[Transkrip Indonesia] Iman vs. Islam – Eksklusif Ramadan – NAK

Iman terdiri dari dua hal. Dalam bahasa keseharian yang bahkan dimengerti oleh anak berusia 10 tahun bahwa iman terdiri dari dua hal. Iman ada di lidah Anda. Iman ada di hati Anda. Iman ada di lidah dan hati Anda. Ini sangat penting, ada dua bagian soal ini.

Apa yang ada pada lidah Anda, saya bisa mendengar dan menilainya. Apa yang ada di dalam hati Anda, saya tak bisa mendengar dan menilainya. Terkadang, yang keluar dari lidah saya tak berhubungan dengan yang ada di hati saya. Tetapi juga, terkadang yang keluar dari lidah saya berhubungan dengan hati saya. Apakah Anda memahaminya?

Saat Allah menggunakan kata “mukmin” di dalam Al-Qur’an. Hampir secara keseluruhan, Allah membicarakan apa yang terjadi di dalam hati. Saat Dia menggunakan kata apa? Mukmin. Dia menjelaskan sesuatu yang terjadi di mana? Di hati.

Saat Allah menjelaskan apa yang terjadi di lidah, Dia menggunakan kata “muslim”. Saat yang ada pada lidah, apa yang digunakan? Muslim. Dia membaca syahadat dan menjadi muslim. Karena dia menggunakan lidahnya. Islam adalah sesuatu yang bisa Anda dan saya nilai.

Apakah iman atau mukmin sesuatu yang Anda dan saya bisa nilai? Kenapa? Karena iman ada di mana? Di dalam hati. Apakah Anda paham sejauh ini?

Sekarang, pahami ini. Untuk Islam, Anda memilikinya atau tidak. Tidak ada yang di antaranya. Tidak bisa berkata, “Aku sedikit mempunyai Islam.

Antara Anda memilikinya atau tidak. Antara Anda seorang muslim atau kafir.

Iman tidak seperti itu. Untuk iman, Anda bisa membayangkannya seperti memenuhi hati Anda. Terkadang, seperti air di dalam suatu wadah. Terkadang penuh, terkadang kosong, terkadang hampir habis, terkadang hanya tinggal beberapa tetes, terkadang mengisi kembali, terkadang airnya kotor sehingga harus dibersihkan. Apakah Anda paham?

Dengan kata lain, bukan masalah Anda memilikinya atau tidak. Tidak seperti itu. Kalau itu yang mana? Islam.

Tetapi iman, mempunyai tingkatan. Itulah sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.

Al Iman bid’un wa sab’un su’batan.” (HR. Muslim). Iman mempunyai 70 cabang.

Ada 70 unsur untuk Iman. Bahkan menyingkirkan batu dari jalan adalah iman. Seseorang menyingkirkan batu itu, imannya bertambah sedikit. Seseorang membiarkan itu, imannya tetap atau turun sedikit. Seseorang tersenyum kepada saudaranya. Imannya meningkat. Hal itu menunjukkan isi hatinya dan Allah meningkatkan itu.

Semakin banyak amal baik yang Anda lakukan, semakin bertambah iman di hati Anda. Semakin sedikit amal baik yang Anda lakukan, hati semakin kehilangan iman, mulai berantakan. Itu bukan sesuatu yang bisa Anda simpan.

Iman, seperti jantung tak pernah statis, terus memompa. Iman yang ada di dalam hati. Tidak pernah statis. Anda harus terus mengisinya, dan itu terus berkurang. Anda harus terus-menerus mengisinya agar bertambah, jika Anda berhenti mengisi, apa yang terjadi? Maka, iman mulai berkurang, semakin terkuras.

Di sini Allah berfirman, “…wa maa hum bi mu’miniin.” (QS Al Baqarah ayat 8)

Bukan “muslimin” tapi “mukminin”. Ayat ini bukan membahas tentang Islam, tetapi membahas iman, apa yang ada di dalam hati. Keadaan hati mereka.

Hal ini adalah konsep yang kuat dalam agama kita. Pemikiran bahwa Allah Azza wa Jalla akan mengeluh soal umat manusia yang telah kehilangan iman di dalam hati mereka. Bagian yang sulit di dalam Al-Qur’an bahwa lawan kata “muslim” adalah kata “kafir”.

Dan lawan kata “mukmin” juga adalah “kafir”.

Saya akan mengulangnya, apa lawan kata dari kata “muslim”? “Kafir”.

Lawan kata “mukmin” adalah juga… “Faminkum mukminun wa minkum kafir.” (QS At Taghabun ayat 2)

Benar? Tetapi, terkadang Allah membicarakan kafir yang menunjukkan kekafirannya. Dia menunjukkan kekafirannya, itu adalah lawan kata Islam.

Terkadang Allah membicarakan tentang hati dengan iman yang kosong. Iman telah habis. Tak tersisa iman di dalam hati, bagaimana pun kelihatannya dari luar. Itu adalah kafir sebagai lawan kata dari iman.

Saat Anda mempelajari kata “kafir” dalam Al-Quran, kau harus melihat apakah itu lawan kata Islam atau itu adalah lawan kata dari iman. Apakah lawan kata dari iman?

Di sini kita sudah lihat. “Inna ladziina kafaruu.” (Ada 20 ayat mengandung kalimat ini termasuk QS Al Baqarah ayat 6)

Kita sudah melihat “mereka yang tak beriman” dan mengetahui apa firman Allah terhadap mereka, “Khatamallah alaa quluubihim.” (QS Al Baqarah ayat 7)

Arti “kafir” di sana adalah lawan kata dari apa? Iman. Itu adalah kata “kafir” sebagai lawan kata iman. Di sini, saat Allah berfirman bahwa mereka sama sekali tak beriman, Allah membicarakan kekafiran yang tersembunyi di dalam hati, tak ada iman di sana.

Dan untuk Anda dan saya, bagaimana perilaku kita terhadap satu sama lain? Saat seseorang masuk ke dalam masjid, apa asumsi Anda? Dia muslim. Asumsi Anda terhadap dia adalah dia seorang mukmin.

Itu Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak ingin Anda berasumsi bahwa dia hanya seorang muslim. Al-Quran ingin Anda berasumsi bahwa dia apa? Seorang mukmin, artinya dia mempunyai iman di hatinya. Dia orang yang baik.

Mukmin berada di tingkat lebih tinggi, bukan? Tingkat terendah Islam, lalu ada iman, kemudian ihsan.

Allah berfirman, “…wa laa taquuluu liman alqaa ilaikumussalaama lasta mu’minan…” (QS An Nisa ayat 94)

“Mu’minan.” (orang beriman)

Janganlah Anda mengatakan seseorang yang mengucap salam “Assalamualaikum wa rahmatullah,” hanya sepanjang itu, janganlah menganggap dan berasumsi bahwa dia bukan orang yang beriman, dia tak mempunyai iman di hatinya.

Selama dia mengucapkan salam kepada Anda, kesempatan Anda untuk menilainya hilang. Karena itu sudah cukup untuk iman.

Jika Anda melihat sedikit iman dari seseorang, berasumsi bahwa mereka beriman. Itu adalah hak dari muslim lainnya. Bagi Anda dan saya, itu adalah hak dari muslim lainnya terhadap kita. Kita tidak berasumsi bahwa mereka munafik atau mereka hanya muslim bukan mukmin. Tidak. Kita berasumsi bahwa mereka mempunyai iman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s