[Transkrip Indonesia] Para Penghuni Surga (Surah Yasin) – Nouman Ali Khan – Part 11


Aktivitas Di Surga

Saya ajak Anda kepada yang beriman,

Inna ash-haabal-jannatil-yawma fii syughulin faakihuun(a).” (QS Yaa Siin ayat 55)

Saya akan menggunakan waktu cukup lama untuk ayat ini. Tak ada keraguan tentang itu hadirin.. Semoga Allah menjadikan setiap kita penghuni surga dan semua muslim dan keturunannya. Orang-orang surga, sahabat surga hari ini, Hari ini,

Inna ash-haabal-jannat(i).” (QS Yaa Siin ayat 55)

Al yawma.” (QS Yaa Siin ayat 55)

Hari ini.

Fii syughulin faakihuun(a).” (QS Yaa Siin ayat 55)

Mereka sangat sibuk, mereka melakukan segala hal.

Jadi jika Anda membayangkan surga itu akan membosankan, saya kira itu tempat yang bagus untuk duduk-duduk, khususnya karena saya dengan latar belakang Pakistan. Saya punya kesulitan dalam membayangkan surga. Akan saya katakan kenapa.

Dalam budaya Pakistan, jika Anda tinggal di rumah yang sangat bagus, artinya punya semua kristal eksotis buatan tangan. Barang-barang di berbagai tempat di rumah Anda menjadi penghalang bagi manusia normal. Jadi jika duduk, Anda seperti berada di hadapan moncong senapan. Karena jika Anda terlalu nyaman di sofa lalu menyentuh sesuatu, atau memecahkan kristal, atau angsa-angsaan yang dibeli ibu Anda, atau apapun. Jadi Anda harus benar-benar duduk diam.

Dan kalau anak-anak terlalu kegirangan, perhatikan lirikan ibunya. Seperti jika Kariim kecil berlarian karena temannya datang, tapi ibunya tak bisa mengomeli di depan tetamu karena itu sepertinya haram. Jadi dia memperlihatkan muka marah ditutupi oleh senyum palsu, ditangkap oleh gigi yang gemeretak, lalu dia berkata, “Kariim beta (panggilan kepada anak-laki-laki dalam Urdu -red), bolehkah aku bicara denganmu di dapur?

Hehehe…sungguh hebat! Jadi jika saya berpikir tentang tempat yang bagus, saya merasa takkan nyaman di sana, hehehe.

Tapi Qur’an berkata di surga kita akan melakukan semua aktivitas yang gila… saya tak tahu. Saya ceritakan satu budaya hebat lagi dari Pakistan. Satu hal lagi, tahu yang kita lakukan kepada anak-anak? Pastikan mereka tidak bahagia. Jika seorang anak bersenang-senang, dia berteriak yeaaa dan bermain dengan mainan. Ibunya datang dan berkata, “Bisakah kamu jadi manusia sebentar saja?

Hehehe. Dia hanya menjadi anak-anak, dia bahagia. Anda maunya bagaimana? Apa dia harus jadi pustakawan sekarang? Kenapa Anda sangat…. hehehe. Biarkan dia jadi anak-anak… ya Tuhan…

Ini benar-benar kebalikan dari anak Arab. Anak Arab dapat melakukan apa saja yang mereka inginkan. Apa pun yang mereka mau. Serius… Anda orang Arab, anak-anak Anda tak takut apa pun, apa pun. Anda tak bisa mengancam anak Arab, “Aku bilang kepada ayahmu.

Ok, saya beri Anda nomornya.

Hehehe…. dia tak takut apa-apa.

Saya harus kembali ke sini… Jadi, penghuni surga akan melakukan berbagai aktivitas, “Syughulin” (QS Yaa Siin ayat 55)

Aktivitas yang sibuk, kongkow-kongkow, pesta di sini, main game di sana.

Lalu Dia berkata, “Faakihuun(a).” (QS Yaa Siin ayat 55)

Mereka akan sangat senang, tertawa, menikmati waktu terindah dalam hidupnya.

Faakiha” sebenarnya sejenis buah, buah yang enak. Saat dimakan akan memberi senyum di wajah Anda. Makanya kata Allah, semua aktivitas ini selalu membuatmu tersenyum. Tak satu pun aktivitas yang membuat Anda menghela nafas.

Saat Anda main game di rumah, pada akhirnya Anda berkata, “Ok, saya menguasai ini. Sudah cukup, cukup.

Ada saatnya Anda sangat menikmatinya, lalu terasa hambar. Anda tak tahu kapan akan berhenti, lalu sadar sudah terlalu lama. Sekarang Anda sangat bosan dan benar-benar harus berhenti. Anda menunggu orang pertama untuk meninggalkan pesta karena tak ingin jadi yang pertama. Anda menunggu, lalu, “Ok, mungkin saya akan keluar dari sini….

Hehehe… itu yang Anda lakukan.

Tapi di surga hanya ada pesta dan orang-orang akan bahagia di atas bahagia di atas bahagia.

Fii syughulin faakihuun(a).” (QS Yaa Siin ayat 55)

Kenapa? Karena bukunya tidak diperiksa.

Naktubu maa qaddamuu wa aatsaarahum.” (QS Yaa Siin ayat 12)

Apa yang dikatakan Allah tentang penghuni surga?

Hisaaban yasiiraa.” (Hisab yang mudah -red)

Auditnya sangat mudah.

Allah bahkan tidak mengecek satu demi satu. Di dunia ini aktivitas akan melelahkan, tapi di surga akan terasa indah.

Hum wa azwaajuhum.” (QS Yaa Siin ayat 56)

Ooh oh.. Bagian ini untuk 13 tahun ke atas, tapi akan saya ceritakan. Mereka dan pasangannya. “Azwaaj” juga berarti kelompoknya, orang-orang, kongkow-kongkownya. Tapi ini merujuk kepada pasangan. Mereka dan pasangannya akan berada dalam naungan.

‘alal-araa’iki.” (QS Yaa Siin ayat 56)

Di atas sofa-sofa.

Jika Anda familiar dengan perabotan ala Victoria jaman dahulu, dipan dengan tiang dan kelambu, terasa agak eksotis. Di sanalah mereka bermesraan dengan isterinya, itulah yang terjadi. Allah berkata,

Muttaki’uun.” (QS Yaa Siin ayat 56)

Mereka bersandar, bersantai, tapi tidak tidur. Dipan (bangku panjang rendah untuk duduk-duduk atau berbaring -red) untuk tidur, tapi mereka tidak tidur. Mereka tak tidur karena di surga tak ada tidur. Allah tak ingin Anda kehilangan momen kesenangan, kebahagiaan.

Tapi gambaran ini takkan masuk akal jika Anda tak paham apa yang saya maksud di dunia. Saya tak akan menjelaskannya kembali. Saya akan lanjutkan.

Lahum fiihaa faakihatuw wa lahum maa yadda’uun(a).” (QS Yaa Siin ayat 57)

Di dalamnya, artinya duduk di dipan, Anda lapar saat duduk di dipan, ke mana Anda pergi? Ke dapur. Tapi Allah berkata di dipan akan ada bermacam buah-buahan. Anda tak perlu bangkit, dan Anda bisa makan di tempat tidur. Para wanita tidak akan setuju…tidak apa-apa.

Anda bisa makan di atas dipan dan stroberi meleleh membasahi cadar yang baru dipasang tanpa menodainya. Itulah surga, itulah yang saya inginkan di surga. Saya ingin makan di tempat tidur dan saya ingin makan makanan paling berlemak dengan noda yang paling bandel, saya akan menyapukan tangan saya seperti ini, hehehe. Saya suka, hehehe.

Mereka akan memperoleh berbagai jenis buah.

Wa lahum maa yadda’uun(a).” (QS Yaa Siin ayat 57)

Dan mereka akan memperoleh apapun yang mereka pesan, apapun yang mereka minta. Anda di surga, Allah akan memberi Anda semuanya. Anda merasa tidak enak karena selalu meminta. Anda seperti merasa takalluf (memaksakan keinginan -red).

Tidak mungkin Anda datang ke rumah orang dan mereka melayani Anda. Memberi makan, kebab, ayam, semua yang Anda mau. Anda punya kecap? Seperti hal yang otomatis saja (minta kecap). Saya sendiri melakukan itu, hehehe. Itu hal yang jelek, tapi di surga tak ada rasa tidak enak, Anda bisa meminta pada Allah.

Ya Allah saya ingat ayat di mana Engkau menyebutkan burung, bolehkah saya..?

Ya tentu.

Dan permintaan Anda datang pada Anda, Anda dilayani. Semua yang bisa Anda pesan dan minta, seperti layanan kamar langsung, tak perlu tekan 0 (pada telepon -red) dan menunggu. Ini gambaran di surga.

Lalu semuanya menjadi semakin luar biasa. Semua penghargaan ini digabungkan tak berarti jika dibandingkan dengan “Laa syaia fauqa haadza.” (tak ada yang berarti jika dibandingkan dengan ini -red)

Salaamun qawlam mir rabbir rahiim(in).” (QS Yaa Siin ayat 58)

Salaam, sapaan, kedamaian, sebentuk kedamaian. Tidak disebut “Assalaam” tapi “Salaamun”, artinya tak diketahui, salam seperti ini belum dikenal. Bukan jenis salam yang Anda kenal, baru (dikenal) nanti setelah sampai di sana.

Inilah kata “Qawlam mir rabbir rahiim(in).” (QS Yaa Siin ayat 58)

Kata-kata dari Tuhan yang selalu mencintai dan mengampuni.

Ngomong-ngomong mereka yang berhasil ke surga. Kita sudah melihat sekelompok orang saat ini yang layak mendapatkan surga dalam surat ini, para rasul, para pengikutnya, lelaki yang terbunuh, ingat dia, juga berhak atas surga.

Apakah hidup mereka mudah atau sulit? Mereka melalui kehidupan yang sangat sulit. Dan Allah berkata Dia selalu menjadi “Rabbir rahiim(in).” (QS Yaa Siin ayat 58)

Rabb yang selalu pengampun dan pengasih. Dia membuat semua kesulitan itu mudah bagi mereka, bahkan di dunia. Dialah yang memberikan paspor.

Walladziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa.” (QS Al Ankabuut ayat 69)

Kami akan membuka pintu bagi mereka yang berjuang bagi Kami, Kami tuntun mereka ke berbagai jalan keluar Kami. Allah-lah yang membuat kerasnya perjuangan menjadi mudah. Dia membuat api menjadi dingin bagi Ibrahim ‘alaihissalam. Api tidak akan dingin sendiri, Allah yang melakukannya. Sekarang Dia berkata salaam, Aku-lah yang mendukungmu selama ini. Aku-lah yang mendukungmu saat dalam kesulitan selama ini. Tak ada lagi yang bisa dikatakan. Begitu sempurnanya sehingga pembicaran tentang surga berakhir karena ke mana lagi Anda akan pergi, tak ada yang lebih dari ini.

Para Penjahat Dipisahkan Dari Mereka Yang Beriman Saat Dibangkitkan

Jadi kita kembali kepada gambaran saat dihentikan. Di mana kita berhenti? Saat kebangkitan, dan mereka berkata, “Ini yang dijanjikan Ar Rahmaan.

Dan para rasul berkata benar. Dan mereka semua akan menghadap, kepada mereka dikatakan, “Hari ini tak seorangpun yang akan dirugikan, kamu hanya akan diganjar sesuai yang kamu kerjakan.

Lalu mereka segera melihat film. – Tentu tidak, Anda yang di Houston sangat agamis -, beberapa di antara Anda yang dari Oklahoma yang suka nonton film. Ada dua adegan yang terjadi. Anda masuk ke adegan pertama, Anda hentikan lalu pindah ke adegan berikut, lalu dihentikan, lalu pindah lagi ke adegan pertama, kembali ke adegan pertama sementara itu kepada Anda dikatakan hanya akan diganjar dengan apa yang Anda usahakan. Sekarang Dia berkata,

Wamtaazul-yawma ayyuhal-mujrimuun(a).” (QS Yaa Siin ayat 59)

Pisahkan diri kalian hari ini penjahat! Jadilah terlihat hari ini penjahat! Kalian tak bisa bercampur dengan yang lain lagi. Mengapa Dia berkata begitu? Karena di antara mereka ada orang-orang yang “Khasyiyar-rahmaana bil-ghaib(i).” (QS Qaaf ayat 33 dan QS Yaa Siin ayat 11).

Mereka takut kepada Ar Rahmaan dalam keadaan tersembunyi.

Di dunia ini yang beriman dan tidak kadang tak bisa dibedakan. Kadang beberapa orang punya iman di hati tapi tak pernah mengatakan pada siapa pun. Mereka patuh dan menyembah Allah saat sendiri, tanpa membiarkan yang lain tahu. Tak seorang pun kenal mereka kecuali Allah.

Saat ini di hari kiamat, ketika semua bangsa dibangkitkan. Allah berkata pisahkan diri kalian. Dan beberapa orang terkejut, “Mengapa dia bergabung dengan kelompok yang baik?

Mereka takkan tahu kenapa, hanya Allah yang kenal orang-orang ini.

Wamtaazul-yawma ayyuhal-mujrimuun(a).” (QS Yaa Siin ayat 59)

Penjahat, pisahkan diri kalian! Ketika Allah bicara pada mereka, Allah memberi pidato terakhir.

A lam a’had ilaykum yaa banii aadama.” (QS Yaa Siin ayat 60)

Bukankah kami telah mengambil janji darimu hai anak Adam?

Al laa ta’budusy-syaytaan.” (QS Yaa Siin ayat 60)

Kalian tidak akan menyembah syaitan. Sebenarnya janjinya adalah, tidak patuh atau mendengarkan syaitaan. Di sini dalam bentuk lain. Allah berkata kamu takkan menyembah syaitaan. Apa yang kita pelajari? Bagi Allah mereka yang mendengarkan syaitan dan menyerah dari semua harapan dari petunjuk, dan tidak mengacuhkan semua jalan kebenaran, tidak berbeda dengan menyembah syaitaan. Itulah artinya menyembah syaitaan.

Innahuu lakum ‘aduwwum mubiin(un).” (QS Yaa Siin ayat 60)

Tak ada keraguan, dia bagimu adalah musuh yang nyata.

Yang kita pelajari di sini juga sangat penting. Saat Anda menolak menggunakan akal Anda untuk memahami dunia di sekitar Anda. Sejarah, dan wahyu, dan menutup dirimu dari semuanya. Maka Anda di bawah pengaruh syaitaan. Anda tidak sadar bahwa Anda memujanya. Itu yang dia mau. Dia (syaitaan) ingin manusia tak menggunakan akalnya dengan baik sehingga Anda takkan menemukan jalan lurus. Karena Anda tak bisa menemukan petunjuk jika tidak menggunakan akal.

Allah Memberi Kemudahan, Manusia Membuatnya Sulit

Wa ani’buduuni.” (QS Yaa Siin ayat 61)

Tidakkah kalian Ku-suruh menyembah-Ku?

Haadzaa shiraathum mustaqiim(un).” (QS Yaa Siin ayat 61)

Itulah jalan yang lurus. Tunggu, apakah ini pertama kalinya jalan lurus muncul? Kapan jalan lurus muncul? Anda ingat? Persis di awal, para rasul dan Nabi shallallahu alaihi wasallam semuanya berkomitmen kepada jalan yang lurus. Ini sungguh indah karena saat kita diberitahu bahwa mereka berkomitmen kepada petunjuk yang lurus. Beberapa orang mungkin berpikir, “Ya bagus mereka berkomitmen kepada jalan yang lurus, bagaimana saya bisa melakukannya?

Dan jalan lurus itu sangat sulit, bukankah saya gambarkan sangat sulit? Semakin hari menjadi semakin sulit. Bagaimana mungkin manusia biasa melakukannya?

Dan pada akhirnya Allah berkata, “Aku meminta lebih sedikit darimu dibandingkan dengan para rasul. Aku hanya memintamu menyembah-Ku.

Inilah jalan yang lurus. Tidak lebih dari itu, Aku tidak meminta lebih. Para rasul datang, Allah berkata,

Yuriidullahu ay yukhaffifa ankum.” (QS An Nisaa ayat 28)

Allah ingin meringankan bebanmu. Dia ingin kamu menjalani kehidupan yang lebih mudah. Itulah yang dikatakan-Nya,

Yuriidullaahu bikumul-yusra wa laa yuriidu bikumul-‘usra.” (QS Al Baqarah ayat 185)

Allah ingin kemudahan bagimu, bukan kesulitan.

Wa ma ja’ala ‘alaykum fid-diini min haraaj.” (QS Al-Hajj ayat 78)

Dia tidak memberikan beban, batasan, atau ketidaknyamanan dalam agama ini bagimu. Anda tahu siapa yang membuat agama ini menjadi tidak nyaman? Orang-orang…

Allah membuat kemudahan dalam agama ini, kita membuat kesulitan dalam agama ini. Saya mengetahuinya dari pengalaman, saya mengganggap rezeki saya yang paling berharga di dunia ini adalah murid-murid dan guru-guru saya. Saya anggap mereka rezeki yang paling berharga. Dan guru-guru saya terutama Dr. Akram Nadwy, semoga Allah melindungi beliau.

Beliau, wallahil’adziim, setiap saya duduk dan belajar bersama beliau, saya membahas hadits dan ayat dengan beliau dan saya merasa seperti baru mengucapkan syahadat. Ada hal-hal tentang Islam yang saya kira sudah saya ketahui seumur hidup, lalu saya duduk di sana dan belajar dari beliau dan saya seperti, “Wow, saya tak tahu itu.

Dan semua itu masuk akal dan sangat mudah, dan orang-orang membuatnya sangat buruk dan sulit. Saya akan ceritakan tentang Dr. Akram nanti, adakah yang kenal beliau? Anda harus tahu tentang beliau, catatlah, “Akram Nadwy.”

A-k-r-a-m, Akram.

Nadwy, begitulah pengucapannya dalam Siri. Nadwy, atau N-a-d-w-y atau juga N-a-d-w-i.

Akal Adalah Senjata Untuk Melawan Syaitaan Dan Jalan Menuju Syurga

Jadi, sembahlah Aku, sesederhana itu! Itulah jalan yang lurus, hanya itu.

Wa laqad adhalla minkum jibillan katsiiran.” (QS Yaa Siin ayat 62)

Dia mampu untuk menyesatkan populasi yang sangat besar, “Al’adadal katsiir, al jibill”, jumlah yang sangat besar darimu bisa disesatkannya.

A fa lam takuunuu ta’qiluun(a).” (QS Yaa Siin ayat 62)

Kenapa kalian orang-orang yang tidak terbiasa berpikir? Kenapa kalian tak pernah melatih akalmu? Ini membawa kita kembali ke tiga hal yang harus kita pikirkan. Saya tak ingin mengulanginya lagi, kalian sudah tahu. Kenapa kamu tak pernah melatih akalmu? Bagaimana syaitaan bisa mengalahkanmu? Karenanya saya katakan pekerjaan syaitaan adalah membuatmu berhenti berpikir.

Konsep ini, bahwa dia bisa memperoleh sedemikan banyak pengikut bukan pertama kali yang kita pelajari dalam surat ini. Allah sudah mengatakan,

Yaa hasratan ‘alal-ibaad(i), maa ya’tiihim min rasuul(in).” (QS Yaa Siin ayat 30)

Sungguh sebuah tragedi bagi mereka, setiap seorang rasul datang mereka mengolok-oloknya. Siapa yang menginpirasi mereka untuk mengolok-olok para rasul? Syaitaan.

Wa maa ta’tiihim min aayatim min aayaati rabbihim illaa kaanuu ‘an-haa mu’ridhiin(a).” (QS Al-An’am ayat 4 dan Yaa Sin ayat 46)

Tak satu keajaiban (ayat -red) pun datang kepada mereka, mereka terus tidak mempedulikan. Siapa yang menyuruh mereka tidak mempedulikan? Syaitaan. Dia selalu di sana, Anda bisa melawannya. Mudah, gunakan akalmu dan kamu bisa melawannya. Gunakan akalmu dengan baik, kamu bisa melawannya.

Tapi jika kamu tunduk kepada keinginanmu dan menyerah kepada nafsu hewanimu, kamu akan menyembahnya, itulah yang akan kamu lakukan. Sekarang…

A fa lam takuunuu ta’qiluun(a).” (QS Yaa Siin ayat 62)

Mengapa kalian tak biasa berpikir? Ini sungguh hebat buat saya, bahwa Allah berkata bahwa jalan ke surga disediakan bagi mereka yang berpikir. Dan sekarang di dunia muslim, kita tidak menekankan berpikir. Kita hanya menyuruh orang untuk mengamalkan, tapi tidak berpikir. Dan Qur’an mengeluhkan dari awal sampai akhir, “Mengapa kamu tidak berpikir?

Orang-orang diseret ke dalam jahannam, dan mereka berkata,

Law kunnaa nasma’u aw na’qilu.” (QS Al Mulk ayat 10)

Jika saja kita mendengar dan memikirkannya. Jika kami paham, maka kami takkan berada di sini.

Tugas kita adalah menjadi orang-orang yang berpikir. Inilah satu-satunya yang ingin saya lakukan. Yang ingin saya lakukan, jika saya mampu menyemangati diri saya, keluarga saya, muslim untuk memikirkan ayat-ayat Allah, memikirkan kehidupan mereka. Pikirkan apa yang mereka lakukan… pikirkan… pikirkan. Dengan pikiran yang jernih, semuanya bisa berubah.

Allah berkata ayat ini, “Li qawmin ya’qiluun(a).” (Ada 8 ayat mengandung kalimat ini, termasuk QS Al Baqarah ayat 164)

Untuk orang-orang yang berusaha berpikir.

Ini adalah ayat yang berguna bagi mereka yang berusaha berpikir. Dengan kata lain jika kamu tak berusaha berpikir, ini tak bermanfaat bagimu. Kita seharusnya begini. Malangnya sekarang kita mengecilkan diri kita dengan budaya yang sangat merosot. Seperti saat seorang anak bertanya, “Kenapa Allah berkata begitu? Kenapa ini begini? Kenapa kita harus sholat 5 waktu? Kenapa kita harus melakukan ini dan itu?

Karena dia berpikir. Dia berpikir, lalu dia bertanya, apa yang kita lakukan? Astaghfirullah, taubat, taubat, taubat, seperti itu… hehehe. Ayolah teman. Inilah kesempatan Anda untuk menarik anak ini. Kita seharusnya bertanya, kita seharusnya menjawab pertanyaan. Inilah caranya belajar, kita seharusnya tidak mematahkan pertanyaan. Pertanyaan adalah cara membuka pikiran. Ini adalah topik tersendiri. Tapi saya ingin Anda paham.

Ketika Tangan Dan Kaki Bersaksi

Haadzihii jahannamullatii kuntum tuu’aduun(a).” (QS Yaa Siin ayat 63)

Inilah neraka yang sudah dijanjikan kepadamu semua. Apakah api neraka dijanjikan kepada mereka? Ya.

Yaquuluuna mataa haadzal-wa’du in kuntum shaadiqiin(a).” (Ada 6 ayat mengandung kalimat ini termasuk QS Yaa Siin ayat 48)

Kata mereka, “Kapan janji ini akan dipenuhi?”

Ini dia, kamu menagih janji ini bukan? Ini dia, nikmatilah sesukamu.

Ishlawhal-yawma.” (QS Yaa Siin ayat 64)

Lemparkanlah dirimu ke dalamnya hari ini.

Bimaa kuntum takfuruun(a).” (QS Yaa Siin ayat 64)

Karena sangkalan yang kamu lakukan selama ini. Ngomong-ngomong, lemparkan dirimu, dilemparkan ke dalam jahannam seperti dilempar ke dalam penjara bukan? Artinya ini penjara kedua, penjara pertama adalah rantai, menolak untuk berpikir, ingat? Jika kamu menolak untuk berpikir di dunia, kamu memperoleh jahannam ini sekarang. Inilah konsep berpikir, penjara di dunia dan di akhirat.

Al-yawma nakhtimu ‘alaa afwaahihim.” (QS Yaa Siin ayat 65)

Hari ini kami letakkan segel di mulut mereka. Mulut mereka takkan bisa mengatakan apa-apa. Anda ingat bagian keempat, di mana mereka tak menggunakan akalnya dengan baik. Mereka menolak untuk berpikir. Saat mereka diperintahkan, “Kenapa kamu tidak bertakwa?

Mereka tak punya jawaban. Ketika diberi semua bukti keajaiban mereka mengabaikannya. Ketika disuruh untuk mengeluarkan harta mereka memberi jawaban terburuk. Jadi yang terbaik dari semuanya, mereka tak menjawab dan yang terparah, mereka memberi jawaban paling buruk. Artinya mulut mereka tak lagi pantas lagi digunakan, mulutnya disegel.

Watukallimunaa aydiihim.” (QS Yaa Siin ayat 65)

Tangannya mulai bicara pada Kami.

“Wa tasy-hadu arjuluhum.” (QS Yaa Siin ayat 65)

Dan kaki mereka mulai bersaksi tentang hal-hal yang biasa mereka peroleh. Apa yang disaksikan tangan. Ada ayat di dalam Qur’an,

Lima syahittum ‘alainaa.” (QS Fushshilat ayat 21)

Mengapa kamu bersaksi memberatkan kami?

Kata orang ini, saya memiliki tubuh ini saat ini. Allah memberi saya… saya menyewa tubuh ini saat ini, gratis. Kiamat datang dan Allah membangkitkan tubuh ini kembali, tapi tidak lagi di bawah kontrol saya. Jadi saya coba menggerakkan mulut tapi tak bergerak. Tapi tangan ini bisa bicara, dan kaki ini bisa bicara. Mereka mengeluh kepada Allah,

Ya Allah, Engkau menciptakan saya dan saya dan semua yang Engkau ciptakan patuh pada-Mu. Tapi Engkau memberi orang ini kuasa sementara dan dia membuatku tidak patuh pada-Mu.

Kaki berkata, “Dia membuatku tak mematuhi-Mu, dan hari ini aku tidak mematuhimu dengan cara ini, saya mohon ampun, saya takkan melakukannya lagi. Saya tak punya pilihan karena Engkau memberinya kuasa.

Dan Anda berada di situ seakan tak percaya karena tak ada kesaksian yang lebih buruk daripada dirimu sendiri, tak ada saksi perbuatan kita yang lebih baik dari tangan dan kaki kita sendiri. Maksud saya itu bukti yang tak terbantahkan.

Sebelumnya kita belajar bahwa jika kamu akan dilemparkan ke penjara kejahatannya harus terbukti.

Laqad haqqal-qaulu ‘alaa aktsarihim.” (QS Yaa Siin ayat 7)

Lalu mereka dilempar ke penjara. Pada akhir surat kita mempelajarinya kembali, jika mereka akan dilemparkan ke penjara, kejahatannya harus terbukti. Bagaimana membuktikannya? Siapa saksinya? Kamu, dirimu sendiri adalah saksinya.

Kafaa binafsikal-yawma ‘alayka hasiiba(an).” (QS Al Israa ayat 14)

Hari ini cukuplah dirimu menjadi saksi terhadap dirimu sendiri.

Semoga Allah azza wa jalla melindungi kita dari kesaksian itu.

Hukuman Allah Kadang Tidak Menunggu Datangnya Kiamat

Walaw nasyaa’u.

Ngomong-ngomong itu hari penghitungan. Namun bahkan sekarang, bahkan saat ini, kita kembali ke dunia ini.

Walaw nasyaa’u lathamasnaa ‘alaa a’yunihim.” (QS Yaa Siin ayat 66)

Kami akan menghilangkan mata (penglihatannya).

Fastabaqush-shiraatha.” (QS Yaa Siin ayat 66)

Lalu mereka akan berlomba-lomba mencari jalan.

Fa annaa yubshiruun(a).” (QS Yaa Siin ayat 66)

Bagaimana mereka bisa melihat?

Ini adalah pernyataan yang aneh, Anda harus memikirkan maksudnya. Mari saya terjemahkan kembali, jika Kami ingin, Kami bisa melenyapkan, menghilangkan mata (penglihatan) mereka. Lalu mereka akan berlomba-lomba menuju jalan lurus. Mereka akan berpacu menuju jalan lurus. Namun bagaimana caranya mereka bisa melihatnya?

Saya beritahukan apa maksudnya. Anda harus paham kanker (penyakit) yang dimiliki oleh mereka yang terburuk imannya. Mereka yang tertutup dari semua sisi seperti kita bicarakan sebelumnya. Apa kanker (penyakit)-nya? Dia takkan percaya (beriman).

Tapi saya bilang akhirnya dia akan percaya (beriman). Apakah ada yang ingat kapan dia akan percaya (beriman)? Saat dia melihat hukuman. Yang ini takkan percaya (beriman) hingga dia melihat hukuman. Dia (orang tersebut) “mencopot matanya” (saat diperlihatkan hukuman oleh Allah). Dia (orang tersebut) “menghapus matanya”. Saat melihat hukuman, dia siap untuk percaya (beriman) jadi dia berpacu menuju jalan lurus. Tapi apa gunanya sekarang, kamu tak bisa kemana-mana.

Fa annaa yubshiruun(a).” (QS Yaa Siin ayat 66)

Ini menggambarkan betapa putus asanya mereka hingga mereka melihat hukuman.

Cara lain memahaminya menurut beberapa ulama yang juga menarik. Jika kamu benar-benar menginginkan alasan bahwa tak ada kemungkinan bagimu menemukan petunjuk. Kamu tak bisa memahami, mungkin kamu tidak berilmu sehingga tak paham sejarah. Mungkin kamu tak tahu tentang nabi, sehingga tak tahu apa yang diturunkan dari atas. Ini mungkin, mungkin saja ada yang tak punya akses pendidikan dan sejarah dan tak punya akses terhadap wahyu.

Tapi dia masih punya akses ke satu hal, apa itu? Dunia di sekitarnya, dia bisa melihat kebenaran dari dunia ini, ciptaan di sekitarnya setidaknya dia bisa merenungkannya. Allah berkata jika Aku menghilangkan mata (penglihatannya), meski mereka berlomba menuju petunjuk, mereka takkan bisa melihat mungkin setelah itu mereka memperoleh maaf. Mungkin setelah itu, karena mereka berkata bagaimana mereka bisa melihat? Tapi mereka tidak punya alasan, mereka punya mata yang sehat.

Walaw nasyaa’u.

Dan jika Kami inginkan,

Lamasakhnaahum ‘alaa makaanatihim.” (QS Yaa Siin ayat 67)

Kami bisa memotong tubuh mereka dengan tangan ini. Mereka bisa mematahkan lengan mereka, merusak wajah mereka, dan mencopot telinga mereka, dan seterusnya, di mana mereka berdiri.

Famastathaa’uu mudhiyyan wa laa yarji’uun(a).” (QS Yaa Siin ayat 67)

Dan mereka takkan bisa maju ataupun kembali. Allah berkata, “Aku tak perlu menunggu hingga kiamat, Aku bisa membinasakanmu sekarang.

Dia berkata sebelumnya bahwa Dia bisa membinasakanmu dengan sekali tiup.

Sekarang Dia berkata, “Ada alternatif lain, Aku bisa membutakanmu, lalu mencopot semua anggota badanmu satu demi satu. Aku bisa melakukannya lalu lihat apa yang terjadi denganmu. Karena kamu selalu berkata, kami takkan kembali lagi. Ya, kamu takkan kembali dengan itu (anggota tubuhmu).

Yang luar biasa tentang ini wallahu a’lam, kelihatannya adalah cara Allah untuk menjawab ancaman. Para rasul diancam,

Lain lam tantahuu lanarjumannakum wa layamassannakum minnaa ‘adzaabun aliim(un).” (QS Yaa Siin ayat 18)

Jika kamu tak berhenti kami akan merajammu sampai mati atau menyiksamu dengan cara yang sangat kejam.

Atau kamu kira cuma kamu yang bisa mengancam? Aku juga bisa mengancam. Dan mereka tak perlu menunggu hingga setelah mati, Aku bisa mengancammu sekarang. Jadi Dia berkata, Dia bisa mengambil mata mereka, memusnahkan wajah mereka, atau memutilasi mereka, dan mereka takkan bisa memperbaikinya.

Mereka Yang Berumur Panjang Akan Dibalikkan Keadaannya

Dan akhirnya dalam ayat ini, ayat favorit saya dalam surat ini mungkin.

Wa man nu’ammir-hu nunakkis-hu fil-khalqi a fa laa ya’qiluun(a).” (QS Yaa Siin ayat 68)

Dan kepada siapa pun Kami berikan umur panjang, Kami akan mulai merusaknya dalam wujudnya. Pada ayat sebelumnya Allah berkata, Dia bisa memutilasi tubuh mereka bukan? Tapi kamu tak perlu menunggu hingga tubuhmu dimutilasi karena tubuhmu menjadi rusak sejalan umur yang menua. Tanda dari terjadinya mutilasi itu telah terjadi setiap hari sejalan dengan menurun dan menuanya dirimu. Siapapun yang diberikan umur panjang, kami balikkan wujud mereka.

Imam Al Alusi mengatakan sesuatu yang indah tentang ayat ini yang selalu saya ingat, setelah bertahun-tahun. Saya belajar padanya 15 tahun yang lalu. Katanya, saat anak kecil dia melakukan ini, selalu melihat ke mana? Anak-anak seperti ini dan lehernya seperti ini, Anda perhatikan? Selalu melihat ke atas, mencoba memanjat sesuatu, menarik sesuatu turun, ingin diangkat, selalu naik-naik naik…

Lalu seorang lelaki menjadi sangat tua, apa yang terjadi pada punggungnya? Dan dia selalu melihat ke mana? Seorang anak melihat ke arah pertumbuhannya. Seorang lelaki tua selalu melihat ke arah peristirahatan terakhirnya, selalu melihat ke tanah. Ke situlah arahnya, Allah telah memudahkannya mengingat. Punggungnya dibungkukkan-Nya, Dia mulai menurunkan nilai manusia, subhanallah.

A fa laa ya’qiluun(a).” (QS Yaa Siin ayat 68)

Apakah mereka tidak mengetahui?

Cara lain memahami ayat ini, yang sangat kuat bagi saya. Ketika menua orang mulai memiliki kebiasaan seperti anak-anak. Mereka mudah marah sejalan penuaan. Mereka semakin tergantung, kesehatannya menurun, mereka tak mampu membersihkan dan memakai pakaiannya sendiri, dan sebagainya. Mereka perlu ditolong, tak mampu makan sendiri lagi, tak mampu berkeliling sendiri. Mirip dengan siapa? Anak-anak… Mereka jadi seperti itu saat usia itu.

Likay laa ya’lama ba’da ‘ilmin syay’a(n).” (QS An Nahl ayat 70)

Maka dia kembali pada kondisi dimana tidak tak tahu apa-apa setelah mengetahui sesuatu. Terserang dimensia, mulai melupakan banyak hal, tak ingat kata-kata lagi, gagap dalam bicara. Yang biasanya dialami ketika? Ketika Anda kecil.

Sayang kamu tidak ingat?

(Menggeleng).

Itu pamanmu,- dia menakutkan.

Dan sebagainya.

Saat Anda tua, Anda menjadi lupa. Saya bertemu dengan seorang cendekia yang membuat saya takut. Mengingatkan saya akan ayat ini, subhanallah. Saat saya sedang di taksi bersamanya dia berkata, “Beta (panggilan anak laki-laki, urdu -red) apa kabarmu?

Baik sekali, alhamdulillah.

Dari mana asalmu?

Dallas.”

Semenit kemudian dia berkata, “Apa kabarmu?

Alhamdulillah.”

Bagaimana kegiatanmu?

Masyaallah.”

Dari mana asalmu?

Dallas.”

Semenit kemudian, “Beta apa kabarmu?

Alhamdulillah.

Bagaimana kegiatanmu?

Masyaallah.

Dari mana asalmu?

Dallas.”

Oh, masyaallah, ya, saya suka Dallas. Kita sudah pernah ketemu kan?

Ya.

Saya tidak ingin mengejutkannya dengan, Anda baru saja menanyakan hal itu. Dia mengalami kasus yang sangat serius, kehilangan memori jangka pendek, setiap 5 menit kita melakukan percakapan yang sama. Ngomong-ngomong, siapa yang biasanya berlaku begitu? Anak-anak seperti itu.

Aba (ayah), bolehkah saya minta cokelat? Bolehkah saya minta cokelat? Bolehkah saya minta cokelat?

Seperti berada pada lingkaran, seperti ada semacam aplikasi untuk itu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s