[Transkrip Indonesia] Gerbang Surga – Nouman Ali Khan – Quran Weekly

Assalamu‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Quran Weekly. Saya ingin berbagi denganmu dalam video singkat ini, beberapa renungan dari Surat Sad, surat ke-38 dari Al Quran, dan surat selanjutnya, Az-Zumar.

Di bagian akhir kedua surat, Allah menyebutkan sesuatu yang sangat indah tentang surga yang ingin saya bagi denganmu. Allah Azza Wa Jalla berfirman dalam Surat Sad, saya akan bacakan, “Jannaati ‘adnim mufattahatal lahumul-abwaab.” (QS Sad ayat 50)

Surga Eden (Surga ‘Adn) yang Allah janjikan kepada kita, yang pintu-pintunya dibiarkan terbuka bagi mereka. “Mufattaha” dalam bahasa Arab berarti sesuatu yang ditahan agar tetap terbuka. Itu menandakan bahwa ada yang ditugaskan untuk menjaganya tetap terbuka. Dari cara Allah menjelaskan ini, seakan semua pintu gerbang surga sebenarnya sudah ditahan agar tetap terbuka. Semua pintu itu bukan baru terbuka di Hari Akhir, tetapi sudah terbuka.

Mufattahatal lahumul-abwaab.” (QS. Sad ayat 50)

Kata “mufattaha” memiliki arti berbeda dari “maftuha“.

Maftuha” dalam bahasa Arab berarti membukakan pintu.

Mufattaha” berarti menahannya agar terbuka dengan lebar.

Sekarang bayangkanlah. Kamu menerima tamu. Pintunya tertutup. Mereka harus berdiri di luar, menekan bel, mengetuk pintu, menunggumu membuka pintu, lalu barulah dia bisa masuk.

Tetapi, kamu sangat mencemaskan kenyamanan para tamu. Apa yang kamu lakukan? Kamu biarkan pintunya terbuka. Walaupun begitu, tamumu melihat pintunya terbuka dan berkata, “Mungkin saya harus menekan bel? Meminta izin sebelum masuk?

Seperti firman Allah, “Hattaa tasta’nisuu.” (QS. An-Nur ayat 27)

Sebelum diberi izin, maka tamu tidak diperbolehkan memasuki rumah.

Sekarang coba bayangkan skenario ketiga, saat kamu menugaskan seseorang. Anakmu atau orang lain. Kamu tugasi mereka untuk menahan pintu terbuka dan menyambut tamu saat mereka masuk, sehingga tidak ada ketidaknyamanan karena menunggu bagi para tamumu. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah Azza Wa Jalla dalam Surat Sad. Allah membiarkan pintu Surga tetap terbuka. Itulah suatu renungan yang ingin saya bagi denganmu tentang surat Sad dalam bahasa yang indah ini.

Sekarang, perhatikan firman Allah dalam Surat Az-Zumar. Subhanallah, sangat indah. Allah bicara tentang orang yang masuk Neraka. Saya akan jelaskan juga.

Wa siiqolladziina kafaruuu ilaa jahannama zumaroo.” (QS. Az-Zumar ayat 71)

Orang yang tak beriman akan digiring berombongan. “Saaqo” berarti mendorong seseorang ke depan dengan cepat. Mereka digiring dengan cepat menuju neraka Jahannam. Kita sudah pelajari di ayat Al-Quran lainnya bahwa raungan Neraka itu sangat keras. Orang bisa mendengarnya dari luar. Jika seseorang didorong ke arahnya, semakin dekat dia ke pintu Neraka, maka raungannya akan makin keras. Semakin enggan dia untuk bergerak maju, tetapi ada para Malaikat.

YUDA’UUNA ila nari jahannama DA’AN.” (QS. At-Tur ayat 13)

(YUDA’UUNA = mereka didorong | DA’AN = sungguh-sungguh didorong)

Mereka akan didorong-dorong dengan cepat agar terus bergerak sampai mereka tiba di Neraka Jahannam. Allah berfirman “zumaron“, bahwa orang-orang ini akan dibagi dalam beberapa kelompok. “Zumaron“, dalam kelompok besar. Tetapi, kelompok yang dikategorikan.

Ini kelompok orang yang keji.

Ini kelompok orang yang memakan riba, penerapan bunga yang tak dibenarkan.

Ini kelompok orang yang mengkonsumsi makanan haram.

Ini kelompok orang yang kehalalan karier dan bisnisnya dipertanyakan.

Ini kelompok orang yang kecanduan alkohol.

Ini kelompok orang yang kecanduan narkoba dan jenis candu lainnya.

Ini kelompok orang yang curang dan suka berbohong.

Ini kelompok orang yang merusak reputasi orang lain dan perkataannya menyakitkan. Mereka bagian dari “humazah” dan “lumazah“. (pengumpat dan pencela -red)

Ini kelompok orang yang tidak menghormati orang tuanya.

Ini kelompok orang yang sombong, memiliki masalah temperamen, karena itu sulit untuk menerima nasihat.

Mereka dikelompokkan berdasarkan dosa-dosanya. Setiap kelompok itu didorong menuju ke Neraka.

Hattaa idzaa jaa’uuhaa.” (QS. Az-Zumar ayat 71)

Sampai saat mereka tiba di sana.

Mereka tiba di Neraka. Kini mereka berada di depan gerbang Neraka. Lalu Allah berfirman, “Futihat abwaabuhaa.” (QS. Az-Zumar ayat 71)

Maka, dibukakanlah pintu Neraka.

Dalam Bahasa Arab mereka bilang… Kamu tahu logika dari pernyataan sebab-akibat? Dalam bahasa juga ada pernyataan “ketika” dan “lalu”. Saya akan menjelaskan dengan sederhana untukmu.

Ketika mereka sampai di depan Neraka, lalu pintu Neraka terbuka. Ini bagian “lalu” dari pernyataan tadi. Kamu tahu apa artinya? Artinya pintu Neraka belumlah terbuka. Pintu Neraka terbuka ketika mereka sampai di sana.

Coba pikirkan hal itu. Allah berfirman bahwa Gerbang Surga sudah terbuka. Tetapi, Allah tidak katakan bahwa gerbang Neraka (Jahannam) sudah terbuka. Bukankah itu indah? Gerbang itu terbuka karena Dia tak sabar agar manusia bisa masuk. Seakan menanti para tamu. Allah menginginkan mereka masuk ke dalam surga.

Neraka (Jahannam) bukanlah tempat yang diinginkan Allah untuk dimasuki manusia. Allah tak ingin manusia masuk ke Neraka (Jahannam). Jadi, Allah biarkan pintunya tertutup.

Ada hikmah indah lainnya di sini, yaitu mengapa pintu penjara harus terbuka? Pintu penjara memang seharusnya tertutup. Hanya ada dua waktu saat pintu penjara dibuka, yaitu saat tahanan masuk dan keluar. Hanya itu waktunya. Bentuk kasih sayang Allah dan juga rasa takut, tertanam pada fakta bahwa pintu Neraka (Jahannam) baru akan terbuka saat penghuninya berada tepat di depan gerbang.

Sekarang. Penjelasan ayat ini masih banyak, tetapi tak saya bahas di video singkat ini. Saya ingin ajak kamu membahas ayat lainnya, kesimpulan yang sama dari Surat Az-Zumar.

Allah Azza Wa Jalla berfirman, “Wa siiqolladziinattaqou robbahum ilal-jannati zumaroo.” (QS. Az-Zumar ayat 73)

Dan orang-orang yang takut kepada Allah, berhati-hati, mengganti gaya hidupnya, menjaga diri dari murka Allah. Orang-orang ini juga digiring masuk dengan cepat. “Siiqoo“, artinya digiring dengan cepat. Mengapa mereka digiring dengan cepat?

Karena Allah tidak ingin mereka melihat keadaan menakutkan di Hari Perhitungan terlalu lama. Saat penghitungan amal mereka selesai, Malaikat Penjaga segera menggiring mereka masuk ke dalam Surga. Mereka tak perlu menunggu di luar untuk masuk ke Surga, karena saat kamu menunggu di luar, di suasana Hari Perhitungan, kamu akan ketakutan. Allah tidak ingin kamu merasa takut. Pintunya sudah terbuka seperti yang kita ketahui sebelumnya, kamu tinggal masuk saja. Subhanallah.

Allah berfirman, “Hattaaa idzaa jaaa’uuhaa wa futihat abwaabuhaa.” (QS. Az-Zumar ayat 73)

Apabila mereka sampai di sana (Surga).

Allah tidak katakan, saat mereka sampai, lalu pintunya terbuka. Allah katakan itu untuk pintu Neraka (Jahannam). “Saat mereka sampai, lalu pintunya terbuka.

Itu, “Futihat abwabuha jawabu syarth.” (kalimat kondisional -red)

Tetapi, di sini ada huruf Arab kecil, “wa” (artinya “dan” -red)

Hattaaa idaa jaaa’uuhaa wa futihat abwaabuhaa.” (QS Az Zumar ayat 73)

Apakah kamu tahu apa artinya? Ini artinya pintu sudah terbuka. Saat mereka sampai, dan pintu-pintunya sudah terbuka. Huruf “wa” kecil itu. Banyak yang menghafal ayat ini bertanya, “Kenapa ada ‘wa‘ di sini?

Hattaaa idzaa jaaa’uuhaa futihat abwaabuhaa.” (QS. Az-Zumar ayat 71)

Hattaaa idzaa jaaa’uuhaa wa futihat abwaabuhaa.” (QS. Az-Zumar ayat 73)

Huruf “wa” kecil itu adalah bentuk kasih sayang Allah yang disebutkan dalam Surat Sad. Saat mereka tiba di depan gerbang dan ternyata pintu surga telah terbuka. Subhanallah. Semoga Allah Azza Wa Jalla mengizinkan kita melewati pintu yang sudah terbuka itu.

Perhatikan perkataan selanjutnya. Para Malaikat Penjaga gerbang yang diciptakan hanya untuk menjaga agar gerbang surga itu tetap terbuka. “Khazanah“, penjaga pintu Surga. Apa yang mereka katakan?

Wa qoola lahum khozanatuhaa.” (QS. Az-Zumar ayat 73)

Malaikat Penjaga akan berkata, “Salaamun ‘alaikum.” (QS. Az-Zumar ayat 73)

Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu.

Kamu langsung disambut saat melangkah masuk. Terkadang saat pesta, si pemilik rumah sibuk dan tak memberimu salam. Saat kamu masuk, “Oh, kapan kamu datang?

Tak begitu. Saat masuk, kamu langsung diberi salam. Lalu, kamu mendapat pujian. Betapa baiknya kalian. Biasanya kamu dapat pujian seperti, “Hei bajumu bagus, dasinya bagus, ini dan itu bagus.

Para Malaikat berkata, “Betapa baiknya kalian semua.

Ya Tuhan, datang para orang baik yang hendak masuk.

Kamu mendapat pujian dari Malaikat. “Udkhuluuhaa khaalidiin.

Tinggallah kamu di sana selamanya.

Subhanallah. Bagian terakhir, saya tahu ini sudah cukup lama.

Wa qooluul-hamdu lillaah.” (QS. Az-Zumar ayat 74)

Kamu sudah sampai di gerbang Surga. Kamu di dalam surga. Hal pertama yang kamu katakan adalah Alhamdulillah. Kita setiap hari mengatakan Alhamdulillah, benar?

Setiap shalat saya ucapkan, “Al-hamdu lillaahi robbil-‘aalamiin.

Setiap seseorang bertanya, “Apa kabar?

Maka saya jawab, “Alhamdulillah.

Tetapi, Alhamdulillah di Surga itu, tidak akan sama dengan ucapan Alhamdulillah yang pernah kamu ucapkan. Setelah kamu disegerakan melewati Hari Perhitungan. Semua telah berakhir, kamu berhasil tiba di sana. Tidak ada lagi yang dipertanyakan, pengorbanan, kesulitan dan ketakutan.

Alhamdulillah.

Itu adalah Alhamdulillah yang kita dambakan. Yang kita dambakan. Saya ingin kita semua untuk mengingat Alhamdulillah itu. Bahwa kita ingat akan mengatakannya di Hari Perhitungan, setiap kali kita mengucapkan Alhamdulillah, bahkan hari ini.

Semoga Allah Azza Wa Jalla jadikan kita cerminan dari Al Quran dan orang-orang mendapat jaminan Surga-Nya. Orang-orang yang segera dimasukkan ke dalam Surga tanpa perlu ditanya dan diinterogasi di Hari Perhitungan kelak.

Barakallaahu lii wa lakum fil quraanil hakiim, wa nafa’ni wa iyyakum bil aayaati wa dzikril hakiim. Assalamu‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s