Resume Surat At Takasur


ﺃَﻟْﻬﺎﻛُﻢُ ﺍﻟﺘَّﻜﺎﺛُﺮُ

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu..

Ayat pertama terdiri dari dua frasa “alhaa” dan “at-takatsur“.

Alhaa berarti segala sesuatu yang membuat kita terdistraksi, teralihkan, dan terlalaikan dari hal yang lebih penting atau lebih baik untuk dikerjakan.

Sedangkan at-takatsur yang artinya bermegah-megahan. Apa yang terbayangkan jika disebutkan kata “bermegah-megahan”? Punya segala sesuatu yang mahal dan bermerk? Rumah mewah dengan segala perabotnya? Sering jalan-jalan ke luar negeri?

Hmm..ternyata tidak sepenuhnya seperti itu. At- takasur memiliki makna hal apapun yang bisa menimbulkan salah satu atau ketiga efek di bawah ini:

1. Tak Pernah Merasa Cukup

Meskipun yang dimiliki sebenarnya masih mencukupi tapi selalu saja ada keinginan untuk mendapatkannya lagi dan lagi. Tak pernah merasa cukup dan puas dengan apa yang dimiliki. Jadi segala sesuatu yang membuat kita ingin terus menambah dan mendapatkannya lagi padahal kebutuhan kita masih tercukupi adalah At-Takasur.

2. Obsesif

Pernah dengar istilah “penyakit gila no.13”?

Kalau yang pernah baca tetralogi “Laskar Pelangi” pasti tahu. Ya, Obsesif Kompulsif. Efek yang ditimbulkan dari sesuatu yang “at takatsur” adalah membuat kita terobsesi dan ambisius untuk mendapatkannya. Menyedot segenap tenaga untuk mengusahakannya dan menghalalkan segenap cara. Bahkan tak peduli jika itu berakibat mendzalimi diri sendiri maupun orang lain.

Misalnya, mendapatkan nilai yang tinggi di sekolah atau di tempat kuliah, itu hal yang baik, bukan? Namun ketika seseorang terobsesi mendapatkannya hingga menghalalkan segenap cara (nyontek misalnya) atau terobsesi hingga mendzalimi diri sendiri (belajar terus menerus hingga tidak memedulikan hak tubuh untuk beristirahat dan makan makanan yang bergizi) maka hal tersebut (mendapat nilai yang tinggi) adalah “at takasur” juga.

3. Ingin Pamer

At takatsur, sesuatu yang membuat kita sangat ingin memilikinya namun tujuan utamanya bukan untuk mengambil manfaat atau memenuhi kebutuhan, melainkan untuk dipamerkan dan dibanggakan di hadapan orang lain. Dijadikan sarana menyombongkan diri. Menghapal Al Quran misalnya, baik, kan? Makin banyak hapalannya makin baik. Tapi kalau hal itu justru diniatkan untuk pamer atau membuat orang tersebut menjadi sombong, at takatsur juga namanya.. #PLAK!

Jadi at takatsur bukan perkara bendanya maupun kuantitasnya. Lagipula penyebutan pelarangan bermegah-megahan di surat ini tidak ditujukan pada orang-orang tertentu saja (misalnya di ayat ini tidak disebutkan bahwa bermegah-megahan itu melalaikan orang beriman atau melalaikan orang kafir), ia adalah peringatan bagi semua, miskin maupun kaya.

Selain itu, ayat pertama dari surat at takatsur ini dalam bahasa Arab menggunakan pola kalimat “past tense” yang berarti sesuatu yang sudah terjadi (telah melalaikan kamu..) oleh karena itu hal ini adalah sesuatu yang pasti pernah kita alami. Ya, pasti pernah kita alami. Jadi ayat ini tidak hanya memperingatkan kita untuk berhati-hati terhadap “at takasur” ke depannya tetapi juga memperingatkan kita untuk melakukan introspeksi dan taubat terhadap “at takasur” yang sudah pernah kita alami.

astaghfirullah >.<

Oh, ya..dan satu lagi, di ayat ini tidak disebutkan kita akan terlalaikan dari apa, bukan?

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu..

Iya, tapi melalaikan dari apa? Padahal di ayat lain disebutkan “apa yang membuat terdistraksi/lalai” dan “apa yang darinya kita dilalaikan“. Misalnya,

Hai orang-orang yang beriman! Janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu dari mengingat kepada Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Al-Munaafiquun: 9)

Kembali pada makna “alhaa“, ia adalah sesuatu yang membuat kita terdistraksi dari apapun yang sebenarnya lebih penting dan baik untuk dikerjakan.

Hmm, ya, sepertinya ini tentang strata amal. Tidak cukup hanya baik. Harus selalu mencari apa yang lebih baik, yang lebih penting, yang lebih diprioritaskan, dan yang lebih utama di mata Allah. Ah, betapa seringnya terdistraksi oleh hal-hal yang mubah bahkan makruh, melalaikan hal-hal yang sunah dan penuh keutamaan. Jadi teringat suatu nasehat,

Jangan ditinggalkan hanya karena hukumnya SUNNAH, dan jangan dikerjakan hanya karena hukumnya MAKRUH..

Ah, betapa seringnya salah kaprah >.<

Selanjutnya tentang ayat yang kedua,

حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

Sampai kamu masuk ke dalam kubur.

Sampai kapan kita akan terlalaikan oleh segenap hal yang termasuk “at takasur” tadi ? Sampai masuk ke dalam kubur. Peperangan melawan hal-hal yang melalaikan tadi akan kita hadapi terus hingga kita masuk ke dalam kubur. Tidak ada yang bisa merasa bebas dan telah selesai perjuangannya dalam melawan hal-hal yang melalaikan tadi sebelum orang tersebut meninggal. Jika kita perhatikan ayat kedua ini makna zurtum secara bahasa adalah berziarah.

Lalu, mengapa Allah menggunakan kata “ziarah”? karena di alam kubur kita hanya sementara dan sangat sebentar dibandingkan dengan lamanya kehidupan kita di akhirat. Padahal kita tahu bahwa banyak sekali makam-makam tua yang berusia ratusan bahkan ribuan tahun, yang artinya orang yang telah meninggal tersebut telah berada di alam kubur selama itu. Namun ternyata selama apapun alam kubur tersebut, entah itu ratusan bahkan ribuan tahun, tetap saja itu hanyalah ziarah, teramat sesaat. Alam kubur yang selama itu saja Allah sebut dengan istilah “ziarah”, apalagi kehidupan kita sekarang di dunia yang mungkin hanya beberapa puluh tahun. Lalu di kehidupan yang teramat sangat singkat ini apakah kita rela jika masih saja banyak hal-hal yang membuat kita lalai mempersiapkan bekal akhirat?

Kemudian di ayat selanjutnya,

كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ثُمَّ كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.

Ibnu Katsir berkata bahwa menurut Hasan al-Bashri ini adalah ancaman setelah ancaman. Hasan al-Bashri memahami bahwa ayat ini diulang-ulang sebagai penguat. Sedangkan adh-Dhahak menyatakan bahwa ayat ini berlaku untuk orang kafir dan orang-orang beriman yang masih saja menumpuk-numpuk harta mereka.

كَلا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ

Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,

Ibnu Katsir berkata, “Kalau seandainya kamu mengetahui dengan sebenar-benar pengetahuan niscaya bermegah-megah tidak akan melalaikan kamu dari mencari akhirat sampai kalian ziarah ke kubur (mati).

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ

niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin.”

Ibnu Katsir berkata, “ALLAH mengancam mereka dengan keadaan ini yakni melihat neraka (dengan mata kepala mereka).”

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Kemudian kalian betul-betul akan ditanya pada hari itu tentang syukur kalian terhadap nikmat yang telah ALLAH berikan pada kalian dari kesehatan, rasa aman, rizqi dan lainnya.

Dan bahkan hal yang bagi kita sederhana seperti seteguk air yang kita minum, kelak akan ditanyakan kepada kita sejauh mana kita bersyukur, apakah dengan beribadah kepada ALLAH atau justru bermegah-megahan?

Allâhumma innî a’ûdzu-bika min fitnatil-ghinâ wa a’ûdzu-bika min fitnatil-faqr, wa a’ûdzu-bika min an uradda ilâ ardzalil-‘ûmuri, wa a’ûdzu-bika min fitnatid-dun-yâ wa ‘adzâbil-qabri
.
Ya Allâh, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari fitnahnya kaya, dan aku berlindung pada-Mu dari fitnahnya faqir, dan aku berlindung pada-Mu daripada jika aku dikembalikan kelanjutnya umur, dan aku berlindung pada-Mu dari fitnahnya dunia dan siksa kubur.” (HR. Bukhârî)

Tulisan ini dari Lintang Wahyu Mukti

Referensi podcast Bayyinah, Tafsir juz Amma: QS At Takatsur by Ust Nouman Ali Khan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s