[Transkrip Indonesia] Cara Melawan Godaan Berbuat Dosa Di Zaman Ini – Osman Bulut

Sulit untuk menjadi pemuda zaman ini. Dosa-dosa membebaniku di segala penjuru. Mereka menyerangku secara langsung dan mereka benar-benar menarik dan membuat kecanduan. Teman-temanku, lingkungan sekolahku, video dan film mesum bahkan terdapat di sakuku. Dosa menyerangku di mana-mana. Jadi, apa yang harus kulakukan untuk melindungi diri dari dosa-dosa di zaman sulit ini. Apa yang harus saya katakan kepada orang-orang yang mengajak saya untuk berbuat dosa?

Saudaraku atau saudari yang seperti ini, tetaplah bersamaku selama lima menit, Dan mari melihat cerita yang luar biasa dari (buku) Tujuh Kata Koleksi Risale-i Nur.

Bayangkan seorang laki-laki. Dia dalam situasi mengerikan. Seekor singa sedang menunggu untuk menyerang dari belakangnya. Dan ada tiang gantungan di depannya. Semua orang yang dicintainya sedang dieksekusi di sana, satu per satu. Okey. Apa lagi? Ada dua luka di bahunya. Dan bahkan terlebih lagi, dia wajib melanjutkan perjalanannya. Maksudku dia seperti sedang diasingkan, dia dipaksa untuk melakukan perjalanan.

Jadi singanya bersiap menerkamnya. Orang yang dicintainya sedang dieksekusi di depannya. Dia terluka dan dipaksa untuk meneruskan perjalanan. Jadi laki-laki ini dalam situasi yang sulit. Dan bayangkan ada seseorang datang dan mengatakan ini padanya,

Temanku, datanglah kemari dan mari kita bersenang-senang. Mari kita berkencan dengan gadis-gadis cantik.

Mari pergi ke tempat-tempat yang asyik.

Lihat, aku punya musik-musik pop dan rock yang keren, mari kita dengarkan.

Mari kita minum alkohol dan mabuk.

Bayangkan orang tersebut mengajak menikmati hiburan-hiburan seperti itu. Apa yang akan dikatakannya?

Apakah kamu bercanda? Apa kamu tidak melihat situasiku? Ada singa di belakangku.

Ia menunggu untuk menerkamku. Ada tiang gantungan di depanku.

Orang yang kucintai dibunuh di depanku.

Ada kekacauan.

Aku punya dua luka di pundak dan dipaksa terus berjalan.

Bagaimana bisa aku bergabung denganmu dalam situasi seperti ini? Bagaimana bisa kamu mengajakku?

Ya, hal-hal yang kamu ajak menggoda dan memikat nafsuku.

Tapi entah kau bunuh singa di belakangku, menghilangkan tiang gantungan di depanku.

Sembuhkan lukaku, hapuskan pengasinganku, atau tutup mulut dan pergilah di sini!

Dia akan mengusir orang itu dengan mengatakan ini, ya kan?

Sekarang, teman-teman! Sebenarnya kita tidak berbeda dengan lelaki dalam cerita itu. Singa di belakang kita adalah kematian kita. Kita tidak tahu kapan ia akan menerkam, kan? Singa dari 250.000 orang menyerang mereka setiap harinya. Dan sebagian besar dari mereka masih muda. Maksudku, jangan berpikir hanya orang-orang tua yang meninggal.

Ok, ada tiang gantungan di depan laki-laki dalam cerita ini. Ini adalah pemisahan bagi kita. Dengan kata lain, semua hal ini, semua orang yang kita cintai, baik mereka telah meninggalkan kita atau akan meninggalkan kita. Segala sesuatu yang kita cintai di dunia ini punya akhir.

Okay. Dan laki-laki dalam cerita ini dipaksa bepergian. Ini adalah perjalanan kita dalam waktu. Ada perjalanan waktu yang tidak bisa kita hentikan. Misalnya, aku di tahun 2013 sudah mati sekarang. Aku tidak akan pernah (berumur) 17 lagi. Dari sudut pandang ini, kematian bukanlah sesuatu yang kita alami hanya sekali. Sebenarnya kita mati setiap detik dan kita tidak bisa menghentikannya.

Oke, laki-laki dalam cerita memiliki dua luka. Dan itu adalah kelemahan dan kemiskinan bagi kita. Kelemahan. Ada begitu banyak hal yang tidak mampu kita lakukan. Dalam contoh sederhana, mikroba sangat kecil yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop dapat membunuh bahkan manusia terkuat terlepas dari kemajuan luar biasa dalam bidang pengobatan, kan? Malaikat maut mencabut nyawa 250.000 orang di dunia ini setiap harinya. Dan para ilmuwan telah berupaya menembus batas dengan teknologi mereka, dihadiahi Nobel, yang kita kagumi hanya membisu. Kita, manusia tidak bisa melakukan apapun. Kita begitu lemah.

Dan luka lainnya adalah kemiskinan, temanku. Kemiskinan bukan berarti kurangnya uang atau harta. Ini berarti membutuhkan sesuatu. Kita semua miskin dari sudut pandang ini. Ada begitu banyak hal yang kita butuhkan, kamu mengerti? Contoh sederhananya, detak jantungku saat ini, sirkulasi darahku, jutaan aktivitas yang harus dilakukan di dunia agar aku dapat hidup.

Tetapi yang paling penting adalah kebutuhan kita akan keabadian. Maksudku, jangan biarkan kesenanganku, hal yang kunikmati berakhir. Biarkan aku bersenang-senang dan menikmati hidup selamanya. Tapi, bahkan jika kita membawa uang kepada orang terkaya di antara yang menonton video ini, bahkan jika kita menggunakan semua kemungkinan di dunia, kita tidak bisa membeli keabadian, benar? Kemiskinan adalah luka kita.

Oke teman-teman! Aku tahu, zaman ini (akhir zaman) adalah masa yang sulit bagi kita, pemuda, ini benar. Tapi, ketika kita menjumpai hal-hal terlarang (haram), mari kita ingat situasi dari laki-laki dalam cerita ini. Mari katakan seperti yang dikatakan lelaki itu dalam ceritanya ke mereka yang mengajak kita berbuat dosa.

Maksudku, mungkin, ketika kita mendapatkan pesan yang mengajak pada dosa, atau ketika hawa nafsu kita mencoba untuk mengarahkan kita pada hal-hal yang dilarang di internet, atau teman kita mengatakan,

Apa yang kamu bicarakan? Apakah kamu akan melakukan shalat sekarang?

Ayolah! Kita bersenang-senang saja di sini!

Nanti saja. Kita bisa shalat kalau sudah tua.

Atau serial TV, film, media, segala sesuatu yang mempromosikan amoralitas dengan mengatakan hal-hal seperti,

Kamu ga keren kalau tidak punya pacar di sekolah.

Mengenakan hijab? Di zaman ini? Selama cuaca panas?

Ayolah! Lepaskan saja. Lepas hijabmu dan tunjukkan kecantikanmu.

Itu tradisi-tradisi yang kuno.

Tapi teman-teman, yang paling penting dengan nafsu kita dan setan, katakanlah ini kepada mereka semua,

Apakah kalian bercanda?

Tidakkah kalian melihat situasiku?

Kalian melihat kematian di belakangku.

Ada tiang gantungan di depanku.

Orang yang saya cintai meninggal di sana.

Aku punya dua luka yaitu kelemahan dan kemiskinan.

Aku bertambah tua setiap detiknya dan tidak bisa menghentikan ini.

Bagaimana aku bisa bergabung dengan kalian dalam situasi seperti ini?

Ya, hal-hal yang kalian ajak memikatku.

Ini memikatku seperti magnet!

Tapi, entah kau hilangkan kematian, hilangkan pemisahannya, membuatku tetap awet muda, dan tutup jalanku ke liang kubur, atau diamlah dan pergi dari sini.

Aku tidak akan meninggalkan apa yang ditunjukkan Quran padaku!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s