[Transkrip Kartun Islami] Semuanya Haram – Nouman Ali Khan

Waltakum minkum ummatun yad’uuna ilal-khoir.” (QS Ali Imran ayat 104)

Dan di antara kamu, harus ada sebagian orang atau kelompok. Mereka harus orang-orang yang berasal dari kamu sendiri. Dan tugas mereka mereka adalah untuk mengajak manusia kepada kebaikan. Mereka akan selalu berusaha mengajak orang untuk kebaikan. Dengan kata lain, mungkin tidak semua dari kita akan berada di podium.

Akan tetapi, akan ada sekelompok orang dari kita sendiri, ketika persaudaraan sudah terbentuk. Ketika kita sudah tahu bakat dari tiap anggota kita dan kita akan menyempurnakan lagi bakat tersebut dan seluruh anggota kelompok akan berinvestasi dengan bakat tersebut. Maka bakat ini kemudian akan terus meningkat. Dan mereka akan terus mengajak orang kepada kebaikan.

Wa ya’ muruuna.” (QS Ali Imran ayat 104)

Bisakah kau bayangkan? Anak muda dari masyarakat kita. Orang-orang dari kelompok-kelompok kita ketika mereka sedang berkhutbah, atau ketika mereka mengajak orang kepada kebaikan atau ketika mereka sedang mengisi acara talk show dan menjawab pertanyaan orang-orang yang ingin mengenal Islam?

Anak-anak kita sendiri. Anak-anak yang dibesarkan di sini. Bisakah kau bayangkan saat-saat itu nanti? Ini hal yang luar biasa. Ketika mereka berasal dari kaummu sendiri mengajak orang kepada kebaikan.

Yad’uuna ilal-khoir.” (QS Ali Imran ayat 104)

Wa ya’muruuna bil-ma’ruufi wa yan-hauna ‘anil-munkar.” (QS Ali Imran ayat 104)

Mungkin ini adalah salah satu konsep yang paling sering disalahartikan dalam keseluruhan Al Qur’an. Sebenarnya saya ingin menghabiskan waktu 1,5 jam hanya untuk membahas ayat ini, tapi saya tidak bisa. Hanya untuk ayat “Wa ya’muruuna bil-ma’ruufi wa yan-hauna ‘anil-munkar.” (QS Ali Imran ayat 104)

Tapi saya akan berusaha untuk meringkas apa yang saya bisa untuk bisa. Terjemahan yang paling sering digunakan adalah “Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.”

Berapa banyak dari kita yang sebelumnya sudah mendengar ini? Mengajak kepada kebaikan, dan mencegah kemungkaran, yak kan? Kalian pasti sudah sering mendengar ini sebelumnya, ya kan? Ini adalah terjemahan yang sangat-sangat-sangat dangkal.

Ya’muruuna” itu memiliki arti gambaran (spektrum) dari benda-benda.

Amr” itu artinya memberi pendapat atas sesuatu atau bisa juga memberikan nasehat tentang sesuatu atau bisa juga meyakinkan seseorang untuk melakukan sesuatu atau bisa juga menyemangati seseorang untuk melakukan sesuatu dan bisa juga memerintahkan seseorang untuk melakukan sesuatu.

Apakah ada perbedaan antara memberikan pendapat, menyemangati, dan memerintahkan? Pasti ada kan? Semuanya dimulai dari sugesti (masukan atau pendapat). Kemudian kau tahu, orang menghadapi situasi yang berbeda-beda. Saya akan coba memberikanmu contoh sederhana. Karena saya sangat suka contoh yang sederhana atau setidaknya saya pikir itu sederhana.

Makan malam siap. Saya akan mengajak ayah saya untuk makan malam dan saya juga akan mengajak anak saya untuk makan malam. Ayah berada di lantai bawah, dan anak saya berada di lantai atas.

Saya akan berkata ke Ayah saya, “Makan malam sudah siap.

Tapi saya akan berkata ke Ayah saya, “Ayah, hmmm… makan malamnya sudah siap.

Saya melakukan “amr” pada kedua kejadian ini. Di salah satu kejadian saya menggunakan kewenangan saya (kepada anak saya). Tapi di kejadian yang lain saya menggunakan rasa hormat, dengan memohon, ya kan? Dua hal yang berbeda. Dua kondisi yang berbeda.

Amr bil-ma’ruuf” itu tergantung pada situasi. Kita tidak bisa keluar dan menyuruh orang-orang. Kau tidak bisa seolah-olah mengambil pistol haram, kemudian berkata, “Haram, haram, haram, haram, haram….

Semuanya itu haram… Kau tidak bisa melakukan itu, dan jangan lakukan itu. Tidak, tidak, tidak… Dan sayangnya kita punya semacam kelompok konstitusi sosial untuk itu di masjid-masjid kita. Kita punya itu. Saya tahu ini istilah yang buruk, tapi… itu yang saya rasakan.

Seolah-olah kita bahkan tidak bisa merasa bahagia ketika berada di masjid. Seperti misalnya kau tersenyum dan berkata, “Assalamu’alaikum.

Dan mereka akan bersikap seperti (cemberut, bermuka masam, red.) (Sambil berkata,) “Masjid.

Tidak ada kebahagiaan di sini. Masjid adalah tempat di mana harusnya kau merasa bahagia. Jangan suka menghakimi orang lain. Jangan cuma suka berkata misalnya, “Kamu tahu gak ini tuh haram?

Atau “Kamu tahu gak ini tuh gak benar?

Dan orang ini, kau tahu… Ini benar-benar terjadi di masjid baru-baru ini. Seorang anak muda datang ke masjid pada saat Ramadhan. Kelas khusus Ramadhan (semacam pesantren kilat, red.) Dan salah seorang anak ini tidak pernah ke masjid sebelumnya. Mereka muslim, tapi mereka tidak pernah ke masjid sebelumnya. Sama sekali tidak pernah. Anak ini datang ke masjid dengan menggunakan anting-anting, kau tahu…

Dia memiliki tato… Dan kau tahu apa yang dilakukan oleh sebagian komunitas yang “cukup bijak” itu di masjid?

(Mereka akan berkata,) “Ini haram.

(Anak itu berkata) “Apanya? Telingaku? Terus kenapa? Anda ingin menjewernya?

Atau mungkin kemudian mereka akan berkata, “Shalatmu tidak akan diterima kalau kau masih berdarah.

(Anak itu akan berkata,) “Lalu apa yang harus aku lakukan?

Kau tidak bisa memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu. Pekerjaan pertamamu, pekerjaan pertamamu adalah untuk menanamkan kesadaran kepada manusia bahwa Allah itu ada. Yang lainnya kemudian bisa mengikuti. Kalian ingat langkah pertama?

Jadi apa maksud sebenarnya dari “amr bil ma’ruf“? Artinya adalah untuk mengajak orang kepada kebaikan dengan cara yang manusiawi. Menyemangati manusia untuk melakukan hal yang benar. Jangan pikirkan dulu tentang detail mendalamnya. Itu akan terjadi, mereka akan berusaha untuk mendalaminya sendiri. Khawatirlah dengan hal-hal yang jauh lebih besar (seperti syirik, zina, dll., red.).

Subtitle: NAK Indonesia
Donasi: https://kitabisa.com/nakindonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s