[Transkrip Kartun Islami] Sibuk Cari Uang – Tak Punya Waktu Untuk Keluarga – Nouman Ali Khan

Kau tahu kaum Quraisy adalah penjaga rumah Allah. Kau tahu, Nabi Ibrahim (alaihissalam) berdo’a kepada Allah bahwa orang dari seluruh dunia, mohon agar hati mereka dilembutkan kepada rumah Allah ini, oke?

Bahwa orang-orang akan memiliki ketertarikan kepada rumah Allah ini dan seluruh orang beriman tahu bahwa mereka memiliki kelembutan ini terhadap rumah Allah. Walaupun kau mungkin belum pernah ke sana, hatimu tetap ingin pergi ke sana. Kau ingin pergi haji, kau ingin pergi melihat rumah Allah.

Tapi orang-orang yang menjadi penjaga rumah Allah ini harusnya adalah orang yang hatinya paling lembut. Merekalah yang seharusnya berhati paling lembut.

Tapi hal yang membuat hatimu menjadi keras adalah kesibukan dunia. Kau sibuk mencari uang, kau sibuk menafkahi keluargamu, dan hal-hal semacam itu. Jadi kau terlalu sibuk dengan dunia sehingga kau tidak punya waktu untuk menyembah Allah sehingga hatimu menjadi keras.

Jadi Allah membuat hidup mereka menjadi sangat mudah. Mereka tidak perlu melakukan seperti apa yang dilakukan oleh kaum lainnya. Kaum lainnya hanya bertahan untuk tetap hidup. Jadi, kalau misalnya suatu kaum lain itu dilanda kelaparan, mereka akan sibuk memikirkan bagaimana bisa makan, dan mendapat perlindungan, dan mereka tidak punya waktu untuk menyembah Allah.

Sehingga Allah menghilangkan kekhawatiran semacam itu dari mereka dan Allah mensejahterakan dan memakmurkan mereka. Sehingga mereka tidak lagi perlu banyak berpikir tentang hal-hal semacam itu dan mereka dapat fokus dalam menyembah Allah.

Kau tahu, ada 2 macam golongan orang yang punya harta. Orang yang kaya raya, mereka punya dua pilihan atas hartanya.

Pertama, kau sudah punya penghasilan besar, dan itu membuat semakin rakus untuk mengejar dunia. Kau punya banyak uang dan berkata, “Mari kita nikmati saja.

Dan kau membuat seumur hidupmu adalah pesta, oke? Dan kamu terus menerus berupaya menambah kemewahan dalam hidupmu. Dan mencari cara bagaimana agar kekayaanmu menjadi semakin bertambah dari yang telah dimiliki sekarang.

Atau kau bisa berkata, “Saya baik-baik saja, ada makanan di meja, ada atap untuk berteduh, saya baik-baik saja.

Jadi kau tahu apa yang harus aku lakukan? Karena sekarang aku punya waktu luang dari mengejar dunia, dan Allah sudah mencukupi kebutuhanku. Aku bisa sedikit beristirahat dan mempelajari agama Allah dan beribadah kepadaNya. Dan mungkin pergi beri’tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan, karena kalaupun aku tidak berupaya untuk membuat tambahan penghasilan. Apa yang ada di rumah masih cukup. Aku masih tetap baik-baik saja.

Jadi aku bisa memanfaatkan waktu ekstra ini, aku bisa melakukan ibadah ekstra kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan tidak ada seorangpun yang lebih layak melakukan itu selain penjaga rumah Allah. Itulah argumen dasarnya. Kau tahu, saya baru saja teringat sesuatu.

Saya tidak bermaksud untuk merendahkan psikiater atau apapun, jadi tolong jangan jadikan ini masalah pribadi kalau Anda adalah psikiater. Tapi, saya punya seorang teman, dia seorang psikiater yang bekerja paruh waktu. Kau tahu, dia punya beberapa orang anak, dan penghasilannya lumayan. Beberapa ribu dolar selama setahun. Penghasilan yang cukup untuk ukuran psikiater paruh waktu, oke?

Kemudian ada seseorang yang bertanya kepadanya, “Kenapa Anda tidak bekerja penuh waktu saja sekalian?

Orang itu menjawab, “Ya, mungkin aku bisa bekerja penuh waktu dan berpenghasilan $ 600.000 atau $ 500.000 setahun, tapi aku merasa cukup dengan $ 200.000.

Dan aku bisa memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menghafal Al-Qur’an dan mengajar anak-anakku dan menghabiskan waktu bersama mereka dan melakukan sesuatu bersama mereka.

Jadi, kenapa aku harus, kau tahu? Memangnya untuk apa sebenarnya aku mencari uang?

Allah sudah mencukupkanku dan aku bisa melakukan hal lain yang lebih baik dengan sisa waktuku.

Dan menghabiskan hidupku untuk hal yang jauh lebih bermanfaat, kenapa tidak?

Allah tidak menciptakanku untuk mencari banyak uang. Dia menciptakanku untuk tujuan lain.

Jadi kalau aku bisa bertahan tanpa perlu bersusah payah dan lebih banyak melakukan sesuatu yang lebih bermakna, kenapa tidak?

Kau tahu, sungguh jawaban yang sangat indah. Karena kalian tahu apa yang saya temukan? Bagi orang-orang yang menghasilkan banyak uang, kau tahu apa yang mereka korbankan? Keluarga mereka.

Mereka tidak punya waktu untuk keluarga. Mereka terlalu sibuk mencari uang. Kau terlalu sibuk bekerja dan kau tahu, bekerja lembur, dan mengorbankan liburanmu. Dan ketika kau pulang anak-anakmu sudah tidur, dan ketika kau berangkat, mereka belum bangun, sehingga kau tidak melihat wajah mereka. Dan kau baru melihat mereka ketika akhir pekan tapi kau sudah terlalu lelah karena kau sudah bekerja seminggu penuh.

Sehingga kau tidak bisa bermain bersama mereka. Dan ketika mereka datang kepadamu, kau malah berkata, “Main saja di ruanganmu, bukankah sudah ayah belikan banyak sekali mainan dengan uang ayah ini?

Jadi mereka menghabiskan waktunya bersama mainan, ya kan? Dan anak ini benar-benar merasa jauh darimu, mereka tidak punya keperluan apapun denganmu kecuali uangmu. Dan ketika mereka beranjak dewasa, dan mereka mulai mandiri, dan kau mulai ada sedikit waktu mungkin kau sudah pensiun, atau kau hanya sedang ingin bersama mereka, kau pun berkata, “Ayolah nak, bicara sama ayah…

Dan mereka akan menjawab, “Aku harus pergi yah, maaf aku tidak ada waktu.

Kau tahu, apa yang dulu pernah kau lakukan kepada mereka ketika mereka kecil, mereka melakukan hal yang sama ketika telah dewasa.

Dan kau akan terkejut dan datang ke imam masjid dan bercerita, “Pak imam, anak saya tidak mau bicara dengan saya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.

Anak gadisku bahkan tidak mau melihatku. Setiap kali saya berusaha berbicara dengan mereka, mereka selalu bilang, “Aku sedang menelpon, aku sedang sibuk, aku tidak bisa ngobrol sekarang.

Kau yang membelikan telepon itu, dan kau lengkapi juga dengan paket unlimited, ya kan? Jadi, kau mau menyalahkan siapa? Ya kan?

Tapi sesungguhnya konsep yang ingin saya sajikan adalah konsep yang ketiga yaitu bahwa Allah sudah melembutkan hati mereka, karena mereka jauh lebih mapan dibandingkan kelompok lain. Sehingga harusnya mereka lebih bisa memfokuskan diri untuk beribadah kepada Allah dan mengurus rumah Allah. Itulah sebabnya Allah menitipkan segala kekayaan itu, subhanAllah. Sungguh sebuah konsep yang sangat luar biasa.

Sekarang, siapapun di antara kita yang nanti dititipi kekayaan, kita sudah harus mulai berpikir, “Kenapa Allah menitipkan kekayaan ini kepadaku?

Dan bagaimana aku menggunakannya? Apa yang harus aku lakukan dengannya?

SubhanAllah…

Subtitle: NAK Indonesia
Donasi: https://kitabisa.com/nakindonesia

Advertisements

One thought on “[Transkrip Kartun Islami] Sibuk Cari Uang – Tak Punya Waktu Untuk Keluarga – Nouman Ali Khan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s