[Transkrip Kartun Islami] Pujilah Istrimu | Lucu | Mufti Menk

Dan hal yang sama berlaku untuk pasangan. Anda tahu, Anda mencintai mereka, tetapi Anda perlu mengatakannya lagi dan lagi. Seperti kita mendapatkan makanan beberapa saat yang lalu. Dan Anda perlu untuk mengatakan, “Makanan ini, Masya’Allah, ini benar-benar, benar-benar lezat.

Bahkan jika garamnya sedikit kebanyakan. Karena kadang-kadang, seperti yang saya katakan, dia menghabiskan begitu banyak waktu memasak di depan kita. Dan kita khawatir tentang bagaimana baunya, (ini) yang pertama. Dan (yang) kedua, adalah kita katakan, saat kita mencicipinya, “Garamnya terlalu banyak, tidak?

(Penonton tertawa)

Garamnya terlalu banyak, tidak?

(Penonton tertawa)

Apa yang kamu bicarakan? Dia hanya melihatmu dan wajahnya sedih.

Aku sudah bekerja selama 3 jam sayang, 4 jam, aku sudah sibuk dengan ini selama berbulan-bulan.

Dan apa yang akan dia katakan, “Lain kali, saya akan mencoba sedikit lebih baik, sedikit lebih keras.

Itu, jika dia adalah seorang wanita yang baik. Jika tidak, dia akan berkata, “Tidak akan pernah memasak ini lagi!!

Tipikal! (Biasalah). Tidak akan pernah – .. Ini tipikal (Ini biasalah khas para istri). Tidak akan pernah memasak ini lagi. Dan jika Anda memiliki seseorang (istri) yang sangat cerdas, “Lain kali ada garam untuk dituang, saya akan panggil kamu untuk menuangkannya.

(Penonton tertawa)

Jadi, kita perlu memuji masakan dari istri-istri kita. Kita harus memuji … pakaian mereka, terutama. Sebagai contoh, saya dapat memberitahu Anda sesuatu yang telah bekerja untuk beberapa orang.

Bila Anda menemukan beberapa perempuan, yang Anda kenal, mereka tidak suka berpakaian dengan tepat, jadi sang suami kadang-kadang ingin memberitahu mereka sesuatu. Ada dua … tiga cara untuk melakukannya. Anda juga bisa mengatakan, “Ini sangat buruk!! Aku tidak ingin kau memakai ini.

Dan Anda mungkin mendapatkan tanggapan. Tetapi jika Anda ingin respon dari hati, Apa yang Anda lakukan adalah .. Anda memberitahu mereka, “Pakaian lainnya terlihat jauh lebih baik dari ini.

Kamu lihat. Jadi, Anda memuji satu hal, dan tidak ada pujian ketika ada hal yang lain. Jadi Anda telah mengatakan kepada mereka dengan cara, bahwa, “Ini adalah apa yang saya benar-benar sukai.

Dan .. beri pujian setinggi langit. Itu adalah istri Anda, jangan khawatir. Anda bisa mengatakan apa pun yang Anda inginkan. Masya’Allah. Dalam hal kebaikan. Seperti, makanan.Anda, ketika Anda makan. Bahkan jika itu sedikit … cara seperti ini, atau seperti itu. Berilah pujian! Masya’Allah!

Lihatlah hasilnya, cobalah memuji! Masya’Allah, Anda tahu. Biarkan saya memberitahu Anda apa yang pernah terjadi sekali. Imam di masjid berkisah, “Anda harus memuji masakan istri Anda.

Seperti yang saya ceritakan sekarang. Jadi orang itu pulang. Dan dia mendapatkan makanan ini, dan ia melihat makanan itu, dan melihat istrinya. Dan tersenyum, Anda tahu. Semua senang, Masya’Allah. Dan gembira, dan semuanya. Dan ketika ia selesai, ia berkata, “Ohh! Itu ENAK SEKALI!

Dan istrinya berkata, “Apa?!

Aku sudah memasak untukmu selama DUA PULUH SATU tahun, kamu tidak pernah mengatakan itu!

(Penonton tertawa)

Hari ini, ketika makanan dikasih tetangga.

(Penonton tertawa, bertepuk tangan)

Kamu mengatakan itu LEZAT SEKALI?

(Penonton tertawa)

Jadi, katanya, “Oh! Maaf, aku minta maaf tentang itu, aku tidak tahu!

(Penonton tertawa)

[Transcript Islamic Cartoon] Praise Your Wife | Funny | Mufti Menk

And the same applies to the spouse. You know you love them, but you need to say it again and again. Like we got to the food moments ago. And you need to say, “This food is.. Masya’Allah, it’s really, really great.

Even if the salt is a little bit more. Because sometimes, as I was saying, she spends so much time bringing it in front of us. And we are worried about how it is smelling, number one.. And number two, is we say, as we taste it, “The salt is too much, no?

(audience laughs)

Salt is too much, no?

(audience laughs)

What are you talking about? She just looks at you and her face flops. “I’ve been at it for 3 hours dear, 4 hours, I’ve been busy with this for so many months.

And what is she going to say, “Next time, I’ll try a little bit better, a bit harder.

That is, if she is a good woman. If not, she will say, “Never going to cook this again!!

Typical! Never going to-.. It’s typical. Never going to cook this again. And if you have someone who is very witty, “The next time there is salt to be put in, I’ll call you to put it.

(audience laughing)

So, we need to praise the cooking of our wives. We need to praise their… dress code, especially. For example, I can let you know something that has worked for some people. When you find some women, who you know, they don’t like to dress appropriately, so the husband sometimes wants to tell them something. There are two… three ways of doing it. You can either say, “This is very bad!! I don’t want you to wear this.

And you might have a response. But if you want a response from the heart, What you do is.. You tell them, “The other dress looks much better than this.

You see. So, you are praising one thing, and that praise is not there when the other thing is there. So you have told them in a way, that, “This is what I really love.

And.. Go beyond the limits in praise! That is your wife, don’t worry. You can say whatever you want. Masya’Allah. In terms of goodness. Like, the food. You, when you eat. Even if it is a little bit… this way, or that way. Just praise it! Masya’Allah!

See what it is, praise the effort! Masya’Allah, you know. Let me tell you what has happened once. The imam in the masjid said, “You need to praise the cooking of your wives.

Just like I’ve said now. So the man went home. And he had this meal, and he was looking at it, and looking at his wife. And smiling, you know. All happy, Masya’Allah. And excited, and everything. And when he finished, he said, “Ohh! It was AWESOME!

And the wife says, “What?!

I’ve been cooking for you for TWENTY ONE years, you never said that!

(audience laughs)

Today, when the food came from the neighbours.

(audience roars in laughter, clapping)

You want to say it was AWESOME?

(audience laughing)

So, he says, “Oh! I’m sorry, I’m sorry about that, I didn’t know!

(audience laughing)

Advertisements

One thought on “[Transkrip Kartun Islami] Pujilah Istrimu | Lucu | Mufti Menk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s