[Transkrip Indonesia] Letakkan Keyakinanmu Pada Allah – Nouman Ali Khan

Put yout trust in Allah – Letakkan Keyakinanmu Pada Allah

And you know what happens to people? This is the last thing I am sharing to you Insya Allah.

Dan kamu tahu apa yang terjadi pada orang-orang? Ini hal terakhir yang saya bagi, insya Allah wa ta’ala.

—Video sebelumnya (milik kami terkena blokir YouTube alasannya:

Visual content; 4:11 – 4:46 play match

CLAIMANT: Global Media Egypt Channel: قناة الناس

POLICY: Blocked in all countries

Karenanya kami hapus dan putuskan memakai video Yaseen Media di transkrip.—-

There are people, who Allah makes many things easy for them. Please listen this carefully.

Ada orang-orang yang Allah membuat banyak hal mudah bagi mereka. Tolong perhatikan dengan seksama.

Allah makes many things easy for them. For some of you. Allah made money easy for you.

Allah membuat banyak hal mudah bagi mereka. Untuk sebagian di antara kalian, Allah membuat uang mudah didapat.

It’s just easy for you.

Mudah saja bagimu.

For some of you, confidence is easy, it’s not big deal. Other people get nervous, you don’t get nerveous.

Untuk sebagian di antara kalian, percaya diri itu mudah. Bukan masalah besar. Orang lain gugup, kamu tidak gugup.

For some student of mine, studies are easy.

Untuk sebagian murid saya, belajar itu mudah.

Like I study. I teach arabic some of my students – Wallahi- I can tell, Allah made arabic easy for this one.

Seperti saya belajar. Saya mengajar bahasa Arab. Sebagian murid saya – Wallahi – Allah membuatnya bahasa Arab mudah baginya.

And the other one… “Ma khuliqa li dirasatil ‘arabiya.

Dan pada murid yang lain… “Ma khuliqa li dirasatil ‘arabiya.” (Dia tidak diciptakan untuk belajar bahasa Arab)

He wasn’t made easy to study arabic. He is smartest guy in his field.

Dia tidak dibuat mudah untuk belajar bahasa Arab. Dia adalah orang terpandai di bidangnya.

He will be a Ph.D. in physics. But he can’t do Mudaf and Mudaf Ilyah. He can’t do it.

Dia akan bergelar Ph.D dalam bidang fisika. Tapi dia tidak bisa melakukan Mudaf dan Mudaf Ilyah. Dia tidak bisa melakukannya.

You know, he wasn’t made for it. It’s tough for him.

Kamu tahu, dia tidak diciptakan untuk itu. Sangat sulit baginya.

Not everybody is the same. Now what happens is when people get used to success.

Tidak semua orang sama. Sekarang apa yang terjadi ketika orang-orang terbiasa sukses?

Allah makes one thing easy, then He make the next thing easy. And He makes the next thing easy. And the next thing easy.

Allah membuat satu hal mudah, kemudian Dia membuat hal berikutnya mudah. Dan Dia membuat hal berikutnya mudah. Dan hal berikutnya mudah.

Is everything always going to be easy? No. Sometimes you will fail.

Apakah semuanya selalu akan mudah? Tidak, terkadang kamu akan gagal.

There is a student who is used to getting a 100, the first time, the second time, the third time, the fourth time. And the fifth time he get 50.

Ada seorang murid yang mendapat nilai 100, saat pertama kali, kedua kali, ketiga kali, keempat kali. Dan kelima kalinya dia mendapat nilai 50.

All of a sudden, and he is used to… what…? 100.

Semua terjadi tiba-tiba, dan (sebelumnya) dia terbiasa mendapat nilai berapa? 100.

So he said, “Oh forget it. I’am worthless, Allah is no longer with me.

Jadi dia berkata, “Oh lupakan, saya tidak berharga, Allah tidak lagi bersama saya.

You know, what the point now.. because you get used to riding so high..

Kamu tahu, apa artinya sekarang? Karena kamu terbiasa berada di posisi yang sangat tinggi.

That one little failure, one setback and you are just crushed.

Satu kegagalan kecil, satu kemunduran dan kamu hancur.

You are completely crushed.

Kamu benar-benar hancur.

What’s the point? I am dropping out of school I don’t wanna do this anymore. I hate this.

Apa gunanya? Saya berhenti sekolah. Saya tidak mau melakukan ini lagi. Saya benci ini.

You know what. This is when you didn’t remain yourself at every single success.

Kamu tahu kenapa? Ini karena kamu tidak mengingat dirimu pada saat setiap kesuksesan.

That success was a combination of two things.

Bahwa sukses itu adalah kombinasi dari dua hal.

Your effort and Allah help.

Usahamu dan pertolongan Allah.

Every single 100 you got there, wasn’t because it was easy.

Setiap nilai 100 yang kamu peroleh, bukan karena itu mudah.

You put effort and Allah gave His barakah (blessing).

Kamu berusaha dan Allah memberikan barokah-Nya.

And this time when it doesn’t happen. Two thing could be wrong.

Dan kali ini ketika hal itu tidak terjadi. Dua hal yang mungkin bisa salah.

Number one. Maybe you didn’t put enough effort. And when you don’t put enough effort, Allah doesn’t give His baraqah.

Pertama, mungkin kamu tidak cukup berusaha. Dan ketika kamu tidak cukup berusaha, Allah tidak memberikan barokah-Nya.

And maybe even if you put effort. Allah decided that He will not give you barakah. Maybe that’s better for you.

Dan mungkin bahkan bila kamu berusaha, Allah memutuskan untuk tidak memberikan barokah-Nya. Mungkin itu lebih baik untukmu.

One of my best friend in life, used to be a Hindu. He wanted to go to medical school.

Salah satu teman terbaik saya, dulunya seorang Hindu. Dia ingin masuk ke sekolah kedokteran.

And he was a straight A student. Straight A his entire life. Perfect scores. Highest scores in SAT’s.

Dan dia seorang murid yang selalu mendapat nilai A. Selalu memperoleh nilai A sepanjang hidupnya. Nilai yang sempurna. Nilai tertinggi dalam ujian SAT.

Applied to medical school. He was expecting a full scholarship. He got rejected.

Mendaftar ke sekolah kedokteran, dia mengharapkan beasiswa penuh. Dia ditolak.

He was completely shattered. He ended up in a different university. And he deciced to do computer science instead.

Dia benar-benar kecewa. Dia akhirnya (masuk) universitas yang berbeda. Dan ia memutuskan memilih ilmu komputer sebagai gantinya.

And he was completely. He was still a Hindu. Completely depressed.

Dan dia sangat kecewa. Dia masih Hindu. Benar-benar depresi.

Except he met people in his new college. Muslim.

Kecuali (saat) dia bertemu orang-orang di universitas barunya. Muslim.

Who he starred hanging out with and within two years he took his shahadah (become muslim).

Yang mulai bergaul dengannya dan dalam waktu dua tahun dia melakukan syahadat.

And he looks back now and he says, “Thank Allah I didn’t make it to med school.

Dan sekarang ia melihat ke belakang dan berkata, “Terima kasih Allah saya tidak berhasil masuk sekolah kedokteran.

“When I failed medical school, I thought it was the worst thing that ever happened to me.”

Ketika saya gagal masuk ke sekolah kedokteran, saya pikir itu hal terburuk yang pernah terjadi pada saya.

“And now I look back at my life and I say I failed medical school, it is the best thing that ever happened to me.”

Dan sekarang saya melihat kembali hidup saya dan saya berkata gagal masuk sekolah kedokteran, adalah hal yang paling terbaik yang pernah terjadi pada saya.

You know…

Kamu tahu…

His kids are memorising Quran, can you imagine.

Anak-anaknya menghafal Al Quran, dapatkah kamu bayangkan?

His kids are memorising Quran. When he become muslim, his father got shocked.

Anak-anaknya menghafal Al Quran. Ketika ia menjadi muslim, Ayahnya sangat kaget.

He took him to India to beat Hinduism back into him. And he ran way from there and come back.

Ayahnya membawanya kembali ke India. Untuk mengajarkan Hindu kembali padanya. Dan dia lari dari sana dan kembali (ke Amerika).

You know…

Kamu tahu…

And now his kids are memorizing Quran – SubhanAllah…

Dan sekarang, anak-anaknya menghafal Al Quran – SubhanAllah…

Sometimes we have to, have to trust in Allah. We are used to riding a high wave.

Terkadang kita harus, harus percaya kepada Allah. Kita terbiasa berada di posisi tinggi.

And one litte setback comes and we lose our trust in Allah.

Dan satu kemunduran kecil datang, dan kita kehilangan kepercayaan kepada Allah.

And there’s others… who Allah gives you one difficulty, then He gives you another difficulty. And He gives you another difficulty, then He gives you another difficulty.

Dan ada orang lain… yang Allah memberinya satu kesulitan, lalu Dia memberinya kesulitan yang lain. Dan Dia memberinya kesulitan yang lain, lalu Dia memberinya kesulitan yang lain.

And you start believing that I will never accomplish anything.

Dan kamu mulai percaya bahwa saya tidak akan pernah mencapai (kesuksesan) apapun.

My life is just difficult, man. Everything is hard for me.

Hidup saya susah terus, bung. Semuanya sulit bagi saya.

I keep getting fired. I keep failing my test. I keep doing that. You get depressed.

Saya selalu dipecat. Saya selalu gagal dalam ujian. Saya selalu mengalami hal itu. Kamu mengalami depresi.

And even this one has to remember. That success in this world. Everything that happens is a combination of two things.

Dan bahkan orang seperti ini harus selalu ingat. Bahwa kesuksesan di dunia ini. Segala sesuatu yang terjadi adalah kombinasi dari dua hal.

I have to put in my effort. And Allah will make the task easy.

Saya harus melakukan usaha. Dan Allah akan membuat urusan menjadi mudah.

I know I said last, but I have one minute left. Might as well use it for something.

Saya tahu saya pembicaraan berakhir, tapi saya masih punya sisa waktu satu menit. Mungkin berguna untuk mengatakan sesuatu.

I’ll share this last thing with you. There are two parts of this dua. So far its not even the whole dua. I just want to share this two statement with you.

Saya akan berbagi hal terakhir ini denganmu. Ada dua bagian dari doa ini. Ini bahkan bukan keseluruhan doa. Saya hanya ingin berbagi dua pernyataan ini denganmu.

Robbisyroh lii shodrii, wa yassir lii amrii.” (QS Thaha ayat 25-26)

Robbisyroh lii shodrii, wa yassir lii amrii.” (QS Thaha ayat 25-26)

There is “sirr balaghi” there is a beautiful eloquence to this statement.

Ada “sirr balaghi” ada kefasihan indah untuk pernyataan ini.

Allah is teaching us… that if you have a calm heart.

Allah mengajari kita… jika kamu mempunyai hati yang tenang.

If you have positive attitude and you have tawakkul in Allah.

Jika kamu mempunyai sikap positif dan kamu bertawakal kepada Allah.

And you put your work in. Then Allah will make your mission easy.

Dan kamu telah berusaha. Maka Allah akan membuat urusanmu mudah.

But if you start with the attitude, “I know it is not gonna work anyway. But i will try…

Tetapi jika kamu memulai dengan sikap, “Saya tahu ini tidak akan berhasil. Tetapi saya akan mencoba…

You already begun with a defeated attitude. Allah will not make your task easy for you.

Kamu telah memulai dengan sikap kalah. Allah tidak akan membuat urusanmu menjadi mudah.

You have to… have an open chest. A positive attitude believe that Allah will give you success in what you do.

Kamu harus.. memiliki (sifat) lapang dada. Sikap positif percaya bahwa Allah akan memberikan sukses dalam apa yang kamu lakukan.

And if he doesn’t give to you, well you know, you are still saying, “Alhamdulilah.

Dan jika Ia tidak memberikan itu kepadamu, well kamu tahu, kamu masih mengatakan, “Alhamdulilah.

But you don’t walk into an effort, you don’t start a project.

Tapi kamu tidak mulai berusaha. Kamu tidak memulai sebuah proyek.

You don’t start doing any work and you begin with saying, “I am probably not going to succeed anyway, given my track record.

Dan kamu tidak memulai pekerjaan apapun. Dan kamu memulainya dengan berkata, “Bagaimanapun juga saya mungkin tidak akan sukses, melihat pengalamanku (selama ini).

You don’t begin with that attitude.

Kamu jangan memulainya dengan sikap seperti itu.

Then Allah will not make your job easy for you.

Maka Allah tidak akan membuat pekerjaanmu menjadi mudah.

So if we have that good heart before Allah azza wa jalla, then Allah will make our task easy for us – subhanahu wa ta’ala.

Jadi jika kita memiliki hati yang baik kepada Allah azza wa jalla, maka Allah akan membuat mudah urusan kita – subhanahu wa ta’ala.

With that I pray that Allah azza wa jalla will give us all the ability to take advantage of the wisdom of the great prophet shallallahu alaihi wa sholatu wa sallam.

Dengan itu saya berdoa bahwa Allah azza wa jalla akan memberi kita kemampuan untuk mengambil manfaat dari kebijaksanaan Nabi shallallahu alaihi wa sholatu wa sallam.

That is capture in their dua. They said such few word, but they tought us so much.

Yang tertuang dalam doa mereka. Mereka mengatakan sedikit kata, tetapi mengajarkan kita begitu banyak

Of how to better our lives as believers.

Tentang bagaimana memperbaiki kehidupan kita sebagai orang yang beriman.

Of how to live our lives successfully for Allah deen and also make the best of this dunya.

Tentang bagaimana berhasil menjalani hidup kita untuk agama Allah dan juga melakukan yang terbaik di dunia ini.

May Allah azza wa jalla makes find the balance between this deen and dunya as he intend it.

Semoga Allah azza wa jalla membuat kita menemukan keseimbangan antara agama ini dan dunia seperti yang Ia harapkan.

And may Allah put all of us to the service of his beautiful and this ummah. Barakallaahu lii wa lakum fil quraanil hakiim, wa nafa’ni wa iyyakum bil aayaati wa dzikril hakiim.

Dan semoga Allah menempatkan kita untuk melayani agamaNya yang indah dan ummat ini. Barakallaahu lii wa lakum fil quraanil hakiim, wa nafa’ni wa iyyakum bil aayaati wa dzikril hakiim.

Karena video sebelumnya kena blokir YouTube, kami rekomendasikan untuk menonton video ini (versi lebih lengkap, durasi lebih lama)

Advertisements

One thought on “[Transkrip Indonesia] Letakkan Keyakinanmu Pada Allah – Nouman Ali Khan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s