Guide Through The Quran – Wawancara Dengan Nouman Ali Khan

Fahad Al Kandari mewawancarai Nouman Ali Khan melalui programnya Guide Through The Quran. Berikut ini transkripnya. Perlu diketahui wawancara berlangsung dalam bahasa Inggris dan Arab, cukup banyak diskusi bahasa Arab. Kami coba berikan tanda [___] untuk bahasa Arab. Dan karenanya untuk transkrip kali ini kami sengaja untuk tidak terlalu merapikannya.

[Musik] Untuk keluar dari dalam kegelapan menuju cahaya ..
[Musik] Untuk dilahirkan kembali lagi .. dan masa lalu diampuni .. Saat perasaan dengan Allah ..
[Musik] di dalam hatimu Dia menaruh hidayah, Ini tidak dapat dirasakan dengan penjelasan dan perasaan apapun ..
[Musik] Ya Allah, Saya minta kamu .. dan saya berusaha ..
[Musik] Saya minta kamu .. dan saya berusaha .. Aku meminta bimbingan-Mu .. dan Engkau telah membimbing saya ..
[Musik] Dengan Al Quran saya bisa melangkah .. Ya Allah
[Musik] Ya Allah…

Nouman Ali Khan: Assalaamualaikum wa rahmatullah wabarakatuhu, nama saya Nouman Ali Khan. Saya tinggal di Dallas, Texas. Saya Kepala dari Bayyinah Institute. Institut ini saya mulai tahun 2005 di New York, lalu saya pindah ke Texas tahun 2011.

Fahad Al Kandari: [Sheikh .. semoga Allah melindungi Anda .. Saya sangat senang untuk mengunjungi lembaga yang indah ini .. Lembaga Al Qur’an ini, Bayinah Institute .. Semoga Allah, memberkati Anda ..]

Nouman Ali Khan: [Saya bahagia dengan kunjungan Anda.]

Fahad Al Kandari: [Dan semoga terwujud ambisi Anda .. Sheikh, Anda sudah menjalani masa remaja Anda di sini, di Amerika ..]

Nouman Ali Khan: [Ya.]

Fahad Al Kandari: [Jelaskan kepada saya?]

Nouman Ali Khan: [Saya menghabiskan enam tahun masa kecil saya di Arab Saudi .. Ayah saya mewakili Pemerintah Pakistan .. Dan kami belajar di Sekolah Pakistan .. sampai kelas delapan, saya seperti itu .. Kemudian kami pindah ke Amerika .. Di Amerika, saya masuk SMA .. Di kota New York ..]

Di sana, situasinya sangat bebas .. Kita bisa berpakaian semaunya dan yang perempuan berpakaian sangat buruk. Laa hawla wa laa quwwata illa billah, saya masuk dan berkata, a’uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim, astaghfirullahaladziim.

Namun itu hanya selama 6 bulan. Hanya 6 bulan saya begitu, setelah 6 bulan… [Kemudian Anda terbiasa dengan hal itu ..

Fahad Al Kandari: [Merasa terbiasa ..]

Nouman Ali Khan: Lalu saya mengalami aklimatisasi (penyesuaian) dan merasa cara berpakaian mereka itu normal. Hal itu menjadi normal bagi kita. Jika kita ingin menjadi bagian mereka, kita harus berpakaian seperti mereka. Kita harus menempatkan diri bagaimanapun juga.

Dan saya mengambil kuliah. [Kemudian saya mengambil kelas Filsafat] Falsafah, Phylosophy 101 (Filsafat Dasar -red). Mereka mempertanyakan, Apakah Tuhan itu ada? Apa yang dimaksud moralitas? Apakah benar-salah itu ada? Apakah hidup sesudah kehidupan ini itu ada?

Dan pada saat itu sebagian besar teman-teman saya bukanlah muslim. [Non-Muslim .. sebagian besar ..]

[Dan Muslim di antara mereka, tidak mengamalkan (Islam) ..]

Dan tentu saja agama itu adalah lelucon, jadi kami tinggalkan agama kami. Jadi kehidupan remaja itu, subhanallah.

Anda ingat. [Memang benar apa yang nabi, SAW katakan, “Seseorang itu bergantung pada agama sahabatnya Karena itu, hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan dengan siapa ia bersahabat.”]

[Saya merasakan hal ini, persis .. ya ..] Dan ada satu [teman] di kampus yang merubah hidup saya. Dan semua [teman-teman] di SMA menghancurkan saya, subhanallah.

Pada suatu hari saya sedang duduk di kampus, dan seorang mahasiswa datang. [Seorang pria muda dengan jenggot .. Penampilannya tampak aneh ..]

[Ia memasang sebuah iklan. di dinding.] MSA, Muslim Student Association (Perhimpunan Mahasiswa Muslim).

[Lalu bayangkan .. apa ini?] Apa itu Perhimpunan Mahasiswa Muslim? Organisasi apa itu? Mungkin mereka memiliki anggota muslim dari berbagai negara lalu mereka berpesta bersama.

Ha ha ha… lalu saya bertanya kepadanya.

“Jadi Perhimpunan Mahasiswa Muslim mengadakan banyak pesta besar?”

Dia menjawab, “Ya betul, kami mengadakan banyak pesta besar, ayo datanglah!”

Saya jawab, “Baiklah, saya datang.”

Jadi minggu itu saya datang dan [Ketika saya memasuki ruangan .. Saya melihat pemuda itu ..] Di sana tersedia [dan satu pemuda lain ..] dan pizza [dan tidak ada orang lain!!]

Ha ha ha. [di dalam ruangan]

Bukan? Mungkin saya ada di tempat yang keliru, jadi saya harus pulang. Mereka berkata, “Tidak-tidak, silahkan duduk.”

Lalu kami berbincang Tidak ada da’wah, tak satupun tentang Islam, tidak ada satupun tentang Qur’an, tak ada apa-apa. [Hanya pertemanan..] hanya itu.

Suatu hari dia terjebak macet dan saat itu waktunya Maghrib. Dia terjebak macet, jadi dia mengambil jalan keluar dan menemukan sebuah musholla kecil di New York. Lalu menepi dan berkata, “Beri saya lima menit, saya akan sholat lalu kembali.”

[Dia tidak meminta saya untuk ikut sholat .. Ia mengatakan, ia harus sholat .. Dan waktu itu Maghrib .. dan dia tidak mengajak saya! Seolah-olah ia tidak berharap bahwa saya akan sholat ..]

Jadi [saya malu..] saya merasa malu, saya seorang muslim, kelihatannya buruk sekali. Jadi saya masuk ke masjid bersamanya, dan shalat sedikit. [Tapi saya berhenti sholat setelah satu bulan .. lagi..] Lalu saya bermimpi. [Saya mimpi .. aku berada di dalam kuburan saya ..]

Sedangkan saya berada di dalam kubur dan api [dan api masuk dari semua sisi ..] [Dan dikatakan kepada saya dari atas .. ini karena Anda tidak shalat ..] Lalu aku bangun .. dan saya tidak meninggalkan shalat sejak itu ..

[jeda]

Fahad Al Kandari: [Sheikh, bagaimana hubungan Anda dengan Quran ..?]

Nouman Ali Khan: [Hubungan saya dengan Quran ..Saya mulai dengan menerjemahkannya .. Kemudian, saya merasa semakin sulit bagi saya ..]

[Pertama, saya berkata kepada diri sendiri .. Saya harus memahami Buku ini .. Saya membeli terjemahan Yusuf Ali .. Saya menemukan bahwa bahasa Inggris sangat sulit .. itu Inggris Shakespeare ..] Shakespeare.

[Selain itu, Al Qur’an memiliki gaya khas .. Kadang-kadang ayat mungkin mulai dengan kata tunggal .. Kemudian berakhir dengan kata jamak. Ini tidak terjadi di mana pun, dalam literatur apapun ..]

[English .. Urdu .. bahasa lain .. Dan jika saya mencontoh itu pada tulisan-tulisan saya. [Di ujian apapun .. itu salah!]

Ada sesuatu di luar terjemahan, karenanya saya harus belajar bahasa Arab. Waktu itu saya berada di bulan Ramadhan. Saya pergi ke masjid di New York, di Queens. Di sana ada program tafsir. Seorang syekh [syekh membaca ayat dalam bahasa Arab .. apa adanya..]

[Maka ia menerjemahkannya dalam bahasa Urdu .. Saya mengerti bahasa Urdu juga .. Dia menerjemahkan ke bahasa Urdu sederhana ..]

[Tapi ketika dia membaca .. Aku melihat wajahnya .. bahagia.. Rasa sayang .. kebahagiaan .. Ya! Setiap Dia membaca sedikit .. kemudian ia tampak bahagia .. Setelah bertahun-tahun saya menemukan ayat yang ia baca ..]

[Hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (QS Yunus: 58 -red)]

[Dan saya melihat sukacita di wajahnya .. Setiap kali dia membaca dari Al Qur’an .. kemudian dia terjemahkan. Saya mendengarkan dia .. setiap hari .. Setelah shalat Taraweh .. Kami duduk bersamanya selama empat sampai lima jam .. Sampai jam tiga atau empat pagi ..]

Saya merasa syok, saya sudah merendahkan Qur’an. Saya tidak tahu Buku apa ini, saya ingin mempelajarinya.

[Pada akhir bulan .. saya pergi ke dia ..] saya datang kepada syekh itu, saya katakan padanya, “Saya ingin mempelajari apa yang Anda tahu.”

Katanya [ini sangat mudah .. belajar bahasa Arab ..]

Pelajari bahasa Arab, mudah saja!

Saya jawab, “Ok [di mana saya belajar bahasa Arab?], di mana saya belajar?”

Jadi dia berkata, “Saya ada kelas.”

[Dia memiliki kursus intensif. Selama tiga minggu saja, tiga jam per hari .. Tujuh hari seminggu]

Jadi saya ikuti pelajaran itu, dan saya sangat menyukainya. Bahasa Arab itu seperti matematika. Bagaimana kerja i’rab, bagaimana kerja sarf. Bagaimana kerja jumlah ismiyah dan fi’liyah. Jadi semua hal ini, baiklah… Jadi saya belajar dan menjadi sangat tertarik dengan pelajaran ini.

Fahad Al Kandari: [Setelah kursus itu .. Ia mulai mengajar bahasa Arab. Dan dia menikmati melakukan hal itu! Sampai ia mengunjungi lebih dari 150 Islamic Centers di Amerika]

Nouman Ali Khan: Saat saya mempelajari Qur’an. Saya bisa melihat bagaimana Qur’an menghubungkan segala sesuatu dalam hidup saya. Dan saya ingin berbagi hal ini dengan orang lain. Qur’an itu bukan [cerita zaman dahulu].

Qur’an tidak bicara tentang sesuatu di masa lalu. Tapi bicara tentang Anda [di dalamnya kalian disebutkan (QS Al-Anbiya: 10)].

Bicara tentang Anda, tentang saya. Ini adalah prinsip (formula) pertama saya. Prinsip kedua saya adalah Al Qur’an [Mu’jizat].

[Keajaiban yang membuat orang-orang Arab tak berdaya]

Dan Allah azza wa jalla tidak memberi kita.

[Mukjizat apapun setelah Qur’an]

[Karena itu sudah cukup! Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab dibacakan kepada mereka? (QS Al Ankabuut: 51)]

Saya bilang, “Saya akan mencoba mengajarkan ini.”

Keindahan Qur’an, keindahan Qur’an dalam bahasa Arab di dalam bahasa Inggris. Saya harus melakukannya. Karena jika saya menunggu orang-orang untuk belajar bahasa Arab,
saya akan menunggu seumur hidup saya, Anda paham…

[Aku berada di Masjid .. di New York .. Dan ada seorang pria dengan saya, pada sisi kanan saya .. Dia orang Arab .. dan di sisi kanannya adalah orang Bangladesh ….

[Kami shalat bersama-sama .. Setelah kami selesai shalat .. pria Bangladesh menangis .. Selama dibacakan ayat Al Quran, sampai akhir shalat .. dia menangis .. Dan orang Arab tercengang!! Dia bertanya kepadanya ..]

Mengapa Anda menangis? Anda memahaminya?

[Dia menjawab, “Tidak, tapi aku menangis karena aku tidak (paham)!”]

[Ini adalah tamparan untuk .. orang Arab]

[Musik] Saya minta pada-Mu .. dan saya berusaha ..
[Musik] Aku meminta bimbingan-Mu .. dan Engkau telah membimbing saya ..
[Musik] Dengan Al Quran saya bisa melangkah ..
[Musik] Ya Allah…

Fahad Al Kandari: Tujuan pengajaran Sheikh Nouman telah berkembang ..

[Mulai dari program kecil yang jarang .. Menjadi sebuah lembaga terkemuka yang mengajarkan Quran ..Yang bernama] Al Bayyinah.

Nouman Ali Khan: Bayyinah itu meliputi empat hal. Bayyinah, pertama adalah acara “Live” (langsung). Saya sendiri, Syekh Omar Suleiman, kami keliling dunia memberikan sesi singkat tentang Qur’an yang bahkan tidak terdengar seperti tafsir.

Bagian kedua adalah program “Dream”. Program “Dream” adalah program “full time” (penuh waktu secara offline – bertatap muka langsung). Semester bagi yang ingin belajar bahasa Arab.

[Mereka membaca Quran tanpa pemahaman .. Dan dalam waktu enam bulan .. Mereka belajar untuk melakukan analisa tata bahasa dan terjemahan Al-Qur’an juga]

Bagian ketiga adalah program “Acces”. “Acces” adalah pelajaran yang sama yang saya ajarkan secara full time di sini. (Acces adalah) versi online untuk kursus online. (Acces adalah versi online belajar bahasa Arab di Bayyinah -red)

Jadi pada semester ini ada 1500 orang dari 57 negara yang belajar “online”. Seluruh dunia mempelajari nahwu, sarf, dan terjemah Qur’an. Tujuan saya insya Allahu ta’ala, dalam 5 tahun saya ingin ada sejuta orang yang mengikuti “Access” setiap tahunnya. Insya Allahu ta’ala.

[Jika Anda berangan-angan .. maka perbanyaklah ..] Ok..

Bagian terakhir yang saya sangat antusias tentangnya adalah Bayyinah TV. Ini sebuah website, Bayyinah.tv. Di dalamnya ada video dan penjelasan tentang seluruh Qur’an dalam bahasa Inggris. Jadi merupakan terjemah dan tafsir sederhana dari Qur’an seluruhnya.

Karena orang-orang tidak lagi membaca, mereka lebih suka nonton video. Orang-orang menyetir, berolahraga, dengan headphone terpasang di kepalanya. Jadi Anda harus menuju apa yang dilakukan orang-orang. Jika kita masih tetap menulis tafsir dan buku, itu baik untuk para mahasiswa, tapi mereka (orang-orang awam -red) takkan memahaminya.

Fahad Al Kandari: [Sheikh, saya tahu betapa besar perhatian Anda tentang media .. Dan di sini juga di Bayyinah Institute .. semua karya Anda .. Dan apa yang Anda katakan sekarang, Anda ingin menunjukkan itu pada media .. Mengapa Anda sangat peduli? ]

Nouman Ali Khan: Islam tidak sedang perang dengan senjata, tidak dengan uang, dan tidak dengan politik. Tapi Islam sedang perang dengan hati dan pikiran orang-orang. Hati dan pikiran orang-orang saat ini dipengaruhi oleh media massa. Apakah kita suka atau tidak.

Saya bisa memberi kuliah terbaik di dunia. Tapi video musik akan punya hit 10x lebih besar, mereka menang, punya lebih banyak pengaruh. Kita harus mengalahkan mereka dalam permainan ini. Kita harus menciptakan media yang paling efektif. Anda tahu apa yang mereka miliki? Kemasan yang bagus, tapi produknya sangat buruk.

Kita punya produk yang luar biasa, tapi kemasannya sangat buruk. Ha ha ha, kita hanya perlu memperbaiki kemasannya, itu saja.

[Apa yang membuatku ta’jub tentang Sheikh Nouman dan sekitar ceritanya adalah bahwa semua Da’wahnya adalah tentang Quran .. Jika dia melakukan kuliah untuk Non-Muslim .. Ia akan berbicara tentang keindahan Al Qur’an .. Dan jika dia dengan Muslim .. ia berbicara tentang kisah-kisah dari Al Quran dan refleksi atas Qur’an .. Dan di sini .. di Bayyinah Institute .. Aku melihat semua tulisan sekitar Quran]

[Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu. (QS Al Qashash: 77)]

[Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya. (QS Al-Muddatstsir: 38)]

[Dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi. (QS Al Qashash: 77)]

Fahad Al Kandari: [Sungguh, aku mencintai lembaga ini .. dan saya mengagumi orang ini .. Untuk cinta dan cita-citanya untuk membuat dakwah dengan Quran. Dia teman saya dan sahabat saya .. Dan Dia adalah tempat saya bersandar .. di kesedihan saya ..]

Nouman Ali Khan: [Ketika Anak saya harus menjalani operasi bedah ..]

Amaliyah, mereka menyebut operasi = amaliyah? Benar? Amaliyatul qalb.

[Yang paling kecil .. namanya Khalid .. Jadi, saya pergi untuk pergi ke unit perawatan intensif …. Dan saya duduk dengan dia …. Saya membaca Quran selama berjam-jam di dalam ruangan …. Dia tidak sendirian .. ada anak-anak lain di ruangan itu .. Kasus yang sama dengannya .. kasus jantung ..]

Perawatnya datang [Perawat datang padaku ..]

[Dia berkata..] detak jantung mereka di semua ruangan, detak jantung mereka menjadi tenang. Apa yang kamu nyanyikan?

Saya jawab, “Saya menyanyikan firman Tuhan.”

Dia berkata, “Bisa anda ulangi?”

Lalu saya ulangi lagi. Mereka kembali menjadi tenang. Lalu saya datang lagi minggu depannya. Saya bacakan Qur’an untuk Khalid, ada bayi-bayi lain dan detak jantung mereka menjadi tenang kembali, subhanallah.

Satu hal yang bisa saya katakan, tidak ada nikmat yang lebih besar dari Quran. Apapun ayat atau surat yang Anda baca tidak masalah. Untuk firman Allah ini, beri saja rasa ikhlas. Baca dengan ikhlas dan tadabbur, dan Allah azza wa jalla akan memberkahi. Kita hanya harus menyediakan Buku ini haknya, dia akan merubah hidup kita. Buku ini merubah hidup saya, dan hingga sekarang pun masih merubah hidup saya.

[Musik] Kritik saya untuk Anda .. Ummat Quran .. adalah habisnya cinta…
[Musik] Untukmu.. karena itu adalah dosa untuk meninggalkan Quran ..
[Musik] Besok Rasulullah akan menyalahkan kita .. apa kita akan senang ..
[jeda] Besok, apa yang akan kita katakan .. apa jawaban kita ..?
[Musik]

Nouman Ali Khan: [Saya telah melihat sesuatu pada diri saya sendiri .. Pada awalnya, saya terburu-buru .. Untuk menyelesaikan belajar penafsiran seluruh Quran .. Sekarang, aku tidak! Saya tidak ingin itu .. Saya ingin apa yang lebih baik ..]

[Jadi, Jika saya menghabiskan enam bulan untuk belajar sesuatu dari Surah Al-Noor .. Saya akan senang]

Fahad Al Kandari: [Bukankah Ini yang para Sahabat lakukan, Syaikh .. Bukankah itu?]

Nouman Ali Khan: [.. Ya! Ya!]

“Wa laa taquulanna lisyai’in innii faa’ilun dzaalika ghodaa.” (QS Al Kahfi ayat 23)
“Illaa an yasyaa-a’ alloh, wadzkur robbaka idzaa nasiit.” (QS Al Kahfi ayat 24)
“Wa qul ‘asaa an yahdiyani robbii li ‘aqroba min haadzaa rosyadaa.” (QS Al Kahfi ayat 24)

Fahad Al Kandari: [Sheikh Nouman… Dia berusaha untuk dapat hidayah .. dan melakukan upaya untuk mencapai itu .. dan bekerja keras. Dia benar-benar mencintai Quran.. Tapi ini bukan hanya tentang mencintai Quran … Tapi juga upaya untuk memahami Quran ini .. Ketika ia mencintai Al Qur’an .. ia mulai membaca terjemahan pertama .. dan terjemahan kedua .. Tapi, ia tidak menemukan apa yang ia cari ..]

[Jadi, dia memutuskan untuk belajar bahasa Arab .. setelah belajar itu .. Dan menyempurnakannya .. menghafal Quran .. Belajar Tajwid .. Dan sekarang dia mendalami keindahan Al-Qur’an .. Dan ia memberikan ceramah tentang keindahan Al-Qur’an dan refleksi pada Quran .. Semua ini, adalah usahanya untuk mencapai bimbingan Allah, subhanahu wa ta’ala ..]

[Hidayah membutuhkan kerja keras dan usaha, sampai Anda akan memilikinya dengan kehendak Allah, subhanahu wa ta’ala ..]

[Allah, subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS Al Ankabuut: 69)]

—————–
Catatan Admin: Mohon maaf video Guide Through The Quran ini kami hapus di YouTube karena diblokir YouTube (masalah copyright).

Karena itu kami putuskan tidak mengunggahnya di Facebook. Cukuplah kami rilis transkripnya di blog NAK Indonesia.

Sumber:

Advertisements

One thought on “Guide Through The Quran – Wawancara Dengan Nouman Ali Khan

  1. Reblogged this on What's popular is not always right. and commented:
    Post di bawah ini menceritakan penggalan perjalanan ustad Nouman Ali Khan mendapatkan hidayah. Jangan pernah judge seseorang dari kondisi hari ini apa lagi masa lalunya, karena tidak ada yang tahu isi hatinya dan dia sangat mungkin menjadi jauh lebih baik lagi di kemudian hari.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s