Resume Kajian Tanya Jawab Ruqyah – NAK Indonesia Bersama Ustadz Abu Thalhah


Kajian NAK Indonesia kali ini menghadirkan ustadz Abu Thalhah dan materi kajian terkait ruqyah. Berikut ini rangkuman kajian ruqyah NAK Indonesia semalam (16 November 2016).

Pemateri:

Nama: Abu Thalhah
Status: Menikah
Anak: 6 in syaa Allah
Aktivitas: Ketua Rumah Rehab Bekasi Timur

resume-kajian-tanya-jawab-ruqyah-nak-indonesia-bersama-ustadz-abu-thalhah

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ؛

Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat ilahi Rabbi, atas karunia-Nya kita bisa sama-sama berkumpul dalam rangka thalabul ilmi, mencari ilmu. Semoga kita semua dalam kadaan aman fi amanillah, sehat wal afiat. Mudah-mudahan setiap derap langkah bisa membuahkan pahala bagi kita semua, bisa menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat di hadapan Allah subhaanahu wa ta’ala.

Tak lupa semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarganya, sahabatnya, para tabi’in, tabiut tabiahum, kepada kita semua, serta kepada seluruh umatnya hingga akhir zaman yang menjadikan sebagai uswatun hasanah, suri tauladan yang baik..

1. Bang Ario:

Apakah bila mengantuk saat membaca Qur’an tanda terkena gangguan jin?

Jawab: Bukan hanya membaca Qur’an, tapi dalam setiap melakukan ibadah ada rasa malas dan tiba-tiba mengantuk padahal sudah cukup istirahat, ini tanda positif gangguan syaitan (jin).

2. Mba Rina:

Cara yang lebih ampuh untuk ruqyah mandiri itu meruqyah airnya lalu diminum, atau ditiup ke tangan dulu lalu diusapkan ke bagian yang sakit atau tangan kita langsung menyentuh bagian yang sakit sambil diruqyah?

Bagaimana tips caranya memulai ruqyah mandiri di saat diri sedang futur parah? Jiwa sedang sakit. Salah satu usaha saya kembali ke jalan yang benar biasanya ruqyah mandiri, tapi terkadang karena saking futurnya, sulit memulai.

Jawab: Semuanya bisa dilakukan disesuaikan kondisi. Taubat karena pasti ada dosa ketika hati ini futur.

3. Ahmad Adiansyah:

Afwan cara bedakan perlu diruqyah sama PMS (pre menstruasi syndrome) gimana ya?

Jawab: Semua jenis keluhan baik sakit yang berupa medis dan non medis bisa diruqyah, in syaa Allah.

4. Mba Wina:

Kalau sering mimpi ketemu ular (dan seringnya banyak) itu gangguan jin ya? Kalau ngeliat orang asing dalam mimpi, itu juga gangguan jinkah? Cara ruqyah mandiri gimana? *selain dengerin murottal yang memang untuk ruqyah

Jawab: Itu salah satu tanda gangguan syaitan (jin). Ruqyah mandiri dengan baca surah Al Baqarah full. Dalam hal ini bisa cek di http://www.rehabhati.com terapi Al Baqarah (TA)

5. Pak Pranoto:

Apakah saat ruqyah Ustad melihat proses yang terjadi? Kalau iya mohon dijelaskan bagaimana proses tersebut. Terima kasih sebelumnya. Maksudnya kalau itu karena jin, apakah beliau melihat dengan jelas jin tersebut dan bagaimana proses jin tersebut dapat keluar dan tidak bikin ulah lagi.

Jawab: Peruqyah syar’iyyah tidak bisa melihat hal yang ghaib apalagi penampakan.

6. Mba Rini:

Saya mau tanya. Apakah benar semua orang ada jinnya. Yang membedakan hanya kuantitasnya aja?

Jawab: Setiap manusia termasuk Nabi ada jin nya (qorin). Dan hanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang Allah beri untuk di-islamkan. Umatnya hanya diberikan kemampuan untuk melemahkan saja.

7. Mba Vivin:

Tadi mba Nifah share audio ruqyah lewat WA. Nah untuk mendengarkannya ada kondisi tertentu kah? Misal dalam keadaan suci, dll.

Saya punya teman yang in syaa Allah hafalannya bagus, ruhiyahnya baik, dan sepertinya di lingkungan beliau tidak ada kondisi yang menjadi energi/rumah jin. Tapi ternyata karena katanya ada yang ga suka dengan beliau, ada yang ‘kirim’ beliau katanya. Sekarang beliau kondisinya melemah dan futur, ga kaya dulu. Kalo dibawa ke dokter bilang ga ada sakit apa-apa. Pertanyaan saya dengan kondisi ruhiyah sendiri yang sudah baik, kenapa bisa sampai “kebobolan” ya ustad? Apa belum cukup untuk membendung hal-hal demikian?

Jawab: Jika ingin/niat ruqyah mandiri hendaknya berwudhu dulu.

Ana pernah meruqyah santri dan mudir penghafal qur’an hampir 50% bisa terkena gangguan jin dan bukan “dikirim” oleh orang lain, bisa jadi dikarenakan ada penyakit dijiwanya. Atau bisa dikatakan Allah sedang uji dia karena ketaqwaannya. Jika mulai futur berarti ada yang salah niat ketika menghafal qur’an. Bukan karena Allah tapi ingin kebesaran dunia.

8. Mba Anis:

Bagaimana sikap kita terhadap teman yang katanya bisa melihat mahluk halus? Apakah jin bisa sampai membunuh manusia? Fenomena ‘ketindihan’ dalam pandangan Islam seperti apa?

Jawab: Indigo termasuk salah satu gangguan syaitan dengan tujuan ingin dijadikan wali/utusannya di bumi. Sarankan untuk di ruqyah. Jin bisa membunuh manusia dengan ijin Allah. Sebagaimana pernah pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketindihan juga termasuk dalam gangguan syaitan (jin) juga. Berdasarkan pengalaman biasanya ini karakter punya pusaka, jimat atau tenaga dalam.

9. Pa Pranoto:

Apakah ada contoh kasus ruqyah dalam Quran? Kalau tidak ada. Apakah ada ayat yang menunjukkan bahwa ayat-ayat Quran dapat digunakan untuk menaklukkan jin dan bagaimana kalau jinnya malah hapal juga ayat-ayat tersebut?

Jawab: Pada Rabb-nya. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah”. [QS An Nahl: 99, 100].

Ibnul Qayyim menjelaskan, ketika Iblis mengetahui bahwa dia tidak memiliki jalan (untuk menguasai) orang-orang yang ikhlas, maka dia mengecualikan mereka dari sumpahnya yang bersyarat untuk menyesatkan dan membinasakan (manusia). Disebutkan dalam Al Qur`an, Iblis mengatakan:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

“Demi kekuasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlas di antara mereka”. [QS Shad: 82, 83]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلاَّ مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ

“Sesungguhnya hamba-hambaKu tidak ada kekuasaan bagimu (Iblis) terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang sesat” [QS Al Hijr: 42]

Maka ikhlas adalah jalan kebebasan, Islam adalah kendaraan keselamatan, dan iman adalah penutup keamanan.

Tambahan, Al Hasyr 21. Gunung saja hancur apalagi jin. Jika ada jin yang berusaha mengikuti roqy yang membacakan ruqyah dan terkesan hapal itu hanya gertakan saja. Biasanya hanya untuk membuyarkan atau menghentikan bacaan ruqyah.

10. Bang Ihsan

Ada hadist yang tentang 70.000 orang masuk surga tanpa hisab, salah satu golongannya adalah yang tidak meminta untuk diruqyah. Itu gimana cara mengkompromikan hadist yang di atas dengan hadist lain yang justru membolehkan ruqyah? Saya rasa yang berkecimpung di dunia ruqyah, familiar dengan hadist di atas.

Jawab: Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, “Dan yang dimaksud sifat golongan yang termasuk 70 ribu itu adalah tidak meruqyah karena kesempurnaan tawakkal mereka kepada Allâh dan tidak meminta kepada selain mereka untuk meruqyahnya serta tidak pula minta di kay.”

Perbedaan mendasar antara peruqyah dengan yang diruqyah adalah orang yang meminta diruqyah hatinya sedikit berpaling dari sifat tawakkal pada Allah, sedangkan peruqyah adalah mereka yang berbuat kebaikan.

Sebagaimana Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam pernah ditanya tentang ruqyah, lalu beliau menjawab:

“Barangsiapa diantara kalian mampu memberi manfaat kepada saudaranya, maka berilah padanya manfaat” dan bersabda: “Boleh menggunakan ruqyah selama tidak terjadi kesyirikan padanya.”

Syekh Ibnu Baz pernah berkomentar terhadap hadist pertama di atas, beliau berkata:

Hadits ini menunjukkan bahwa tidak meminta diruqyah adalah lebih baik, juga tidak menggunakan kay juga adalah lebih baik, tetapi ketika ada kebutuhan untuk itu, tidak ada yang salah dengan meminta ruqyah atau menggunakan kay, karena Nabi Shallalahu` alaihi wassallam menyuruh ‘Aisyah untuk meminta diruqyah terhadap penyakit yang menimpa dirinya, dan Rasulullah juga memerintahkan ibu dari anak-anak Ja’far bin Abi Thalib rhadiallahu`anhu, Asma ‘ binti Umays ‘ rhadiallahu `anha, untuk mencari ruqyah bagi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada yang salah dengan meminta diruqyah ketika ada kebutuhan untuk itu.

Hal ini juga senada dengan hadist Rasullullah bahwa, “Boleh menggunakan ruqyah selama tidak terjadi kesyirikan padanya.”

——

Syukron wajazaakumullah sudah diberi kesempatn isi materi di group ini. Semoga Allah berikan taufiq dan hidayahNya untuk kita semua. Afwan jiddan jika ada salah kata dan khilaf. Baarakallahu fiikum. (Penutup dari ustadz Abu Thalhah)

Ingin tahu lebih banyak tentang Ruqyah? Kunjungi http://rehabhati.com/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s