaran Allah melalui Nabi. Yang menyerang usaha Nabi. Yang berperang fisik dan psikis menghalangi Islam. Yang membunuh orang tak berdosa. Itulah bentuk ketidakpatuhan murid (manusia) dari yang Allah sedang ajarkan melalui Al Quran.

Tapi, pun, Allah tetap saja berfirman dan berfirman. Terus hingga ribuan ayat. Dan dalam waktu berpuluh-puluh tahun. Itu sudah menjadi bukti bahwa Allah adalah Maha Penyayang. Seperti seorang guru yang ingin muridnya mengerti dengan benar. Guru yang memiliki kasih dan pemakluman yang sangat besar dari semua hal lainnya, dari semua sikap2 minor seperti marah, kecewa, mendisiplinkan, tegas, dll.

Nah, pada saat sekarang, pokok inilah yang diserang. Al Quran dimengerti secara separuh2, sebagian2 saja. Jika nonmuslim, banyak yang menganggap Al Quran sebagai wahyu yang hanya ingin menghukum manusia. Membunuh orang selain muslim dan peraturan yang bar-bar (pidana dll). Kata2 mengenai surga, anjuran bersyukur, tidak terlihat sama besarnya.

Tapi ada yang lebih miris. Yakni ketika muslim saja sama-sama tak sepaham itu. Mereka muslim dan paham bahwa mereka perlu patuh, tapi melihat Al Quran dengan pemahaman yang sedikit, akhirnya hanya melihat peraturan dan larangan saja. Dan bahwa sikap-sikap manusia sangat buruk dan berakhir pada hal yang tak menyenangkan juga.

Pada saat ini, pemahaman awal sebelum membaca dan memahami Al Quran-lah yang memudar. Nah, kita nih, sebelum membicarakan orang2 lintas agama lain dalam memahami Al Quran, kita perlu lebih dulu yang paham dengan baik. Paham bahwa Al Quran itu adalah perwujudan kasih sayang yang besar dari Allah. Dari guru yang ingin muridnya mendapat hasil akhir yang gemilang.

Jadi otomatis, jika kita mau mengerti mau kenal apa saja dan bagaimana Allah menyayangi kita dalam setiap kalimat ayat dalam Al Quran, maka kita perlu belajar Al Quran. Menjadi murid yang belajar dari buku yang Guru (Allah) berikan.

Akan didapat banyak hal yang Allah kurikulumkan di sana, sesuai dengan apa yang sehari-hari kita lalui. Allah membuat pesan-pesan pribadi yang Ia tahu akan bisa merebut hati kita hingga menangis dan menyadarinya. Hal inilah yang akan melatih kedekatan kita dengan Allah. Dengan Kitab yang Allah berikan. Kita makin mengerti cinta-Nya. Dan melakukan apa yang diarahkan-Nya karena kita tahu itulah yang diharapkan Allah yang Sangat Mencintai Kita.

Dan, ketika kita sudah melakukan ini, kita akan mulai terbuk hatinya. Melakukan hal yang baik. Dan menyukainya. Menghindari dan membenci hal yang buruk. Memiliki teman yang lebih baik. Memiliki kebiasaan yang lebih membangun diri dan bermanfaat bagi semuanya. Membangun, pada akhirnya, orang yang mampu berjiwa besar.

Ingin menolong yang lainnya agar juga tahu mengenai keindahan ini. Ingin menjadikan masyarakat lebih baik bersama-sama. Karena hal inilah yang Allah arahkan sebagai cintaNya, untuk kebaikan kita sendiri secara individual. Kebaikan bersama juga.

Jika kita justru tetap saja tak mengambil manfaat dengan memahami Al Quran dengan baik, terus saja hidup dengan distraksi seperti games, film, tidur, dan hal tidak produktif lainnya, maka hidup kita sia-sia saja. Kita perlu sekali terhubung dg baik dg Al Quran. Perlu menghadirkan dan membentuk orang yang tidak menakuti yang lainnya dengan Al Quran dan menjauhkan mereka darinya. Karena mereka yang tidak/belum paham dengan al Quran adalah karena orang yang paham mengenai Al Quran (sesedikit apapun itu) tidak menebarkan kasih sayang itu. Jika saja kita menggunakan usaha yang maksimal, pemuda lainnya pasti tidak akan menjauh, mengabaikan Al Quran. Teman muslim kita, utamanya. Teman lintas agama kemudian.

Hingga, nih, sekarang kita bisa memulainya. Dan yang perlu diingat, kita perlu take our time. Perlu menempuh proses dan waktu yang cukup untuk itu. Kata ‘Allama dalam Bahasa Arab berarti “to deliver message over long period of time/menyampaikan pesan2 dalam waktu yang lama). Rasulullah, murid terhebat Allah pun menempuh 23 tahun untuk itu. Untuk belajar dan mengamalkannya secara penuh. Maka kita, saat belajar pun perlu steady/tetap dalam langkahnya. Terus menerus meskipun sebentar. Hingga ketika sudah memilihi beberapa hal yang dimengerti, kita bisa memberitahu teman kita tentang ini. Kita bisa melakukan ini kan. Dan sebenarnya inilah yang memang diharapkan terjadi. Rantai kasih sayang Allah yang bersambung-sambung dari kita kepada teman-teman kita, kemudian mereka dengan teman mereka lagi, dst. Kita bisa.

Sambil, waktu berlalu hingga kita memperbaiki diri untuk mencapai visi yang tinggi. Visi besar, yang Allah, Guru Maha Besar harapkan dari kita. Agar bermanfaat bagi diri, sesama, dan memiliki kedekatan serta cinta dari Allah Swt. Visi agar kita mau membuat impact positif bagi saudara-saudara (masyarakat) kita.

Nah, demikian yang Ustaz Nouman nasihatkan kepada kita. Kita dapat menyimpulkan, bahwa yang penting di sini adalah agar kita mau membuka kebaikan luar biasa yang sudah Allah siapkan dalam Al Quran. Sehingga ia memberikan kemanfaatan besar bagi diri kita sendiri. Bagi masing-masing individu. Karena Al Quran adalah surat yang Allah berikan ke masing-masing diri kita. Kita pun membantu teman-teman yang lainnya agar memahaminya juga, sehingga kita bisa melejitkan ilmu yang Allah berikan lewat Al Quran untuk diri kita, dan saudara-saudara kita. Ilmu yang dibagi akan bertambah kan yah.

Tujuan akhirnya adalah hasil gemilang. Visi yang kita bangun sehingga kita bisa memberi kemanfaatan. Dan inilah yang Allah harapkan pada kita, muslim semuanya. Insya Allah.

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐ
*Keywords:* ar-rahman, Al Quran, memahami Al Quran, kasih sayang Allah, guru, murid, visi, impact, personal guidance, reconnecting, membagi, perbaikan diri

Nah sekian nih penjabaran yang dapat Saya sampaikan kembali. Kita bisa mulai diskusinya yah. Siapa yang ingin mengkomentari, menyetujui, memberi ide, memberi contoh kejadian, inspirasi, teladan, dll.

Maaf jika penjabaran di atas kaya jadi transkrip Indonesianya, hehe. Biar ngikutin flownya Ustaznya. Menancap mantap soalnya, paparan beliau.

๐Ÿ‘ฉ Mba Rudhi

Mba Chandra hubungan langsung dg 2 ayat Ar-rahman dg ambil wajtu n visi besar..boleh dijelasin lg kah

๐Ÿ‘ด Bang Rama

Jadi bisa disimpulkan bahwa Allah sendirilah yang mengajarkan kepada kita apa yg difirmankan olehNya. Dan kaitannya dgn sifat Ar-Rahman-Nya, bahwa Allah mengajarkan kita segalanya di dalam Al Quran, bahkan kepada orang-orang yang membenci ajaran-Nya (orang kafir) karna Al Quran itu memang diperuntukkan kepada seluruh manusia saat ini, tidak terbatas hanya kepada kaum tertentu saja seperti kaum dari nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Karna saking Maha Penyayang-nya Allah kepada seluruh manusia, dijadikannya Al Quran sebagai petunjuk utk semua umat manusia.

๐Ÿ‘ด Bang Ario

Downloads dulu pdf nya
You have to understand something about Allah introducing the Quran.

*The Quran is an act of Allah’s love. It’s an act of Allah’s care.*

*You wanna get to know Allah’s loving care? Study The Quran!*
Tagline NAK Indonesia pakai kutipan diatas ๐Ÿ™ˆ

๐Ÿ‘ฉ Mba Rudhi

Oo itu ya mba…dont rush…blajar pelan2… karena dakwahnya Rasul cthnya 23 tahun

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

jadi, yang saya tangkep Kak, ini cause effectnya emg agak berantai yah. Kan Allah kasih kita Quran. Out of Allah’s love. Nah, yg jadi dasar sebenernya adalah realita yg miris itu kan. Yg pada memikirkan Al Quran sebelah saja. Padahal itu keren banget. Ga sedangkal itu. Nah kalo bisa udh didalemin kita belajar, lama2 kita tau sendiri Al Quran bawa apa aja sebenernya. Dan saat kita tahu indahnya itu, kita akan tahu ini harus dibagi.

๐Ÿ‘ด Bang Ario

Aku suka dengan peran Allah sebagai guru. Maha guru. Yang mengajarkan kita Qur’an

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Karena org yg punya relationship dg Al Quran dg baik akan punya kepekaan yg cukup. Tau alasan kenapa islam pely didakwahkan. Tau kenapa ga boleh buang sampah karena zalim dg bumi n tempat tinggal. Tau kenapa harus ada sistem ekonomi yg ga berat sebelah karena ga boleh cuma mengkayakan sebelah saja.

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Miris2 hal2 yg ini yg pasti kalo udh tahu nih, liatnya g tega dan ingin ikut mengubah. Karena landasan mereka akan jadi Allah.

๐Ÿ‘ด Bang Rama

Allah SWT tak pernah berhenti menurunkan ayat-ayatNya walaupun banyak manusia yg memusuhi pembawa firman-Nya ( Rasulullah SAW) karna dengan cara itu Dia menunjukkan Kemaha-penyayang-annya.

๐Ÿ‘ด Bang Ario

Aku coba kasih salah satu contoh bagaimana Allah mengajarkan kita Quran. Ini buat bahan muhasabah diri yah. Contohnya kemampuan membaca/menghafal quran. Dulu kita ga bisa baca quran, huruf Hijaiyah aja ga hafal. Terus kita belajar dari tahun ke tahun. Mulai deh kita rasakan perkembangan ilmu quran kita. Bacaan kita semakin baik, hafalan kita semakin banyak. Ilmu tentang tafsir quran juga bertambah, makin paham.

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Iya kak. Melalui Rasul yah tapi. Jadi kan wahyu Quran turun kepada Rasul. Lalu diteruskan ke sahabat dan turun temurun dg perkembangan macam penulisan, mushaf dll. Penghafalan, tafsir.

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Dan karena udah nih kesusun lengkap, kan ada tuh org yg nerusin isi2 Quran. Bisa ulama/syaikh/imam/ ustaz/teman yg paham di indonesia dan dr luar. Contohnya NAK. pada kagum kan yah ke ustaz Nouman. Kagum juga dung ke Allah, yukzz.

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Iya Kak. Ini sebenernya akan kena bgt n paham kalo kita emg udh mulai mendalami. Kan Al Quran ga semuanya tazkiyatunnafs isinya yah. Ada yg menolong orang lain. Ada yg saling menasihati dlm kesabaran.
Nah dan karena Al Quran masih termasuk yg paling umum n paling wajib perlu dipahami kita, penjelasan lengkap teknisnya banyak juga diteruskan dg hadits dan perbuatan Nabi. Dan salah satu sunnah Nabi adalah prestatif yah. Beliau mengajarkan untuk meminta Surga Firdaus. Dan ridha Allah yg sifatnya lbh keren lagi. Itu cita2 tinggi sekali. See? That’s vision. Dancara mencapainya dg membuat visi sesuai yg kita bisa perkirakan dr kemampuan kita.

๐Ÿ‘ด Bang Rama

Setuju sekali sama pendapatnya mas Ario. Cara kita mengetahui sudah seberapa tinggi nilai ajaran dari Allah kepada kita bisa dilihat dari perkembangan ilmu Al Quran kita.

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Iya Kak. Aku coba bayangin posisi nabi selama 23 th dan menghadapi entah pertanyaan yg berulang misalnya, hari yg penuh kritik, dll. Itu mayan yah. Dan Allah masih saja mengasihi org2 di lingkungan Nabi itu. Keren atitudnya Nabi yah, sabar bgt. Dan keren sayangnya Allah. 23 th lama ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

๐Ÿ‘ด Bang Rama

Setuju. Vision yg paling tertinggi sebenarnya bukanlah surga, tapi ridho Allah. Saya pernah dengar kajian bahwa kita beribadah, mengamalkan Quran dan Hadits, jangan semata-mata mengharapkan Surga, karna Surga masih lebih kecil dibandingkan Ridho Allah terhadap perbuatan kita di dunia. Bagaimana membuat Allah senang dgn kita, perbuatan baik yg kita lakukan di dunia, sesuai dgn nilai-nilai taqwa yg diajarkan Rasulullah SAW tentunya.

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Cuma sekarang. Kaya yg Bang Syafiq pernah share jalan pikirannya, masalahnya adalah bagaimana mempelajari Al Qurannya? Apakah simply, yaudah baca 3 ayat al zilzal terus cari tafsirnya Ustaz Nouman?

๐Ÿ‘ด Bang Syafiq

Ini yg kajian Ar Rahman yg di malaysia kan ya? ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Msih ckup membekas hingga hari ini
Makasih banyak mbak candra atas saduran materinya… ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Dan makasih jg buat teman2 yg udh kasih tambahan, mas ario, mas rama, mbak rudhi, dan lainnya

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Cuma, jangan terpengaruh efek samping dr bilang “Al Quran yg 6000 ayat itu termasuk masih umum? Ada lagi? Kok banyak?”

Kita perlu highlight 23 tahunnya Nabi lagi. Bukan meremehkan atau ngelama2in, tp real yang bisa kita lakukan adl demikian. Sunnah dr Umar ra. juga (yg pernah disebutkan sebelumnya juga) ngehafalin Al Baqarah dalam waktu 4 tahun ( yg tulisan 7 atau 12 th ralat yah temans).

Liat islamqa.com yuks

https://islamqa.info/id/180634

Tentang sunnah yang Umar contohkan dan sahabat contohkan saat belajar. Mereka ngajarin ga lebij dr 10 ayat krena ingin nyeimbaingin ilmu dan amal yah, lalu mngamalkan apa yg bisa diamalin dari ayat tsb. Hehe.
Per kesempatan majelis ilmu itu ketemu yah. Baca aja yah, technicality kadang sulit dan kalo ga dijelasin org ga mau gerak. Saya bgt sebelumnya. Soalnya agar jadi bayangan kayaknya yah.
Like, “Oh ustaz itu nyontohin surat Al ‘Ashr disampaikan ke teman, oke kalo gitu. Tulis dan sampaikan sekarang/segera.”

๐Ÿ‘ด Bang Rama

Mempelajari Al Quran, menurut saya, perlu didampingi guru. Maksud saya, literally guru, ustad, atau ulama yg ahli di bidang Al quran. Seperti Imam Ahmad bin Hanbal yg berguru pada Imam Syafii. Seperti Syekh Kholil Bangkalan yg menjadi guru untuk KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan.

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Yang paling ideal memang gitu Kak. Ada di lingkaran ahlinya dan itu jadi tergolong privat, face to face yah karena yg dicari gurunya. Bukan univnya bukan gelarnya.

Yg kita bisa lakukan sebenernya banyak yah, iya kan yah

– majelis ilmu tafsir, tahfiz, tahsin-tajwid udah banyak
– majelis ilmu yg menyangga dr sisi youtube lumayan juga sepanjang orgnya terpercaya (entah khusus tafsir atau ada pengajian tematik)
– halaqah/liqo
– sharing biasa (per teman, atau group)
– langsung ke institusi pe pendidikan Al Quran dan atau bahasa Arab.

Tp yg keliatan paling realistis dr sisi keadaan personal, adalah cara kedua hehehe.
Sebenernya sih Kak. Ini yg bisa ngganjel setahu saya halaqah dan kegiatan tafsir yg freeataupunberbayar yg bisa tanya jawab.

*ngganjel : ngenyangga kekurangan youtube

๐Ÿ‘ฉ Mba Genis

Ini maksudnya apa ya mbak candra… Aku penasaran hrs ngikutin tulisan yg mana.
Maksudnya seperti Allah turun lapangan…
*dr tadi aku scrolling gak mudeng2

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Itu kaya hanya bayangan aja Kak. Aku memahami dg membayangkan perumpamaan simpel. Mengajari itu kan teknikal yah. Seakan turun lapangan. Selama ini pahamnya saya, Rasul yg ngajarin kita. Allah cuma saying. Not teaching. But He did. Through Jibril. Through tests too.

Dan sekarang Allah justru takes the credit. Dan kalo diulur emg iya kan. Allah ke Jibril ke Rasul ke sahabat ke keturunan2nya hingga kita.

๐Ÿ‘ด Bang Rama

Since Allah SWT is the teacher, He tests us directly. Begitu kira-kira ya, mbak Chandra.

๐Ÿ‘ฉ Mba Genis

Aku pun berpikiran gitu.. Krn rasul disebutnya kam the massenger jd yg kpikiran ya rasul yg ngajarin kita tp sbnrnya Allah lewat jibril lewat rasul lewat quran
Ya Allah ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ
Aku nangkep mbak

๐Ÿ‘ฉ Mba Asti

Betul. Kalau kita ngajar anak kita juga itu hanya lewat kita.. sebenarnya Allah sendiri yg mengajarnya..

๐Ÿ‘ฉ Mba Genis

Mknya bbrp kali Allah sebut jgn jadi org sombong ya di dlm quran. Krn emang semuanya itu Kuasa Nya.

Astaghfirullah jd #istighfar
Dan semuanya Allah yg ambil alih

๐Ÿ‘ฉ Mba Asti

This really works on me.
Krn sy kurang pintar mencari surga.

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Sebenernya selama ini saya hanya menyampaikan yg aku pahami aja Kak. Kalo ad yg bisa menyampaikan dg dalil yg lebih lengkap dan penjelasannya itu justru yg lebih berharga lagi. Blm wrap up archiving ilmu2 yg begini ๐Ÿ™๐Ÿผ.

Iya Kak. Teachnya Allah kan juga lewat tests yah. Selain ilmu yg udh bisa dicari, PR yg org sering kesendat kan amalnya yah. Jadi musibh dan nikmat sebenrnya itu kayak tesnya. Lulus ga nih. Kalo lulus naik kelas, trus lulus naik kelas lagi, dll. Hingga termurnikan hatinya seperti emas yg sedang dimurnikan dg dibakar/didihkan. Jadi akan ada ujian yg ngetes ikhlas karena Al Quran kan ada ilmu ikhlas juga. Ngetes dg kejadian sehari2 semacam org lain berangkat terlambat, kita harus apa dg org ini? Mau diem aja, mau ngingetin, mau ndoain, mau ngajakin langsung ontime atau apa?

Yg praktikal kan yg bikin ilmu kita manfaat yah. Yg biar ga jadi bumerang balik karena sengaja mengabaikan.

๐Ÿ‘ฉ Mba Asti

Kita cari rahmat n ridhonya saja

๐Ÿ‘ด Bang Rama

Betul mbak Genis. Ridho Allah itu adalah kunci nya surga kalo surga kita ibaratkan sebagai pintunya. Makanya kita perlu raih dulu keridhaan dan keikhlasan Allah terhadap semua perbuatan baik kita sebelum kita memastikan diri utk mendapatkan surgaNya. Kira-kira begitu.

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Wah tapi kalau bahasa dan isi pemahaman saya terlalu keras ingatkan yah. Soalnya setahu saya memberikan konteks yg lengkap dulu meski kecil2 terasa lebih baik. Dibanding harus kaget2 dg aspek kaya “eh ternyata hrs diamalin”, eh ternyata…”

๐Ÿ‘ฉ Mbak Genis

Aku merinding rasanya kayak ada perasaan sedih kesal kpingin nangis… Nyimak kajian ini. Sedih kesal sm diri sendiri.

Myself is the worst enemy ๐Ÿ˜ญ
Langsung berasa lo kecil bgt gen… ๐Ÿ˜ญ

๐Ÿ‘ด Bang Rama

Betul mbak Genis. Ridho Allah itu adalah kunci nya surga kalo surga kita ibaratkan sebagai pintunya. Makanya kita perlu raih dulu keridhaan dan keikhlasan Allah terhadap semua perbuatan baik kita sebelum kita memastikan diri utk mendapatkan surgaNya. Kira-kira begitu.

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Candra baru tahu Kak. Itu gimana bisa demikian?

๐Ÿ‘ฉ Mba Genis

Pengingat yg bagus mas… Masukin di list doa setelah solat. Ada doa khusus dlm bhs arab yg minta ridho nya
Hemmm ayat ke 10 al kahfi?

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Yang intinya meminta cintaNya dan cinta orang yang mencintaiNya itu bukan?

๐Ÿ‘ฉ Mba Genis

Oh heeem aku pernah ketemu ini.. Tp bhs indonesianya
Doa meminta rahmatnya yg mana ya ada gak mbak dlm bhs arab

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Hmm Candra akan tutup kalo misalnya lebih dr 10 menit ga ada yg respon yah. Hehe. Dan jam malamnya jam 10 bukan? Batas fixed jam 9.55 ditutup kali yah.

๐Ÿ‘ด Bang Syafiq

Saya mau tpi udh speechless duluan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Kayaknya ada yg agak nggantung deh Kak. Di bagian bgaimana kita mempelajari Al Quran. Practicalitynya. Yg tahfiz+tajwidtahsin+tafsir bersamaan gitu kan. Mengenai banyaknya ayat maybe.

Atau kita bisa kira2 sendiri kali ya bisanya berapa. 15 menit per hari untuk tafsir. Like that?

๐Ÿ‘ด Bang Rama

Jadi gini ceritanya mbak. Orang yg semata-mata berharap surga dalam bertaqwa kepada Allah, orientasinya hanya reward saja. Dia tidak akan memperoleh kelezatan iman. Tidak salah memang kalo kita sebagai hamba mengharapkan surga sebagai akhir dari perjuangan kita di dunia. Tapi, alangkah lebih indah kalo kita memiliki hati yg ikhlas dan ridho dalam menjalankan semua yg Allah perintahkan melalui Quran, sehingga Allah SWT pun ridho kepada keridhoan kita sebagai hamba yg bertaqwa. Dengan keridhaan kita dalam bertaqwa kepada Allah dan keridhaan Allah terhadap semua amal baik kita , maka insya Allah reward berupa surga akan mengikuti di belakang kita. Dan tentu saja itu reward di akhirat. Reward di dunia adalah kita memperoleh kelezatan iman.

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Pantas saja yah ikhlas sulit. Mendambakan secara ikhlas hanya ridha Allah yg sebenernya masih agak abstrak dlm hati “itu kaya apa yah?”, keliatan “wah itu gimana org2 pada bisa demikian yah? Para shahabat dll?”

๐Ÿ‘ด Bang Rama

Ini ada hadits nya.
“Dari Abbas bin Abdul Muthallib ra. bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda “Akan merasakan kelezatan iman, orang yg ridha kepada (yg diperintahkan oleh) Allah sebagai Rabb-nya dan Islam sebagai agamanya dan (nabi) Muhammad sebagai rasulnya” – H.R. Muslim

๐Ÿ‘ด Bang Syafiq

Kalo versi ustadz NAK, jgn kbanyakan mikir mau blajar dari mana.
Just start somewhere.

Hapalin dulu? Apa tajwid dlu?

Y barengan jg bs. Hapalin sambil benerin tajwidny. Toh esensiny, ktika kamu blajar tajwid, secara gak sadar kmu pasti sambil ngapal. Krena pasti ngulang2 kan smpe benar?
Gitu jg buat yg lainny. Apa ngapal dlu atau blajar bahasa arab/trjemah? Ya sambil2 aja…

Kcuali tafsir ya. Itu beda kasus. Itu udh jdi studi ilmu trsendiri. Gk bs sembarangan. Tpi klo hanya untuk tadabbur, untuk diri sendiri… jgn di persulit ๐Ÿ˜

๐Ÿ‘ด Bang Syafiq

Mengenai yg jangan minta surga…

Iy, itu benar.

Tpi maaf nih, kykny level iman saya bru bs batasny minta surga. Jdi y saya minta aja bs k surga sama Allah. Toh pada akhirny, gak mungkin msuk surga kalo Allah gak ridho ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿ™๐Ÿผ

#maafkalobeda
Intiny sih iya, benar yg d blg mbak genis. Take action..

Mau tajwid dlu, mw tahfiz dlu, mw apa dlu. Just start. Nanti dengan sendiriny smwny dapet. Niatkan buat pngen makin dkat dg Allah lewat Quran. Biar makin di mudahin. Klo cuma ngejar biar hapalanny makin banyak, niscaya yg ad malah satu ayat aja bs gak apal2…

Inget, ayat Quran itu kalam Allah. Dan kalam Allah gk bakal bs masuk ke hati yg kotor. Makany sembari kita mempelajari Quran, seyogyanya pula kita sambil membersihkan hati dan diri kita…

Apalagi klo kita sadar, pada akhirny, yg ngajari kita tu Allah… wuiih… merinding kita… ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

๐Ÿ‘ฉ Mba Genis

Dan harus dipaksa ya mas. Jgn sampai putus aja gitu krn sekali putus bs males lg dr awal lg

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Highlight: *”Niatkan buat pngen makkn dkat dg Allah lewat Quran.”*

๐Ÿ‘ด Bang Syafiq: Mngkin lbih tepatny hrus memaksakan diri agar istiqomah mbak. Biar sedikit asal istiqomah

๐Ÿ‘ฉ Mba Asti

Ilmu tidak akan masuk kepada orang yg melakukan maksiat.
(Nasihat Guru)

๐Ÿ‘ด Bang Syafiq

Makasih banyak mbak candra yg udh memandu kajian malam ini…

In syaa Allah barokah ilmunya…

Makasih jg mas rama yg udh aktif bgt malam ini… mudah2an bs istiqomah di kajian2 brikutny ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

๐Ÿ‘ฉ Mba Genis

Ini jg yg msh jd masalah bnyk perempuan. Kalau habis halangan rasanya kayak mesti dr awal lg ngarur imannya.

Tp krn device macem2 aplikasinya skrng. Bisa dengar murotal,ada quran di hape, bs dengerin yutub ustad NAK. Jd tiap halangan bs menjaga kestabilan iman

๐Ÿ‘ฉ Mba Genis

Astaghfirullah
Makasih ya mba mas malam ini. Macet2an nya bermanfaat bgt ๐Ÿ˜Š

๐Ÿ‘ฉ Mba Candra

Maaf ya Teman-teman, saya kalau udah masuk ke kajian motivasi begini g bis ngringkas. Masih PR banget. Dan maaf jika ada kata – kata atau opini saya yang kurang berkenan. *The point is we start somewhere* adalah quote kita hari ini.

Saya menyimpulkan jika kita mau belajar Al Quran insya Allah udah banyak caranya yah. Dan belajar Al Quran manfaatnya sangat mendasar dan penting biar kita selalu diberi petunjuk oleh Nya. Karena itu adalan map hidup kita yah. Semoga ketika kita sudah memilih amalan dengan ukuran tertentu, Allah mudahkan istiqamahnya dan barkahkan ilmunya. Jangan lupa diamalkan, jangan lupa dibagi. Jangan lupa buat get real, benar2 melaksanakan.

Saya tutup dulu. Kebaikan memang dan pasti dari Allah. Kesalahan adalah dari kealpaan manusianya.

Subhanakallahumma wabihamdika. Asyhadu anla ilaaha illa anta astagfiruka wa atuubu ilaih.

Waalaikumsalam. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

๐Ÿ™๐Ÿผ

(8) (END)โ– 

Donasi: https://kitabisa.com/nakindonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s