Penyejuk Mata (Bagian 2)

Penyejuk Mata (part II)

Masih tentang penyejuk mata.. qurrata a’yun..

Ternyata frasa qurrata a’yun tidak hanya bisa kita temui di QS. Al Furqon: 74 saja. Frasa ini juga bisa kita temui di surat Al Qashash: 9

Dan istri Fir’aun berkata, ‘(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak,” sedang mereka tidak menyadari.’

Dialah Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun yang dimaksud dalam ayat di atas. Wanita yang disebutkan dalam Al Qur’an sebagai wanita yang layak dicontoh keimanannya.

“Dan Allah membuat isteri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-MU dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” (QS At-Tahrim: 11)

Cobaan yang dialami Asiyah begitu luar biasa, bagaimana tidak, seorang wanita yang beriman kepada Allah harus bersuamikan seorang yang paling buruk perangainya dan bahkan mengaku dirinya sebagai tuhan. Di saat yang sama ia juga tak bisa berlari kemana-mana dan tak bisa berbuat banyak. Betapa hal ini merupakan penyiksaan psikologis yang teramat sangat. Kemudian, setelah mengalami tekanan jiwa yang teramat sangat sekian lama, Asiyah menemukan Musa kecil yang bisa menjadi pelipur lara, pembawa bahagia, ya..penyejuk mata..

“qurratu ‘ainil-lii wa lak”, penyejuk mata hati bagiku dan bagimu.

Pada ayat tersebut Asiyah berkata bahwa Musa adalah penyejuk mata bagi dirinya dan bagi Fir’aun. Mengapa Asiyah tidak menyebutkan penyejuk mata bagi kita melainkan penyejuk mata bagiku dan bagimu? Hal ini karena sejuknya mata Asiyah dan sejuknya mata Firaun adalah dua hal yang berbeda. Musa kecil dapat menjadi penyejuk mata bagi Asiyah atas segala penderitaan dan kegersangan jiwa yang dialami oleh Asiyah akibat perbuatan Firaun. Sedangkan bagi Firaun kehadiran Musa kecil beserta segala kelucuannya dapat menjadi penyejuk mata dan pelembut hatinya yang selama ini dengan kejamnya justru membunuh bayi-bayi tak berdosa.

Di QS Al Qashash ayat selanjutnya, diceritakan tentang kondisi ibu kandung Musa seusai melepas kepergian Musa.

Dan hati ibu Musa menjadi kosong. Sungguh, hampir saja dia menyatakannya (rahasia tentang Musa), seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, agar dia termasuk orang-orang yang beriman (kepada janji Allah).” (Al Qashash: 10)

Hati ibu Musa menjadi kosong. Ya, bayangkan saja, anak yang baru saja dilahirkan setelah 9 bulan mengandung dengan susah payah dan begitu dirindukan kehadirannya harus dilepas begitu saja dihanyutkan ke sungai, bagaimana tidak membuat hati menjadi kosong? 😥

Namun kemudian Allah Yang Maha Penyayang menghibur hati ibu Musa,

“Dan dia (ibunya Musa) berkata kepada saudara perempuan Musa, “Ikutilah dia (Musa).”

Maka kelihatan olehnya (Musa) dari jauh, sedang mereka tidak menyadarinya, dan Kami cegah dia (Musa) menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah dia (saudaranya Musa), “Maukah aku tunjukkan kepadamu, keluarga yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik padanya?”

Maka Kami kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati, dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (Al Qashash: 11-13)

faraja’naaka ilaa ummik, kaitaqarra ‘ainuhaawa laa tahzan

Dan setelah hati ibu Musa menjadi kosong, teramat sedih, Allah mengembalikan Musa kecil ke pangkuan ibu Musa sehingga “sejuklah matanya” dan tiada lagi bersedih..
*****

Lagi, lagi.. ternyata ada lagi penyebutan tentang frasa “penyejuk mata”. Disebutkan di salah satu hadits Rasulullah SAW

“..Dan, dijadikan kesejukan mataku di dalam shalat.” (HR An-Nasai dan Hakim).

Kita tentu sering mendengar maupun membaca tentang bagaimana beratnya perjuangan dakwah Rasulullah SAW. Diboikot oleh kaumnya sendiri, ditentang oleh masyarakat dan keluarga, dilempari kotoran, berdarah-darah ketika berdakwah di Thaif, dan berbagai penderitaan luar biasa lainnya. Yang semua keadaan itu tentunya menjadikan mata panas (adkhanallahu ‘ainahu), kesedihan yang teramat dalam..

Dan ternyata di antara keadaan tersebut Rasulullah menemukan kesejukan matanya dalam shalat, yang berarti Rasulullah menemukan kembali ketenangan, kesenangan, rasa aman, kekuatan, bahkan hingga menitikkan air mata kebahagiaan di dalam shalat.

Coba..coba.. sedikit membandingkan.

Coba bayangkan bagaimana bahagianya Asiyah yang setelah sekian lama tertekan psikisnya oleh Fir’aun bertemu dengan Musa kecil, si penyejuk mata Asiyah…

Dan coba bayangkan betapa bahagianya ibunda Musa yang hatinya kosong karena kehilangan Musa kecil bertemu kembali dengan buah hatinya, yang kemudian menjadikan matanya sejuk dan tak lagi bersedih..

Sudah terbayangkan betapa bahagianya ???
Dan ternyata kebahagian macam itulah, atau bahkan lebih, yang dirasakan Rasulullah SAW ketika shalat. >.<

*tertampar,,plakplakplak*

Lalu bertanyalah saya pada diri saya, bagaimana dengan shalatmu selama ini ???
Sudahkah mampu menjadikan shalatmu selama ini menjadi penyejuk mata?
Bagaimana bisa jika kau sering shalat dengan tergesa?
Bagaimana bisa jika ketika shalat pikiranmu sibuk menerawang kemana-mana?
Astaghfirullah..

Ya Rabb..jadikan kami mampu meneladani Rasul-Mu..
Menjadikan shalat sebagai penyejuk mata bagi kami..

ju’ilat qurratu ‘ainayya fis-shalah..aamiin >.<

Judul: Penyejuk Mata (part II)
Referensi: The coolness of our eyes | Nouman Ali Khan

Tulisan ini dari: Lintang Wahyu Mukti

Bagian 1: https://nakindonesia.wordpress.com/2016/06/28/penyejuk-mata-1/
Bagian 2: https://nakindonesia.wordpress.com/2016/06/30/penyejuk-mata-2/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s