[Transkrip Indonesia] Kerendahan Hati Intelektual – Nouman Ali Khan


Alhamdulillah, wa sholatu wa salamu ala rasulillah, Assalamualaikum Quran Weekly. Sedikit nasihat yang bermanfaat, khususnya untuk para pemuda dan pemudi. Mereka yang banyak menuntut ilmu, dan datang ke dalam komunitas, dan menjadi para kontributor ke dalam komunitas itu.

Khususnya nasihat ini berhubungan dengan menjaga kerendahan hati Anda, dan lebih spesifik, untuk menjaga kerendahan hati dalam berilmu pengetahuan Allah SWT berkata,

Fawqa kulli dzi ilmin Aaleem.

Dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.

Dan tentunya, di atas semua itu, adalah Allah SWT. Anda tahu, ketika saya masih muda dan ketika saya mempelajari sesuatu dalam berbicara, dan saya bersama teman-teman saya, kami pergi mendatangi program-program, kami mempelajari hal-hal, kami mencatatnya, kami pikir kami tahu hal-hal ini. Dan kami dapat mendebat orang lain tentang hal-hal itu. Dan kami berbincang dengan seseorang, (kami bilang) “Orang itu ga ngerti sama sekali..”

Apakah ia tidak tahu ayat itu, hadits itu, bukti-bukti itu, apa yang ulama itu bilang.

Kamu punya begitu banyak acuan di dalam kepalamu, dan lalu menggunakannya untuk melemparnya seperti bola pingpong kepada lawanmu itu, ya kan..

Anda “menembak” lawan Anda dengan bukti-bukti itu dan sepertinya Anda mempelajari hal-hal ini hanya untuk mengalahkan seseorang dalam perdebatan dan menunjukkan bukti-bukti itu dalam perdebatan.

Jadi, ilmu yang Anda dapatkan, tidak menambah kepada kerendah-hatian diri Anda, tapi itu malahan menghilangkan kerendah-hatian diri Anda. Dan inilah perilaku orang-orang yang tidak beriman.

Anda tahu, orang-orang yang tidak beriman mendapatkan pendidikan, untuk menempatkan gelar di samping nama mereka. “Doktor, PhD, Profesor..” Dan pengetahuan ini, Anda tahu sebelum mereka menyebutkan nama mereka, mereka sebutkan gelar mereka.

Jadi supaya kamu tahu, saya punya pengetahuan lebih banyak dari pada kamu.

Tapi, pengetahuan agama, meskipun demikian. Seharusnya semakin banyak Anda memilikinya, semakin rendah hati diri Anda. Semakin Anda rendah hati.. tetapi ketika Anda memiliki ilmu, dan semakin banyak ilmu yang Anda punya, semakin Anda menghakimi orang, semakin Anda seperti “itu menyimpang” dan “ulama itu salah” dan “dia sesat” dan lain-lainnya..

Berapa banyak Anda telah belajar dibandingkan dengan mereka, sampai-sampai Anda dapat mengomentari mereka? Sampai-sampai Anda bisa berbicara tentang mereka seperti itu? Dan bukan hanya tentang mereka, juga imam di lingkungan Anda, atau para petua di lingkungan Anda.

Apabila Anda tidak setuju dengan apa yang mereka lakukan, pertama-tama, Anda tidak dalam posisi untuk memberikan fatwa kepada mereka. Anda tidak mempunyai kualifikasinya. Saya adalah pelajar pemula, Wallahi.. saya tidak mengatakannya dengan pura-pura. Saya adalah pelajar pemula dalam mempelajari Qur’an. Saya harus mempelajari 28, 29 tafsir untuk satu ayat. Untuk mendapatkan pemahaman seseorang akan apa yang ayat tersebut bicarakan.

Dan bagi saya pribadi, ketika membicarakan hadits, saya tutup mulut saya. Kenapa? Karena saya tahu saya tidak berkualifikasi untuk menjelaskan hal-hal ini. Di situ ada banyak sekali para ulama yang terlibat.. dalam menyampaikan kesimpulan sebuah hadits dari Rasulullah SAW.

Dari masalah isnad, sampai masalah konteks apa yang hadits ini sampaikan, sampai dengan masalah bagaimana hadits ini dipahami oleh para sahabat nabi (RadiAllahu anhu ajmain), sampai dengan masalah bagaimana para petinggi fuqaha agama ini memahaminya.

Di sana ada beberapa masalah yang kompleks, dan untuk Anda yang hanya mengambil hadits Bukhari, dan membaca terjemahan hadits itu dan mulai berdebat dengan seseorang. Ini adalah tindakan yang salah atas sunnah Rasulullah SAW.

Dan hal yang kedua.. Anda bahkan tidak mengerti bahasanya. Anda hanya membacanya dari terjemahannya.. bagaimana Anda dapat berani seperti itu? Seorang pelajar datang kepada Imam Ash-Shafi’i Rahimahullah, dia datang kepadanya,

Kami ingin belajar hadist dari Anda..

Kami ingin belajar hadits dari Anda..

Anda tahu apa yang ia katakan? Dan tentu saja perbincangan ini berlangsung dengan bahasa Arab. Dia katakan,

Innama akhsya allaya tholibal ilm.

Hal yang paling kutakutkan dari seorang pelajar ilmu..

Alladzi lam ya ta ala minnahwa.

Seseorang yang bahkan tidak belajar ilmu kalimat yang benar, pemahaman yang mendalam atas susunan bahasa. Dan siapa yang mengatakan ini? Ash-Shafiee, orang yang menghabiskan 1/3 hartanya untuk belajar bahasa Arab dan sisa 2/3 nya untuk belajar hadits.

Dan pada akhirnya dia berkata,

Saya harap saya menghabiskan 2/3 harta saya yang saya gunakan untuk belajar hadits, untuk belajar bahasa Arab.

Begitulah bagaimana ia sangat perhatian kepada pentingnya memahami bahasa yang amat sangat dalam ini. Hanya karena Anda mengikuti 2 kursus dari beberapa buku, dalam mempelajari bahasa Arab, saat ini dan Anda mengikuti kajian mingguan yang membahas tata bahasa.

Anda tidak berkualifikasi untuk mengomentari sebuah hadits, tidak. Saya tidak berkualifikasi, dan Anda pun tidak. Ini adalah tugas para muhaditsun dan para ulama untuk membuat suatu komentar padanya.

Dan untuk Anda yang membaca sebuah artikel atau sebuah tulisan yang bahkan Anda tidak memahaminya. Anda bahkan tidak mengetahui apa arti istilah-istilah itu, dan untuk Anda “memuntahkannya” kepada orang lain, itu sangat tidak masuk akal, dan itu menyalahkan sunnah Rasulullah SAW.

Anda harus berhati-hati ketika berbicara atas namanya (Rasulullah SAW). Kita harus sangat berhati-hati. Jika Anda tidak tahu kemampuan Anda, dan saya katakan ini, Anda pikir Anda tahu kemampuan Anda, tapi sebenarnya tidak. Anda tidak tahu. Rendahkan diri Anda dihadapan orang-orang yang berpengetahuan. Anda tahu,

Fas-aloo ahladzikriin.

Bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan. Orang-orang yang berilmu.

In kuntum la taAAlamoon.

Jika kamu tidak mengetahui.

Anda tahu, saya belum menyelesaikan kutipan imam As-shafiee, saya akan memberitahukannya, setelah itu saya selesai. Dia berkata,

Saya mengkhawatirkan para pelajar yang tidak belajar bahasa Arab secara mendalam.

Dan ini baru satu syarat untuk mempelajari sunnah (Rasulullah SAW). Bahasa Arab baru 1 dari sekian banyak syarat. Dia berkata bahkan khususnya untuk bahasa Arab, jika kamu tidak melaksanakannya,

Saya khawatir, jika saya mengajarkan hadits kepadamu, dan kamu menjadi korban akan peringatan Rasulullah (SAW ketika ia berkata, “Barang siapa yang berbohong dengan sengaja atas namaku, hendaknya ia persiapkan tempat duduknya dari api neraka.”

Dia (Imam Ash-shafiee) takut untuk mengajarkan hadits kepada orang-orang. Karena dia tahu, orang ini, bahasa Arabnya, bahasa Arab mereka, dan mereka tahu bahasa Arab. Tapi ia (Imam Ash-shafiee) bilang,

Tidak, kamu tidak tahu. Kamu belum cukup tahu.

Saya tidak bisa mengajarkan kamu tentang hadits. SubhanAllah. Dan saat ini, Anda “googling” sebuah hadits, dalam bahasa Inggris, dan Anda bahkan tidak tahu hal pertama tentang sharh sebuah hadits, sejarah konteksnya. Anda tidak tahu apa-apa tentang itu. Dan Anda merasa pantas untuk berbicara atas nama Sunnah. Ini adalah perilaku yang congkak, ini bukan pengabdian kepada agama. Jangan bohongin dirimu.

Dan komen terakhir, ini sangat penting. Anda masih muda dan bagi Anda yang muda, dunia ini (nampaknya hanya) hitam-putih. Segalanya sangat jelas bagi Anda..

Bagaimana bisa orang lain tidak setuju denganku? Aku tahu segalanya.

Ketika Anda sudah lebih tua, dan mudah-mudahan Anda sudah cukup dewasa dan sadar.

Betapa bodohnya aku ketika dulu masih muda.

Betapa bodohnya aku ketika dulu aku kira aku tahu hal-hal ini, padahal tidak.

Sebelum Anda “menyerang” dan Anda sudah telat, lalu Anda baru menyadarinya setelah Anda memberikan banyak kerugian bagi orang lain dan diri Anda. Sadarilah ini dari sekarang. Sadarilah, jangan jatuh pada jebakan orang lain yang “menyimpang” dari jalannya dan baru mengambil pelajaran setelah menyesal.

Dan itu termasuk untuk diri saya. Saya pernah berlaku seperti itu juga, saya pikir saya tahu banyak hal dan ketika saya mulai belajar dari orang-orang yang berilmu, saya sadar,

Wah.. saya benar-benar tidak mengerti apa yang dulu saya katakan.

Apabila sampai pada hal-hal tertentu, saya benar-benar harus diam saja. Orang-orang menanyakanku tentang fiqih atau hadits, aku tutup mulut.

Saya tidak tahu.. saya minta maaf. Saya tidak pantas.

Apabila mereka bertanya tentang Qur’an, saya bilang,

Ok, saya coba cari tahu apa yang ulama katakan tentang itu.

Coba saya lihat apa yang orang-orang sebelumnya telah bahas tentang itu.

Izinkan aku mencari tahu tentang itu untukmu.

Setidaknya saya punya sedikit kemampuan untuk mencari tahu tentang Qur’an tapi ketika membahas topik lain, saya tidak bisa menjawabnya termasuk masalah tentang konsep ketuhanan. Anda dapat belajar tentang konsep ketuhanan kepada ulama-ulama, tapi jika Anda pikir Anda pantas untuk berdebat tentang itu dengan seseorang, pikirlah kembali.

Seluruh ilmu pengetahuan tentang agama ini memiliki prasyarat yang Anda belum miliki. Anda hanya belum memilikinya. Jika Anda serius untuk belajar, maka seriuslah untuk belajar. Jika Anda hanya belajar dengan tujuan mendebat orang lain, cek diri Anda. Karena Anda mungkin dapat menyembunyikan itu dari orang lain, tapi Anda tidak bisa menyembunyikan rasa congkak Anda dari Allah.

Seseorang yang menjual minuman keras di toko minuman keras, ia melakukan hal haram dan hal haram yang dilakukannya terlihat jelas dan nyata dan kita tidak setuju dengan itu. Tapi Anda mempunyai rasa sombong di dalam hati Anda, dan itu juga tidak dapat diterima oleh Allah sedikit apapun itu, sekecil apapun (rasa) itu.

Jadi Anda dapat mengatakan kepada orang yang menjual minuman keras itu,

Bagaimana bisa kamu lakukan itu?

Bagaimana bisa kamu melakukan hal salah itu terhadap Allah?

Bagaimana bisa kamu menyebut dirimu seorang muslim?

Lihatlah ke dalam diri Anda juga, apabila Anda memiliki masalah ego, dan ego itu membuat Anda congkak dalam berpengetahuan, dan Anda pikir Anda belajar agama hanya untuk mendebat orang dan merendahkan orang lain, periksalah diri Anda, jagalah diri Anda.

Saya tahu saya harus berhenti, tapi saya tidak bisa. Ini komen terakhir, jangan berbicara tentang ulama-ulama lain. Jangan bicara tentang mereka. Ketika Anda tidak setuju dengan apa yang mereka katakan, orang-orang yang berilmu, mereka akan mendoakan orang itu, di samping tidak setuju dengannya, itulah yang mereka lakukan.

Karena mereka tidak tahu dimana status mereka dihadapan Allah. Mereka tidak tahu Kamu tidak tahu apa yang kamu katakan tentang ulama yang sudah meninggal, setinggi apa status mereka dihadapan Allah, dan dosa-dosa, kesalahan mereka yang Allah telah ampuni dan Anda bahkan tidak tahu kesalahan mereka, lalu Anda pikir mereka adalah kesalahan. Bagaimana mungkin Anda berani untuk berbicara tentang seseorang seperti itu?

Anda tahu, mereka adalah hamba-hamba Allah. Allah ingin kita untuk rendah hati dihadapan orang-orang lain yang beriman. Seseorang mengucapkan salam kepadamu, itu sudah cukup untuk Anda terima bahwa mereka adalah muslim. Anda tahu,jangan katakan kepada orang yang datang memberikan salam bahwa kamu bukan orang yang beriman.

Dan sekarang, orang datang memberi salam padamu dan kau katakan,

Aku tidak tahu, sepertinya orang ini orang yang sesat.

Saya tidak tahu apakah saya harus menjawab salamnya atau haruskah aku sholat di sampingnya atau merespon (meng-aminkan) doanya atau, membiarkannya memimpin sholat karena saya tidak tahu apakah ia benar muslim atau tidak.

Anda menjadi benar-benar terpedaya. Anda menjadi benar-benar keliru.

Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang yang rendah hati dalam berpengetahuan, semoga Allah memberikan kita, para ulama kita kemampuan untuk mengajarkan kerendahhatian itu kepada orang-orang. Semoga Allah menjadikan kita ikhlas, orang yang menuntut ilmu yang sungguh-sungguh dan belajar untuk tahu kapan kita harus diam, kapan kita harus menjaga lidah kita dan untuk menjadi rendah hati, dan yang lebih penting, rendah hati akan agama Islam.

BarakAllahu li walakum, Wassalamu alaikum wa rahmatullah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s