[Transkrip Indonesia] Islam Dan Politik – Nouman Ali Khan

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, Ustadz.

Saya ingin bertanya kepada Anda tentang pendapat Anda terhadap Islam dan politik. Di akhirat nanti, kita akan dimintai pertanggungjawaban atas alasan kita memilih seorang pemimpin. Di Malaysia akan berlangsung Pemilihan Umum. Kami memiliki dua partai. Satu partai mendukung dan menyatukan Islam. Partai lainnya mendukung dan menyatukan bangsa dan ras di Malaysia. Apa pendapat Anda?

Saya sama sekali tidak memahami politik di Malaysia. Tetapi, saya memiliki banyak pendapat tentang Islam dan politilk. Saya akan menjelaskannya kepada Anda.

Menurut saya, itu adalah topik yang serius. Dan Anda mungkin tak menyukai yang saya katakan. Tidak apa-apa karena penerbangan saya sebentar lagi. Tidak, saya hanya bercanda.

Di awal studi Al-Qur’an saya, saya merasa ada hubungan yang mendalam antara Islam dan politik. Saya tidak lagi mempercayai itu.

Saya merasa memang ada hubungan antara Islam dan politik, tetapi cara para muslim membahasnya tidak terlalu sesuai dengan Al-Qur’an. Bahkan dalam pemahaman saya mengenai Al-Qur’an, mungkin ada satu ayat, ada satu ayat mengenai pemerintahan. Mungkin ada satu ayat.

Alladziina in makkannaahum fil-ardhi.” (QS. Al-Hajj ayat 41)

Itu satu-satunya ayat. Saya tidak melihat ayat lainnya yang membahas langsung tentang pemerintahan. Ahkam (hukum) Allah, ya. Keadilan, ya. Tetapi kemudian, keadilan dibicarakan di dalam ayat pada saat para muslim tidak memiliki pemerintahan.

Bahkan cara pikir kita dalam menerapkan ayat Al-Qur’an, saya merasa kita terlalu menggampangkan sesuatu. Misalnya, berapa kali Anda telah mendengar perkataan, “Jika Allah sudah memerintahkannya, Anda harus melakukan itu.

Benar? Sederhana saja, Allah perintahkan, Anda lakukan.

Ayat tentang haji turun di Madinah, dalam surat Al-Baqarah, ayat Madinah di masa awal. Semua ayat diturunkan di masa awal, bahkan sebelum perang Badar. Apakah para muslim melaksanakan haji? Tidak. Mereka melakukan haji beberapa tahun setelahnya. Mereka membaca berbagai ayat tentang haji, manasik, tetapi mereka belum mempraktekkannya.

Mengapa mereka tidak melakukan apa yang Allah perintahkan? Belum waktunya.

Kita memiliki semacam pandangan yang ekstrim, pandangan ekstrim dalam cara Islam diterapkan. Menyangkut masalah kewarganegaraan, saya tidak akan memberi komentar soal politik Anda, partai atau kandidat yang mana. Siapa yang islami dan siapa yang tidak. Saya akan mengetengahkan bahwa tanggung jawab Anda sebagai warga negara harus melihat hak seluruh warga negara, tidak hanya warga negara muslim. Dan mencari kandidat terbaik bagi negara.

Apa yang terbaik untuk Islam, tidak sama dengan apa yang terbaik untuk negara. Apa yang terbaik untuk Islam berada di ruang lingkup masyarakat dan yang lebih besar. Paham?

Seringkali kita berasumsi, itu maksud saya, bahwa Islam itu dari atas ke bawah dan bukan dari bawah ke atas. Sebagian besar dari Islam adalah dari bawah ke atas. Anda bisa mendapatkan pemerintahan yang islami dengan masyarakat yang sangat tidak islami. Itu tidak berarti bagi Allah Azza wa Jalla. Anda mengerti maksud saya?

Saya rasa kita terlalu mempolitisir Islam dan saya pikir itu bukan tempat yang tepat untuk melakukannya. Paling tidak dalam cara kita menggunakannya. Untuk soal politik, pada dasarnya agama kita menekankan prinsip-prinsipnya. Keadilan, transparansi dan menjamin hak orang lain.

Bukan cara menerapkannya atau menutup semua toko saat Ramadhan. Atau kita akan memastikan wanita yang tidak memakai hijab akan memakainya, semacam itu. Kita akan membakar toko yang menjual minuman keras. Kapan semua itu terjadi di dalam sejarah Islam?

Pelajari Kesultanan Islam Granada atau Andalusia. Mereka beragam dalam budaya, agama, masyarakat yang terbuka, tetapi hidup secara islami. Mereka maju. Sebagian peradaban gemilang Islam seperti itu. Jika sebagian orang di masa kini ada di sini, mereka akan menyebut, “Astagfirullah.”

Hanya itu yang akan mereka lakukan. Kita lebih…

Sebagian orang yang mengaku Islam sekarang ini jauh lebih ekstrim dari masa mana pun dalam sejarah kita. Jauh lebih ekstrim. Kita memerlukan pemahaman yang lebih baik akan sejarah kita sendiri. Menurut pendapat saya, kita tidak memiliki itu.

Kita juga harus lebih memahami di mana Islam dan politik saling mempengaruhi. Kita sering merasa Islam dan politik melebur setiap saat, itu tidak benar. Ada banyak bagian dalam hidup kita, Allah membiarkan kita untuk membuat pilihan.

Anda jelaskan pada saya. Saya tinggal di Amerika Serikat.

Saat saya harus memberi suara, tentunya saya tidak gila, tetapi saya harus memilih di antara dua pilihan buruk. Saya harus memilih antara yang gila atau jahat, saya tidak tahu harus memilih yang mana. Tetapi… Saya tidak akan memilih sebagai seorang muslim. Saya akan memilih sebagai warga negara.

Apa Anda paham?

Pilihan saya bukan pilihan yang islami. Itu pilihan yang berdasarkan pikiran sehat saya. Sama dengan Anda.

Anda tidak membuat pilihan yang islami atau tidak islami. Anda memilih sebagai warga negara yang bertanggung jawab berdasarkan informasi yang Anda miliki.

Saya merasa Islam tidak perlu didorong ke ranah ini, sehingga menciptakan banyak bencana. Apa yang terjadi kemudian adalah Anda akan dibuat merasa jika tidak memilih yang satu, Anda tidak islami. Jika Anda memilih yang satu itu, Anda lebih islami. Kedua pilihan itu muslim. Bukan itu maksudnya.

Itu pandangan saya. Maaf.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s