[Transkrip Indonesia] 1 Kata Bersama Ustadz Adam Jamal – Fansalakho – Surat Al A’raf Ayat 175

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Selamat datang dalam seri “Satu Kata”, di mana kita akan melihat pengaruh sebuah kata dalam ayat Quran. Ayat hari ini berasal dari surat Al-‘Araf ayat 175.

Allah berfirman, ”Watlu ‘alaihim naba’alladziii aatainaahu aayaatinaa fansalakho min-haa, fansalakho min-haa fa atba’ahusy-syaithoonu fa kaana minal-ghoowiin.

Dalam ayat ini, Allah berfirman tentang orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah, yang diberikan bimbingan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Namun mereka sendiri melepaskan petunjuk itu. Mereka menghindari petunjuk tersebut.

Fansalakho min-haa.

Allah berfirman, “Fansalakho min-haa”, orang tersebut menerima petunjuk lalu ia melepaskan dirinya dari petunjuk Allah. Sekarang apa yang terjadi setelah dia melepaskan diri adalah “Atba’ahusy-syaithoon”. Setan bisa mendekatinya. Setan bisa mendapatkannya.

Fa kaana minal-ghoowiin”, dan begitu dia melepaskan diri maka ia menjadi di antara orang yang tersesat.

Sekarang dalam ayat ini, kata “insalakho” digunakan. Dan itulah kata yang saya ingin garis bawahi hari ini. “Insalakho” biasanya diterjemahkan sebagai melepaskan diri. Dan orang Arab, mereka sebenarnya menggunakan “insalakho” untuk sesuatu yang lebih dari itu. Jadi dalam keseharian aktifitas mereka, orang Arab akan menggunakan “insalakho” yang berarti melepaskan pakaian.

Jadi untuk apa pakaian? Untuk apa baju? Jika saya berada dalam cuaca yang panas maka pakaian saya akan melindungi saya dari panas. Dan jika saya berada di daerah dingin maka pakaian saya akan melindungi saya dari dingin.

Sekarang jika saya di Antartika dan memutuskan untuk melepas pakaian dan membiarkan tubuh saya terpengaruh oleh cuaca dingin dan seseorang akan berpikir saya gila. Seseorang akan berpikir mengapa Anda melepas pakaian dan membiarkan diri Anda tidak berdaya dan tidak terlindungi. Jadi orang Arab menggunakan “insalakho” untuk melepaskan pakaian, terutama melepaskan suatu perlindungan seseorang dari cuaca.

Jadi di ayat ini, jika saya terjemahkan kembali menggunakan terjemahan/definisi yang baru, saya akan menerjemahkan “fansalakho min-haa”, orang itu melepaskan diri dari perlindungan dengan tanda, dengan ayat Allah yang diberikan, dengan petunjuk Allah yang diberikan padanya.

Fa atba’ahusy-syaithoon” dan sebagai akibatnya, setan dibiarkan mengikutinya karena saat pertahanan runtuh maka inilah awalnya. Jadi sekarang setan dibiarkan mengikutinya dan secepatnya ia akan berada di antara orang-orang yang tersesat.

Dari sini kita belajar, dari sini kita belajar bahwa kita harus memegang erat ayat-ayat Allah. Kita harus memegang erat petunjuk yang kita terima dari Allah. Dan kita seharusnya menghargai apa yang Dia (Allah) berikan pada kita. Karena jika kita membiarkan itu pergi maka sepeninggalannya, akan membuka sebuah serangan dari setan, dari iblis.

Saya memohon pada Allah agar melindungi kita dari setan. Saya memohon pada Allah agar menolong kita supaya memegang erat ayat-ayat dan petunjuk-Nya. Dan akhirnya, saya memohon pada Allah agar membantu kita untuk menghargai dan mengerti setiap kata dari Quran.

Jazakumullah khairan. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s